Mendapat pesanan untuk snack salah satunya singkong Thailand, dulu pertama kali mengetahui singkong Thailand , aku tersenyum, oh lala inikan bul-umbul yang sering dibuat nenek aku dikampung, bedanya hanya pemakaian gula saja, kalo singkong Thailand menggunakan gula pasir kalo bulumbul menggunakan gula tebu yang dibuat sendiri oleh nenek, mirip gula merah tapi buatnya dari air tebu bukan dari aren. Aku ingat sekali, dibawah rumah panggung nenek, ada gilingan air tebu, sangat sederhana tapi jangan ditanya, air tebu yang dihasilkan dengan menggunakan alat itu, bisa berember-ember. Aku suka ikut mendorong alat itu berputar supaya dapat memeras air tebu. Air tebu yang dihasilan dimasak hingga kental dan dicetak-cetak. Tentu saja gula yang dihasilkan sangat manis.
Salah satu camilan yang dibuat nenek itu yang dikasih nama bul umbul. Singkong yang tinggal mencabut dihalaman dibersihkan dan dipotong2 cukup besar, di rebus diatas tunggu dengan kayu bakar yang apinya besar, membuat singkong cepat sekali empuk, ditambahkan garam, dan gula tebu tadi, setelah itu diberi santan yang juga dari pohon kelapa didekat rumah, dimana kelapanya diparut dengan cara dikukur, santan yang dihasilkan sangat kental dan gurih. Dan aku sangat suka camilan ini.
Nah untuk temen-teman yang ingin mencobanya gula tebu bisa diganti dengan gula merah, atau ingin singkong ala Thailand juga boleh, yuuk lihat resepnya :
Bahan yang digunakan :
- 1 kg singkong
- 175 gr gula pasir
- 1 sdt garam
- 1 sdt vanili/ daun pandan
- 1 kotak santan siap pakai, aku pakai merk cocomas/kara/sun kara
- 150 cc air
Cara membuat :
- Kupas singkong cuci bersih dan potong-potong kecil, sisihkan.
- Didihkan air, masukkan singkong dan garam, masak hingga singkong lunak.
- Masukkan gula pasir, pandan/vanili, kecilkan api, masak hingga gula larut dan kental.
- Panaskan santan + 100 cc air , beri daun pandan. Masak dengan api kecil supaya tidak pecah.
- Ambil 50 cc air, campur dengan 2 sdm susu kental manis, dan 1 sdm tepung sagu.
- Masukkan campuran ke santan , masak dan kentalkan.
- Tata singkong diatas pinggan atau cup-cup kecil, beri kuah santan. Nikmat disantap hangat atau dingin.
Rapat ditunda dulu karena makan siang sudah akan dimulai, aku memesan salah satu menu yang terdengar antik”BEBEK SELIMUT HIJAU” yang ada dibenakku nampaknya bebek cabe hijau. Tidak lama teteh yang melayani berjalan dan menanyakan siapa yang memesan bebek cabe merah, cukup dia berkeliling tidak ada yang mengacungkan tangan, jadilah aku yang menerima bebek selimut merah itu. Secara dagang nasi jika menu yang diantar tdk ada yang mengakui banyak ketidaknyamanan yang terjadi, pelayan bagian pemesanan ditegur, dan rugi tentunya…dan aku tidak ingin ini terjadi, toch dalam hati namanya lapar insya allah apa saja nikmat.



Ini pembicaraan aku dan teman di fb saat aku posting photo ayam masak nenas. Coba yuukkk, ada rasa lain pada menu ini
















