Oleh-oleh tinggal di US : belajar, berbagi dan bermanfaat

Membaca judul tulisan diatas sebagian dari kita langsung berfikir apa iya??  mencerdaskan anak bangsa itu dengan melalui pendidikan, dan pendidikan itu memerlukan media, dan media itu membutuhkan biaya, semakin banyak media yang dipergunakan maka semakin tinggi biaya yang dikeluarkan. STOP berfikir semua segi kehidupan ini dapat diperbaiki dengan nilai mata uang, coba simak cerita saya berikut ini.

Satu setengah tahun yang lalu saya hijrah ke tempat ini, lebih tepatnya ke ibukota Michigan , USA bagian utara. Pertama kali menginjakkan kaki ke daerah ini saya hampir tidak percaya ini US, dalam benak saya adalah suasana yang hingar bingar, dengan apartemen yang berhimpitan dan lalulintas yang padat dan masyarakat yang tidak perduli satu sama lain. Namun kenyataan yang saya dapatkan jauh sekali dari apa yang saya bayangkan.

Saya datang tepatnya Juni 2014 dimusim panas (summer), melalui perjalanan yang panjang, dari bandara Soekarno  Hatta ke Narita (Jepang), lalu dilanjutkan ke Chicago (US), dari dilanjutkan lagi ke Detroit (US) dan terakhir dengan bus ke kota yang kami tuju. Sepanjang perjalanan banyak sekali daerah yang masih luas dan rimbun dengan pepohonan layaknya saya akan mudik ke Sumatra.

Sampai di kota ini kami dijemput oleh teman-teman yang sudah lebih dahulu menetap disini menuju apartemen. Kala itu malam saya belum dapat melihat situasi sekeliling apartemen, keesokan paginya saat terbangun dan keluar menuju balkon, masyaAllah indahnya pemandangan dibelakang rumah kami, rumput menghijau seperti karpet yang dibentangkan dan danau yang indah, semua nampak terpelihara dan bersih seperti lukisan.

Yang pertama kami lakukan adalah mendaftarkan anak-anak ke sekolah dan Alhamdulillah anak-anak dapat diterima dengan baik dan lingkungan sekolah yang baik juga sangat dekat dengan rumah, 5 menit saja dengan bis sekolah.

Setelah itu baru memikirkan apa harus saya lakukan disini untuk mengisi kekosoangan hari-hari selanjutnya karena saya tipe pekerja, saya tidak dapat berdiam diri dengan duduk didepan televisi menunggu hingga sore.

Lalu saya katakan kepada suami, tolong carikan saya tempat belajar bahasa inggris yang murah karena memang kami tidak mempunyai kemampuan finansial yang tinggi untuk membayar sekolah saya. Budget yang kami terima untuk hidup adalah budget untuk satu orang pelajar, dapat diartikan bahwa pemerintah memberikan dana untuk suami saja selama ini, tidak mencover keluarga. Jadi kami harus dapat mengatur keuangan yang diperuntukkan satu orang dapat cukup untuk empat orang.

Saya harus mendapatkan tempat untuk belajar bahasa inggris karena kemampuan saya berbahasa inggris yang minim dan akan menyulitkan saya beradaptasi dengan lingkungan sosial disini. Kami akan tinggal cukup lama disini, kurang lebih 4.5 sesuai beasiswa yang didapatkan.

Lalu suami mencari dengan mesin pencari dan akhirnya bertemulah dengan tempat belajar bisa dikatakan rumah belajar, namanya Friendship House MSU dan tempatnya di area kampus MSU juga. Dan kami sepakat untuk segera mengunjungi tempat tersebut. Saat kami mendatangi tempat tersebut, seperti rumah besar, ada ruang tamu lalu ada ruang belajar dengan meja besar dan dapur . Lalu kami ke lantai 2 untuk bertemu dengan Direktur sekolah ini. Sambutan yang luar biasa ramah membuat saya yakin bahwa inilah tempat belajar yang saya cari. Saya termasuk tipe yang memilih nyaman dibandingkan berfasilitas, karena tempat indah dan berfasilitas itu belum tentu nyaman, justru tempat yang sederhana namun hangat akan lebih terasa nyaman.

Cukup kaget kami mendapatkan info kalau belajar bahasa inggris disini gratis, tidak perlu membayar guru-guru yang mengajar. Kami cukup membayar $10 untuk biaya pendaftaran saja. Hampir tidak percaya saya mendengar informasi ini, bagaimana tidak dengan suasana belajar yang nyaman, bisa belajar dari senin sampai dengan sabtu, bebas minuman kopi, teh, coklat dan kita bisa memasak juga untuk makan siang. Dapur yang cukup fasilitas, mulai kulkas, kompor gas 4 mata, oven besar, microwave dan peralatan makan dan minu juga masak. saya diberikan jadwal belajar mulai senin sampai sabtu, banyak sekali kelas yang dapat saya ikuti, mulai kelas grammar, listening, vocabulary, speaking, dll.

Kehidupan dengan babak yang baru dimulai, hampir setiap hari saya datang untuk belajar. Memang cukup sulit saya rasakan, selain usia yang sudah tidak muda lagi untuk belajar, guru berbicara dalam bahasa inggris dan teman-teman juga dari berbagai negara dengan aksen yang bermacam-macam. Akan banyak sekali nanti yang akan saya ceritakan mengenai pengalaman saya belajar, namun intinya saya ingin mengulas bagaimana dapat mendirikan tempat seperti ini, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dengan siswa tidak perlu membayar.

Semakin lama saya semakin mengenal tempat ini dan sudah seperti rumah sendiri, lalu saya mulai menganalisa dan berfikir, alangkah bagusnya jika di negara saya ada banyak tempat seperti ini. Tapi tetap harus menganalisa darimana dana yang didapatkan untuk mengelola tempat ini yang pasti membutuhkan biaya cukup besar untuk mencover biaya kebersihan, air, listrik, gas, minuman, alat-alat tulis, dll. Sedikit banyak saya akhirnya mengetahui jika dana didapatkan dari donatur. Lalu siapa donatur itu? donatur bisa perorangan dan sebagian besar dari komunitas rumah ibadah (Gereja), mungkin juga rumah ibadah lain karena mayoritas disini adalah komunitas Gereja. Donasi berupa uang tunai atau perlengkapan belajar dan mengajar. Lalu darimana para donatur itu mengetahui keberadaan kegiatan ini? Sekolah mengirimkan surat atau proposal untuk mengundang menjadi donatur, dan para donatur akan mendapatkan laporan keuangan dan kegiatan secara berkala. Sebuah tempat pendidikan biaya terbesar juga untuk membayar staff dan tenaga pengajar, dan ditempat ini baik staff maupun tenaga pengajar adalah volunter atau tenaga sukarelawan, bekerja sosial. Apakah berkwalitas tenaga pengajar yang tidak dibayar? Tentu saja, tenaga pengajar adalah orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan bidang lainnya. Sebagian besar mereka adalah dosen dari berbagai Universitas yang sudah pensiun, dan ada juga guru-guru muda yang memang sudah berpengalaman mengajar di negara masing-masing. Apa  iya mereka mau mengajar sukarela tanpa dibayar dengan status sosial mereka yang cukup tinggi, nah disinilah kita harus belajar banyak lagi, bagaimana menerapkan ilmu yang kita dapat tidak hanya mengacu kepada nilai ekonomis tapi juga kenilai sosial, buktinya sekolah ini sudah berdiri cukup lama dan tenaga pengajar terus bermunculan. Nilai berbagi itu yang tinggi disini, dan mereka mengajar dengan totalitas, disiplin waktu dan persiapan yang baik saat mengajar bahkan mereka sering membawa alat peraga untuk mengajar juga beberapa kali membawa aneka makanan untuk dibagikan kepada siswa.

Yang mungkin masih menjadi pertanyaan darimana komunitas itu mendapatkan dana untuk disumbangkan ke sekolah sekolah seperti Friendship House dan tempat lain. Ini yang mungkin membuat kita harus banyak belajar lagi, disini sumbangan itu mengalir deras baik dari perorangan, perusahaan, juga pemerintah daerah. Bagaimana cara membuat orang-orang dengan sukarela memberikan sumbangan dalam jumlah kecil dan besar dan berkesinambungan, nah ini ceritanya akan lebih panjang lagi.

Lalu siapa saja yang boleh menjadi siswa? siapa saja boleh menjadi siswa, untuk disekolah ini karena memang lokasinya di kampus MSU sebagian besar adalah siswa international yang memerlukan belajar bahasa inggris atau keluarga siswa, seperti suaminya siswa di MSU atau sedang ada program pertukaran pelajar atau program kerjasama maka istri atau anaknya belajar bahasa inggris disini. Kami sudah seperti keluarga besar disini, sudah tidak lagi merasa berbeda negara, bahasa dan agama. Nilai-nilai berbagi yang ditanamkan oleh guru dan budaya disini sudah mulai merasuki kami juga, semakin merasakan bahwa perbedaan itu bukan untuk disamakan namun untuk saling memahami dan menghargai.

Saya termasuk yang sering membawa makanan untuk dibagikan kepada teman-teman, untuk apa? banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dan saya ikhlas memberikan tanpa mempunyai niat yang tidak baik, kalau merinci keuangan kami rasanya tidak mungkin untuk berbagi, tapi kalau berfikirnya seperti itu kapan kita akan berbagi, menunggu kita kaya raya baru berbagi, bagaimana jika kita memang diberikan rezeki sebatas itu berarti selama hidup kita tidak akan pernah berbagi. Dan teman-teman pun melakukan hal yang sama, kami jadi mengetahui berbagai jenis makanan dari berbagai negara.

Bawalah apa saja untuk berbagi, sekedar sekerat roti hasil masakan  yang sudah saya tinggalkan untuk keluarga  dan dibawa kesekolah, selain hal ini menjadi media saya untuk berkomunikasi juga saya ingin memperkenalkan makanan dari tanah air.

Tidak ada kesia-siaan jika niat kita adalah baik, saya katakan jika dinegara saya mempunyai bisnis boga, saya juga mengajar baik yang berbayar maupun yang sosial, dan saya juga sering menjadi nara sumber berbagai seminar yang berkaitan dengan wirausaha dan media sosial sebagai media promosi. Dan beberapa kali diundang oleh media Telivisi, majalah, radio untuk kegiatan seputar boga. Saya tidak bermaksud untuk riya dengan menceritakan berbagai aktifitas saya, karena di sekolah ini setiap kali akan belajar dan ada siswa baru maka kami harus memperkenalkan diri, asal negara, keluarga dan kegiatan dinegara masing-masing.

Alhamdulillah setelah hampir satu semester saya bergabung di tempat ini, Direktur meminta saya untuk menjadi tenaga pengajar volunter untuk International Cooking Class, mulanya cukup kaget mendengar permintaan ini karena komunikasi saya dalam bahasa inggris masih kurang, namun support dari berbagai pihak membuat saya memutuskan untuk menerima permintaan ini. Dan sekarang sudah menginjak semester ke 3 saya menjadi guru volunteer disini.

Saya berharap tulisan saya ini bisa menggugah teman-teman untuk membuat komunitas belajar seperti ini dengan mengesampingkan nilai ekonomi, Insya Allah nilai ekonomi akan kita dapatkan dari sumber yang lain.

 

 

Bermain di media sosial seperti minum Es Campur

Sudah lama tidak membuat tulisan di blog ini seputar cerita-cerita, sebagian posting tentang aneka masakan saja semenjak hijrah ke US 1.5 tahun silam. Dan itupun diposting di blog defidi.web.id

Ketika melihat memori yang sering diingatkan oleh facebook, ingatan melayang bagaimana pertama kali berkenalan dengan facebook, masih sekedar posting 1 atau 2 kalimat saja, ya dapat dikatakan tanpa makna, dan teman pun masih dapat dihitung dengan jari. Semakin lama semakin banyak teman dan semakin sering posting berbagai hal, namun yang masih selalu diusahakan untuk dijaga adalah tata cara berkomunikasi di media sosial. Semenjak mengenal facebook sampai sekarang baru belakangan ini mendapatkan kritikan pedas seputar postingan. Entah apa yang ada dipikiran sang pemberi kritik. Media sosial adalah tempat banyak pengguna untuk menuangkan apa saja yang ingin dituangkan namun sekarang dibatasi dengan adanya UU IT.

Menggunakan media sosial itu seperti minum Es Campur, pertama dicari-cari dulu campuran yang disukai, mulai nangka, alpukat, kacang merah, agar-agar, dan biasanya kolang kaling yg ditinggalkan kalau dapat yang keras. Jika kurang manis lalu minta ditambahkan gula, jika kemanisan minta ditambahkan es serutnya. Sama prosesnya dengan media sosial, kita mencari teman yang kita kenal dan sukai lalu semakin banyak mulai kita saring, mungkin yang seprofesi, yang enak diajak ngobrol, kemudian saringan lebih diperketat, yang kurang memberi manfaat atau postingan tidak berguna kita unfollow, selanjutnya disaring lagi hingga di unfriend.

Tujuan pengguna media sosial beragam, dan umumnya pencitraan. Kenapa berpendapat seperti itu? sebagai mahluk sosial manusia selalu mencari pencitraan diri, tinggal kita memilih mau citra yang baik atau yang buruk. Jika ingin citra yang baik maka buatlah postingan yang baik, yang bermanfaat untuk orang lain, mungkin bisa diselingi humor sebagai penambah manis citranya. Jika ingin citra yang buruk maka buatlah postingan yang buruk, caci maki, sumpah serapah, dll. Selain postingan, gambar atau foto merupakan faktor pendukung untuk pencitraan tadi, mungkin jika ingin tampil cantik diposting foto2 yang tampil cantik, dipilih foto yang terbaik, dari foto natural sampai yang sudah diubah-ubah supaya tampil indah.

Setiap orang berhak posting apapun dan berhak pula memberikan kritikan apa saja terhadap postingan orang lain. Tapi setiap orang berhak juga membalas atau tidak kritikan yang muncul, berhak unfollow dan berhak unfriend. Jika kita tidak suka dengan wall seseorang, ada baiknya kita unfollow sehingga postingannya tidak masuk dalam wall kita dan kita tidak perlu membacanya. Atau sekalian unfriend jadi benar-benar tidak lagi terbaca oleh kita.

Postingan saya di facebook sebagian besar tentang aneka masakan atau cerita keseharian dari kumpulan pengalaman pribadi atau cerita teman-teman, dan saya tidak pernah menyebutkan nama orang dalam postingan itu, jadi kalau merasa ada yang dirinya tersindir akan tulisan saya ya ajaib saja, tapi ya bagus juga artinya tulisan saya dapat membuat orang lain merasa dirinya disindir meski tidak pernah ada niat saya untuk melakukan hal itu, niat saya adalah berbagi cerita sebagai guru kehidupan.

Lalu dilanjutkan lagi di komentari kalau saya membuat pencitraan diri seakan saya ini malaikat kebaikan, citra seorang wanita yang sangat baik, loh memang itu lah tujuan saya di media sosial, masak iya ada pengguna media sosial ingin membuat citra dirinya buruk, kalau pun ada ya sangat disayangkan saja, seburuk-buruknya orang inginnya dianggap baik.

Lalu tulisan saya dikomentari dengan komentar yang pedas bahkan dapat dikatakan tidak etika, tapi sekali lagi pengguna bebas melontarkan komentar apapun toh akan merugikan dirinya sendiri dengan komentarnya yg tidak baik, dan saya pun bebas untuk membalas atau tidak komentar tersebut, bebas untuk menghapus komentar itu.

Saya pun akan melakukan hal yang sama seperti minum es campur tadi, bukan tidak ada keberanian untuk membalas semua caci maki itu, suatu perbuatan yang sangat mudah tapi apa benefit nya untuk saya, ketika kita dicaci maki rasanya sakit sekali dihati dan begitu pula yang akan menerimanya jika kita membalas lagi.

Setiap manusia mempunyai keterbatasan masing-masing dan saya berfikir itulah keterbatasan dia, tidak bisa lebih lagi. Ya sudahlah tidak akan mampu kita untuk mengajaknya berfikir lebih jauh. Diam dan menghindar akan lebih baik.

Semangat untuk semangat….

1-IMG_7473Pulang sekolah seperti biasa Aquila cerita seputar kegiatan dia di sekolah. Ibu, bantuin Qila cari sponsor ya, ibu kan sering waktu Qila di SD adakan kegiatan dan sponsornya banyak. Aku Tanya, untuk apa nak? Di sekolah qila mau ada lomba pramuka penggalang sejabodetabek, kata kakak pembinanya lomba itu mandiri jadi murid diminta bantuan untuk carikan sponsor, yang mau saja bu tidak harus sambil memberikan proposal. Setelah aku baca, wow ini kegiatan yang menarik, dan langsung berdiskusi dengan bapaknya sepulang dari kantor. Bapaknya yang sejak kecil memang aktif pramuka tentu saja sangat merespon dan kami putuskan untuk datang langsung ketemu Pembina pramuka apa kiranya yang dapat kami bantu.

1-IMG_7498Perbincangan mengenai kegiatan anak anak merupakan bagian yang selalu menyenangkan untuk aku, kenapa aku aktif di berbagai organisasi di sekolah karena aku ingin berperan dalam kegiatan sekolah, melihat semangat anak-anak, senyum ceria mereka, kelelahan mereka merupakan suatu cerita indah yang kelak menjadi warisan untuk cucu-cucu. Dan pola seperti ini semoga akan berlanjut, jujur aku katakan melihat orang tua aku dulu sekedar datang ke sekolah berbincang dengan guru merupakan kebanggaan sendiri, merasa diperhatikan tidak saja dirumah tapi juga disekolah. Sesekali diantar sampai gerbang sekolah lalu ucapan ” belajar yang baik ya nak” itu ibarat pompa semangat, berjanji dalam hati kecil akan mempersembahkan yang terbaik untuk orang tua.

Saat ini ikatan orang tua dan guru banyak hanya sekedar senyum dari kejauhan atau bahkan tanpa tegur sapa sama sekali, saat mobil berhenti pas di pintu masuk sekolah, meski ada guru berdiri seakan tidak terlihat, berlalu layaknya angin di musim kemarau.

Lanjut cerita, bertemu dengan Pembina pramuka yang menyambut kami dengan antusias dan mengalirlah cerita tentang pengalaman pramuka dari bapaknya, suasana akrab langsung terjalin, kami coba memberikan beberapa alterative yang memungkinkan kami bantu sehubungan waktu pelaksanaan yang cukup dekat.

Beberapa proposal kami bawa dan mulailah mencoba untuk menawaran kepada pihak pihak yang memang sudah sering bekerjasama berbagai acara dan kiranya menyabung untuk kegiatan ini.

Alhamdulillah pihak kebun raya dimana yang aku hubungi adalah Mbak Melani memberikan dukungan penuh, support berupa tiket masuk dengan harga ekonomis diberikan untuk hampir 400 siswa siswi peserta dan panitia acara.

Dukungan sosialisasi acara di support oleh Radio Sipatahunan, yang selama ini menjadi mitra diberbagai kegiatan. Diadakan Talkshow untuk sosialisasi acara dan aku menjadi hostnya, selalu senang menjadi host acara acara yang menarik, berbagai informasi bisa didapatkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat.

Dukungan berikutnya datang dari toko buku Gunung Agung, sebagai pengisi stand bazaar.

Selama acara berlangsung kami sempatkan mengunjungi sekolah, semua acara lomba yang diadakan sangat menarik, terutama lomba tongkat komando dengan aneka variasi gerakan.

1-IMG_7474Alhamdulillah acara berjalan baik dan lancer, senyum kelelahan namun bahagian terlihat saat anakku selesai acara. Terima kasih kepada Mbak Melani (Kebun Raya Bogor), Pak Syaeful ( Toko Buku Gunung Agung Bogor) dan Pak Iwan (Radio Sipatahunan), semoga support yang telah diberikan mendatangkan banyak manfaat. Amin.

TAWURAN ANTAR PELAJAR

Kita ortu masuk dalam bagian itu…. benarkah???

Disalah satu seminar yang aku ikuti dipaparkan bahwa factor gizi tidak saja mempengaruhi tumbuh kembang anak secara raganya, tapi juga jiwanya. Anak anak yang saat batita, balita kekurangan gizi maka akan berdampak saat masa remajanya, kurang bisa mengontrol emosi, arogan, sensitive dan kecil hati.

Jika dikaitkan dengan maraknya tawuran antar pelajar, antar warga dan antar kampung yang pemicunya dari hal hal yang dapat dikatakan sepele nampaknya uraian diatas masuk akal juga. Sisi sensitive yang sedikit saja terkena imbasnya luar biasa dan melakukan penyerangan yang tidak kenal situasi dan kondisi, tidak perduli apa akibat setelah itu.

Saat aku kecil mulai tk, sd, smp, sma bahkan mahasiswa tidak menemukan yang namanya tawuran antar pelajar apalagi di sekolah, bukan karena sekolah tempat aku belajar dapat dikatakan terbaik di kotaku saat itu, bahkan sekolah sekolah yang dulunya di sebut STM pun tidak mendengar hal tersebut, lalu kenapa sekarang begitu banyaknya kita temukan tawuran antar pelajar.

Melihat mereka jalan bergerombol lebih dari 25 orang rasanya bergidik, membayangkan tubuh mereka yang nyaris sama dengan laki laki dewasa saling memukul, menerjang, melempar, membabi buta, yang terlihat kalah pun tidak diberi ampun terus dikejar, hati nurani sudah hilang….kadang petugas pun melerai mereka dari jarak yg tidka terlalu dekat, sangat dipahami dan dimengerti kondisi seperti itu mereka tidak mengenal arti takut…

Setelah dibubarkan oleh petugas mereka berjalan laksana arjuna menang dimedan pertempuran, namun juga laksana tikus baru keluar dari sarang, baju mereka kotor lusuh kadang robek. Tidakkan mereka sadari, orang tua mereka yang berfikir dirumah bagaimana : tetap bisa membeli sabun untuk mencuci pakaian itu, tetap bisa membayar listrik untuk menggosok pakaian itu, tetap bisa membeli minyak tanah atau gas kecil untuk masak makanan mereka, tetap bisa membelikan mereka buku buku, jika jam pulang sekolah belum tiba dirumah, panjang leher menengok jam, dan keluar masuk rumah berharap anak anaknya segera tiba…

Saat aku Tanya bagaimana cara kita berkomunikasi dengan anak supaya kelak mereka mengerti kerja keras dan usaha orang tua dalam mengasuh mereka. Jawaban yang cukup sederhana dari sang pembicara ” anak anak sejak kecil diajak bermusyawarah apa dan bagaimana keluarga ini, kondisi keluarga ini, jelaskan yang sebenarnya tidka perlu menutupi keadaan supaya mereka tetap nyaman dan bergaul luas” ada hal hal yang memang belum atau tidak bisa disampaikan ke mereka jika masalahnya sangat pribadi, namun hal hal umum seperti tidak meluluskan semua permintaan mereka dengan memberikan alasan yang masuk ke dalam akal sehat mereka, katakan tidak jika memang tidak bisa dipenuhi dan beri alasan kenapa tidak dapat memenuhinya, contoh kecil saja: saat berjalan ke mall anak anak merengek minta dibelikan mainan sementara budget kita hanya untuk makan dan membeli buku, berikan pilihan kepada mereka ” tadi katanya mau beli buku cerita dan makan ayam goreng, jika dibelikan mainan maka salah satu dari rencana mesti dibatalkan, sekarang silahkan pilih, jika tetap mau beli mainan maka buku atau makan salah satunya tidak jadi, karena uang kami tidak cukup untuk itu” sejenak mereka akan bersikeras dengan kemauan mereka karena rasa ego mereka yang tinggi, beri mereka waktu untuk berfikir, lalu tanyakan kembali, bagaimana? Sudah ada keputusan, jika mereka tetap bersikeras membeli mainan tetap kita ortu jalankan rencana yang sudah dikatakan tadi, saat mereka merengek jangan dituruti, karena akan dijadikan senjata untuk meluluskan permintaan mereka dengan rengekan rengekan tadi. Sekali kita menerapkan pola tegas namun melibatkan mereka untuk berikutnya mereka sudah punya pilihan untuk diri mereka.

Pola ini pernah aku terapkan kepada anak anak hingga mereka menghentikan bermain zona game di mall dan sampai sekarang merupakan pilihan terakhir , mereka mulai bisa membuat skala prioritas. Terkadang hati memang tidak tega, masih suka menawarkan pada akhir jalan jalan, ini ada sedikit sisa uang apakah mau bermain, mereka sudah langsung menggeleng, lega rasanya rasa bersalah yang mendera hilang sudah. Celoteh mereka kadang membuat haru” ya lebih baik kita beli buku bisa dibawa pulang dan setelah itu kita makan, daripada main di zona, kadang kesel kalo kalah terus udah itu suka nakal mesinnya, lalu mereka berhitung coba ya dengan uang 25 ribu pulangnya Cuma dapat 3 permen dan satu pencil, coba kalo ke toko buku sudah dapat macam macam ini….”

Hal hal yang lain pun disampaikan kepada anak-anak, mereka memang seperti tidak mengerti dengan bahasa orang dewasa tapi jika penyampaian dengan bahasa mereka , akan cepat mereka tanggapi. Pada dasarnya mereka adalah mahluk yang senang diajak bermusyawarah karena kodrat manusia adalah mahluk social, diberikan tanggung jawab dan marasa diperlukan, katakan kepada mereka jika kita lelah, tidak sanggup dan butuh pertolongan mereka. Beri mereka tanggung jawab dan pemberian beban pekerjaan dirumah sesuai dengan kemampuan mereka, dan lihat hasilnya, bantuan mereka meski kecil akan sangat berarti, walaupun sekedar menaruh sendok ditempatnya, membuang sampah ditempatnya, menyapu ala kadarnya…lanjut sang pembicara…

Dengan adanya sosialisasi dirumah yang baik terhadap masalah dirumah kepada anak-anak, melibatkan mereka dalam kegiatan di rumah, meposisikan mereka sebagai penanggung jawab di rumah, komunikasi yang dua arah, akan membuat mereka mencintai diri sendiri dan juga orang-orang dirumah, ini menghambat mereka jika akan melakukan hal hal yang negative dilingkungan luar, rasa sayang akan tumbuh dengan sendirinya, bahasa kasar mereka ” kasihan nyokap bokap gw dirumah” ini sebenarnya sangat dalam bisa mereka katakana di lingkungan social mereka, secara halus ini sudah menolak ajakan negative yang mereka terima. Semoga tawuran dan aneka kekerasan lainnya akan berkurang dikemudian hari…sang pembicara menutup seminar hari itu…..

 

Mereka (Aggota keluarga) wangi, cantik, tampan, menarik, pintar, cerdas, semua karena emak…

 

Jika sekilas membaca judul diatas, akan menyipitkan mata beberapa teman, ada apa gerangan? Blog yang biasanya berbicara seputar dapur kecilku yg tidak lebih dari 4 x 6 saja tiba tiba membuat judul yang sedikit lebay, hiperbola, berlebihan.

Sudah seminggu ini pembantu minta cuti dengan alasan anaknya yg terkecil masuk pagi dan dia tidak dapat datang pagi kerumah aku u bekerja kecuali aku bersedia dia datang jam 11 siang. Pembagian kerja dimulai, sulung mau mendapat jatah menyapu dan mengepel lantai, bungsu membereskan kamar dan membantu mencuci piring, selebihnya emak dan sesekali bapak kalo dia sedang tidak sibuk. Yang terberat adalah menggosok bagi aku karena butuh peluh yang banyak u menyelesaikannya, sementara u mencuci dengan mesin cuci digital sudah sangat membantu.

Dipilah dipilah hasil cucian, yang pakaian rumah sementara dilipat saja, dan saatnya pakaian u sekolah dan kerja. Seperti yang diajarkan mama almarhum untuk menggosok sebuah kemeja, digosok dulu bagian kerah, setlah itu bagian pinggir kancing, lalu lengan, baru bagian samping, belakang dan samping, hasilnya rapiiii dan wangi karena diberi pewangi yang sekaligus berfungsi u melicinkan pakaian…

Pagi ini mereka sudah siap berangkat semua, sementara emak masih kucel, dengan rambut diikat tinggi dibelakang, celemek menempel di badan. Ehmmm mereka ganteng-ganteng, cantik-cantik, rapi rapi, jika diluar sana orang akan memuji mereka tapi apakah juga memuji emaknya? EMAK, kata ini terdengar sebagai sebuah dilemma untuk mereka yang tidak mengerti arti perjuangan seorang emak.

  • Kala bayi kita basahi bajunya dengan kotoran kita apakah itu pipis, bab, atau muntah
  • Batita kita tambah lagi dengan menangis meminta apa yang kita inginkan bahkan dengan kekerasan, mengamuk, memukul, melempar barang.
  • Balita ditambah lagi dengan tidak mau makan, ngambek jika kehendak tidak dituruti
  • Remaja, mulai membantah kalimat yang dianggap tidak disukai, dianggap tidak pro, dianggap selalu menyalahkan.
  • Dewasa, merasa sudah tidka sepenuhnya memerlukan emak, mulai merasa sebagai beban.
  • Tua, merasa sangat direpotkan karena sudah harus melayani emak yg sudah renta….

Sementara yang dilakukan emak :

  • Bangun saat mereka masih tertidur, dengan langkah tergopoh gopoh ini menyuguhkan pagi yang terbaik untuk mereka
  • Saat sangat minimalis bahan yang akan dimasak, emak harus cepat berfikir mau apa? Semua pikiran dipusatkan untuk menyenangkan, saat sdh sisuguhkan dan tidak sesuai keinginan terdengar lenguhan panjang sementara emak belum ada kesempatan untuk melenguh sejak terbangun dini hari…
  • Saat uang yang diberikan bapak tidak cukup, emak terus memutar otak, hingga menghutang pun dijalani meski langkah berat untuk melakukannya, saat hutang menumpuk berputar lagi otak untuk mencari jalan menyelesaikannya, saat bapak mengetahuinya, terdengar melodi dengan nada tinggi mempertanyakan….
  • Sejadah panjang tempat mencucurkan air mata selain dapur kecil yang tidak pernah berhenti untuk bekerja sesuai perintah emak….
  • Semua adalah emak, seorang gubernur wanita adalah emak dengan fungsi ganda, juga seorang pembantu sekalipun tetaplah emak dengan fungsi ganda juga.

Duhai anggota keluarga, tidakkah kalian tau pujian yang kalian terima karena hasil masakan emak, kalian tumbuh sehat cantik dan tampan, pujian kalian terima karena hasil cucian emak, baju kalian bersih bersinar dan wangi, pujian yang kalian terima karena setrikaan emak, baju kalian rapi dan wangi.

Kalian bisa menjadi Penguasa dunia ini, kepala negara, adalah hasil karya emak, periuk nasi yang sudah menghitam itu mengantar kalian untuk tidur nyenyak…

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Mari emak-emak kita bangkit dari kesedihan kita, dari perihnya hati kita, dari lenguhan panjang diri kita, kita berhak bahagia, jadikan diri kita produktif meski produktif dalam lingkup dapur sekalipun, dalam lingkup cerita yang kita torehkan di bidang kecil yang bernama blog, lukiskan semua dalam kalimat dan kita realisasikan dalam kehidupan nyata….

Jungleland Sentul Nirwana – fasilitas internasional dengan nuansa alam tradisional

Pagi itu selepas mengantar puteriku ke pusat bahasa inggris LIA, mobil mengarah ke kawasan sentul city, seperti biasa di week end sejak pagi kawasan ini sudah terlihat ramai, banyak kegiatan yang sering dilaksanakan di daerah ini. Tujuan utama adalah menghadiri undangan dalam rangkaian soft opening Jungleland. Inilah salah satu efek yang sangat menyenangkan menjadi blogger, seringkali kita mendapatkan kesempatan untuk meliput aneka kegiatan.Tentu saja tidak sekedar melihat aneka kegiatan yang dilaksanakan juga seringkali dijamu dengan aneka kuliner yang yummy punya dan di oleh olehin berbagai macam souvenir….

Sentul NirwanaMelintas di sentul city mobil sengaja berjalan perlahan, kawasan sejuk ini memang patut dinikmati, tatanan yang rapi sepanjang kanan kiri jalan, bersih dan pohon pohon besar masih rimbun berjajar sepanjang jalan. Tidak terlalu sulit menemukan tempat yang dituju, petunjuk cukup menarik mata meski tidka terlalu banyak terpampang sepanjang jalan, atau karena aku sudah cukup hapal dengan kawasan ini berhubung rumah tidak terlalu jauh dan kawasan ini merupakan salah satu tempat yang seringsekali dikunjungi.

junglelandSaat mobil mulai memasuki kawasan, yang terucap”wowwwww luasnya untuk sebuah land” meski belum selesai dan mungkin masih cukup lama untuk selesai sesuai denah yang aku lihat. Yang pertama tertangkap oleh mata adalah sebuah bangunan seperti telur yg sudah retak dan ada burung dipucuk telur itu, disampingnya ada bangunan dengan burung hantu bertengger, aku selalu suka dengan symbol burung hantu, meskipun namanya cukup menyeramkan namun bulatan wajahnya itu yang lucu, dan tepat ditaruh sebagai icon disalah satu wahana.

Disambut hangat oleh kru jungle land, kami ditempatkan disebuah ruangan yang khusus memang disediakan untuk komunitas blogger yang datang, cukup banyak blogger-blogger yang datang di acara ini, sempat disuguhkan coffee break sebelum kami diantar untuk melihat wanaha jungle land.

Saatnya berjalan-jalan…ayoooo

Piring Raksana di wahana discoSaat ini wahana yang sudah siap untuk pengunjung adalah wahana /zona carnivalia, disini ada tiga wahana terbaru di Indonesia. Oh ya uniknya wahana yang ada di sini menggunakan nama daerah yang mendekati bahasa local/ jawa barat.

wahana Disco berputar dan berayun di atas piring raksasa dengan kemiringan 45derajat, wowww, pengalaman yang tak terlupakan setelah naik wahana disco ini…

Mau bermain ibaratnya pertandingan formula ? melaju kencang di lintasan sepanjang 700m (terpanjang di Indonesia, nah ada di wahana kebut kebutan…..ini asik punya…

Bandul raksasaMau sensasi yang lebih lagi? Naik bandul raksasa dan diayun di ketinggian 20meter seakan menggapai angkasa…berputar, berayun, berputar, tinggi lebih tinggi, teriakan pengunjung cetar membahana saat ketinggian maksimal, aku ikut tertawa melihat ada yang berteriak, ada yang melotot ada yang bilang lagi lagi lagi….seruuuuuu

Nah ini dia wahana yang tidak kalah menguji adrenalinmu, wahana petir, swinger terbesar di Indonesia…

mobil jeger jegerSelain itu permainan untuk anak-naka juga banyak, aku sempat naik bom bom car yang disini diberi nama wahana jeger jeger, bener-bener merasa jeger-jegernya saat mobil yang aku naiki di tabrak oleh pengunjung yang lain, hahahahahaha seruuuu bagaimana aku menghindari banyaknya mobil yang berllau lalang dan jegerrrrrr, sempat terasa tubuh terpental sejenak..lalu ngebut lagi dan jegerrrrr….*

pesawat tempur di wahana hihiberanwahana dengan nama hihiberan, ini suatu wahana melayang dan berputar di atas pesawat tempur diantara gunung, bukit dan lembah. Seperti apa sensasinya, ayooo datang dan rasakan sendiri..

bersama teman linta skomunitasteman-teman dari berbagai komunitas blogger ramai ramai mencoba aneka permainan, teriak teriakan seru pengunjung dan teman-teman memebuat suasana siang yang panas terik tampak tidak terasa

Ini baru satu wahana loh ya, bisa dibayangkan jika 3 wahana lagi selesai dan bisa kita nikmati…ada ZONA EXPLORA, dimana  kita bisa menjelajah sensasi dunia saint dan tekno yg juga merupakan science centre terbesar di Indonesia, lalu ZONA MYSTERIA, di zona ini akan merasakan serunya petualangan penuh tantangan ada Sarang Burung Berang ada Liak Liuk laksana kita naik dipunggung ular dan meliuk di pepohonan dengan kecepatan tinggi lebih 100km/jam, wowwwwww kebayang tegangnya…., juga ada water gun di Wahana Perang Air sambil mengendarai boat blaster…dan ZONA TROPICALIAN, nah dizona ini kita berpetualang penuh kegembiraan di hutan tropis sambil mengenal beragam buah dan sayuran…

terbayang seharian di jungleland ini rasanya akan kurang waktu terus ya…jika sudah ada tempat wisata Fun dan edukasi seluas ini, selengkap ini, seseru ini, nggak perlu lagi dehhh jauh-jauh ke negeri sebenarng untuk nikmati aneka permainan berfasilitas Internasional dengan suasana dan gaya tradisional…perpaduan yang unik…nama-nama wahananya jadi mudah diingat kan…

Untuk info detail bisa akses ke http://www.jungleland.co.id

sepur leutikFoto foto lainnya di wahana Carnivalia :mini pontang panting

ceblak ceblok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita defidi : waktu biarkan emak sejenak…

Ada saat dimana kita sedang ingin diam, tidak melakukan apa-apa. Menikmati hidup seadanya, seikhlasnya, jalani hari hari sebagai istri dan ibu dari 2 anak. Hanya sekedar bangun subuh, siapkan sarapan, siapkan bekal. Saat mereka sudah pergi terasa sunyi tapi juga tidak melakukan apa-apa, nikmati kesendirian dengan nyaman. Lalu ke super market belanja sangat seperlunya, tidak ada keinginan untuk berinovasi seperti biasanya, bahkan keranjang diisi penuh dengan aneka camilan siap santap bukan bahan dasar untuk membuat aneka camilan seperti biasa dibeli. Yang ada dalam benak, malas untuk mengerjakannya, nanti malah terbuang. Sesegera mungkin kembali ke rumah, tidak juga ada yang dilakukan, bermain dengan kucing, ngobrol dengan kucing, karena nggak gitu hobi nonton tv meski puluhan canel tersedia, menjelang anak-anak pulang mulai masak, ini pun masakan yang sederhana tidak lagi masak penuh inspirasi seperti biasa yang menghasilkan aneka hidangan yang beragam. Saat anak-anak pulang disuguhkan susu dingin dan katakana, camilannya biscuit aja ya nak, ibu tidak buat apa-apa. Makan malam pun dilalui dengan masakan yang sederhana sebagai kewajiban harus makan malam, ya lauk satu sayur satu dan buah. Ayam goreng untuk anak-anak, dan ikan goreng u bapaknya + bening bayam, tanpa sambal-tanpa embel-embel lainnya.

Tidak mengerjakan aneka pesanan seperti biasanya, tidak mengirim sms ke teman menanyakan apakah mau pesan sesuatu, tidak menulis aneka status dif b atau blog, tidak juga mengomentari berbagai tulisan yang masuk. Bukan tidak semangat, semangat itu tetap ada dan menyala tapi ini seperti keinginan raga untuk terhenti sejenak dari rutinitas dunia, di dalam hati ini ingin berdiam dulu.

Hampir ¾ hidup sudah disisi dengan kerja, mulai SD aku sudah berniaga kecil-kecilan, ya jualan aneka perangko sampai ita pita mini untuk rambut. Lalu smp sejak ayahanda meninggal aku membantu mama masak untuk jualannya di sebuah kantin, ini aku jalani dengan sangat bahagia karena aneh rasanya bekerja sungguhan dimana selama ini untuk mengambil air minum saja cukup memanggil salah satu asisten rumah. Rasanya berharga sekali, disuruh ke pasar belanja banyak, dengan sederet tulisan tangan mama yg rapi penuh hitungan jumlah dan harga, terkadang tidak cukup satu becak, dan aku duduk terlihat terselip diantara tumpukan belanja dulu yang sebelum selesai belanja sempatkan diri sarapan mie ayam, atau bakso atau bubur.

Lalu saat sma sudah semakin berat pikiran dengan berbagai target dan rencana, aku suka buat perencanaan, berandai andai, lalu bisa ditungkan ke tulisan, bisa dituangkan ke puisi, ini yang membuat aku tidak terlalu suka keluar rumah, suara berisik diluar mengganggu angan-angan, belum lagi ocehan kosong yang membawa bara, yg akhirnya menjadi amarah sesame teman. Saat itu kan masa mencari jadi diri, mencari banyak perhatian dari segala sudut, mungkin jika kaca bisa diajak bersaksi berapa kali harus berputar putar untuk sekedar bertanya : aneh tidak saya hari ini, ada yg belum rapi dll pertanyaans eputar diri. Pekerjaaan yg dibebankan tidak saja pekerjaan rumah, mengatur membagian pekerjaan dengan adik-adik tapi juga menjadi teman curhat mama, tidak banyak yg bisa aku sarankan karena memang belum ada kemampuan untuk berdiskusi secara dewasa dengan segudang masalah yang muncul.

Lalu saat kuliah semester 3 sudah mulai bekerja, terus bekerja dan belajar, rutinitas yang dijalani sebagai mahasiswi dan pegawai kantoran, tidak ada pilihan dan memang sudha bersyukur menjadi terpilih, tidak banyak orang yang mendapat kesempatan untuk bekerja diusia muda belum mengantongi ijasah, dengan sifat yang pemalu, sulit untuk komunikasi secara cepat, namun ibukota sanggup mengubah itu dengan ketidakramahannya, dihari hari kerja aku juga berniaga pakaian di kantor, bagaimana mungkin menjual dengan diam, meski merah muka menawarkan atau merah mata saat ditolak, itulah awal proses jadi pedagang sesungguhnya.

Saat melangkah gerbang yg lebih jauh sebagai istri lalu dikarunia anak, masih tetap jadi pekerja, tidak pernah berhenti mengejar rupiah dengan sejuta angan, mesti banyak angan tidak tercapai tapi sudah melalui proses itu saja sudah cukuplah, bnyak yg tidak sempat mencicipi prose situ, sejalan dengan waktu, anak mulai besar dan adiknya akan datang, aku lelah naik turun bisa, naik turun kereta, pun naik mobil. Kuputuskan bekerja dirumahs aja dan mulailah berniaga kembali, mengejar rupiah demi rupiah yg entah berapa waktu terlewati. Sampai pada detik mama harus pergi, dan menjadi cermin bagaimana wanita mulia itu mengiringi anak-anaknya, berapa kali raganya terluka, terkeseleo, teriris, terjatuh, berapa banyak air matanya menetes, lalu raga merapuh, jantung sdh tidak kuat, aliran darah mulai cepat beputar karena ingin segera berhenti berputar supaya dapat istirahat, mata mulai lamur dan ingin katakana sudah saatnya aku istirahat melihat dunia ini.

Dalam diam aku katakan, mama tidak pernah istirahat, dunia begitu membuatnya sibuk, mengejar untuk tabungan hidup di dunia juga mengejar tabungan utuk di akhirat kelak…lalu aku katakana pada waktu karena jika aku katakana pada dunia akan muncul kata kata jangan sia sia kan waktumu. Tapi aku ingin sejenak istirahat, sebentar saja supaya raga ini bisa kembali bekerja, hati ini bisa kembali tertata, dan sekarang aku sedang istirahat sebagian dari dunia…waktu aku sementara menikmati dengan anak-anak, mengantar mereka ke tempat kursusnya, menungguinya hingga selesai, kadang aku buatkan makanan dari rumah saat dia keluar kursus sdh aku suguhkan. Mereka sdh mulai ke jenjang yg lebih tinggi, sulung tahun ini sma, bungsu tahun ini smp, sebentar lagi waktu akan lenyap untuk menciumi pipi mereka, menggelitik perut mereka, mengusap usap rambut kk, sesekali menggunting kuku mereka dan ingatkan dan mengantar kk u bercukur, menunggunya hingga selesai dan mengingatkannya membereskan tempat tidurnya yg selalu penuh buku. Juga dengan adik, membangunkannya dengan nada sangat rendah sampai hampir meninggi, menungguinya hingga selesai pakai baju terkadang minta tolong kancingnya di lekatkan, menyisir rambutnya dan mengikatnya tinggi supaya tidak keluar dari jilbabnya, menungguinya mereka berdua sarapan sambil mengingatkan u dihabiskan dan mengantarkan ke mobil jemputan sekolah sambil berpesan belajar yg baik ya nak, dengarkan guru, dan doa semoga dimudahkan oleh allah dalam menimba ilmu, mendapatkan ilmu yg bermanfaat kelak. Berpesan kepada sulung u hati hati dijalan, hati2 bertemu banyak orang tidak semua berniat baik .

Waktu biarkan sejenak emak ini nikmati masa istirahat ini…tidak lama….

Cerita defidi : hati hati dengan calon pembeli yang menggiurkan

Ternyata perjalanan hidup ini tidak dapat diterka arahanya layaknya laying-layang, tergantung kemana angin memebawa, tinggal berdoa agar angin senantiasa membawa tidak mendekati pepohonan yang rindang, yang nampaknya indah namun berbahaya, Begitu pula kehidupan, apalagi zaman sekarang, segala sesuatu yang menggiurkan patut diwaspadai. Ini cerita lalu namun semoga bermanfaat khususnya untuk temen-teman yang usaha kue seperti aku.

Saat menjelang ramadhan, pesanan kue sudah mualai berdatangan dan pikiran fokus ke kegiatan ini. Setiap oder yang masuk langsung dicatat, baik jenisnya, ukuran toples, harga dan alamat pembeli. Saat sedang dalam pejalanan kembali dari antar pesanan, sms masuk memesan kue jenis anstar 10 toples dan bertanya tata cara pembelian, selang 10 menit masuk sms ke dua nambah pesanan 10 toples lagi kastengel, belum selesai aku mecatat sms ke 3 masuk lagi nambah 10 toples lagi untuk putri salju dan 10 toples kue kacang. Saat aku total wah cukup besar pesanan ini , 50ribu x 50, total 2.5 juta. Aku sms balik, untuk pemesanan dengan jumlah itu harus memberikan dp 50% dan penyelesaian saat kue diantar. Pembeli setuju dna menanyakan no rekening aku. Selang 10 menit hp berbunyi dan aku angkat, katanya dari Pt xxx, dan itu karyawan bapak Rudi, didepok yang pesan kue tadi, dia memberikan alamat pengantaran, dan akan segera transfer dp tersebut.

15 menit dari pembicaraan terakhir sms masuk yang isinya dp sudah ditransfer dan minta aku cek apakah dana sudah masuk. Saat itu mobil sudah mengarah ke rumah, aku pikir sampai rumah dulu, beres-beres baru aku cek ke atm, memang aku tidak mau pakai mobile banking. Sms masuk beberapa kali dan menanyakan apakah dana sudah masuk mereka khawatir kalo dana tdk masuk dianggap belum oke pesanan itu. Mereka minta segera aku ke Bank untuk cek , akhirnya aku putar arah mobil dan mencari ATM. Karena sms berkali kali, aku bilang saja ya sudah menuju atm padahal aku sudha smapai atm, dan aku cek tidak ada tambahan dana masuk hari itu dari saldo terakhir aku lihat. Aku sms kembali dan katakana tolong kirim bukti transfer karena dan belum masuk. Mereka bersikeras sudah kirim. Tidak lama sms masuk yang menyatakan atm tempat mereka kirim dana ternyata system rusak jadi tidak ada bukti dan akan dijalankan secara manual. Aku mulai bingung dan berfikir, ATM secara manual? Tidak lama telpon bordering, aku angkat, suara disana terdengar sangat ramah ” sore bu desi, saya xx staff dari Bank xx, mau konfirimasi ini bu, tadi nasabah utama kami ada transaksi sebesar 1 juta ke rekening ibu, ternyata system kami sedang off, dana tersedot tapi tidak terkirim, ini saya mau bantu secara manual, apakah ibu masih di ATM” benar-benar pemaparan yang cantik untuk seornag petugas bank, tapi aku 16 tahun bekerja dibank, dan hal yang aneh jika ATM dapat dijalankan secara manual. Jika dana nasabah tersedot, atau sudah didebet tapi bukti tidak keluar dan dana tidak terkirim ke pihak ke 3 itu adalah masalah internal nasabah dan Bank, tidak ada urusannya dengan pihak ke 3. Biasanya Bank akan jalankan secara manual dengan mengirim melalui transfer, tidak manual melalui atm. Entah ya kalo sekarang sudah bisa.

  • Aku : baik pak, saya masih di atm
  • Petugas : bisa ibu masukkan kembali atm itu ke mesin.
  • Aku : ini sdh standar aku membaca basmallah setiap kali akan memasukkan atm ke mesin. Iya pak sudah.
  • Petugas : masukkan PIN bu
  • Aku : baik pak, sudah.
  • Petugas : tekan menu transfer, segera ya bu.
  • Aku : transfer???? Transfer??? Koq aneh, kan mestinya saldo.
  • Petugas : Bagaimana bu sdh masuk menu transfer.
  • Aku : istigfar, langsung tersadar kalo aku dalam situasi akan ditipu.
  • Petugas : halo, halo, bu, dengar saya kan, tekan transfer, bagaimana, sudah??
  • Aku : ya pak sudah ( padahal aku sudah keluar dari mesin atm), dan sedang menunggu pesanan the botol.
  • Petugas : ketik no ini bu, xxxxxxx, saldo ibu terakhir berapa ya?
  • Aku : ya pak sudah, saldo terakhir 10 juta.
  • Petugas : ya bu tambahkan angka 1 dan angka 0 7x
  • Aku : ya pak, sambil menyedot the botol hampir setengah botol ( mulai geram)
  • Petugas : bagaimana bu, jika sudah tekan “ya”
  • Aku : ya pak sudah
  • Petugas : pesan yang keluar”transaksi berhasil” seperti itu bukan?
  • Aku : bukan pak, katanya anda kehabisan waktu apakah akan dilanjutkan.
  • Petugas : oh begitu ya, segera tekan ya bu, dan ulangi seperti yang saya perintahkan tadi.
  • Aku : sdh 4 x pak, dan pesannya sama. Sepertinya ini atm rusak pak.
  • Petugas : ada atm dekat disana, jangan ditutup telponnya ya bu, ibu segera ke sana saja.
  • Aku : iya pak, sambil habiskan sisa the botol. Dan diam menunggu 20 menit. Baru aku katakana, saya sdh di atm yg lain.
  • Petugas : ya bu, segera lakukan hal yang sama ya.
  • Aku : ya pak.
  • Petugas : koq lama sekali bu
  • Aku : nggak tau ini pak, koq sama ya pesannya. (terdengar petugas sdh mulai nada tinggi)
  • Petugas : ibu ini bisa melakukan transaksi transfer kan, gimana sicg begitu saja tidak bisa!!!!!
  • Aku : dengan nada rendah sambil tersenyum : iya pak, saya ini 16 tahun di bank, jika ada yang kirim dana ke saya maka tugas saya adalah cek saldo, bukan transfer.
  • Pesan terkahir yg keluar tadi adalah : apakah anad masih butuh waktu untuk menipu? Begitu kata atm pak
  • Petugas : maki-maki dengan menyebutkan no staff bank, jangan main-main dengan saya, ini NIP saya, bla bla bla.
  • Aku : enak saja bapak mau ambil uang saya, subuh ke subuh lagi saya buat kue, lah koq enak tinggal transfer ke bapak.
  • Petugas : tuttttttttttttt tutttttttttttttttt tuttttttttttttttttt selesai…

Ya Rabb, harta ini semua milikmu, terima kasih masih diperkenankan Engkau pinjamkan ke aku. Langsung telpon suami dan bercerita dengan setengah terisak..membayangkan uang hasil peluh hilang begitu saja.

Semoga menjadi pelajaran untuk kita semua.

Cerita defidi : mencintai diri sendiri boleh tapi jangan memilikinya, ada Pemilik Sesungguh-Nya

 

Aktif dalam organisasi yang berbasis keanggotaan maupun terlibat dalam kegiatan aneka rupa, aneka rasa, aneka warna sudah bukan merupakan hal baru untuk aku sejak kecil hingga kini. Jika ditanyakan kenapa, ya jawabnya aku suka berteman, banyak teman, share banyak hal, wajar sebagai mahluk social kita ingin sosilisasi kan, syukuy-syukur bisa bermanfaat untuk orang lain, dan tentu saja banyak cara yang dilakukan untuk senantiasa menjaga tali silaturahim dalam berbagai kegiatan tersebut. Sulitkah? Sederhana sebenarnya, saling menghormati, saling mengerti dan memahami, itu saja. Nmun bukan hal yang mudah ke 3 nya diterapkan dalam satu komponen jiwa seseorang. Sifat egois manusia yang memang sudah ada sejak masih dalam kandungan yang kadang membuat 3 komponene itu tidak dapat bersinergi.

Untuk membuktikan keegoisannya itu banyak hal yang dilakukan, arogansi, sangat menjaga image, mencari perhatian dengan berbagai cara, haus akan banyak hal demi untuk kepentingan diri sendiri. Nah yang terakhir ini yang sangat berbahaya sebenarnya, UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI. Semua cara ditempuh baik yang sangat halus, halus sekali, halus, sedikit kasar, kasar, kasar sekali sampai sangat kasar.

Yang sering sekali terjadi adalah mencari pembenaran dengan segala rupa cara, intinya POKOKNYA SAYA BENAR. Nah untuk mencapai itu semua jika dalam diri sendiri tidak mampu maka akan mencari bantuan dari luar, tapi tetap dengan kepentingan diri sendiri tadi. Mulailah aneka cara dilakukan, melakukan hal-hal yang dianggap dapat menyenangkan pihak pendukung, seakan tidak bisa hidup tanpa dukungan pihak pendukung, seakan seiya sekata, terlihat begitu harmonis. Coba kita tanyakan pada hati nurani, sebagian jawaban adalah ” ah itukan supaya mereka mendukung saya, jika keinginan saya selalu tercapai dengan dukungan mereka saya tidak perlu capek capek melawan orang orang atau keadaan yang tidak saya sukai, yang tidak mau menuruti keinginan saya, hidup ini kan strategi, perlu taktik yang jitu supaya apa yang kita inginkan tercapai dengan banyak cara, kalo ada cara yang mudah meskipun itu menyakiti orang lain, saya tidak perduli, siapa suruh tidak pintar dan licik mengatur strategi”.

Contoh kecil sajalah, sudah tahunan bersama dalam satu kelompok, kemudian ada sedikit ketidaknyamanan yang dibuat anggota kelompok, hal sangat kecil sebenarnya , namun menyangkut diri sendiri tadi ini membuat hal kecil itu menjadi besar, sangat besar bahkan sanggup memutuskan silaturahim, sampai sedemikian kah cintanya pada diri sendiri. Terapkan saling menghormati tadi, misal tegurlah secara pribadi, klarifikasi masalah yang muncul, lalu coba mengerti mengapa hal tersebut dilakukan oleh teman kita, setelah itu dipahami dan coba bantu untuk menyelesaikan masalah yang muncul tidak perlu pembelaan mati matian laksana dimedan perang, karena belum tentu pihak yang menanyakan ktidaknyamanan itu masih ingat hal itu. Mungkin saja dia bertanya sekali sekedar dianggap penuh perhatian, atau bahkan sekedar sapa dalam canda atau niatnya sekedar bertanya dan ramah tamah saja ” pa kabar, sendiri saja neeh datangnya, katanya rame-rame, gimana ini , padahal saya sudah siapkan untuk banyak orang loh sesuai info kamu waktu itu” yang menegur adalah orang yg kita anggap special untuk diri kita atau ada banyak hubungan interaksi yang akan terjadi kedepannya dengan orang itu, atau untuk menjaga keberadaan diri kita. Dan sebenarnya penanya itu mungkin setelah menegur kita dia sdh lupa koq tadi bicara apa dengan semua kesibukannya.

Nah yang merasa dirinya khawatir sang penegur tidak lagi percaya atau akan menggangu eksistensi dirinya, dengan pongahnya bak raja hutan memanggil pasukannya , tentunya langsung curhat ke teman yg dianggap akan mendukung” saya nggak enak sekali ditegur tadi, bla bla bla, ditambah tambah ulasannya, cobalah kamu yang tegur, saya nggak enak kalo langsung, kan kamu koordinir dalam kegiatan” pesan berantai pun terjadi antara penguasa dalam kelompok, dan sampai ke tangan anggota yang ditunjuk sudah dikemas cantik yang penuh keyakinan orang ini akan terpojok tak bisa berkutik sedikitpun, jika menggeliat sedikit saja, pasukan pemusnah langsung bereaksi, kenapa? Ya karena mereka yang membuat rantai tadi. Lawan jatuh tersungkur dan mundur. Begitu mudah ya hal yang sederhana untuk menggusur sahabat kita, saudara kita demi eksistensi diri tadi, bahagia kah????? 99 % hati nurani menolak semua startegi licik seperti itu, tapi langsung ditampar oleh nurani yang lain” sudah kalo kamu mengalah sama saja bohong dan kamu akan dianggap pembawa berita bohong, sudah tidak perlu dipikirkan toch teman kamu bukan Cuma dia saja, hilang satu tumbuh seribu. Tapi nurani yang lain berkata lagi ” apapun kepercayaan yang kamu anut, memutuskan silaturahmi dengan jalan baik saja tidak dibenarkan apalagi dengan jalan yang tidak baik. Suatu saat , memang sudah diatur Yang Kuasa, harus meminta bantuan orang yang sudah kita gusur tadi, malu sebenarnya, sangat malu, namun nurani lain berkata lai” ah sudahlah, tidak perlu dipikirkan masalah dulu itu, yang lebih penting sekarang kamu butuh dia, sudah baik baikin lagi saja, seolah tidak pernah ada masalah apapun” demi diri sendiri pula hal memalukan dilakukan juga, dimulai dengan sekedar say helo, berpura pura menanyakan keadaan, dan inti akhirnya ya minta bantuan”

Begitu besar cinta kita pada diri sendiri, melebihi cinta kita kepada pembuat diri kita, kita sanggup menganiaya Pencipta diri kita, bukan kan menganiaya ciptaan-Nya sama saja menganiaya DIA. Masih tersisa sedikit waktu untuk kita mengurangi kadar cinta kepada diri sendiri, cukuplah 30% saja, bagi 20% kepada saudara, tetangga, kerabat jauh dan umat lain, dan porsi terbesar cinta kepada Pencipta kita.

Tulisan ini aku buat untuk sekedar saling mengingatkan dalam diri kita, sdh banyak koraban yang berjatuhan demi cinta pada diri sendiri, mulai dari lapisan paling bawah hingga lapisan teratas, mulai dari pengemis dijalan sampai pemimpin dunia…dan tak akan berhenti hingga dunia berakhir berputar.

Selamat hari jumat temans, semoga kita senantiasa dapat menjaga tali silaturahim dengan baik . aamiin.

Cerita defidi – Pola hidup sejak bayi berefek sampai mereka dewasa

saat melihat anak anakku berangkat sekolah, memeluk mereka dan berdoa dalam hati semoga senantiasa diberikan ilmu yg bermanfaat, keceriaan mereka dipagi ini jadi teringat kala mereka masih bayi, batita dan balita….semoga tulisan ini bermanfaat…silahkan baca lengkapnya di http://defidi.web.id

Demo Masak Lontong Cap Gomeh

seruuuuuuuuuuuuu…itu kata pertama yang keluar saat teman-teman bertanya bagaimana acara demo masak Lontong Cap Go Meh dalam rangka perayaan Cap Go Meh Di Bogor…penasaran gimana serunya….aku sudha tulis di sebelah ya, silahkan berkunjung ke : http://defidi.web.id

%d blogger menyukai ini: