Category Archives: Pendidikan

Oleh-oleh tinggal di US : belajar, berbagi dan bermanfaat

Membaca judul tulisan diatas sebagian dari kita langsung berfikir apa iya??  mencerdaskan anak bangsa itu dengan melalui pendidikan, dan pendidikan itu memerlukan media, dan media itu membutuhkan biaya, semakin banyak media yang dipergunakan maka semakin tinggi biaya yang dikeluarkan. STOP berfikir semua segi kehidupan ini dapat diperbaiki dengan nilai mata uang, coba simak cerita saya berikut ini.

Satu setengah tahun yang lalu saya hijrah ke tempat ini, lebih tepatnya ke ibukota Michigan , USA bagian utara. Pertama kali menginjakkan kaki ke daerah ini saya hampir tidak percaya ini US, dalam benak saya adalah suasana yang hingar bingar, dengan apartemen yang berhimpitan dan lalulintas yang padat dan masyarakat yang tidak perduli satu sama lain. Namun kenyataan yang saya dapatkan jauh sekali dari apa yang saya bayangkan.

Saya datang tepatnya Juni 2014 dimusim panas (summer), melalui perjalanan yang panjang, dari bandara Soekarno  Hatta ke Narita (Jepang), lalu dilanjutkan ke Chicago (US), dari dilanjutkan lagi ke Detroit (US) dan terakhir dengan bus ke kota yang kami tuju. Sepanjang perjalanan banyak sekali daerah yang masih luas dan rimbun dengan pepohonan layaknya saya akan mudik ke Sumatra.

Sampai di kota ini kami dijemput oleh teman-teman yang sudah lebih dahulu menetap disini menuju apartemen. Kala itu malam saya belum dapat melihat situasi sekeliling apartemen, keesokan paginya saat terbangun dan keluar menuju balkon, masyaAllah indahnya pemandangan dibelakang rumah kami, rumput menghijau seperti karpet yang dibentangkan dan danau yang indah, semua nampak terpelihara dan bersih seperti lukisan.

Yang pertama kami lakukan adalah mendaftarkan anak-anak ke sekolah dan Alhamdulillah anak-anak dapat diterima dengan baik dan lingkungan sekolah yang baik juga sangat dekat dengan rumah, 5 menit saja dengan bis sekolah.

Setelah itu baru memikirkan apa harus saya lakukan disini untuk mengisi kekosoangan hari-hari selanjutnya karena saya tipe pekerja, saya tidak dapat berdiam diri dengan duduk didepan televisi menunggu hingga sore.

Lalu saya katakan kepada suami, tolong carikan saya tempat belajar bahasa inggris yang murah karena memang kami tidak mempunyai kemampuan finansial yang tinggi untuk membayar sekolah saya. Budget yang kami terima untuk hidup adalah budget untuk satu orang pelajar, dapat diartikan bahwa pemerintah memberikan dana untuk suami saja selama ini, tidak mencover keluarga. Jadi kami harus dapat mengatur keuangan yang diperuntukkan satu orang dapat cukup untuk empat orang.

Saya harus mendapatkan tempat untuk belajar bahasa inggris karena kemampuan saya berbahasa inggris yang minim dan akan menyulitkan saya beradaptasi dengan lingkungan sosial disini. Kami akan tinggal cukup lama disini, kurang lebih 4.5 sesuai beasiswa yang didapatkan.

Lalu suami mencari dengan mesin pencari dan akhirnya bertemulah dengan tempat belajar bisa dikatakan rumah belajar, namanya Friendship House MSU dan tempatnya di area kampus MSU juga. Dan kami sepakat untuk segera mengunjungi tempat tersebut. Saat kami mendatangi tempat tersebut, seperti rumah besar, ada ruang tamu lalu ada ruang belajar dengan meja besar dan dapur . Lalu kami ke lantai 2 untuk bertemu dengan Direktur sekolah ini. Sambutan yang luar biasa ramah membuat saya yakin bahwa inilah tempat belajar yang saya cari. Saya termasuk tipe yang memilih nyaman dibandingkan berfasilitas, karena tempat indah dan berfasilitas itu belum tentu nyaman, justru tempat yang sederhana namun hangat akan lebih terasa nyaman.

Cukup kaget kami mendapatkan info kalau belajar bahasa inggris disini gratis, tidak perlu membayar guru-guru yang mengajar. Kami cukup membayar $10 untuk biaya pendaftaran saja. Hampir tidak percaya saya mendengar informasi ini, bagaimana tidak dengan suasana belajar yang nyaman, bisa belajar dari senin sampai dengan sabtu, bebas minuman kopi, teh, coklat dan kita bisa memasak juga untuk makan siang. Dapur yang cukup fasilitas, mulai kulkas, kompor gas 4 mata, oven besar, microwave dan peralatan makan dan minu juga masak. saya diberikan jadwal belajar mulai senin sampai sabtu, banyak sekali kelas yang dapat saya ikuti, mulai kelas grammar, listening, vocabulary, speaking, dll.

Kehidupan dengan babak yang baru dimulai, hampir setiap hari saya datang untuk belajar. Memang cukup sulit saya rasakan, selain usia yang sudah tidak muda lagi untuk belajar, guru berbicara dalam bahasa inggris dan teman-teman juga dari berbagai negara dengan aksen yang bermacam-macam. Akan banyak sekali nanti yang akan saya ceritakan mengenai pengalaman saya belajar, namun intinya saya ingin mengulas bagaimana dapat mendirikan tempat seperti ini, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dengan siswa tidak perlu membayar.

Semakin lama saya semakin mengenal tempat ini dan sudah seperti rumah sendiri, lalu saya mulai menganalisa dan berfikir, alangkah bagusnya jika di negara saya ada banyak tempat seperti ini. Tapi tetap harus menganalisa darimana dana yang didapatkan untuk mengelola tempat ini yang pasti membutuhkan biaya cukup besar untuk mencover biaya kebersihan, air, listrik, gas, minuman, alat-alat tulis, dll. Sedikit banyak saya akhirnya mengetahui jika dana didapatkan dari donatur. Lalu siapa donatur itu? donatur bisa perorangan dan sebagian besar dari komunitas rumah ibadah (Gereja), mungkin juga rumah ibadah lain karena mayoritas disini adalah komunitas Gereja. Donasi berupa uang tunai atau perlengkapan belajar dan mengajar. Lalu darimana para donatur itu mengetahui keberadaan kegiatan ini? Sekolah mengirimkan surat atau proposal untuk mengundang menjadi donatur, dan para donatur akan mendapatkan laporan keuangan dan kegiatan secara berkala. Sebuah tempat pendidikan biaya terbesar juga untuk membayar staff dan tenaga pengajar, dan ditempat ini baik staff maupun tenaga pengajar adalah volunter atau tenaga sukarelawan, bekerja sosial. Apakah berkwalitas tenaga pengajar yang tidak dibayar? Tentu saja, tenaga pengajar adalah orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan bidang lainnya. Sebagian besar mereka adalah dosen dari berbagai Universitas yang sudah pensiun, dan ada juga guru-guru muda yang memang sudah berpengalaman mengajar di negara masing-masing. Apa  iya mereka mau mengajar sukarela tanpa dibayar dengan status sosial mereka yang cukup tinggi, nah disinilah kita harus belajar banyak lagi, bagaimana menerapkan ilmu yang kita dapat tidak hanya mengacu kepada nilai ekonomis tapi juga kenilai sosial, buktinya sekolah ini sudah berdiri cukup lama dan tenaga pengajar terus bermunculan. Nilai berbagi itu yang tinggi disini, dan mereka mengajar dengan totalitas, disiplin waktu dan persiapan yang baik saat mengajar bahkan mereka sering membawa alat peraga untuk mengajar juga beberapa kali membawa aneka makanan untuk dibagikan kepada siswa.

Yang mungkin masih menjadi pertanyaan darimana komunitas itu mendapatkan dana untuk disumbangkan ke sekolah sekolah seperti Friendship House dan tempat lain. Ini yang mungkin membuat kita harus banyak belajar lagi, disini sumbangan itu mengalir deras baik dari perorangan, perusahaan, juga pemerintah daerah. Bagaimana cara membuat orang-orang dengan sukarela memberikan sumbangan dalam jumlah kecil dan besar dan berkesinambungan, nah ini ceritanya akan lebih panjang lagi.

Lalu siapa saja yang boleh menjadi siswa? siapa saja boleh menjadi siswa, untuk disekolah ini karena memang lokasinya di kampus MSU sebagian besar adalah siswa international yang memerlukan belajar bahasa inggris atau keluarga siswa, seperti suaminya siswa di MSU atau sedang ada program pertukaran pelajar atau program kerjasama maka istri atau anaknya belajar bahasa inggris disini. Kami sudah seperti keluarga besar disini, sudah tidak lagi merasa berbeda negara, bahasa dan agama. Nilai-nilai berbagi yang ditanamkan oleh guru dan budaya disini sudah mulai merasuki kami juga, semakin merasakan bahwa perbedaan itu bukan untuk disamakan namun untuk saling memahami dan menghargai.

Saya termasuk yang sering membawa makanan untuk dibagikan kepada teman-teman, untuk apa? banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dan saya ikhlas memberikan tanpa mempunyai niat yang tidak baik, kalau merinci keuangan kami rasanya tidak mungkin untuk berbagi, tapi kalau berfikirnya seperti itu kapan kita akan berbagi, menunggu kita kaya raya baru berbagi, bagaimana jika kita memang diberikan rezeki sebatas itu berarti selama hidup kita tidak akan pernah berbagi. Dan teman-teman pun melakukan hal yang sama, kami jadi mengetahui berbagai jenis makanan dari berbagai negara.

Bawalah apa saja untuk berbagi, sekedar sekerat roti hasil masakan  yang sudah saya tinggalkan untuk keluarga  dan dibawa kesekolah, selain hal ini menjadi media saya untuk berkomunikasi juga saya ingin memperkenalkan makanan dari tanah air.

Tidak ada kesia-siaan jika niat kita adalah baik, saya katakan jika dinegara saya mempunyai bisnis boga, saya juga mengajar baik yang berbayar maupun yang sosial, dan saya juga sering menjadi nara sumber berbagai seminar yang berkaitan dengan wirausaha dan media sosial sebagai media promosi. Dan beberapa kali diundang oleh media Telivisi, majalah, radio untuk kegiatan seputar boga. Saya tidak bermaksud untuk riya dengan menceritakan berbagai aktifitas saya, karena di sekolah ini setiap kali akan belajar dan ada siswa baru maka kami harus memperkenalkan diri, asal negara, keluarga dan kegiatan dinegara masing-masing.

Alhamdulillah setelah hampir satu semester saya bergabung di tempat ini, Direktur meminta saya untuk menjadi tenaga pengajar volunter untuk International Cooking Class, mulanya cukup kaget mendengar permintaan ini karena komunikasi saya dalam bahasa inggris masih kurang, namun support dari berbagai pihak membuat saya memutuskan untuk menerima permintaan ini. Dan sekarang sudah menginjak semester ke 3 saya menjadi guru volunteer disini.

Saya berharap tulisan saya ini bisa menggugah teman-teman untuk membuat komunitas belajar seperti ini dengan mengesampingkan nilai ekonomi, Insya Allah nilai ekonomi akan kita dapatkan dari sumber yang lain.

 

 

Iklan

Bermain di media sosial seperti minum Es Campur

Sudah lama tidak membuat tulisan di blog ini seputar cerita-cerita, sebagian posting tentang aneka masakan saja semenjak hijrah ke US 1.5 tahun silam. Dan itupun diposting di blog defidi.web.id

Ketika melihat memori yang sering diingatkan oleh facebook, ingatan melayang bagaimana pertama kali berkenalan dengan facebook, masih sekedar posting 1 atau 2 kalimat saja, ya dapat dikatakan tanpa makna, dan teman pun masih dapat dihitung dengan jari. Semakin lama semakin banyak teman dan semakin sering posting berbagai hal, namun yang masih selalu diusahakan untuk dijaga adalah tata cara berkomunikasi di media sosial. Semenjak mengenal facebook sampai sekarang baru belakangan ini mendapatkan kritikan pedas seputar postingan. Entah apa yang ada dipikiran sang pemberi kritik. Media sosial adalah tempat banyak pengguna untuk menuangkan apa saja yang ingin dituangkan namun sekarang dibatasi dengan adanya UU IT.

Menggunakan media sosial itu seperti minum Es Campur, pertama dicari-cari dulu campuran yang disukai, mulai nangka, alpukat, kacang merah, agar-agar, dan biasanya kolang kaling yg ditinggalkan kalau dapat yang keras. Jika kurang manis lalu minta ditambahkan gula, jika kemanisan minta ditambahkan es serutnya. Sama prosesnya dengan media sosial, kita mencari teman yang kita kenal dan sukai lalu semakin banyak mulai kita saring, mungkin yang seprofesi, yang enak diajak ngobrol, kemudian saringan lebih diperketat, yang kurang memberi manfaat atau postingan tidak berguna kita unfollow, selanjutnya disaring lagi hingga di unfriend.

Tujuan pengguna media sosial beragam, dan umumnya pencitraan. Kenapa berpendapat seperti itu? sebagai mahluk sosial manusia selalu mencari pencitraan diri, tinggal kita memilih mau citra yang baik atau yang buruk. Jika ingin citra yang baik maka buatlah postingan yang baik, yang bermanfaat untuk orang lain, mungkin bisa diselingi humor sebagai penambah manis citranya. Jika ingin citra yang buruk maka buatlah postingan yang buruk, caci maki, sumpah serapah, dll. Selain postingan, gambar atau foto merupakan faktor pendukung untuk pencitraan tadi, mungkin jika ingin tampil cantik diposting foto2 yang tampil cantik, dipilih foto yang terbaik, dari foto natural sampai yang sudah diubah-ubah supaya tampil indah.

Setiap orang berhak posting apapun dan berhak pula memberikan kritikan apa saja terhadap postingan orang lain. Tapi setiap orang berhak juga membalas atau tidak kritikan yang muncul, berhak unfollow dan berhak unfriend. Jika kita tidak suka dengan wall seseorang, ada baiknya kita unfollow sehingga postingannya tidak masuk dalam wall kita dan kita tidak perlu membacanya. Atau sekalian unfriend jadi benar-benar tidak lagi terbaca oleh kita.

Postingan saya di facebook sebagian besar tentang aneka masakan atau cerita keseharian dari kumpulan pengalaman pribadi atau cerita teman-teman, dan saya tidak pernah menyebutkan nama orang dalam postingan itu, jadi kalau merasa ada yang dirinya tersindir akan tulisan saya ya ajaib saja, tapi ya bagus juga artinya tulisan saya dapat membuat orang lain merasa dirinya disindir meski tidak pernah ada niat saya untuk melakukan hal itu, niat saya adalah berbagi cerita sebagai guru kehidupan.

Lalu dilanjutkan lagi di komentari kalau saya membuat pencitraan diri seakan saya ini malaikat kebaikan, citra seorang wanita yang sangat baik, loh memang itu lah tujuan saya di media sosial, masak iya ada pengguna media sosial ingin membuat citra dirinya buruk, kalau pun ada ya sangat disayangkan saja, seburuk-buruknya orang inginnya dianggap baik.

Lalu tulisan saya dikomentari dengan komentar yang pedas bahkan dapat dikatakan tidak etika, tapi sekali lagi pengguna bebas melontarkan komentar apapun toh akan merugikan dirinya sendiri dengan komentarnya yg tidak baik, dan saya pun bebas untuk membalas atau tidak komentar tersebut, bebas untuk menghapus komentar itu.

Saya pun akan melakukan hal yang sama seperti minum es campur tadi, bukan tidak ada keberanian untuk membalas semua caci maki itu, suatu perbuatan yang sangat mudah tapi apa benefit nya untuk saya, ketika kita dicaci maki rasanya sakit sekali dihati dan begitu pula yang akan menerimanya jika kita membalas lagi.

Setiap manusia mempunyai keterbatasan masing-masing dan saya berfikir itulah keterbatasan dia, tidak bisa lebih lagi. Ya sudahlah tidak akan mampu kita untuk mengajaknya berfikir lebih jauh. Diam dan menghindar akan lebih baik.

Semangat untuk semangat….

1-IMG_7473Pulang sekolah seperti biasa Aquila cerita seputar kegiatan dia di sekolah. Ibu, bantuin Qila cari sponsor ya, ibu kan sering waktu Qila di SD adakan kegiatan dan sponsornya banyak. Aku Tanya, untuk apa nak? Di sekolah qila mau ada lomba pramuka penggalang sejabodetabek, kata kakak pembinanya lomba itu mandiri jadi murid diminta bantuan untuk carikan sponsor, yang mau saja bu tidak harus sambil memberikan proposal. Setelah aku baca, wow ini kegiatan yang menarik, dan langsung berdiskusi dengan bapaknya sepulang dari kantor. Bapaknya yang sejak kecil memang aktif pramuka tentu saja sangat merespon dan kami putuskan untuk datang langsung ketemu Pembina pramuka apa kiranya yang dapat kami bantu.

1-IMG_7498Perbincangan mengenai kegiatan anak anak merupakan bagian yang selalu menyenangkan untuk aku, kenapa aku aktif di berbagai organisasi di sekolah karena aku ingin berperan dalam kegiatan sekolah, melihat semangat anak-anak, senyum ceria mereka, kelelahan mereka merupakan suatu cerita indah yang kelak menjadi warisan untuk cucu-cucu. Dan pola seperti ini semoga akan berlanjut, jujur aku katakan melihat orang tua aku dulu sekedar datang ke sekolah berbincang dengan guru merupakan kebanggaan sendiri, merasa diperhatikan tidak saja dirumah tapi juga disekolah. Sesekali diantar sampai gerbang sekolah lalu ucapan ” belajar yang baik ya nak” itu ibarat pompa semangat, berjanji dalam hati kecil akan mempersembahkan yang terbaik untuk orang tua.

Saat ini ikatan orang tua dan guru banyak hanya sekedar senyum dari kejauhan atau bahkan tanpa tegur sapa sama sekali, saat mobil berhenti pas di pintu masuk sekolah, meski ada guru berdiri seakan tidak terlihat, berlalu layaknya angin di musim kemarau.

Lanjut cerita, bertemu dengan Pembina pramuka yang menyambut kami dengan antusias dan mengalirlah cerita tentang pengalaman pramuka dari bapaknya, suasana akrab langsung terjalin, kami coba memberikan beberapa alterative yang memungkinkan kami bantu sehubungan waktu pelaksanaan yang cukup dekat.

Beberapa proposal kami bawa dan mulailah mencoba untuk menawaran kepada pihak pihak yang memang sudah sering bekerjasama berbagai acara dan kiranya menyabung untuk kegiatan ini.

Alhamdulillah pihak kebun raya dimana yang aku hubungi adalah Mbak Melani memberikan dukungan penuh, support berupa tiket masuk dengan harga ekonomis diberikan untuk hampir 400 siswa siswi peserta dan panitia acara.

Dukungan sosialisasi acara di support oleh Radio Sipatahunan, yang selama ini menjadi mitra diberbagai kegiatan. Diadakan Talkshow untuk sosialisasi acara dan aku menjadi hostnya, selalu senang menjadi host acara acara yang menarik, berbagai informasi bisa didapatkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat.

Dukungan berikutnya datang dari toko buku Gunung Agung, sebagai pengisi stand bazaar.

Selama acara berlangsung kami sempatkan mengunjungi sekolah, semua acara lomba yang diadakan sangat menarik, terutama lomba tongkat komando dengan aneka variasi gerakan.

1-IMG_7474Alhamdulillah acara berjalan baik dan lancer, senyum kelelahan namun bahagian terlihat saat anakku selesai acara. Terima kasih kepada Mbak Melani (Kebun Raya Bogor), Pak Syaeful ( Toko Buku Gunung Agung Bogor) dan Pak Iwan (Radio Sipatahunan), semoga support yang telah diberikan mendatangkan banyak manfaat. Amin.

Jungleland Sentul Nirwana – fasilitas internasional dengan nuansa alam tradisional

Pagi itu selepas mengantar puteriku ke pusat bahasa inggris LIA, mobil mengarah ke kawasan sentul city, seperti biasa di week end sejak pagi kawasan ini sudah terlihat ramai, banyak kegiatan yang sering dilaksanakan di daerah ini. Tujuan utama adalah menghadiri undangan dalam rangkaian soft opening Jungleland. Inilah salah satu efek yang sangat menyenangkan menjadi blogger, seringkali kita mendapatkan kesempatan untuk meliput aneka kegiatan.Tentu saja tidak sekedar melihat aneka kegiatan yang dilaksanakan juga seringkali dijamu dengan aneka kuliner yang yummy punya dan di oleh olehin berbagai macam souvenir….

Sentul NirwanaMelintas di sentul city mobil sengaja berjalan perlahan, kawasan sejuk ini memang patut dinikmati, tatanan yang rapi sepanjang kanan kiri jalan, bersih dan pohon pohon besar masih rimbun berjajar sepanjang jalan. Tidak terlalu sulit menemukan tempat yang dituju, petunjuk cukup menarik mata meski tidka terlalu banyak terpampang sepanjang jalan, atau karena aku sudah cukup hapal dengan kawasan ini berhubung rumah tidak terlalu jauh dan kawasan ini merupakan salah satu tempat yang seringsekali dikunjungi.

junglelandSaat mobil mulai memasuki kawasan, yang terucap”wowwwww luasnya untuk sebuah land” meski belum selesai dan mungkin masih cukup lama untuk selesai sesuai denah yang aku lihat. Yang pertama tertangkap oleh mata adalah sebuah bangunan seperti telur yg sudah retak dan ada burung dipucuk telur itu, disampingnya ada bangunan dengan burung hantu bertengger, aku selalu suka dengan symbol burung hantu, meskipun namanya cukup menyeramkan namun bulatan wajahnya itu yang lucu, dan tepat ditaruh sebagai icon disalah satu wahana.

Disambut hangat oleh kru jungle land, kami ditempatkan disebuah ruangan yang khusus memang disediakan untuk komunitas blogger yang datang, cukup banyak blogger-blogger yang datang di acara ini, sempat disuguhkan coffee break sebelum kami diantar untuk melihat wanaha jungle land.

Saatnya berjalan-jalan…ayoooo

Piring Raksana di wahana discoSaat ini wahana yang sudah siap untuk pengunjung adalah wahana /zona carnivalia, disini ada tiga wahana terbaru di Indonesia. Oh ya uniknya wahana yang ada di sini menggunakan nama daerah yang mendekati bahasa local/ jawa barat.

wahana Disco berputar dan berayun di atas piring raksasa dengan kemiringan 45derajat, wowww, pengalaman yang tak terlupakan setelah naik wahana disco ini…

Mau bermain ibaratnya pertandingan formula ? melaju kencang di lintasan sepanjang 700m (terpanjang di Indonesia, nah ada di wahana kebut kebutan…..ini asik punya…

Bandul raksasaMau sensasi yang lebih lagi? Naik bandul raksasa dan diayun di ketinggian 20meter seakan menggapai angkasa…berputar, berayun, berputar, tinggi lebih tinggi, teriakan pengunjung cetar membahana saat ketinggian maksimal, aku ikut tertawa melihat ada yang berteriak, ada yang melotot ada yang bilang lagi lagi lagi….seruuuuuu

Nah ini dia wahana yang tidak kalah menguji adrenalinmu, wahana petir, swinger terbesar di Indonesia…

mobil jeger jegerSelain itu permainan untuk anak-naka juga banyak, aku sempat naik bom bom car yang disini diberi nama wahana jeger jeger, bener-bener merasa jeger-jegernya saat mobil yang aku naiki di tabrak oleh pengunjung yang lain, hahahahahaha seruuuu bagaimana aku menghindari banyaknya mobil yang berllau lalang dan jegerrrrrr, sempat terasa tubuh terpental sejenak..lalu ngebut lagi dan jegerrrrr….*

pesawat tempur di wahana hihiberanwahana dengan nama hihiberan, ini suatu wahana melayang dan berputar di atas pesawat tempur diantara gunung, bukit dan lembah. Seperti apa sensasinya, ayooo datang dan rasakan sendiri..

bersama teman linta skomunitasteman-teman dari berbagai komunitas blogger ramai ramai mencoba aneka permainan, teriak teriakan seru pengunjung dan teman-teman memebuat suasana siang yang panas terik tampak tidak terasa

Ini baru satu wahana loh ya, bisa dibayangkan jika 3 wahana lagi selesai dan bisa kita nikmati…ada ZONA EXPLORA, dimana  kita bisa menjelajah sensasi dunia saint dan tekno yg juga merupakan science centre terbesar di Indonesia, lalu ZONA MYSTERIA, di zona ini akan merasakan serunya petualangan penuh tantangan ada Sarang Burung Berang ada Liak Liuk laksana kita naik dipunggung ular dan meliuk di pepohonan dengan kecepatan tinggi lebih 100km/jam, wowwwwww kebayang tegangnya…., juga ada water gun di Wahana Perang Air sambil mengendarai boat blaster…dan ZONA TROPICALIAN, nah dizona ini kita berpetualang penuh kegembiraan di hutan tropis sambil mengenal beragam buah dan sayuran…

terbayang seharian di jungleland ini rasanya akan kurang waktu terus ya…jika sudah ada tempat wisata Fun dan edukasi seluas ini, selengkap ini, seseru ini, nggak perlu lagi dehhh jauh-jauh ke negeri sebenarng untuk nikmati aneka permainan berfasilitas Internasional dengan suasana dan gaya tradisional…perpaduan yang unik…nama-nama wahananya jadi mudah diingat kan…

Untuk info detail bisa akses ke http://www.jungleland.co.id

sepur leutikFoto foto lainnya di wahana Carnivalia :mini pontang panting

ceblak ceblok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lestari hutanku, lestari alamku, untuk warisan anak-cucu dan stop illegal logging

Sebagai anak daerah yang saat kecil dilingkupi hutan bukan hal yang aneh melihat hutan yang masih alami. Dan pengalaman mengikuti ayah survey sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala pengairan lalu dipindahkan ke Bina Marga,  dimana hampir separuh kegiatannya adalah mamasuki hutan yang satu ke hutan yang lain guna pembuatan jalan atau sekedar hobi ayah yang senang berpetualang ke hutan.

Menambah referensi  kakek sebagai pemilik hutan lindung kecil di utara lampung, dimana hutan itu semasa beliau hidup tidak boleh dijadikan ladang, alasan sederhana dari seorang laki-laki tua yang sederhana, tidak bisa lagi mendengar kokok ayam hutan, untuk tempat tidur binatang, khawatir  babi hutan yang merusak ladang-ladang petani semakin merajalela karena hariamu sudah tidak ada lagi, lalu banyaknya ular ke rumah penduduk karena elang sudah tidak ada lagi, yang apabila diurutkan alasan itu sebenarnya seorang kakek tua sudah menjaga sebuah ekosistem, menjaga rantai-rantai kehidupan untuk bisa menjalani siklus kehidupan sesuai dengan alamnya.

JIka 1000 kakek di Indonesia ini masih memepunyai prinsip seperti itu, melarang anak cucunya untuk merusak hutan yang tujuan utamanya hanya pemenuhan napsu perut saja, perut dengan diameter tidak lebih dari 30 cm dapat memusnakan seluruh hutan di Indonesia dengan illegal logging.

Dua kata itu bagaikan nuklir gaungnya, namun tidak meledak dalam waktu yang singkat,  ledakan yang sedikit demi sedikit ibarat makan bubur dari bagian tengah yang akhirnya habis satu piring.

Apa sebenarnya arti kata ILLEGAL LOGGING?

Dari wikipedia

Pembalakan liar atau penebangan liar (bahasa Inggris: illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran sungai AmazonAfrika TengahAsia TenggaraRusia dan beberapa negara-negara Balkan.

Lalu apa yang menyebabkan illegal logging terjadi, apa akibatnya dan bagaimana penanggulangannya ? Urusan priuk nasi dirumah katanya erat kaitannya dengan kalimat diatas,  rasanya kalo cuma untuk memasak seperiuk nasi cukuplah dengan beberapa buah kayu bakar saja, yang zaman dahulu diambil dari ranting-ranting yang berjatuhan di hutan. Rasanya tidak percaya kalo tangan dan kaki kecil petani mampu memotong pohon yang besar dan mengangkutnya keluar hutan dalam jumlah yang banyak. Ada tangan lain yang membantu? Pasti tangan itu sangat kekar, kokoh dan kuat ibarat film mungkin seperti superman, hulg atau spider man dengan jala-jalanya yang kuta mampu menahan gerbong-gerbong kereta api yang belum berat dan panjang.

Sebab :

Illegal logging dapat disebabkan oleh beberapa hal:

pertama, tingginya permintaan kebutuhan kayu yang berbanding terbalik dengan persediaannya. Dalam kontek demikian dapat terjadi bahwa permintaan kebutuhan kayu sah (legal logging) tidak mampu mencukupi tingginya permintaan kebutuhan kayu. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional dan besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri/konsumsi lokal.[2]Tingginya permintaan terhadap kayu di dalam dan luar negeri ini tidak sebanding dengan kemampuan penyediaan industri perkayuan (legal logging). Ketimpangan antara persediaan dan permintaan kebutuhan kayu ini mendorong praktek illegal logging di taman nasional dan hutan konservasi.

Kedua, tidak adanya kesinambungan antara Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1970 yang mengatur tentang Hak Pengusahaan Hutan dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 309/Kpts-II/1999 yang mengatur tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi. Ketidaksinambungan kedua peraturan perundang-undangan tersebut terletak pada ketentuan mengenai jangka waktu konsesi hutan, yaitu 20 tahun[3] dengan jangka waktu siklus Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), khususnya untuk hutan produksi yangditetapkan 35 tahun.[4] Hal demikian menyebabkan pemegang HPH tidak menaati ketentuan TPTI. Pemegang HPH tetap melakukan penebangan meskipun usia pohon belum mencapai batas usia yang telah ditetapkan dalam TPTI. Akibatnya, kelestarian hutan menjadi tidak terjaga akibat illegal logging.

Ketiga, lemahnya penegakan dan pengawasan hukum bagi pelaku tindak pidana illegal logging. Selama ini, praktekillegal logging dikaitkan dengan lemahnya penegakan hukum, di mana penegak hukum hanya berurusan dengan masyarakat lokal atau pemilik alat transportasi kayu. Sedangkan untuk para cukong kelas kakap yang beroperasi di dalam dan di luar daerah tebangan, masih sulit untuk dijerat dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan beberapa pihak menyatakan bahwa Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan) dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Di samping itu, disinyalir adanya pejabat pemerintah yang korup yang justru memiliki peran penting dalam melegalisasi praktek illegal logging.

Keempat, tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Hak Pegusahaan Hutan selama ini berada di bawah wewenang pemerintah pusat, tetapi di sisi lain, -sejak kebijakan otonomi daerah diberlakukan- pemerintah daerah harus mengupayakan pemenuhan kebutuhan daerahnya secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan pemerintah daerah melirik untuk mengeksplorasi berbagai potensi daerah yang memiliki nilai ekonomis yang tersedia di daerahnya, termasuk potensi ekonomis hutan. Dalam kontek inilah terjadi tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah pusat menguasai kewenangan pemberian HPH, di sisi lain pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengeksplorasi kekayaan alam daerahnya, -termasuk hutan- guna memenuhi kebutuhan daerahnya. Tumpang tindih kebijakan ini telah mendorong eksploitasi sumber daya alam kehutanan. Tekanan hidup yang dialami masyarakat daerah yang tinggal di dalam dan sekitar hutan mendorong mereka untuk menebang kayu, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan pasar melalui tangan para pemodal.

Akibat

Praktek illegal logging sudah barang tentu memiliki ekses negatif yang sangat besar. Secara kasat mata ekses negatifillegal logging dapat diketahui dari rusaknya ekosistem hutan. Rusaknya ekosistem hutan ini berdampak pada menurunnya atau bahkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyimpan air, pengendali air yang dapat mencegah banjir juga tanah longsor. Sehingga rentan terhadap bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Di samping itu,illegal logging juga menghilangkan keanekaragaman hayati, berkurangnya kualitas dan kuantitas ekosistem danbiodiversity, dan bahkan illegal logging dapat berperan dalam kepunahan satwa alam hutan Indonesia.

Dari sisi ekonomis, illegal logging telah menyebabkan hilangnya devisa negara. Menurut Walhi, hasil illegal logging di Indonesia pertahunnya mencapai 67 juta meter kubik dengan nilai kerugian sebesar Rp 4 triliun bagi negara.[5] Di samping itu, data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1998 hingga 2004, kerugian Indonesia akibat illegal logging mencapai 180 triliun.[6]

Penanggulangan

Terdapat beberapa alternatif cara untuk menganggulangi atau paling tidak meminimalisir praktek illegal logging.Pertama, telah diungkapkan sebelumnya bahwa praktek illegal logging disebabkan oleh meningkatnya permintaan kayu di pasar internasional. Dan sebagian besar kayu yang dipasarkan di dunia internasional adalah kayu hasil illegal logging. Hal ini berarti bahwa illegal logging turut melibatkan dunia internasional. Dengan demikian penanggulanganillegal logging harus dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan dunia internasional, seperti yang telah dilakukan Indonesia dengan Inggris lewat penandatanganan nota kesepahaman Forest Law Enforcement and Governance (FLEG). Hal terpenting dalam nota kesepemahaman tersebut adalah pemenuhan standar legalitas (keabsahan) kayu yang diperdagangkan. Keabsahan kayu harus dilihat, baik oleh hukum negara maupun hukum adat di mana kayu tersebut tumbuh.

Kedua, terkait dengan lemahnya penegakan dan pengawasan hukum, disinyalir karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Oleh karena itu, tindak pidana illegal logging ini harus dibentuk dalam undang-undang sendiri tentang illegal logging. Alasannya, selain karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging,juga karena tindak pidana illegal logging dapat dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Selain merugikan keuangan negara, illegal logging juga setidaknya memiliki empat tindak pidana, yaitu: perusakan lingkungan, korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran kepabeanan. Sehingga penanganannya pun harus luar biasa, termasuk memasukkan illegal logging dalam undang-undang khusus di luar UU Kehutanan.

Ketiga, terkait dengan tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menyangkut kehutanan. Dalam era otonomi daerah sekarang ini, managemen hubungan pusat daerah harus dikelola dengan baik, sehingga terjadi sinkronisasi fungsi antara pusat dan daerah. Harus dipahami bahwa dalam konsep otonomi, daerah memiliki wewenang dominan di daerahnya dibanding pusat, maka harus ditegaskan bahwa kebijakan yang menyangkut daerah, termasuk kebijakan dalam rangka kekayaan daerah (termasuk di dalamnya hutan), harus berada di tangan daerah dalam batas-batas tertentu kewenangan. Di samping itu, harus dibentuk suatu mekanisme pengawasan pelaksanaan kebijakan daerah, sehingga daerah tidak absolut dalam menentukan kebijakannya, sehingga prinsip check and balance terjadi antara pusat dan daerah. Misalnya, kewenangan pemberian HPH berada pada pemerintah daerah, tetapi setiap pemberian HPH oleh pemerintah daerah kepada pemilik modal harus dilaporkan kepada pusat, sehingga pusat dapat mengawasi pelaksanaan HPH tersebut.

Keempat, penanggulangan illegal logging dengan pendekatan ekonomi, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sinergi dengan ketiga institusi tersebut untuk menanggulangi illegal logging dilakukan dengan pelacakan terhadap uang hasil illegal logging. Dari sisi legal, BI telah mensyaratkan prinsip Know Your Customer, yang mengharuskan perbankan mengenali nasabahnya. Jika ada transaksi di atas Rp. 100 juta sehari, nasabah harus menjelaskan asal-usul uang. Juga ada Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, yang memungkinkan menjerat illegal logging sebagai tindak pidana. Dengan demikian, pendekatan anti-money laundering regime untuk menekan laju illegal logging dapat diterapkan. Kemudian, PPATK bisa memulai membuat peraturan yang mewajibkan lembaga penyedia jasa keuangan (bank, pasar modal, asuransi, dan money changer) membuat laporan rutin tentang transaksi-transaksi yang dicurigai. Langkah ini harus diikuti dengan penerbitan pedoman bagaimana perbankan bisa mengenali transaksi hasil illegal logging. Pada tahap awal, langkah ini akan terbantu bila PPATK membuat semacam risk profile: high risk country, location, and customer.[7] High risk countrymenunjukkan negara-negara yang berpotensi tinggi melakukan tindak pidana pencucian uang. Dengan demikian, terhadap negara-negara tersebut diterapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan transaksi. High risk locationmenunjukkan daerah-daerah di Indonesia yang kerap kali menjadi daerah keluar masuk kayu ilegal. High risk customermenunjukkan identitas-identitas nasabah yang acapkali bertindak sebagai penyokong tindak pidana illegal logging.

Catatan:

[1] Penebangan Liar, (http://id.wikipedia.org/wiki/Penebangan_liar), Diakses 12 Desember 2008.

[2] “Illegal logging,” Penyebab dan Dampaknya, (http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/ 16/opini/563606.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[3] Pasal 10 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1971 tentang Hak Pengusahaan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan.

[4] Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 309/Kpts-II/1999 tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi.

[5] Negara Rugi Rp 4 Triliun Pertahun Akibat Illegal Logging, (http://www.eramuslim.com/berita/ nasional/negara-rugi-rp-4-triliun-pertahun-akibat-illegal-logging.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[6] Menhut: Rp180 Triliun Negara Rugi Akibat ‘Illegal Logging’, (http://www.kapanlagi.com/ h/0000063985.html), Diakses 12 Desember 2008.

[7] Illegal Logging dan Pencucian Uang, (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/ 2007/12/04/brk,20071204-112877,id.html), Diakses 12 Desember 2008.

Desember 2008

Posted 7th December 2011 by Dessy Eko Prayitno

Read the rest of this entry

Review produk Oilum – bakul kue juga perlu perawatan

emak-emak yang senantiasa didapur, bergumul dengan aneka masakan dan uap minyak yang senantiasa hinggap di wajah, membuat wajah berminyak dan terlihat kusam. Ini menjadi dilema juga, bukan berarti jika selalu didapur tidak merawat diri kan. Aku minimal sebulan sekali facial, namun benar kata pemilik salon perawatan, pola makan mesti yang seimbang anatara, buah, sayur dan lauk-pauk, usahakan perbanyak air  putih sebagai zat yang membantu pengeluaran racun dalam tubuh.

kulit wajah aku termasuk yang sangat berminyak, aku tidak tahu apakah faktor keturunan bisa berpengaruh atau pola makan yang memang kurang seimbang, terlalu banyak kndungan lemak yang masuk dalam tubuh dan kurangnya istirahat dimalam hari juga pengaruh dan yang juga membantu wajah terlihat lebih berminyak lagi adalah pemakaian kosmetik yang tidak sesuai dengan kulit wajah. Yang paling praktis membersihkan wajah adalah dengan sabun pembersih wajah. Dan tentu saja disesuaikan dengan jenis kulit.

Terkadang aku heran, kulit wajah nampaknya seperti berminyak tapi nyatanya kering, dan pemakaian sabun pembersih berganti-ganti, sesuai dengan budget, iklan dan info teman. Mencoba produk adalah salah satu cara untuk menemukan produk yang benar-benar cocok untuk kulit kita, karena jenis kulit setiap manusia berbeda tentunya.

benar adanya ” seiring bertambahnya usia, polusi lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat, produksi collagen akan menurun, hal tersebut berdampak pada kulit menjadi terlihat kering, tidak elastis, tampak berkeriput dan kusam.

Untuk itu Galenium Cares dengan produknya Oilum mencoba untuk membuat para wanita untuk tidka lagi cemas akan kedaan kulit wajahnya, Oilum collagen dan body wash, diformulasikan oleh dokter spesialis kulit, dapat memberikan pesona muda kulit anda dengan kandungan: collagen yang menjaga elastisitas kulit, olive oil yang jaga kelembaban kulit, lactic acid yang cerahkan kulit dan scrub yang mengangat sel mati..nah jika sudah sedemikain manfaatnya..tunggu apa lagi??

Aku mencobanya, dan baru beberapa hari sudah terasa bedanya..kulit yang kering mulai terasa lembab, kekusaman mulai memudar, mau aku teruskan pemakaian semoga elastisitas kulit semakin baik dengan terangkatnya sel-sel kulit yang mati.

ada 2 jenis produk yaitu Oilum Collagen Moisturizing Soap & Body Wash untuk menjaga kelembaban & elastisitas kulit dan Oilum Collagen Skin Brightening Scrub Soap & Body Wash, menjaga kelembaban & elastisitas kulit, membantu mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit.

Tersedia dalam bentuk bar soap & liquit soap dan bisa didapatkan di hipermarket atau supermarket produk ini.

Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi mobile : 0807 100 88 00 atau pesan ke 08111 906 799 , juga dapat mengunjungi www. myoilum.com

temu kunci – penyedap masakan yang kaya manfaat

sayur bening merupakan salah satu menu yang paling sering aku sajikan, selain membuatnya simple, bumbu yang minimalis dan banyak manfaatnya terutama jika di rumah ada yang sedang tidak sehat tenggorokannya atau pencernaannya. Karena masakan bening bayam identik dengan temu kunci sejak aku kecil jadi pola ini berlanjut sampai sekarang. Ilmu tumbuk dari nenek di kampung katanya untuk dinginkan perut atau halusnya untuk mengobati panas dalam.

Ternyata setelah mencoba mencari manfaat lain dari temu kunci dan minta carikan sama mbak google, di http://www.deherba.com diberikan penjelasan yang cukup detail mengenai manfaat temu kunci, ini aku coba share ke teman-teman manfaatnya ya, semoga kita semakin mencintai rempah lokal yang banyak sekali jenisnya di negara kita, tidak perlu jauh-jauhn mendayung ke negeri seberang..

silahkan di baca dan semoga membawa manfaat  , sumber : http://www.deherba.com

Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr Sukardiman bisa menjadi landasan untuk menjawab pertanyaan di atas.

Dalam penelitiannya, Sukardiman menggunakan mencit yang mengidap kanker karena telah disuntikkan zat karsinogenik alias penyebab kanker. Kemudian, Sukardiman mengelompokkan mencit-mencit tersebut ke dalam 4 kelompok di mana kelompok ke-1 sebagai kontrol, kelompok ke-2 diberikan isolate murnipinostrobin dari Temukunci sebanyak 20 mg/kg bobot tubuh, kelompok ke-3 dengan dosis pinostrobin 40 mg/kg bobot tubuh, dan kelompok ke-4 diberikan senyawa antikanker.

Bagaimana hasilnya? Mencit pada kelompok ke-3 yang diberikan pinostrobin lebih banyak menunjukkan sel kankernya tidak berkembang biak bahkan perkembangannya terhambat sampai 80%. Hal itu menandakan bahwa Temukunci terbukti sangat bermanfaat untuk antikanker. Pinostrobin yang terkandung dalam Temukunci itulah yang paling ampuh dalam melawan perkembangbiakan sel kanker secara efektif dalam tubuh. Cara kerja dari pinostrobin ini adalah dengan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Senyawa Antioksidan Dalam Temukunci

Pinostrobin yang terkandung di dalam Temukunci merupakan senyawa antioksidan yang berperan penting dalam menangkal zat radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Radikal bebas sendiri merupakan molekul, atom ataupun kelompok atom yang tidak berpasangan.

Radikal bebas tersebut sangat berbahaya kalau jumlahnya lebih banyak dibandingkan senyawa antioksidan dalam tubuh. Akibatnya, radikal bebas terutama yang bersifat elektrofil menyerang tubuh dan merusak DNA sehingga kanker menyerang.

Oleh sebab itu, sistem imun harus benar-benar terjaga dengan baik karena merupakan benteng pertahanan dalam tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Sistem imun merupakan penjaga keseimbangan komponen tubuh dengan cara membersihkan sel-sel yang mati. Sistem imun dalam tubuh ini akan “meronda” ke seluruh bagian tubuh sehingga ketika ditemukan sel tubuh yang bermutasi-memicu kanker-sistem imun ini akan membinasakannya.

Pinostrobin yang terkandung di dalam Temukunci juga memiliki memiliki kemampuan dalam menghambat kinerja enzim topoisomerase 1 yang biasanya meningkat ketika terjadi kanker. Dengan adanya pinostrobin,maka penambahan jumlah topoisomerase ini menjadi terhambat.

Caranya dengan menghambat transkripsi DNA. Sedangkan aktivitas kerja enzim dihambat dengan cara mengeluarkan zat yang akan mengikat enzim. Akibatnya, sel kanker mati. Dengan demikian rutin mengonsumsi Temukunci tokcer mengatasi kanker. Bagi konsumen sehat, kebiasaan meminum rebusan kerabat jahe itu mujarab mencegah serangan kanker.

Temukunci juga tak hanya mengandung pinostrobin. Temukunci juga mengandung minyak atsiri yang memiliki komponen utama yang terdiri dari geranial, neral, kamfora, zingiberen, d-pinen, kamfen, d-borneol, geraniol, osimen, serta miristin.

Khasiat minyak atsiri pada Temukunci serupa dengan kerabatnya, temulawak dan kunyit. Kandungan atsiri pada ketiganya terbukti memiliki banyak manfaat. Sayangnya, penelitian Temukunci belum sampai pada tahap uji klinis sehingga dosis untuk manusia belum diketahui.

satu hari bertemu 3 suhu

Tidak dapat dipungkiri, semakin dalam seseorang memperdalam ilmu dunia dibarengi ilmu agama yang terbentuk adalah sesosok manusia dengan tutur kata indah, jauh dari sikap sombong, empati yang tinggi terhadap sesama, mau berbagi ilmu yang dimiliki tanpa memandang dengan siap mereka berhadapan.

Hari ini, alhamdulillah aku bertemu dengan tiga sosok itu. Pagi menjelang siang, mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah bapak Sjafrie Mangkuprawira, untuk yang kesekian kalinya menghadiri acara undangan silaturahim dari beliau. Malam hari sudah aku siapkan lapis blogor, dan asinan sayur berbumbu kacang.

Memasuki pelataran rumah beliau senantiasa sejuk mata memandang, sejuk hati melangkah, setiap kali silaturahim disambut dengan senyum hangat penuh kekeluargaan. Dan seperti waktu-waktu sebelumnya juga sudah tertata rapi aneka makanan kecil sebagai pembuka sambil menunggu teman yang hadir lainnya.

Seperti biasa pula beliau begitu perhatian menanyakan teman-teman yang belum hadir, dan setiap kali beliau menyampaikan pesan-pesannya untuk kami , alhamdulillah semakin menambah ilmu kami baik dalam ilmu dunia maupun ilmu agama.

Hari itu yang beliau sampaikan adalah bagaimana menghargai tamu yang datang, seperti yang disampaikan Baginda Rasul, tamu yang datang  wajib dihormati dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya, beliau juga menyampaikan bagaimana cara menerima tamu dengan baik,  mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tamu yang hadir terutama yang memberikan kontribusi dalam acara.

Ini pesan singkat namun maknanya begitu dalam, ucapan terima kasih itu terdiri dari dua kata namun bagi yang menerima sejuta makna, bahkan banyak orang menggunakan berbagai cara dan penuh perjuangan baik material maupun spiritual , melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan kata terim kasih.

Siang ini hampir sempurna, mendapatkan camilan yang nikmat, makan siang yang nikmat dan ilmu yang bermanfaat.

Setelah dari kediaman Bapak Sjafrie, aku dan suami meluncur kembali membelah kota Bogor menuju Pusat Kota, tujuan ke Taman Koleksi di area kampus IPB Baranangsiang untuk bertemu dengan teman-teman suami yang tergabung dalam IMEA, suatu wadah tempat berkumpulnya muslim saat suami bersekolah di Enchede, Belanda.

Menuju taman Koleksi yang teduh dengan pohon kapuk yang sedang berbuah lebat saja sudah menimbulkan suasana yang teduh, mamasuki cafe yang ada disana dengan nuansa alam aku bertemu dengan 2 sahabat suami. Disambut dengan sangat ramah oleh Mbak Nung dan Mas Anto, suami langsung terlibat pembicaraan hangat dengan mereka, yang namanya reuni biasanya bercerita pengalaman masa-masa yang telah dilakukan. Namun kali ini banyak aku tangkap pembicaraan yang serius mengenai niat tulus dalam memajukan negeri ini khususnya bidang pendidikan.

Setelah aku mengetahui keberadaan mereka, Mbak Nung merupakan salah satu Dekan di IPB dan Mas Anto Dosen di salah satu Universitas di UK. Subhanallah, dengan begitu banyaknya ilmu dunia dan agama yangs udah mereka pelajari dibandingkan aku tentunya, sosok mereka jauh dari semua embel-embel yang menyangkut pada diri mereka. Mungkin Sebagian dunia ini sudah mereka jelajahi, satu kalimat indah yang aku tangkap dari pembicaraan kemarin ” berbahagialah bisa menimba ilmu diberbagai universitas di negara-negara maju, namun jangan sampai menjelek-jelekkan negara kita sendiri, serap ilmu yang bagus itu untuk disampaikan di negara ini, saya sedang berusaha untuk itu paling tidak dilingkungan saya sendiri” kata lingkungan itu bukan wadah yang kecil tentunya sebagai seorang dekan di Universitas Ternama.

Terima kasih ya Rabb dapat dipertemukan dengan sosok yang dapat dijadikan contoh dalam menjadi kehidupan ke depan.

Jantung Pisang – Lezat dan kaya manfaat

Saat kecil, sering menjumpai menu jantung pisang, dari dimasak sederhana hanya direbus saja + sambal terasi, sampai yang dimasak dengan santan pedas dan ditambahkan jamur kayu (jamur grigit). Dulu saat kecil aku suka bertanya kenapa pohon pisang yang sedang berbuah sudah ditebang, apa karena hanya mau diambil jantungnya saja untuk sayur? ternyata banyak alasan para petani menebang pohon pisang diantaranya, jika terlihat cikal bakal buah yang tidak bagus, masih kecil buah pisang kulitnya sudha menghitam, katanya percuma dibesarkan nanti buahnya tidak enak. Dan diantara ratusan pohon pisnag tentu cukup banyak yang seperti ini, sehingga stock jantung pisang lumayan juga.

Sekarang semakin canggih pengetahuan tentang pemanfaatan jantung pisang ini, tekturnya yang seperti serat itu dapat dijadikan abon, aku pernah melihat tayangannya:cara membuat abon jantung pisang, dan rasanya lezat. Selain itu jantung pisnag juga dapat dijadikan kering, seperti diasinkan, yang disebut sedap malam (bukan bunga sedap malam lohh), ini biasanya untuk campuran tekwan, sup , dan cap cay.

Ternyata jantung pisang ini tidak hanya lezat juga kaya manfaat, yuukk kita simak :

Kompasiana : Melihat kondisi jantung pisang yang kian terlupakan, mari kita mengintip sejenak tentang manfaat jantung pisang. Jantung pisang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral terutama fosfor, kalsium dan zat besi maupun vitamin seperti beta karotin (pro vitamin A), Vitamin B1 dan C dan juga mengandung serat yang cukup tinggi. Kandungan yang terdapat dalam jantung pisang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh guna tercukupinya nutrisi dan aneka gizi.

Jantung pisang sangat baik dikonsumsi oleh orang yang sedang diet lemak karena rendah lemak dan memberi rasa kenyang lebih lama (oleh kandungan seratnya). Penderita diabetes juga bisa memakan jantung pisang karena indeks glikemik (GI) nya rendah. Kandungan serat dalam jantung pisang dapat memperlancar pencernaan serta mengikat lemak dan kolesterol untuk dibuang bersama kotoran. Jantung pisang juga dapat menghindarkan kita dari penyakit jantung dan stroke karena dapat memperlancar sirkulasi darah dan bersifat antikoagulan (mencegah penggumpalan darah).(http://www.detikfood.com ). Sangat baik juga dikonsumsi oleh penderita sembelit dan ambeian.

 

cerita pagi : martabat atau martabak, kasihan anak anak kita

bukan hal mudah untuk bisa bermental baja, perlu latihan khusus, gitu kata banyak orang. Bahkan proses kehidupan dari usia diri sangat berpengaruh dengan mental baja tadi. Anak-anak yang cenderung pola asuh sangat dilindungi oleh orang tua dan lingkungannya akan sulit mempunyai mental baja ini, setiap langkahnya ada yang mempermudah.

Ada beberapa cerita yang pernah aku dengar (semoga tidak salah, tidak melebihkan atau menguranginya).

seorang anak yang sama sekali tidak patut untuk di contoh: sering tidak masuk sekolah, sering tidak menyelesaikan tugas-tugas dan saat ulangan tidak dapat menjawab dengan baik, namun tetap naik kelas dengan nilai baik.  Lalu mereka tidak lulus ujian masuk sekolah yang diinginkan, entah dari mana jalannya, merangkak, berlari atau melayang, tiba-tiba saat sekolah dimulai anak tersebut sudah duduk manis disalah satu kelas.

Anak-anak yang seperti ini banyak sekali. Mereka bisa mendapatkan kemudahan karena orang tuanya. Saat menyaksikan hal ini kita geram, tapi sebenarnya kisah sedih dibalik itu semua. Saat kecil mungkin saja sang anak merasa bahagia dengans emua perlakuan khusus yang dia terima, belum ada rasa jika banyak kebohongan dalam hidupnya yang terpaksa dia telan demi menjaga martabat keluarganya, entah martabat yang seperti apa.

Namun waktu bergulir dengan cepat, sang anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, lalu mental yang tumbuh pun layaknya sebatang lidi, serapuh kerupuk. Tidak sanggup melewati masa-masa sulit sendiri karena selama ini selalu terbantu dengan adanya orang lain. Dan untuk mengubah mental seperti ini yang sudah berakar tidak semudah membalik telapak tangan. Type seperti ini pernah aku temui di lokasi kerja, setiap kali mendapat masalah bukan terpikirkan bagaimana menyelesaikan masalah itu tapi mencari orang lain untuk menyelesaikannya bahkan memakai tangan ke 3, ke 4 dan ilmu yang tidak masuk logika, katanya ke orang pintar.

Masalah yang satu memang nampaknya terselesaikan tapi muncul masalah lain yang lebih berat, pada satu titik sudah tidak dapat diuraikan lagi, klimaksnya masuk rumah sakit jiwa atau menjadi manusia yang tidak bermanfaat. Ke kantor hanya sekedar datang menunggu di pecat untuk mendapatkan penggantian. Dan yang lebih mengerikan pola ini diturunkan kepada anak-anaknya yang kelak kepada cucu cucunya.

semoga tulisan pagi ini bermanfaat untuk kita mulai perbaikan membentuk keluarga kita.

Ingin Inovatif, banyak cara….

Namanya tukang kue ada kalanya kita mati ide, bahasa halusnya bingung mau menambah kreatifitas lagi. Biasanya jika sudah seperti ini , aku bongkar kumpulan resep lama, atau majalah atau apa saja yang bisa dijadikan literatur. Biasanya ide langsung muncul, dan direalisasikan ke toko bahan kue.

Nah kalo sudah semangat seperti ini langsung di coba, berhasil atau gagal itu tidak masuk dalam hitungan, yang penting coba dulu. Toh yang namanya campuran mentega, tepung, telur hasil akhir tetep enak, mungkin di masalah penampilan saja yang kurang indah.

Dan toko buku juga menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk menambah ide. melihat hasil karya oranglain yang begitu indah2 rasanya menyenangkan sekali. Selain toko buku yang paling sering dan mudah adalah mencari literatur di internet. media ini luar biasa membantu, selain murah, kita juga bisa langsung konsultasi dengan para pakar boga, mudah sekali mendapatkan berbagai ilmu yang kita perlukan di internet.

Sekarang sudah lebih mudah ya mencari ide jika kita sedang mati ide. selamat berselancar mencari ide2 baru, dunia boga berkembang sangat pesat, jangan sampai ketinggalan dan ciptakan berbagai ide kita, semoga bermanfaat

%d blogger menyukai ini: