Category Archives: Cerita Anak

Semangat untuk semangat….

1-IMG_7473Pulang sekolah seperti biasa Aquila cerita seputar kegiatan dia di sekolah. Ibu, bantuin Qila cari sponsor ya, ibu kan sering waktu Qila di SD adakan kegiatan dan sponsornya banyak. Aku Tanya, untuk apa nak? Di sekolah qila mau ada lomba pramuka penggalang sejabodetabek, kata kakak pembinanya lomba itu mandiri jadi murid diminta bantuan untuk carikan sponsor, yang mau saja bu tidak harus sambil memberikan proposal. Setelah aku baca, wow ini kegiatan yang menarik, dan langsung berdiskusi dengan bapaknya sepulang dari kantor. Bapaknya yang sejak kecil memang aktif pramuka tentu saja sangat merespon dan kami putuskan untuk datang langsung ketemu Pembina pramuka apa kiranya yang dapat kami bantu.

1-IMG_7498Perbincangan mengenai kegiatan anak anak merupakan bagian yang selalu menyenangkan untuk aku, kenapa aku aktif di berbagai organisasi di sekolah karena aku ingin berperan dalam kegiatan sekolah, melihat semangat anak-anak, senyum ceria mereka, kelelahan mereka merupakan suatu cerita indah yang kelak menjadi warisan untuk cucu-cucu. Dan pola seperti ini semoga akan berlanjut, jujur aku katakan melihat orang tua aku dulu sekedar datang ke sekolah berbincang dengan guru merupakan kebanggaan sendiri, merasa diperhatikan tidak saja dirumah tapi juga disekolah. Sesekali diantar sampai gerbang sekolah lalu ucapan ” belajar yang baik ya nak” itu ibarat pompa semangat, berjanji dalam hati kecil akan mempersembahkan yang terbaik untuk orang tua.

Saat ini ikatan orang tua dan guru banyak hanya sekedar senyum dari kejauhan atau bahkan tanpa tegur sapa sama sekali, saat mobil berhenti pas di pintu masuk sekolah, meski ada guru berdiri seakan tidak terlihat, berlalu layaknya angin di musim kemarau.

Lanjut cerita, bertemu dengan Pembina pramuka yang menyambut kami dengan antusias dan mengalirlah cerita tentang pengalaman pramuka dari bapaknya, suasana akrab langsung terjalin, kami coba memberikan beberapa alterative yang memungkinkan kami bantu sehubungan waktu pelaksanaan yang cukup dekat.

Beberapa proposal kami bawa dan mulailah mencoba untuk menawaran kepada pihak pihak yang memang sudah sering bekerjasama berbagai acara dan kiranya menyabung untuk kegiatan ini.

Alhamdulillah pihak kebun raya dimana yang aku hubungi adalah Mbak Melani memberikan dukungan penuh, support berupa tiket masuk dengan harga ekonomis diberikan untuk hampir 400 siswa siswi peserta dan panitia acara.

Dukungan sosialisasi acara di support oleh Radio Sipatahunan, yang selama ini menjadi mitra diberbagai kegiatan. Diadakan Talkshow untuk sosialisasi acara dan aku menjadi hostnya, selalu senang menjadi host acara acara yang menarik, berbagai informasi bisa didapatkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat.

Dukungan berikutnya datang dari toko buku Gunung Agung, sebagai pengisi stand bazaar.

Selama acara berlangsung kami sempatkan mengunjungi sekolah, semua acara lomba yang diadakan sangat menarik, terutama lomba tongkat komando dengan aneka variasi gerakan.

1-IMG_7474Alhamdulillah acara berjalan baik dan lancer, senyum kelelahan namun bahagian terlihat saat anakku selesai acara. Terima kasih kepada Mbak Melani (Kebun Raya Bogor), Pak Syaeful ( Toko Buku Gunung Agung Bogor) dan Pak Iwan (Radio Sipatahunan), semoga support yang telah diberikan mendatangkan banyak manfaat. Amin.

Iklan

Cerita defidi : Persiapan anak-anak menghadapi Ujian Akhir sekolah

Pola belajar anak-anak dirumah berbeda, inilah yang harus dipahami oleh orang tua. Selama proses belajar berlangsung ini kita dapat mengamati pola yang terbentuk dalam diri setiap anak-anak. Alhamdulillah aku dikarunia satu putera dan satu putri, mereka bersekolah di SD yang sama, dengan system proses belajar yang sama dan banyak guru yang sama yang mengajar mereka. Mereka juga mengikuti kursus bahasa inggris ditempat yang sama dan bimbingan belajar ditempat yang sama. Pola asuh yang kami terapkan dirumah juga sama bahkan makanan dan minuman yang kami berikan sama namun pola yang terbentuk berbeda terutama cara belajar. Inilah yang harus disadari bahwa Allah menciptakan setiap manusia berbeda mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi sungguh tidak layak jika terkadang kita sebagai orang tua menginginkan anak harus sama satu dengan lainnya, kita begitu kecewa jika sang adik tidak sebaik sang kakak padahal sebenarnya kita belumlah menggali potensi sebenarnya dari sang adik.

Pola belajar kakak sudah mandiri, belajar sendiri dan bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti, namun adik masih pendampingan penuh, terkadang masih dengan pola ibu yang membacakan dan adik yang mendengarkan, jika materi sedikit masih bisa aku lakukan jika materi sudah misalkan menjelang UAS satu/dua buku, biasanya aku buatkan rangkuman atau maping atau menggaris bawahi hal-hal yang utama dalam buku cetaknya. Saat ini menghapal buku cetak dan rangkuman sudah sangat diperkecil persentasenya karena melihat tumpukan buku kelas 4,5,6 yang harus dipelajari membuat anak-anak sudah bingung, semua itu ya harus dihapal? Itu kalimat yang keluar dari mereka dengan memegang tumpukan buku, untuk itu lebih banyak pembahasan soal-soal saja karena sudah merupakan rangkuman pelajaran kelas 4,5,6 dan bagaimana mengerjakan soal-soal dengan cepat dan tepat, banyak sekali buku pendukung yang bisa kita dapatkan dan cukup efektif untuk anak-anak juga kita sebagai ortu yang mendampingi mereka.

Ke 2 anakku saat ini ada di kelas akhir menghadapi ujian, jadwal yang sudah sangat padat yang diberikan oleh sekolah karena sekolah menginginkan anak-anak ini lulus dengan nilai yang baik, begitu juga orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, sekolah bukanlah tempat menitipkan anak dimana anak diantar sampai gerbang sekolah lalu dijemput saat bel berbunyi dan selesai sampai disana. Namun juga tidak dapat memaksa anak untuk mengikuti semua keinginan kita. Anak-anak jika kita lihat dari umur untuk SMP dan SD masih sangatlah muda namun mereka adalah mahluk Allah yang mempunyai kehidupan sendiri, yang diperlukan adalah komitmen. Kami adalah orang tua yang punya pekerjaan yang cukup menyita waktu, namun anak-anak muda ini sudah dapat diajak untuk berkomitmen. Kami katakan bagaimana jika kita membuat suatu kesepakatan, kalian belajar lebih rajin dan kami akan mengurangi kegiatan supaya dapat mendampingi. Pendampingan dalam hal ini bukanlah sepenuhnya mengenai akademik karena jujur saya katakan saya sendiri sudah tidak mampu sepenuhnya jika diminta untuk menyelesaikan soal-soal ujian anak SD apalagi SMP.

Kami sering berbicara banyak hal, bagaimana sebaiknya sikap disekolah, belajar itu sederhana saja, cukup mendengarkan dengan baik apa yang diterangkan oleh guru, bertanya apa yang tidak dimengerti dan dipelajari kembali sesampai dirumah dan kerjakan tugas yang diberikan dengan sebaiknya. Pada saat ujian yakinlah bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah usaha kita, layak kita menghargai diri kita jadi bagusnya tidak melihat hasil pekerjaan teman . Kami tidak bangga jika kalian pulang sekolah dengan nilai ujian 10 tapi bukan pekerjaan kalian, kami lebih bangga jika kalian katakan hari ini ujian mendapat nilai 5 tapi kami akan belajar lebih baik lagi supaya besok dapat nilai 9. Nilai 10 itu nilai yang sempurna dan berat bebannya bagi anak-anak jika turun lebih baik kami katakan 9 saja dalam arti masih ada nilai 10 yang harus diperjuangkan.

Untuk anak laki-laki kami yang memang sangat suka dengan permainan sepak bola, bapaknya berbincang sederhana juga, jika diminta untuk memilih apakah kamu akan memilih menjadi pemain utama di liga yang tidak bagus atau kamu memilih menjadi pemain cadangan di Liga juara dunia. Saat diminta untuk menerangkan artinya kedua perumpamaan itu sanga anak memilih yang ke 2, artinya nak akan lebih baik kamu berada di urutan belakang sebuah tempat yang bagus daripada urutan depan ditempat yang tidak bagus, dan untuk masuk urutan belakang ditempat yang bagus tidak mudah banyak sekali yang menginginkan tempat itu dan kamu harus berjuang untuk itu.

Kami sangat menghindari konflik dengan anak-anak terutama di kelas akhir ini, beban mereka sudah cukup berat dengan target yang tinggi disekolah, cerita mereka bagaimana guru guru memberikan motivasi yang luar biasa namun tetap menjadi beban mereka. Mereka bersekolah hari senin sampai dengan jumat, masih diselingi bimbingan belajar pada hari jumat. Lalu sabtu mengikuti try out, semakin mendekati detik detik ujian semakin banyak, lalu ada lagi belajar kelompok. Belum lagi bimbingan belajar yang mereka ikuti di luar bimbingan belajar dari sekolah, bahkan ada yang masih diberikan guru privat dirumah.

Mendapati mereka tersenyum sepulang sekolah saja sudah hadiah indah untuk kami, walapun senyum itu diberikan dengan langkah gontai. Biasanya langsung aku peluk dan tanyakan dia ingin makan atau minum apa? Faktor makanan yang bergizi sangatlan penting untuk menunjang aktifitas mereka yang luar biasa ini, dapat aku rasakan jika dalam kurun 3 hari saja makanan yang aku sediakan untuk mereka tidak 4 sehat 5 sempurna , mereka merasakan kelelahan yang lebih. Dan juga mereka minta dibangunkan malam untuk sholat tahajut dilanjutkan sahur untuk puasa senin dan kamis, secara jiwa membuat mereka lebih kuat namun terkadang secara fisik membuat mereka lemah dan biasanya kami berikan supplement sebagai penunjang daya tahan tubuh mereka. Lelah berfikir berbeda dengan lelah bekerja atau berolah raga, dan sangat aku sadari hal itu karena sudah melewati masa itu. Esoknya saat mengantar mereka berangkat sekolah dengan pelukan dan doa semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk mereka, ada rasa haru melihat tas mereka yang penuh dengan buku-buku dan bekal untuk makan siang, betapa mereka sebenarnya sangat ingin mewujudkan harapan orang tuanya.

Hal hal sederhana seperti itu saja yang selama ini kami terapkan, sifat anak-anak masih sering muncul dengan mengatakan , malam ini tidak belajar ya capek sekali ingin segera tidur, besok aku tidak masuk bimbel ya karena sedang ujian disekolah, bimbelnya besok IPA sementara ujian matematika nanti tidak ada waktu belajar lagi kalo pulang bimbel sudah capek. Atau aku ingin main games sebentar saja dan nonton TV sebentar saja, boleh ya. Terkadang jika kita tidak melihat dan merasakan bagaimana mereka menghadapi semua pelajaran disekolah, situasi lingkungan bermain disekolah yang hampir tidak ada waktu bermain, kita akan mengatakan tidak untuk semua permintaan itu mengingat waktu mereka menghadapi ujian semakin dekat, tapi jika kita menyadari hal yang mendasar mereka tetaplah anak-anak dengan keinginan anak-anak dan remaja. Ada saat mereka ingin makan diluar, ingin pergi berbelanja ke swalayan walapun yang mereka beli ada diwarung dekat rumah.

Alhamdulillah , nilai nilai yang diperoleh putra dan putri kami cukup baik walaupun bukan yang terbaik saat ini dan kami tetap bahagia dengan semua yang telah diperolehnya, kehidupan kedepannya tidaklah mutlak nilai akademik menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam hidupnya, semoga apa yang telah diberikan sekolah selama proses belajar dan mengajar baik pendidikan secara akademik maupun moral/agama dapat menjadi bekal anak kami untuk melangkah lebih baik lagi kedepannya. Aamiin.

Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat

Lestari hutanku, lestari alamku, untuk warisan anak-cucu dan stop illegal logging

Sebagai anak daerah yang saat kecil dilingkupi hutan bukan hal yang aneh melihat hutan yang masih alami. Dan pengalaman mengikuti ayah survey sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala pengairan lalu dipindahkan ke Bina Marga,  dimana hampir separuh kegiatannya adalah mamasuki hutan yang satu ke hutan yang lain guna pembuatan jalan atau sekedar hobi ayah yang senang berpetualang ke hutan.

Menambah referensi  kakek sebagai pemilik hutan lindung kecil di utara lampung, dimana hutan itu semasa beliau hidup tidak boleh dijadikan ladang, alasan sederhana dari seorang laki-laki tua yang sederhana, tidak bisa lagi mendengar kokok ayam hutan, untuk tempat tidur binatang, khawatir  babi hutan yang merusak ladang-ladang petani semakin merajalela karena hariamu sudah tidak ada lagi, lalu banyaknya ular ke rumah penduduk karena elang sudah tidak ada lagi, yang apabila diurutkan alasan itu sebenarnya seorang kakek tua sudah menjaga sebuah ekosistem, menjaga rantai-rantai kehidupan untuk bisa menjalani siklus kehidupan sesuai dengan alamnya.

JIka 1000 kakek di Indonesia ini masih memepunyai prinsip seperti itu, melarang anak cucunya untuk merusak hutan yang tujuan utamanya hanya pemenuhan napsu perut saja, perut dengan diameter tidak lebih dari 30 cm dapat memusnakan seluruh hutan di Indonesia dengan illegal logging.

Dua kata itu bagaikan nuklir gaungnya, namun tidak meledak dalam waktu yang singkat,  ledakan yang sedikit demi sedikit ibarat makan bubur dari bagian tengah yang akhirnya habis satu piring.

Apa sebenarnya arti kata ILLEGAL LOGGING?

Dari wikipedia

Pembalakan liar atau penebangan liar (bahasa Inggris: illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran sungai AmazonAfrika TengahAsia TenggaraRusia dan beberapa negara-negara Balkan.

Lalu apa yang menyebabkan illegal logging terjadi, apa akibatnya dan bagaimana penanggulangannya ? Urusan priuk nasi dirumah katanya erat kaitannya dengan kalimat diatas,  rasanya kalo cuma untuk memasak seperiuk nasi cukuplah dengan beberapa buah kayu bakar saja, yang zaman dahulu diambil dari ranting-ranting yang berjatuhan di hutan. Rasanya tidak percaya kalo tangan dan kaki kecil petani mampu memotong pohon yang besar dan mengangkutnya keluar hutan dalam jumlah yang banyak. Ada tangan lain yang membantu? Pasti tangan itu sangat kekar, kokoh dan kuat ibarat film mungkin seperti superman, hulg atau spider man dengan jala-jalanya yang kuta mampu menahan gerbong-gerbong kereta api yang belum berat dan panjang.

Sebab :

Illegal logging dapat disebabkan oleh beberapa hal:

pertama, tingginya permintaan kebutuhan kayu yang berbanding terbalik dengan persediaannya. Dalam kontek demikian dapat terjadi bahwa permintaan kebutuhan kayu sah (legal logging) tidak mampu mencukupi tingginya permintaan kebutuhan kayu. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional dan besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri/konsumsi lokal.[2]Tingginya permintaan terhadap kayu di dalam dan luar negeri ini tidak sebanding dengan kemampuan penyediaan industri perkayuan (legal logging). Ketimpangan antara persediaan dan permintaan kebutuhan kayu ini mendorong praktek illegal logging di taman nasional dan hutan konservasi.

Kedua, tidak adanya kesinambungan antara Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1970 yang mengatur tentang Hak Pengusahaan Hutan dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 309/Kpts-II/1999 yang mengatur tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi. Ketidaksinambungan kedua peraturan perundang-undangan tersebut terletak pada ketentuan mengenai jangka waktu konsesi hutan, yaitu 20 tahun[3] dengan jangka waktu siklus Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), khususnya untuk hutan produksi yangditetapkan 35 tahun.[4] Hal demikian menyebabkan pemegang HPH tidak menaati ketentuan TPTI. Pemegang HPH tetap melakukan penebangan meskipun usia pohon belum mencapai batas usia yang telah ditetapkan dalam TPTI. Akibatnya, kelestarian hutan menjadi tidak terjaga akibat illegal logging.

Ketiga, lemahnya penegakan dan pengawasan hukum bagi pelaku tindak pidana illegal logging. Selama ini, praktekillegal logging dikaitkan dengan lemahnya penegakan hukum, di mana penegak hukum hanya berurusan dengan masyarakat lokal atau pemilik alat transportasi kayu. Sedangkan untuk para cukong kelas kakap yang beroperasi di dalam dan di luar daerah tebangan, masih sulit untuk dijerat dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan beberapa pihak menyatakan bahwa Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan) dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Di samping itu, disinyalir adanya pejabat pemerintah yang korup yang justru memiliki peran penting dalam melegalisasi praktek illegal logging.

Keempat, tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Hak Pegusahaan Hutan selama ini berada di bawah wewenang pemerintah pusat, tetapi di sisi lain, -sejak kebijakan otonomi daerah diberlakukan- pemerintah daerah harus mengupayakan pemenuhan kebutuhan daerahnya secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan pemerintah daerah melirik untuk mengeksplorasi berbagai potensi daerah yang memiliki nilai ekonomis yang tersedia di daerahnya, termasuk potensi ekonomis hutan. Dalam kontek inilah terjadi tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah pusat menguasai kewenangan pemberian HPH, di sisi lain pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengeksplorasi kekayaan alam daerahnya, -termasuk hutan- guna memenuhi kebutuhan daerahnya. Tumpang tindih kebijakan ini telah mendorong eksploitasi sumber daya alam kehutanan. Tekanan hidup yang dialami masyarakat daerah yang tinggal di dalam dan sekitar hutan mendorong mereka untuk menebang kayu, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan pasar melalui tangan para pemodal.

Akibat

Praktek illegal logging sudah barang tentu memiliki ekses negatif yang sangat besar. Secara kasat mata ekses negatifillegal logging dapat diketahui dari rusaknya ekosistem hutan. Rusaknya ekosistem hutan ini berdampak pada menurunnya atau bahkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyimpan air, pengendali air yang dapat mencegah banjir juga tanah longsor. Sehingga rentan terhadap bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Di samping itu,illegal logging juga menghilangkan keanekaragaman hayati, berkurangnya kualitas dan kuantitas ekosistem danbiodiversity, dan bahkan illegal logging dapat berperan dalam kepunahan satwa alam hutan Indonesia.

Dari sisi ekonomis, illegal logging telah menyebabkan hilangnya devisa negara. Menurut Walhi, hasil illegal logging di Indonesia pertahunnya mencapai 67 juta meter kubik dengan nilai kerugian sebesar Rp 4 triliun bagi negara.[5] Di samping itu, data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1998 hingga 2004, kerugian Indonesia akibat illegal logging mencapai 180 triliun.[6]

Penanggulangan

Terdapat beberapa alternatif cara untuk menganggulangi atau paling tidak meminimalisir praktek illegal logging.Pertama, telah diungkapkan sebelumnya bahwa praktek illegal logging disebabkan oleh meningkatnya permintaan kayu di pasar internasional. Dan sebagian besar kayu yang dipasarkan di dunia internasional adalah kayu hasil illegal logging. Hal ini berarti bahwa illegal logging turut melibatkan dunia internasional. Dengan demikian penanggulanganillegal logging harus dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan dunia internasional, seperti yang telah dilakukan Indonesia dengan Inggris lewat penandatanganan nota kesepahaman Forest Law Enforcement and Governance (FLEG). Hal terpenting dalam nota kesepemahaman tersebut adalah pemenuhan standar legalitas (keabsahan) kayu yang diperdagangkan. Keabsahan kayu harus dilihat, baik oleh hukum negara maupun hukum adat di mana kayu tersebut tumbuh.

Kedua, terkait dengan lemahnya penegakan dan pengawasan hukum, disinyalir karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Oleh karena itu, tindak pidana illegal logging ini harus dibentuk dalam undang-undang sendiri tentang illegal logging. Alasannya, selain karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging,juga karena tindak pidana illegal logging dapat dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Selain merugikan keuangan negara, illegal logging juga setidaknya memiliki empat tindak pidana, yaitu: perusakan lingkungan, korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran kepabeanan. Sehingga penanganannya pun harus luar biasa, termasuk memasukkan illegal logging dalam undang-undang khusus di luar UU Kehutanan.

Ketiga, terkait dengan tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menyangkut kehutanan. Dalam era otonomi daerah sekarang ini, managemen hubungan pusat daerah harus dikelola dengan baik, sehingga terjadi sinkronisasi fungsi antara pusat dan daerah. Harus dipahami bahwa dalam konsep otonomi, daerah memiliki wewenang dominan di daerahnya dibanding pusat, maka harus ditegaskan bahwa kebijakan yang menyangkut daerah, termasuk kebijakan dalam rangka kekayaan daerah (termasuk di dalamnya hutan), harus berada di tangan daerah dalam batas-batas tertentu kewenangan. Di samping itu, harus dibentuk suatu mekanisme pengawasan pelaksanaan kebijakan daerah, sehingga daerah tidak absolut dalam menentukan kebijakannya, sehingga prinsip check and balance terjadi antara pusat dan daerah. Misalnya, kewenangan pemberian HPH berada pada pemerintah daerah, tetapi setiap pemberian HPH oleh pemerintah daerah kepada pemilik modal harus dilaporkan kepada pusat, sehingga pusat dapat mengawasi pelaksanaan HPH tersebut.

Keempat, penanggulangan illegal logging dengan pendekatan ekonomi, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sinergi dengan ketiga institusi tersebut untuk menanggulangi illegal logging dilakukan dengan pelacakan terhadap uang hasil illegal logging. Dari sisi legal, BI telah mensyaratkan prinsip Know Your Customer, yang mengharuskan perbankan mengenali nasabahnya. Jika ada transaksi di atas Rp. 100 juta sehari, nasabah harus menjelaskan asal-usul uang. Juga ada Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, yang memungkinkan menjerat illegal logging sebagai tindak pidana. Dengan demikian, pendekatan anti-money laundering regime untuk menekan laju illegal logging dapat diterapkan. Kemudian, PPATK bisa memulai membuat peraturan yang mewajibkan lembaga penyedia jasa keuangan (bank, pasar modal, asuransi, dan money changer) membuat laporan rutin tentang transaksi-transaksi yang dicurigai. Langkah ini harus diikuti dengan penerbitan pedoman bagaimana perbankan bisa mengenali transaksi hasil illegal logging. Pada tahap awal, langkah ini akan terbantu bila PPATK membuat semacam risk profile: high risk country, location, and customer.[7] High risk countrymenunjukkan negara-negara yang berpotensi tinggi melakukan tindak pidana pencucian uang. Dengan demikian, terhadap negara-negara tersebut diterapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan transaksi. High risk locationmenunjukkan daerah-daerah di Indonesia yang kerap kali menjadi daerah keluar masuk kayu ilegal. High risk customermenunjukkan identitas-identitas nasabah yang acapkali bertindak sebagai penyokong tindak pidana illegal logging.

Catatan:

[1] Penebangan Liar, (http://id.wikipedia.org/wiki/Penebangan_liar), Diakses 12 Desember 2008.

[2] “Illegal logging,” Penyebab dan Dampaknya, (http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/ 16/opini/563606.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[3] Pasal 10 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1971 tentang Hak Pengusahaan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan.

[4] Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 309/Kpts-II/1999 tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi.

[5] Negara Rugi Rp 4 Triliun Pertahun Akibat Illegal Logging, (http://www.eramuslim.com/berita/ nasional/negara-rugi-rp-4-triliun-pertahun-akibat-illegal-logging.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[6] Menhut: Rp180 Triliun Negara Rugi Akibat ‘Illegal Logging’, (http://www.kapanlagi.com/ h/0000063985.html), Diakses 12 Desember 2008.

[7] Illegal Logging dan Pencucian Uang, (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/ 2007/12/04/brk,20071204-112877,id.html), Diakses 12 Desember 2008.

Desember 2008

Posted 7th December 2011 by Dessy Eko Prayitno

Read the rest of this entry

cerita pagi : martabat atau martabak, kasihan anak anak kita

bukan hal mudah untuk bisa bermental baja, perlu latihan khusus, gitu kata banyak orang. Bahkan proses kehidupan dari usia diri sangat berpengaruh dengan mental baja tadi. Anak-anak yang cenderung pola asuh sangat dilindungi oleh orang tua dan lingkungannya akan sulit mempunyai mental baja ini, setiap langkahnya ada yang mempermudah.

Ada beberapa cerita yang pernah aku dengar (semoga tidak salah, tidak melebihkan atau menguranginya).

seorang anak yang sama sekali tidak patut untuk di contoh: sering tidak masuk sekolah, sering tidak menyelesaikan tugas-tugas dan saat ulangan tidak dapat menjawab dengan baik, namun tetap naik kelas dengan nilai baik.  Lalu mereka tidak lulus ujian masuk sekolah yang diinginkan, entah dari mana jalannya, merangkak, berlari atau melayang, tiba-tiba saat sekolah dimulai anak tersebut sudah duduk manis disalah satu kelas.

Anak-anak yang seperti ini banyak sekali. Mereka bisa mendapatkan kemudahan karena orang tuanya. Saat menyaksikan hal ini kita geram, tapi sebenarnya kisah sedih dibalik itu semua. Saat kecil mungkin saja sang anak merasa bahagia dengans emua perlakuan khusus yang dia terima, belum ada rasa jika banyak kebohongan dalam hidupnya yang terpaksa dia telan demi menjaga martabat keluarganya, entah martabat yang seperti apa.

Namun waktu bergulir dengan cepat, sang anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, lalu mental yang tumbuh pun layaknya sebatang lidi, serapuh kerupuk. Tidak sanggup melewati masa-masa sulit sendiri karena selama ini selalu terbantu dengan adanya orang lain. Dan untuk mengubah mental seperti ini yang sudah berakar tidak semudah membalik telapak tangan. Type seperti ini pernah aku temui di lokasi kerja, setiap kali mendapat masalah bukan terpikirkan bagaimana menyelesaikan masalah itu tapi mencari orang lain untuk menyelesaikannya bahkan memakai tangan ke 3, ke 4 dan ilmu yang tidak masuk logika, katanya ke orang pintar.

Masalah yang satu memang nampaknya terselesaikan tapi muncul masalah lain yang lebih berat, pada satu titik sudah tidak dapat diuraikan lagi, klimaksnya masuk rumah sakit jiwa atau menjadi manusia yang tidak bermanfaat. Ke kantor hanya sekedar datang menunggu di pecat untuk mendapatkan penggantian. Dan yang lebih mengerikan pola ini diturunkan kepada anak-anaknya yang kelak kepada cucu cucunya.

semoga tulisan pagi ini bermanfaat untuk kita mulai perbaikan membentuk keluarga kita.

Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok setelah makan dan pakaian, namun jika kita lihat disekeliling kita, masuk ke daerah yang kumuh atau bisa dikatakan daerah miskin, anak yang dapat menikmati pendidikan tinggi bisa dihitung dengan jari dari jumlah sekian ratus anak. jangan kan untuk kuliah, SMA, bahkan SMP saja banyak yang tidak dapat menikmatinya. Perkawinan usia dini dijadikan alasan untuk tidak meneruskan sekolah, anak-anak laki2 dipaksa bekerja apa saja untuk membantu orang tuanya dan anak-anak wanita dinikahkan secepat mungkin untuk meringankan orang tuanya.

Lalu bagaimana mereka dapat mengasuh generasi selanjutnya jika pola salah ini terus berlangsung, tekanan ekonomi merupakan salah satu penyebabnya. Sekolah gratis yang disediakan pada prakteknya tidaklah gratis sekali, masih tidak mampu untuk dijangkau. Hanya biaya sekolah yang gratis, lalu buku, baju seragam, aneka sumbangan untuk berbagai kegiatan itu merupakan kewajiban yang harus disediakan oleh orang tua.

Banyak perusahaan baik pemerintah, BUMN, swasta sering mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk menunjang pendidikan anak bangsa, salah satunya kegiatan yang menarik ini dilakukan oleh GE (Aviation)  dan Garuda Indonesia, kegiatan mulia ini hendaknya dilakukan berkala dengan tempat berbeda dan semoga dapat diikuti oleh perusahan perusahan besar lainnya di Indonesia. Sukses untuk GE (Aviation) dan Garuda Indonesia.

 

BERITA PERS

Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Pendidikan Anak Usia Dini

 

Dalam rangka pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Garuda dan GE Volunteer khususnya peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pada hari ini, Rabu (09/05) Garuda Indonesia bersama dengan GE Aviation melaksanakan kegiatan “Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembangunan Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini”.

Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan bersepeda bersama antara Pemda NTB, GE dan Garuda Indonesia, untuk mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat.

Program CSR tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas salah satu sekolah anak usia dini di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peresmian pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi, Vice President Sales GE Aviation Asia Pacific, Tom Wygle, serta Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar.

 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengharapkan kiranya melalui program CSR yang bekerjasama dengan GE Aviation ini dapat membantu kemajuan pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini di Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Kiranya rehabilitasi sekolah ini dapat memfasilitasi anak-anak usia dini untuk tetap mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tambah Emirsyah Satar.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Vice President Sales GE Aviation Asia Pacific, Tom Wygle mengatakan kegiatan ini merupakan cerminan dari komitmen GE Aviation untuk menjadi mitra jangka panjang Indonesia. “Kami berharap dapat memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat Indonesia, tidak hanya melalui promosi kegiatan bersepeda saja tetapi juga dapat melalui dengan kepedulian terhadap lingkungan setempat dengan memperbaiki dan membangunan fasilitas pendidikan yang baik” ungkap Tom Wygle.

Tom Wygle menambahkan, “Kesehatan, lingkungan, dan pendidikan adalah tiga pilar yang menjadi panduan kegiatan kemasyarakatan yang di lakukan GE Aviation dalam mendukung rakyat Indonesia. Kami berusaha untuk memberikan kembali kepada masyarakat Indonesia dengan cara yang berarti, dengan menggunakan sumber daya dan teknologi kami serta dukungan penuh yang diberikan para karyawan dan relawan GE. Hal tersebut dapat kita saksikan langsung hari ini.”

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi menghargai upaya Garuda Indonesia dan GE Indonesia untuk membantu memperbaiki dan membangun fasilitas salah satu sekolah anak usia dini, khususnya di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. “Kiranya kepedulian yang ditunjukan oleh Garuda Indonesia dan GE Indonesia ini dapat diikuti oleh institusi lainnya.”, tambah Zainul Majdi.

 

Sementara itu, berkaitan dengan bantuan pendidikan, Garuda Indonesia, tanggal 2 Mei lalu juga telah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Melalui kerjasama tersebut, Garuda Indonesia akan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan “Program Menjangkau Yang Tidak Terjangkau” dengan pemberian bantuan pendidikan khususnya di wilayah Timur Indonesia berupa rehabilitasi sekolah, peningkatan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan yang terstandar, pemberian bantuan peralatan sekolah serta pemberian buku.

 

Selain penandatangan nota kesepahaman tersebut, pada kesempatan yang sama, Garuda Indonesia juga memberikan satu juta buku tulis berbahan kertas daur ulang untuk anak-anak sekolah di Indonesia yang akan disalurkan ke beberapa wilayah terpencil di Indonesia terutama di wilayah Indonesia Timur.

 

Mengenai GE Aviation

GE Aviation, sebuah unit operasi GE (NYSE:GE), merupakan penyedia terkemuka mesin jet, komponen dan sistem terpadu untuk penerbangan komersial, militer, dan bisnis. GE Aviation memiliki jaringan layanan global untuk mendukung berbagai sektor penerbangan tersebut. Untuk informasi selengkapnya dapat langsung mengakses www.ge.com/aviation. dan follow twitter GE Aviation di alamat http://twitter.com/GEAviation serta youtube di http://www.youtube.com/user/GEAviation.

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

Haris Izmee, Senior Sales Director

GE Aviation Indonesia

Telp      : 021-5730404

Email    : haris.izmee@ge.com

 

Pujobroto, Vice President Corporate Communications

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Telp      : 021-25601010

Email    : pujobroto@garuda-indonesia.com

 

 

 

FONTERRA DAN CHILDFUND MENGUKUHKAN KOMITMEN UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI INDONESIA

SIARAN PERS

FONTERRA DAN CHILDFUND MENGUKUHKAN KOMITMEN UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI INDONESIA

Program kerjasama pengembangan komunitas yang menjembatani kesenjangan pendidikan anak usia dini di tujuh desa di Indonesia

 

Jakarta, 3 Mei 2012 – Fonterra Brands Indonesia dan ChildFund Indonesia hari ini mengumumkan komitmen berkelanjutannya untuk meningkatkan pendidikan anak usia dini serta perkembangannya di Indonesia, dalam sebuah acara yang diadakan di Restoran Omah Sendok, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Pengukuhan komitmen itu diwujudkan melalui program ENHANCE (Ensuring Nutrition, Health, and Children’s Education), sebagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan oleh Fonterra Brands Indonesia bersama ChildFund Indonesia. Acara ini menggarisbawahi kontribusi yang selama ini telah diberikan melalui program yang sudah berjalan sejak Agustus 2011.


pada pos-pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah yang kurang beruntung, ENHANCE telah membantu 413 anak di tujuh desa yang terdapat di dua provinsi, dimanainisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan dari Fonterra dalam mengembangkan komunitas di Indonesia. ENHANCE sudah berjalan di provinsi DKI Jakarta (Jakarta Barat) dan Jawa Tengah (Semarang/Ungaran; Banyumas; Boyolali and Wonogiri). Acara pengukuhan programENHANCE diramu dalam sebuah diskusi panel bertema “Pendidikan Anak Usia Dini: Pentingnya Inspirasi dan Penguatan Komunitas”, yang menghadirkan Kasubdit Program dan Evaluasi Pembinaan PAUD, Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemdikbud, Dr. Sukiman, M. Pd.; Presiden Direktur PT. Fonterra Brands Indonesia, Yon Handoyodan National Director ChildFund Indonesia, Guru Naik.


Read the rest of this entry

Bady, Badak kecil yang perkasa dan perjalanannya kembali ke tanah air.

http://forumbadak.files.wordpress.com/2008/04/koen-tidur.jpg

‘Cerita fiksi ini merupakan cerita berantai #3penguasa yang diadakan oleh Komunitas Blogger Bogor. Di Group 18 ini aku menjadi pembuka cerita  yang nantinya akan diteruskan oleh anggota lain, yaitu @airyz dan @elafiq , cerita ini diilhami oleh kedatangan anak badak dari salah satu kebun binatang di Amerika dimana orang tuanya berasal dari Indonesia. Perjalanan panjang anak badak itu untuk sampai di tanah air sangat luar biasa. Silahkan dinikmati.

Bady, Badak kecil yang perkasa dan  perjalanannya kembali ke tanah air.

Uah uah ah rasanya mengantuk sekali hari ini, aku lihat Ibu dan Ayah sedang sarapan, perlahan aku bangun dan mendekati mereka.

Pagi Bu, pagi Ayah apakah besok aku jadi berangkat melihat ke suatu tempat yang selalu di ceritakan sebagai tanah kelahiran.

Iya bady, ayah dan ibu berharap kamu menyukai tempat itu, ibu yakin kamu akan senang di sana, namun kamu harus ingat pesan ibu, kamu harus mandiri dan jadilah laki-laki perkasa seperti ayahmu. Bu, perkasa itu apa ya? Ujarku sambil mengambil makanan. Perkasa itu artinya, kamu tidak mudah mengeluh, tidak mudah putus asa dan selalu punya semangat untuk melakukan hal-hal yang baik. Benar”, ujar ayah melanjutkan, dahulu Ibu dan ayah pun harus meninggalkan orang tua , saudara dan teman-teman di tanah air untuk pergi ke sini, mula-mula memang terasa sedih tapi ayah ingat pesan orang tua ayah dan ibu, bahwa di manapun kita berada apabila kita mandiri, tidak cepat putus asa dan selalu berbuat hal-hal yang baik maka kita akan selalu merasa senang dan kemanapun kita berada yakinlah bahwa ada Sang Pencipta yang akan selalu melindungi kita.

Oh ya semua perlengkapan perjalananmu sudah Ibu dan ayah siapkan, coba kamu periksa kembali mungkin masih ada yang kurang.

Baik bu, nanti aku periksa kembali.Ah rasanya sudah tidak sabar untuk berangkat, seperti apa ya tanah kelahiran ayah dan ibu? Apakah ada kolam renangnya, karena aku suka berendam dan berenang, apakah makanan disana sama seperti makanan buatan ibu, seperti apa ya rasanya naik pesawat terbang, naik kapal laut, pasti menyenangkan.

Ibu dan ayah terus menerus bercerita tentang tanah kelahirannnya, tapi dari cerita ayah dan ibu tempat itu rasanya agak berbeda dengan tempat aku sekarang, kata ayah tempatnya lebih luas dan tidak seramai disini namun aku akan selalu dijaga oleh banyak orang karena aku akan jadi kesayangan disana, kata ibu , kami sudah langka, aku sendiri tidak pernah mengerti apa itu langka, kata ibu langka itu jumlahlah sedikit, ah memang kami selalu bertiga saja, jadi jika temanku disana nanti tidak banyak bagiku tidak masalah karena aku terbiasa tidak banyak teman, yang penting bagi aku tempat itu luas jadi aku puas berlari dan berjalan-jalan dan yang terpenting ada kolah renangnya jadi aku bisa selalu berenang dan berendam.

Bady sebaiknya kamu tidur dulu supaya besok pagi bangun badanmu segar dan siap berangkat.  Baik bu, setelah bersih-bersih aku naik tempat tidur, tapi aku tidak bisa tidur, aku membayangkan alangkah gagahnya aku di pesawat terbang nanti, aku akan melihat awan yang putih dan aku berada di tempat yang tingggi sekali seperti burung flamingo , ya seperti burung flamingo, aku sering mendengar cerita mereka betapa senangnya sewaktu mereka ada diudara terbang tinggi dan meliuk-liuk, rasanya sudah tidak sabar untuk pergi besok.

Bady, bangun, hari sudah pagi kamu harus segera bersiap-siap sebentar lagi kamu berangkat” kudengar suara ibu. Cepat-cepat aku bangun, aku tidak mau tertinggal, aku sudah merencanakan perjalanan ini lama sekali. Setelah mandi aku siap-siap sarapan, kulihat ayah dan ibu sudah siap di meja makan. Ibu dan ayah  mengingatkan kembali, jika aku harus menjadi anak laki-laki yang perkasa, dan aku berjanji dalam hati aku akan menjadi anak yang perkasa.

Rombongan penjemput sudah tiba, wow alangkah banyaknya barang yang harus dibawa, dan aku naik mobil yang besaaaaaaaaaaaaaaaaaar sekali, wow banyak sekali makanan kesukaanku, apakah begitu jauhnya tempat itu sehingga persiapan makanannya banyak sekali, benar kata ayah dan ibu, mereka sangat sayang kepadaku jadi aku tidak perlu sedih dan khawatir jauh dari ibu dan ayah karena semua yang aku perlukan sudah disiapkan.

Setelah berpamitan dengan ayah dan ibu, rombongan kami berangkat. Wah rasanya aneh naik mobil besar ini, aku mendengar suara gemuruh tapi tidak terlalu keras, lalu wow badanku agak miring ke kiri mungkin mobil ini berbelok ya, dan terdengar suara cukup kencang tottttt, tottttttttt,totttttttt, o o o suara apa ya, aku bertenya dengan om pendamping, rupanya itu bunyi klakson mobil, biasanya tidak sebesar dan selama itu om”tanya aku kembal. Iya Bady, ini kan mobil khusus , mobil yang sangat panjang dan besar jika bunyi klaksonnya kecil nanti mobil yang didepannya tidak mendengar. Oh iya, ya, baru saja aku mau berdiri , mobil miring ke arah kanan, wowwwwwwwwwwww tubuhku yang besar ikut miring ke kanan juga, ha ha ha  mobil ini lucu ya om, kalo mau berbelok semua jadi ikut miring” ujarku ke om pendamping. Cukup lama juga kami berjalan dari rumahku ke tempat yang namanya Bandara. Memasuki bandara terdengar banyak suara-suara si atas, oh itu dia yang namanya pesawat ya pesawat ya, duh dia terbang rendah sekali, apakah tidak menambark kita om? Tanyaku lagi baru rombongan kami sampai di bandara.

Oo, oo, wow , wow, wow pesawatnya banyak, 1, 2,3,4,5,6,7,8,9,10 aku menghitung pesawat itu, sepertinya lebih dari sepuluh ada yang kecil tapi lebih banyak yang besar-besar dan bagus-bagus, yang mana ya pesawat yang akan aku naiki nanti?  rasanya sudah tidak sabar untuk naik pesawat itu.

Wah banyak sekali yang akan berpergian, apakah mereka satu tujuan sama aku ya? Ada anak-anak , orang yang sudah tua  dan ada bayi juga, wah ternyata bukan aku saja ya yang masih anak-anak akan berpergian jauh, ternyata berpergian jauh itu bukan hal yang aneh seperti yang aku rasakan selama ini, rupanya sudah banyak anak-anak sebelum aku yang juga berpergian jauh.

Nah, tampak dari kejauhan ada mobil aneh, mobil itu kecil tapi gandengannnya banyak sekali, isi mobil itu rata-rata tas yang besar-besar, wah itu kan tas dan makanan aku, rupanya   ada di mobil itu juga dan mobil itu bergerak menuju belakang pesawat, o o rupanya itu mobil pengangkut barang, mobil yang hebat!!.berarti itu pesawat yang aku akan naiki.

Tidak berapa lama rombongan kami sudah naik pesawat, terdengar mesin pesawat sudah dihidupkan dan di dalam pesawat dingin ya? O rupanya dipesawat banyak sekali tempat duduk , ada bapak-bapak dan ibu-ibu yang memakai baju yang sama, mungkin ini yang dikatakan ibu pramugari dan pramugara, artinya orang yang akan melayani semua penumpang dipesawat.

Tidak berapa lama, aku mendengar pengumuman bahwa pesawat akan segera berangkat, wah mau apa ya? ibu yang cantik dan berseragam itu mendekati aku dan memasang sesuatu dipinggang aku, seperti memakaikan ikat pinggang besar ke badanku, katanya supaya aku nyaman, ah rasanya jadi geli badanku di ikat seperti ini.

Tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh yang cukup keras, pasti suara mesin pesawat atau bunyi baling-baling pesawat ya, tidak lama kemudian aku merasa badanku seperti terdorong ke belakang, wow wow wow agak sesak ya napas dan agak aneh rasanya sepertinya perutku tertekan , ha ha ha aku jadi geli merasakannnya, namun perasaaan itu tidak lama, posisi tubuh sudah seperti semula seperti sebelum pesawat berangkat.

Belum lagi rasa terkejutku hilang dengan keadaan ini, ibu cantik tadi kembali mendatangi aku dan aku ditawarkan berbagai jenis minuman, wah asik ada juice jeruk!! Aku suka juice jeruk dan ada permen!! aku suka permen rasa stroberi, aku mengambil banyak permen, aku mulai menghitung, 1,2,3,4,5 wah ada 5 permen didalam tanganku, jika aku makan sekarang 2 buah, berarti masih ada sisa tiga permen untuk nanti.

Kira-kira 1 jam perjalanan ibu tadi datang kembali menawarkan  makanan, wah benar-benar mengasikkan di pesawat ini, rasanya aku belum lapar, tapi aku ingat pesan ibu, jika aku harus mengikuti semua peraturan selama perjalanan supaya aku tetap sehat sampai tujuan. Dengan lahap aku habiskan makanan yang diberikan,setelah itu makan buah apel dan pisang wah manis sekali rasanya.

Saat ini aku sudah tinggi sekali, sebab setiap kali aku menoleh hanya awan yang terlihat dan aku mulai mengantuk, uah uah aku menguap berkali-kali, he he he aku mau tidur dulu mengantuk sekali, semalam aku kurang tidur.

Berapa lama ya aku tertidur, aku menoleh ke kanan, masih tidur semua, aku menoleh ke jendela masih awan semua, berarti ini perjalanan masih lama ya? Uah aku meluruskan badan, dan kembali menguap uah, uah dan aku tertidur kembali.

Rasanya ada yg mengguncang badan aku, oh om pendamping yang membangunkan, katanya sebentar lagi pesawat akan mendarat, aku diminta bersiap-siap. Tidak berapa lagi badan pesawat terasa menukik ke bawah dan perasaan tidak enak mendera kembali, he he he aku kegelian lagi, aku melihat ke jendela, pemandangan yang unik, banyak kotak-kotak kecil-kecil, mungkin itu rumah-rumah atau gedung ya, ada seperti kolam – kolam tapi ada yg lurus, ada yg berkelok-kelok dan yg bundar mungkin itu yg disebut danau dan aliran sungai.

Pesawat sudah mendarat dan kecepatan pesawat mulai berkurang sampai akhirnya terhenti. Penumpang turun satu persatu dengan tertib dan sekarang giliran aku yang turun.

Aku turun perlahan bersama-sama om pendamping memasuki ruangan, berjalan cukup jauh akhirnya kami sampai di suatu ruangan yang besar yang banyak sekali pintunya, saat aku melihat ke arah luar, wah banyak sekali orang di luar, kata om pendamping itu adalah orang-orang yang menjemput termasuk menjemput kami. Benar saja tidak lama kami keluar menuju kerumunan , sdh ada 3 orang yg mendekati kami, membawakan barang-barang, sepertinya yang terbanyak adalah barang kami terlihat dari banyaknya orang yang sedang menunggu untuk mengambil barang kami.

Wah asik ya, kok koper-koper itu seperti berjalan diatas putaran, ada yg langsung mengambil barangnya ada juga yg masih mencari-cari, pemandangan yg baru kali ini aku lihat, ternyata banyak sekali peristiwa yang belum pernah aku lihat dan alami sepanjang perjalanan tadi, benar kata ibu, aku akan menemukan banyak-hal-hal yang baru.

Aku ingin rasanya duduk di ban berjalan itu, pasti asik berputar-putar. Aku tanya om pendamping apakah aku boleh naik disana, om pendamping tertawa katanya ” tidak boleh bady, karena itu adalah tempat pengambilan barang, orang lain akan terganggu jika bady duduk disana , mereka mengambil barang kan mesti melihat nama dan alamat yg biasanya tertera di tas-tas besar itu.

Nanti kita cari tempat bermain untuk bady ya” kata om pendamping. Aku bilang ke om pendamping kalo aku sudah sangat ingin berendam, memang aku tidak kepanasan karena ruang ini dingin tapi aku kan suka bermain air.

Bady duduk terhenyak  dan mulai membayangkan hal hal menakjubkan lainnya yang akan dia alami hingga sampai ditempat konservasinya…

Bersambung…

Cerita anak : Bumas

Bumas adalah anak  yang gemuk, karena dia gemuk jadi terlihat bundar makanya teman-teman memangilnya bumas, bulat dan suka lemas. Bumas tidak terlalu suka bermain karena dia cepat sekali lelah dan sukanya nonton TV hampir satu hari penuh. Teman-teman semakin lama semakin menjauh dari bumas karena mereka bosan jika main kerumah bumas selalu berada didepan TV. Mula-mula hal itu tidak menjadi masalah bagi bumas tapi lama-lama bumas jadi sedih karena badannya semakin bundar dan semakin sering lemas.

Bumas, ayo nak makan siang dulu, matikan TV itu “ ujar ibu . Ah,  nanti saja bu, aku masih kenyang “ jawab bumas . Sayang, sudah ibu katakan, jajanan yang ibu belikan tidak hanya untuk kamu seorang dan tidak untuk dihabiskan sekaligus, makanan itu juga untuk bapak, nenek, kakek  juga teman-temanmu jika mereka bermain disini. Akibatnya jika kamu terlalu banyak makan jajanan, pada saat kamu makan siang jadi tidak lapar. Tapi  tetap harus makan, jajanan itu tidak cukup gizinya untuk kebutuhan badan kamu” ujar ibu menghampiri bumas.

Dengan enggan bumas menghampiri ibunya, aku makan didepan Tv saja ya bu, aku masih menonton TV” ujar bumas. Tidak sayang, makan sebaiknya dimeja makan, lagipula ibu tidak ada temannya” ujar ibu sambil mengambilkan nasi untuk bumas. 

Melihat ada ayam goreng kesukaannya, bumas langsung mengambil dua, rupanya dia benar-benar sudah terlanjur kenyang, yang dimakan hanya ayam saja dan sedikit nasi sehingga masih banyak sisa nasi , sayur dan buah yang disediakan ibu tidak disentuh sama sekali, dan hal ini selalu berulang, walaupun ibu tidak pernah berhenti menasehati bumas untuk makan sayur , buah dan bermain bersama teman-teman di pagi hari saat matahari bersinar cerah .

Hingga suatu hari bumas merasa badannya tidak enak dan tenggorokannya sakit juga matanya perih, dalam tidurnya bumas bermimpi :

Aduh keadaanku semakin lama semakin tidak baik hidung” ujar mata mengeluh kepada hidung.  Kenapa mata” ujar hidung. Bumas hampir sehari penuh berada di depan telivisi,  bangun tidur dia sudah di nonton Tv, begitu pulang sekolah dia juga menonton TV, bangun tidur siang hingga sore dia nonton TV, kemudian malam dia membaca buku cerita ditempat yg tidak begitu terang, jadi aku kan bekerja keras setiap hari, menahan cahaya TV yang beraneka warna dan bumas menonton dari jarak yang cukup dekat.

Juga aku bekerja keras untuk  melihat huruf-huruf di buku dengan penerangan yg tidak cukup, setelah seharian aku bekerja keras, makanan untuk aku kurang ? keluh mata. Maksud kamu bagaimana mata, aku jadi tidak mengerti “ ujar hidung.  Iya, bumas tidak suka makan sayur padahal aku sangat membutuhkan vitamin A yg ada dalam sayuran terutama wortel, jika hal ini berlanjut aku tidak sanggup lagi dan bumas akan kehilangan matanya yg normal, untuk melihat dia memerlukan alat bantu yaitu kaca mata, dan jika terus menerus seperti ini dalam jangka waktu yang lama, aku bahkan tidak bisa berfungsi lagi atau tidak akan dapat menerima cahaya lagi sehingga bumas akan kehilangan fungsi matanya, dia bisa menjadi buta. Bumas mendengar percakapan itu dan dia jadi takut sekali, belum hilang rasa takutnya, dia mendengar obrolan yang lain.

Read the rest of this entry

Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak

Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak

Dibutuhkan komitmen bersama lintas sektor untuk mewujudkan keamanan pangan dan pola konsumsi sehat bagi anak-anak Indonesia

Jakarta, 5 Oktober 2011 – Kompleksitas pemberian gizi pada anak dan kepastian keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak senantiasa menjadi sorotan berbagai pihak mulai dari orang tua, guru, pakar kesehatan anak serta institusi pemerintah terkait. Guna mewujudkan komitmen bersama lintas sektor dalam menjaga keamanan pangan dan menciptakan pola konsumsi sehat bagi anak-anak Indonesia, Fonterra Brands Indonesia hari ini mengadakan diskusi ilmiah bertema ‘Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak’.

Diskusi ilmiah menghadirkan Dr. Ir. Roy Sparingga, M.App,Sc, Deputy III, BPOM, Prof Dr. Ir. Hardinsyah, MS, IPB, Drs. Suratmono MP, Direktur Inspeksi & Sertifikasi Pangan BPOM, dokter spesialis anak DR. Dr. Hartono Gunardi Sp A(K) dan moderator DR. Dr. Luciana B. Sutanto, MS, SPGK.

Adapun latar belakang diadakannya diskusi ilmiah ini adalah memberikan wadah bagi berbagai pihak yang memiliki pengaruh besar bagi terwujudnya kesehatan menyeluruh anak Indonesia, untuk bersama bertukar pikiran dan menghasilkan suatu rekomendasi yang akan diajukan kepada pemerintah terkait regulasi pangan anak. Regulasi pemerintah dinilai penting agar seluruh lini bergerak ke arah acuan yang sama, dengan demikian berbagai konflik kepentingan dapat pula dihindari semaksimal mungkin.

Roy Sparingga menjelaskan bahwa strategi manajemen risiko yang tepat harus diterapkan dalam rangka mewujudkan dan menjaga keamanan, mutu, dan gizi pangan yang dikonsumsi oleh anak-anak pada khususnya maupun kita semua pada umumnya. Peran serta orang-orang terdekat, seperti ibu dan anggota keluarga lainnya, masyarakat sekolah, produsen pangan, elemen masyarakat lainnya, hingga Pemerintah harus diperkuat untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi anak, terutama Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Pada tanggal 31 Januari 2011 Bapak Wakil Presiden RI telah mencanangkan ‘Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi’. Gerakan nasional ini merupakan upaya untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu dan bergizi melalui pemberdayaan komunitas sekolah.

Sebagai institusi yang berfungsi menegakkan regulasi, pengaturan dan standardisasi, dalam hal ini terhadap pangan untuk anak-anak, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan berbagai kegiatan, utamanya sosialisasi keamanan pangan jajanan anak sekolah. Hingga kini, sosialisasi dan pengawasan terhadap jajanan sekolah telah dilakukan oleh BPOM secara berkala hingga ke seluruh wilayah Indonesia. “Empat masalah utama keamanan pangan jajanan anak sekolah hingga saat ini adalah cemaran mikroba karena kondisi higiene dan sanitasi buruk, kedua cemaran kimia karena kondisi lingkungan yang tercemar limbah industri, ketiga penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil, keempat penggunaan BTP melebihi batas maksimal yang diijinkan.” demikian papar Suratmono.

Mencermati status gizi anak Indonesia, hal ini menghadirkan dilema tersendiri akan dua potret kesehatan anak: malnutrisi dan di saat yang bersamaan kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas. Dengan pola konsumsi anak yang terbentuk dari gaya hidup masa kini, mengharuskan masyarakat agar sanggup memahami dan mencermati asupan gizi pada anak mereka. Peran berbagai pihak mulai dari pakar kesehatan anak, institusi pemerintah, produsen pangan anak, dan masyarakat itu sendiri sangat dibutuhkan agar komitmen untuk menyediakan asupan yang sehat dan tepat bagi anak Indonesia dapat semakin kuat dan terlaksana baik.

Data Riskesdas (2010) status gizi dan konsumsi gizi anak Indonesia masih bermasalah. Sekitar sepertiga anak masih mengalami status gizi pendek (termasuk sangat pendek) dan seperenam anak balita masih mengalami gizi kurang (termasuk gizi buruk). Sepertiga anak balita tidak menenuhi kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan, dan seperlima balita tidak memenuhi kebutuhan protein minimal. Rata-rata pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral anak 10-12 tahun pada umummnya dibawah 65%. Namun sebagian anak mengkonsumsi telah melebihi kebutuhannya.

Hardinsyah menjelaskan, meski telah banyak upaya perbaikan gizi dilakukan, khususnya perbaikan gizi kurang pada anak, tetapi masalah gizi anak di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan menunjukkan kesenjangan yang tinggi antar daerah dan golongan ekonomi keluarga. Isu masalah gizi saat ini adalah paradoks gizi (nutrition paradoks), dimana dalam suatu keluarga terdapat anak mengalami masalah kekurangan gizi dan orang dewasa yang mengalami masalah kelebihan gizi (kegemukan), atau sebaliknya. Selain itu sementara sekelompok masyarakat menderita kekurangan gizi sekelompok masyarakat lainnya mengalami kelebihan gizi (kegemukan) yang berisko pada berbagai penyakit kronik degeneratif seperti diabetes, jantung koroner dll.

Rendahnya konsumsi atau asupan vitamin dan mineral pertanda bahwa konsumsi pangan hewani (daging, ikan, susu dan telur), buah dan sayur anak Indonesia belum memadai. Sementara anak yang gemuk mengalami kelebihan lemak dan karbohidrat termasuk dari gula tambahan baik melalui makanan maupun minuman. Hal ini memerlukan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dibanding pendekatan masa lalu yang fokus hanya mengatasi masalah kekurangan gizi. Untuk ini kerjasama yang lebih solid antara berbagai pihak – pemerintah, swasta dan organisasi profesi dan pemberdayaan masyarakat – untuk mengatasi paradok gizi ini sangat diperlukan.

Hartono Gunardi menambahkan bahwa usia 1-12 tahun merupakan usia pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif yang besar. Saat usia sekolah anak tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua, mereka mulai memilih makanan sendiri dan dipengaruhi oleh lingkungan sekolahnya. “Karena itu orang tua dan guru mempunyai peranan dalam membina pola makan yang baik bagi anak. Usia ini merupakan perkembangan kognitif yang meliputi perkembangan memori, pemikiran kritis, kreativitas dan bahasa. Pada masa ini gizi anak harus terpenuhi agar pekembangan kognitifnya tidak terhambat. Pola makan gizi seimbang, sarapan pagi, menghindari jajanan yang tidak sehat dan perlu diwaspadai kekurangan zat besi yang dapat menimbulkan anemia dan mengganggu tumbuh kembang pada usia ini.

Salah satu kendala yang terjadi saat ini adalah belum adanya regulasi pemerintah akan takaran gizi sumber pangan anak. Sementara acuan dari badan-badan besar seperti World Health Organization telah ditetapkan, namun tentu saja, tanpa dukungan dan ketegasan dari pemerintah, acuan ini hanya akan menyentuh sebagian kecil masyarakat.
Diskusi ilmiah ini merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari Nutrition Day Fonterra Brands Indonesia. Pada Nutrition Day tahun ini, terdapat tiga kegiatan yang kami laksanakan. Pertama, penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh karyawan, antara lain pemeriksaan kepadatan tulang (bone scan), gula darah, dan indeks massa tubuh. Kedua,sesi knowledge sharing terkait gaya hidup dan pola makan sehat, termasuk tips penyajian variasi makanan untuk menu sehat di rumah. Ketiga, Diskusi Ilmiah yang kali ini bertema “Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak.
“Semoga kegiatan ini dapat membantu karyawan Fonterra untuk menyelami arti penting pemenuhan nutrisi bagi diri dan keluarganya, sebagai langkah preventif kesehatan. Kami pun berterima kasih atas kehadiran para narasumber pada Diskusi Ilmiah dimana sumbangan ide, saran, dan pemikiran bersama dapat terangkum dalam satu rekomendasi demi kesehatan anak Indonesia yang lebih baik.” tutup Yon Handoyo, President Director Fonterra Brands Indonesia.

Dongeng anak: Cerita Tentang Perjalanan Kue Kacang, Coklat dan Keju

cerita tentang perjalanan kue kacang, coklat dan keju

Emmmm hari yang indah, matahari bersinar terang dan angin berhembus perlahan, terlihat daun berguguran dan jatuh dengan gemulai…

ehmmm   hangatnya mentari  menerpa aku. Selamat pagi matahari, selamat pagi angin, selamat pagi daun-daun. Pandangan aku masih ke kebun samping rumah…namun telingaku samar samar mendengar ketukan pintu, siapa ya ? ucapku dalam hati.

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang.

“Kita kan terbuat dari berbagai campuran bahan kue, setelah selesai dicampur kita mulai dibentuk dengan berbagai bentuk yang lucu dan menarik, setelah itu kita akan dimasak biasanya dimasukkan ke dalam open dengan suhu tertentu supaya matang dan menjadi kue yang enak dimakan.”

Kenapa harus dengan suhu tertentu? tanya kue keju. Begini, kue coklat mulai menerangkan. Untuk pembuatan aneka kue suhu sangat memegang peranan,  antara satu jenis kue dengan kue lain berbeda suhunya pada waktu di masak, untuk jenis kue kue seperti kita umumnya memakai suhu 150 – 160 derajat, supaya bisa matang dengan baik, tidak terlalu rendah karena bisa melebar dan keras, juga tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan kue cepat terlihat matang, sudah berwarna kecoklatan namun bagian dalam kue belum masak.

Wah, ternyata suhu sangat memegang peranan ya, ujar kue keju. lalu bagaimana lagi selajutnya? tanya kue keju.

“Nah setelah matang, kita akan dikeluarkan dari open dan ditaruh ditempat yang luas dan berlubang-lubang, supaya uap panas yang ada pada kita segera pergi dan kita menjadi kering.”

“Setelah kita benar-benar dingin, baru dimasukkan ke rumah toples, disusun rapi bersama teman-teman yang lain.

Jika kita masih panas dan masih banyak mengandung uap air sudah dimasukkan ke dalam rumah toples, maka uap panas itu akan menjadi embun kemudian membasahi rumah toples dan mencair di dalam toples, jika kita terkena air dari uap panas itu kita akan lembab dan mudah sekali terkena jamur,  kemudian kita akan mengeluarkan bau yang tidak enak karena jamur itu, akhirnya rusak dan tidak dapat dimakan lagi karena kue yang sudah berjamur bisa membuat yang makan akan sakit, tentu kita akan sedih jika melihat anak-anak yang lucu menjadi sakit.”

Selaian itu, lanjut kue kacang apabila kita sudah dirumah toples kita akan ditutup rapat rapat supaya tidka terlalu banayk udara yang masuk dalam rumah toples kita, banyaknya udara yang masuk membuat tubuh kita menjadi  lembab juga sehingga tubuh kita yang tadinya  renyah  menjadi lembek dan tidak enak lagi untuk dimakan.

“Oh, begitu ya? aku jadi teringat suatu peristiwa dimana ada seorang anak kecil berkata seperti ini :  Ibu, kue di toples merah itu  sudah rusak ya, baunya tidak enak juga rasanya, dan ada bintik-bintik putih dan hitam di kuenya. Kenapa ya bu, padahal aku suka sekali kue ini, aku jadi sedih tidak bisa makan kuenya” ujar anak itu sambil membawa toples kue dan menghampiri ibunya.

“Oh, iya ya, kue ini sudah rusak nak, kita buang saja nanti ibu  belikan yang baru ya, tidak usah bersedia lagi. Makanya jika selesai mengambil kue segera tutup kembali toplesnya ya, selain semut bisa masuk juga banyaknya udara yang masuk emnjadikan kue tidak renyah lagi, menjadi lembek, lembab dan mudah berjamur.

“Aduh sedih sekali ya jika kita harus dibuang ke tempat sampah, aku tidak mau begitu” ujar kue keju sedih. “Sudahlah kue keju, kamu tidak perlu bersedih” kata kue kacang dan kue coklat menghibur kue keju.

“Iya, mudah-mudahan peristiwa itu tidak menimpa kita ya” kata kue keju. “Kue keju seperti aku kan banyak sekali kandungan lemaknya  sehingga lebih cepat rusak dibandingkan kalian berdua.”

“Jangan bersedih kue keju, sebentar lagi hari besar, biasanya kue-kue seperti kita akan cepat habis jadi tidak perlu disimpan lama-lama” kata kue kacang dan kue coklat.

“Oh, begitu ya” kata kue keju sambil tersenyum senang.

nah anak anakku setelah membaca cerita ini, kalian mengerti kan kenapa ibu selalu mendinginkan dulu kue-kue sebelum dimasukkan ke toples, dan selalu mengingatkan kalian untuk menutup tolpes setelah mengambil kue…

Cerita tentang Kue Kacang, Coklat dan Keju

Cerita ini ibu buat untuk: kakak Alta & adik Qila yang suka bantu ibu cetak aneka bentuk kue kering dan juga suka intip-intip di kaca open liat kue sudah matang atau belum, suka tidak sabar ya?

Cerita tentang kue kacang, coklat dan keju

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: