Mereka (Aggota keluarga) wangi, cantik, tampan, menarik, pintar, cerdas, semua karena emak…

 

Jika sekilas membaca judul diatas, akan menyipitkan mata beberapa teman, ada apa gerangan? Blog yang biasanya berbicara seputar dapur kecilku yg tidak lebih dari 4 x 6 saja tiba tiba membuat judul yang sedikit lebay, hiperbola, berlebihan.

Sudah seminggu ini pembantu minta cuti dengan alasan anaknya yg terkecil masuk pagi dan dia tidak dapat datang pagi kerumah aku u bekerja kecuali aku bersedia dia datang jam 11 siang. Pembagian kerja dimulai, sulung mau mendapat jatah menyapu dan mengepel lantai, bungsu membereskan kamar dan membantu mencuci piring, selebihnya emak dan sesekali bapak kalo dia sedang tidak sibuk. Yang terberat adalah menggosok bagi aku karena butuh peluh yang banyak u menyelesaikannya, sementara u mencuci dengan mesin cuci digital sudah sangat membantu.

Dipilah dipilah hasil cucian, yang pakaian rumah sementara dilipat saja, dan saatnya pakaian u sekolah dan kerja. Seperti yang diajarkan mama almarhum untuk menggosok sebuah kemeja, digosok dulu bagian kerah, setlah itu bagian pinggir kancing, lalu lengan, baru bagian samping, belakang dan samping, hasilnya rapiiii dan wangi karena diberi pewangi yang sekaligus berfungsi u melicinkan pakaian…

Pagi ini mereka sudah siap berangkat semua, sementara emak masih kucel, dengan rambut diikat tinggi dibelakang, celemek menempel di badan. Ehmmm mereka ganteng-ganteng, cantik-cantik, rapi rapi, jika diluar sana orang akan memuji mereka tapi apakah juga memuji emaknya? EMAK, kata ini terdengar sebagai sebuah dilemma untuk mereka yang tidak mengerti arti perjuangan seorang emak.

  • Kala bayi kita basahi bajunya dengan kotoran kita apakah itu pipis, bab, atau muntah
  • Batita kita tambah lagi dengan menangis meminta apa yang kita inginkan bahkan dengan kekerasan, mengamuk, memukul, melempar barang.
  • Balita ditambah lagi dengan tidak mau makan, ngambek jika kehendak tidak dituruti
  • Remaja, mulai membantah kalimat yang dianggap tidak disukai, dianggap tidak pro, dianggap selalu menyalahkan.
  • Dewasa, merasa sudah tidka sepenuhnya memerlukan emak, mulai merasa sebagai beban.
  • Tua, merasa sangat direpotkan karena sudah harus melayani emak yg sudah renta….

Sementara yang dilakukan emak :

  • Bangun saat mereka masih tertidur, dengan langkah tergopoh gopoh ini menyuguhkan pagi yang terbaik untuk mereka
  • Saat sangat minimalis bahan yang akan dimasak, emak harus cepat berfikir mau apa? Semua pikiran dipusatkan untuk menyenangkan, saat sdh sisuguhkan dan tidak sesuai keinginan terdengar lenguhan panjang sementara emak belum ada kesempatan untuk melenguh sejak terbangun dini hari…
  • Saat uang yang diberikan bapak tidak cukup, emak terus memutar otak, hingga menghutang pun dijalani meski langkah berat untuk melakukannya, saat hutang menumpuk berputar lagi otak untuk mencari jalan menyelesaikannya, saat bapak mengetahuinya, terdengar melodi dengan nada tinggi mempertanyakan….
  • Sejadah panjang tempat mencucurkan air mata selain dapur kecil yang tidak pernah berhenti untuk bekerja sesuai perintah emak….
  • Semua adalah emak, seorang gubernur wanita adalah emak dengan fungsi ganda, juga seorang pembantu sekalipun tetaplah emak dengan fungsi ganda juga.

Duhai anggota keluarga, tidakkah kalian tau pujian yang kalian terima karena hasil masakan emak, kalian tumbuh sehat cantik dan tampan, pujian kalian terima karena hasil cucian emak, baju kalian bersih bersinar dan wangi, pujian yang kalian terima karena setrikaan emak, baju kalian rapi dan wangi.

Kalian bisa menjadi Penguasa dunia ini, kepala negara, adalah hasil karya emak, periuk nasi yang sudah menghitam itu mengantar kalian untuk tidur nyenyak…

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Mari emak-emak kita bangkit dari kesedihan kita, dari perihnya hati kita, dari lenguhan panjang diri kita, kita berhak bahagia, jadikan diri kita produktif meski produktif dalam lingkup dapur sekalipun, dalam lingkup cerita yang kita torehkan di bidang kecil yang bernama blog, lukiskan semua dalam kalimat dan kita realisasikan dalam kehidupan nyata….

Iklan

Posted on 20 Mei 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. ya itulah proses kehidupan..

  2. Selamat hari kebangkitan nasional.
    semoga kita senantiasa dalam lindungannya dan emmak merupakan pahlawan kita semua

  3. masak cuma emaknya aja gan?? bapaknya gak ada?? heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: