Category Archives: Bisnis boga

SINGKONG THAILAND & SINGKONG BUL-UMBUL

Mendapat pesanan untuk snack salah satunya singkong Thailand, dulu pertama kali mengetahui singkong Thailand , aku tersenyum, oh lala inikan bul-umbul yang sering dibuat nenek aku dikampung, bedanya hanya pemakaian gula saja, kalo singkong Thailand menggunakan gula pasir kalo bulumbul menggunakan gula tebu yang dibuat sendiri oleh nenek, mirip gula merah tapi buatnya dari air tebu bukan dari aren. Aku ingat sekali, dibawah rumah panggung nenek, ada gilingan air tebu, sangat sederhana tapi jangan ditanya, air tebu yang dihasilkan dengan menggunakan alat itu, bisa berember-ember. Aku suka ikut mendorong alat itu berputar supaya dapat memeras air tebu. Air tebu yang dihasilan dimasak hingga kental dan dicetak-cetak. Tentu saja gula yang dihasilkan sangat manis.

Salah satu camilan yang dibuat nenek itu yang dikasih nama bul umbul. Singkong yang tinggal mencabut dihalaman dibersihkan dan dipotong2 cukup besar, di rebus diatas tunggu dengan kayu bakar yang apinya besar, membuat singkong cepat sekali empuk, ditambahkan garam, dan gula tebu tadi, setelah itu diberi santan yang juga dari pohon kelapa didekat rumah, dimana kelapanya diparut dengan cara dikukur, santan yang dihasilkan sangat kental dan gurih. Dan aku sangat suka camilan ini.

Nah untuk temen-teman yang ingin mencobanya gula tebu bisa diganti dengan gula merah, atau ingin singkong ala Thailand juga boleh, yuuk lihat resepnya :

Bahan yang digunakan :

  • 1 kg singkong
  • 175 gr gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt vanili/ daun pandan
  • 1 kotak santan siap pakai, aku pakai merk cocomas/kara/sun kara
  • 150 cc air

Cara membuat :

  • Kupas singkong cuci bersih dan potong-potong kecil, sisihkan.
  • Didihkan air, masukkan singkong dan garam, masak hingga singkong lunak.
  • Masukkan gula pasir, pandan/vanili, kecilkan api, masak hingga gula larut dan kental.
  • Panaskan santan + 100 cc air , beri daun pandan. Masak dengan api kecil supaya tidak pecah.
  • Ambil 50 cc air, campur dengan 2 sdm susu kental manis, dan 1 sdm tepung sagu.
  • Masukkan campuran ke santan , masak dan kentalkan.
  • Tata singkong diatas pinggan atau cup-cup kecil, beri kuah santan. Nikmat disantap hangat atau dingin.

Cake dekorasi dengan edible, butter cream dan fondant

IMG_3781Alhamdulillah, kali ini pesanan kue ulang tahun datang dari Bunda Arsakha….cake dasar dengan rainbow cake dan dekorasi campuran edible photo, butter cream dan fondant. Edible foto sebenarnya untuk mempermudah dekorasi kue, dengan adanya edible hiasan pada cake tidak terlalu banyak lagi, disesuaikan dengan tema saja.

Sehubungan bunda minta diberikan tambahan dekorasi nemo, maka jadilah cake ultah ini bertema bermain di laut. Untuk menimbulkan kesan ikannya ternyata tidak cukup dengan edible foto saja, aku tambahkan aneka bentuk ikan, bintang laut dan batu.

Semoga Ayah, bunda dan dede Arsakha suka dengan kue ulang tahun yang aku buatkan.

“Selamat ulang tahun yang ke 1 untuk Arsakha, semoga panjang umur, sehat selalu , menjadi anak sholeh kebanggan ayah dan bunda dan semakin disayang Allah SWT. Aamiin.

Terima kasih Mbak Indah yang telah berkenan memesan kue ini, terima kasih telah membuka pintu rezeki yang lebih luas untuk aku, tadi di CFC coordinator ulang tahunnya terkesan dengan kue yang aku buat dan beliau minta alamat blog dan no Hp aku.

Semoga membawa berkah untuk kita semua. Aamiin.

Berlenggang lenggok berselancar di dunia maya dengan Indosat

Wuzzzzzzzzzzzzzzzzz  pekerjaan selesai dengan cepat?

Seperti biasa rutinitas sehari –hari, setelah semua perlengkapan anggota rumah untuk beraktifitas selesai, mulai sarapan pagi hingga bekal makan siang untuk anak-anak dan bapaknya, dan mereka berangkat menuju tempat aktifitas dengan semangat pagi. Sekarang tinggal emaknya yang melanjutkan aktifitas.

Dimulai dengan sarapan, dilanjutkan dengan membuka perlengkapan perang, sebuah PC yang sduah lama tapi tetap nyaman sekali digunakan untuk membantu pekerjaan aku. Nah yang pertama dikunjungi adalah: email, facebook, twitter dan blog, 4 media social itu merupakan tempat aku promosi  usaha  sebagai wirausaha dibidang boga.

Namun hari itu terpaksa tidak dapat melakukan hal yang sama, karena sudah ada pekerjaan dunia nyata  yang mesti dilakukan. Selain boga aku juga mempunyai event organizer bersama teman-teman. Pekerjaan dunia maya  kan bisa dikerjakan  dijalan, itu pikiran yang langsung muncul.

Sampai ditempat tujuan sambil menunggu teman-teman datang, aku mengeluarkan perlengkapan perang, sebuah lap top tahun lama, namun jangan ditanya cara kerjanya, masih sangat membantu.

Dan yang selanjutnya aku ambil adalah modem, tangan bergerak menyusuri tas tangan aku, dan rasanya belum menyentuh sahabat karib itu. Penasaran, tas aku tumpahkan dimeja dan modem tidak ditemukan, langsung panik? Ya tentu saja, langsung merasa tidak mempunyai kekuatann, sudah begitu besar ketergantungan seorang blogger, facebooker, dengan benda kecil itu.

SMS bermunculan yang semuanya berhubungan dengan internet, ada yang minta kirim resep, ada yang minta jadi pembicara dan tutor sudah dikirimkan minta segera dibaca dan dibalas, dan beberapa pekerjaan lain yang menuntut untuk segera diberi jawaban.

Sambil meluruskan pinggang dan memesan minuman, mata memandang sekeliling, berharap ada jalan keluarnya, dan tertumbuk tulisan dengan kertas putih ala kadarnya  “Free WiFi oleh Indosat“, segera aku panggil salah satu karyawan dan menanyakan apakah bisa digunakan? Dan anggukan karyawan itu langsung memompa semangat, segera berselancar.

Surat masuk yang bertanya seputar resep segera dijawab, yang memesan segera ditindak lanjuti, dan beberapa penawaran kerjasama maupun menjadi narasumber segera diteruskan dengan menghubungi mereka langsung. Membuat status di facebook, juga twitter untuk promosi usaha aku, juga membuat postingan di blog. Akhirnya……selesai semua urusan didunia maya, teman-teman datang dan mengerjakan yang didunia nyata. Dua kata saja yang terucap “terima kasih Indosat”.

Bisnis Boga-Kue tampah

 

Waktu aku kecil punya langganan kue yang keliling, biasanya sekitar jam 10 pagi dia lewat rumah dan langsung aku panggil. Kue-kue dagangannya beda dengan yang lain, selain sangat beraneka ragam, bersih dan sangat enak. Tampahnya besar dan penuh dengan kue, saat itu aku berfikir bagaimana dia membawa kue sebanyak itu, belum lagi satu keranjang yg berisi aneka kuah untuk pelengkap kue juga bungkus dan air minum yg dibungkus plastik. Isi tampahnya: kue lapis sagu, kue nagasari, bakwan udang, lupis, bugis, lemper, risoles, bolu kukus, bolu marmer, apem, serabi bahkan terkadang dia membawa nasi uduk dan bihun goreng.

Kalo dipasar tradisional aku punya langganan lain yg isi tampahnya: tiwul, urap jagung, gatot, cenil, getuk, sawut dan mie dari tepung beras yang rasanya sangat gurih.

Ternyata sekarang kue tampah yg berisi aneka kue tradisonal itu mencuat menjadi tren untuk aneka acara dari acara rumahan sampai di pesta-pesta besar banyak permintaan kue tampah. Terkadang aku sering senyum-senyum sendiri kalo liat tren masakan dan kue-kue sekarang, mungkin sama seperti tren baju ya, ada kalanya balik ke tempoe doloe. Dari ramai-ramai menggilai makanan yang serba luar negeri , aneka fast food kemudian berbalik arah ke tradisional terutama masakan sunda, di bogor saat ini tumbuh subur restoran ala sunda, sampai bingung mau makan dimana? tapi berhub resto tertentu harganya selangit, lebih baik putar arah ke pasar atau swalayan terus masak sendiri deh.

Aku berikan contoh variasi kue tampah yg pernah dipesan, tapi kue tampah buatan aku agak besar-besar, nggak tega buat yg imut banget. Selamat berkreasi

kue tampahkue tampah

Review Produk – JONGGA Korean BBQ

siang itu telpon masuk, nomor belum terdaftar di memori hp, yang jelas dari jakarta. Saat diangkat, suara renyah terdengar memberikan info sekaligus minta konfirmasi untuk datang diacara gathering Openrice.com yang terbaca diadakan untuk bulan Oktober 2012 ini di salah satu resto BBQ Korean “JONGGA”.

Acara jam 6.30 pemberitahuan jam 3, dan aku dari Bogor…dapat info saja sudah senang apalagi bayangkan jalan2 kuliner…rasanya sayang untuk ditolak. Bolak balik lihat jam dan perkiraan perjalanan, kalo bawa mobil rasanya tidak akan sampai tepat waktu dan capeknya itu , akhirnya aku putuskan berangkat dengan kereta saja dan akan turun di stasiun Juanda menuju Jl, Hayam wuruk no.73 .

Alhamdulillah perjalanan lancar dan sedikit terlambat agak lama nunggu taxi dari stasiun Juanda. Saat mendapat taxi, supirnya baru dan tidak tahu jalan, sementara aku juga sudah cukup lama tidak ke daerah Hayam wuruk,  akhirnya sampailah di lokasi setelah bertanya sana dan sini.

Memasuki resto  yang tertangkap adalah suasana keluarga, meja panjang dengan banyak kursi dan disetiap meja terpasang seperti bel cukup besar dan panjang, yang akhirnya aku tau itu adalah blower untuk membantu membuat bara apai.

Saat masuk aku disambut kru Openrice yang cantik dan ramah dan dipersilahkan langsung bergabung dengan undangan yang lain. Saat itu Chef  Mr.Yu sedang menerangkan berbagai menu yang tersaji di resto tersebut. Juga sejarah resto, yang dalam bahasa korea JONGGA adalah leluhur atau turun temurun, mungkin maksudnya resep turun temurun ya. Belum ada bayangan seperti apa nanti menu yang disajikan.

Sementara Mr Yu masih asik menerangkan berbagai macam menu, cara memasaknya dan menyantapnya, sajian mulai bermunculan. Yang pertama muncul aneka saus dan sambal, untuk ukuran masakan indonesia sangat banyak jenisnya. Setelah itu ada seperti lalaban yang terdiri dari selada, irisan bawnag putih dan seperti daun poh-pohan tapi lebih tipis dengan aroma daun mint.

Sempat terpikir dalam hati, melalab irisan bawang putih yg cukup tebal ini ?  aku penyuka bawang putih tapi tnetu saja dimasak atau digoreng dulu, jika terpaksa makan mentah itupun ditelah seperti minum obat dengan air putih.

Setelah itu kru resto membawa aneka daging mendekat ke arah mr Yu, ow rupanya acara BBQ dimulai,  irisan daging tipis mulai diletakkan di panggangan BBQ, yang unik bara untuk membakar sangat panas tanpa terlihat nyala api dan bara itu berbentuk seperti paralon kecil berlubang tengah, yang ternyata dibawa dari korea.

Acara santap dimulai, saat teman-teman mulai menyantap, aku masih hunting foto dan bertanya seputar menu dan nama masakan dengan Chef YU dan manager resto.

Tidak kuat dengan aroma yang muncul, aku bergabung…ehmmmm aroma minyak wijen yang menusut memenuhi rongga hidung dan salah satu aroma yang snagat aku sukai..minyak wijen.

Saat ingin menyantapnya, didepan aku Ricky yang nampaknya sudha populer dengan jenis masakan korea terlihat asik dengan sumpitnya. Terlihat sudah tidak canggung dia memainkan aneka saus yang tersaji cukup banyak.

Sebagai pemain baru tentu saja aku mesti jeli, salah saus tidak maksimal rasa yang dihasilkan. Satu irisan daging aku ambil dengan sumpit dan dicocolkan dengan saus….wahhhhhh rasa yang sebenarnya sangat minimalis tapi terasa lezat sekali..daging yang hanya dipanggang sebentar saja, masih kuat aroma daging segarnya, gurih manis tapi tidka amis. Ingin menyantap lagi, tapi ..tunggu dulu menu lain sudah datang.

Seperti pot cukup besar dari porselin yang bergaya hot plate, saat dihidangkan seperti tumpukan aneka sayuran, ada bayam, jagung, wortel, toge, rumput laut kering, irisan daging  dan owww kuning telur yang setengah matang…Mr Yu datang dan dia katakan beri minyak ini dulu, lalu diaduk….ternyata dibagian bawah adalah nasi panas, saat semua dicampurkan telur yang setengah matang tadi langsung matang dan berbaur dengan aroma sayuran, rumput laut yg khas dan minyak wijen….bergantian kami membawa ke piring dan satu sendok masuk …mencoba adaptasi dengan rasa…dannnn lezatttt dan menyehatkan. Ini namanya bimbimbap…

Masih terasa nikmat nasi campur tadi , kru datang lagi dengan membawa tempat yang hampir sama, sedikit kecil, juga disajikan panas dan seperti omelet sayuran, benar adanya kata Mr Yu ini telur bakar…wahhhh benar-benar makanan yg full sehat..sedikit minyak, banyak sayuran, protein hewani dan minyak wijen dimana diyakini banyaks eklai manfaatnya untuk tubuh.

Apaka cukup sampai disini??? lambung mulai terisi, apalagi dengan minum teh gandum dingin..menurut kru resto, gandung disangrai dan direbus dijadikan teh…Bayangkan 2 menu dan 1 minuman saja sudah cukup untuk menunjang semua kebutuhan tubuh.

Menyusul menu yang tidak kalah nikmatnya, ada otak-otak seperti dibumbui saus asam manis, kemudian udang goreng tepung ala tempura, seperti balado ikan asin, kimche rebus dan panggang, dan seperti soun goreng .

Nah soun goreng ini yang snagat menarik perhatian aku, dibuat dari tepung kentang, tapi rasanya kenyals eperti soun namun lebih tebal dan lebih lembut. Di masak seperti soun goreng biasa, diberikan irisan wortel, dengan bumbu yang minimalis tapi gurihnya soun sdh mewakili rasa…

Satu hal yang menarik juga yang mungkin tidak ada di resto indonesia adalah, saat menyantap lalaban itu rupanya bisa diisi aneka lauk, misal daging bakar tadi ditaruh di atas daun yang seperti Poh-pohan, diberi irisan bawnag putih, percaya tdk percaya rasa menyengat bawnag putih seperti hilang, campuran yang unik..jadi ingat kalo makan daun pepaya dicampur daun jambu mede, rasa pahit daun pepaya mentah hilang seketika.

Banyak tanya jawab dengan Mr YU, selama aku berbincang-bincang dengan beberapa chef, ini chef yang sangat ramah, dan kooperatif sekali, dia tidak hanya bercerita seputar aneka menu dna kegunaannya, dia juga bercerita singkat biografinya yang ternyata seorang jurnalis yang sudah malang melintang ke penjuru negara-negara lain, dia bilang Pakistan sangat unik namun hampir semua makanan dengan taste bumbu kare, kemudian beberapa negara lain diceritakan.

Aku bertanya seputar kimche yang aromanya menurut aku kurang sedap, ternyata terbuat dari sawi putih yang difermentasi selama 4 hari, dan untuk masyarakat korea kimche ini sebagai obat Flu…wah luar biasa obat flu dengan olahan sayuran…

Suatu wisata kuliner yang tidak dapat dilupakan, suatu saat aku akan mengajak keluarga dan juga teman-teman sebagai referensi kuliner ke sini.

Dari segi harga aku rasa relatif murah, selain bumbu sebagian besar import dan dijamin halal, resto ini juga full dengan makanan sehat. Dan seperti kita ketahui sehat itu mahal kan. Penggunaan minyak yang sedikit, full sayuran segar dan sangat menjaga kwalitas bahan baku, resto ini patut dijadikan referensi untuk santap bersama.

Terima aksih banyak Openrice.com yang sudha berkenan mengundnag aku untuk gahtering di resto ini, juga untuk Mr YU, sukses  selalu untuk restonya, semoga segera menjadi besar dengan anke makanan sehatnya. Mau makanan sehat, ya coba santapa disini. Sukses untuk JONGGA BBQ Korean.

Salam Kuliner

Review produk – Bebek Dubes – Bogor

melihat milis  blogor hari itu ada undangan makan siang di bebek dubes sambil kopdar dengan teman-teman blogor. Yang namanya penikmat bebek, undangan ini menarik sekali. Acara yang lain digeser sedikit waktunya supaya bisa hadir dalam acara ini.

Tempat yang dituju sudah dalam bayangan, Jl Siliwangi dan biasanya tidak terlalu padat. Sambil mengantar putri ku untuk ujian di tempat kursus bahasa inggrisnya sekalian menuju tempat acara. Ternyata….jalan padat dan sangat tersendat dibeberapa titik karena banyak jalan umum yang biasa dilalui ternyata ditutup, dan selalu tidak tahu mengapa.

Sampai disana teman-teman sudah berkumpul, aku lihat papan promosi ‘BEBEK DUBES’, saat membacanya aku pikir pasti ada kepanjangan dari kata du- duck  dan bes- dari best..yang jika disimpulkan bebek yang paling oke.

Mengikuti meeting yang biasanya digelas sebulans ekali dengan judul TALAS BLOGOR, nampaknya pembicaraan sudah jauh, sudha masuk sesi kesimpulan, ya apa mau dikata yang penting hadir sebagai pemenuhan janji.

Yang pertama aku lakukan adalah memesan segelas es teh manis dengan tambahan tolong teh-nya yg kental.  Sering kali aku mendapatkan es teh manis yang warna tehnya asal sedikit coklat saja dan aroma teh tidak terasa sama sekali. Selesai meneguk es teh manis sambil mendengarkan penuturan ketua blogor yang intinya pembentukan kepengurusan baru dan penampungan aspirasi anggota untuk membuat rencana kerja ke depan selama kurun waktu 2 tahun.

Rapat ditunda dulu karena makan siang sudah akan dimulai, aku memesan salah satu menu yang terdengar antik”BEBEK SELIMUT HIJAU” yang ada dibenakku nampaknya bebek cabe hijau. Tidak lama teteh yang melayani berjalan dan menanyakan siapa yang memesan bebek cabe merah, cukup dia berkeliling tidak ada yang mengacungkan tangan, jadilah aku yang menerima bebek selimut merah itu. Secara dagang nasi jika menu yang diantar tdk ada yang mengakui banyak ketidaknyamanan yang terjadi, pelayan bagian pemesanan ditegur, dan rugi tentunya…dan aku tidak ingin ini terjadi, toch dalam hati namanya lapar insya allah apa saja nikmat.

balado bebek

Dan ternyata ????? memang nikmat sekali menu ini, mendapat bagian paha dengan ukuran sedang (biasanya bebek ukuran besar2 ya), daging bebek ini lunak sekali seerti dipresto, nampaknya tidak hanya sekedar di presto tapi ini memang bebek muda, seratnya hampir menyerupai serat ayam, selintas pandang akan seperti ayam kampung saja.

Bumbu meresap sampai ke tulang jadi saat bagian tulang digigit masih terasa bumbunya. Selimut merah itu seperti sambal balado, ditumbuk kasar saja dengan rasa asin gurih, didampingi potongan tomat dan selada air. Ditengah sedang asik makan, ada menu lain yang muncul yaitu cah kangkung terasi…ehmm aromanya cukup tajam dan mengugah selera..nikmat namun porsinya standar, begitu aku ambil satu sendok teman yang memesan tinggal satu sendok juga…lain kali mesti memesan satu porsi setiap orang nehh.

Cukup pedas juga selimu merahnya, sudha siap-siap akan minum, datang sajian lain, wow..sup buah dalam porsi yang cukup besar..sayang milik tetangga…nggak tahan akhirnya dicicipi juga…segerrrr, aneka buah berpadu dengan manisnya susu…

Saat berbalik ke belakang pandangan tertumbuk ke meja teman dengan suguhan lain, di dalam gelas tinggi didalamnya terlihat semburat perpaduan warna merah jambu dan merah tua..oh lala apa lagi ini…kata sang empunya resto ini namanya Es Pelangi…bagusnya dibuat seperti rainbow ya jadi pelangi banget mejikuhibiniu…

Dan suguhan lainnya masih banyak yang bisa dinikmati di resto ini, yangs ecara tempat cukup strategis, parkir pun memadai. Beghubung waktu yang sudah tidak lagi bisa diajak kompromi berhubung sudah ada tugas lain yang menunggu, akhirnya aku pamit untuk pulang duluan. Sempat berfoto dengan keluarga pemilik resto ini, namanya Mbak Windy, tentu saja tidak ketinggalan foto bersama dengan teman-teman blogor.

Untuk pencinta masakan bebek layaknya dicoba untuk menikmati masakan bebek ditempat ini, selain bebek disediakan juga ayam kampung loh…coba dehh lihat puteranya Kang Matahari Timoer dengan nikmatnya menyantap ayam kampung goreng…enak kan mas…sampe nggak sempat lirik budenya sedikitpun lohhh.

Nantikan liputan kuliner lainnya…salam kuliner.

Kue Kering – sisa bahan??? dibuang sayang

umumnya home industry kue kering mengalami hal ini, sisa bahan yang cukup banyak. Saat mengayak tepung terigu, ada bagian yang tertinggal diayakan, biasanya langsung dibuang saja. Ini terasa ringan jika memebuat kue kering dalam jumlah sedikit, tapi jika dalam jumlah banyak, setiap kali mengayak tersisa 1 sdm , jika 100 x mengyak cukup banyak terigu yang didaptkan jika dikumpulkan. hal ini juga berlaku untuk susu bubuk, maizena, gula halus dan bahan berbentuk tepung khususnya.

Demikian pula keju yang telah diparut sering tersisa saat kita menaburkannya dan tidak cantik lagi jika dipakai u taburan berikutnya karena sdh menggumpal atau mengeras.

Juga dengan coklat bubuk, potongan buah kering, coklat yang dicairkan untuk toping dan bahan bahan kue lainnya.

Sebaiknya mulai sekarang jangan langsung dibuang meskipun jumlahnya sedikit, jika masing2 kita kumpulkan dalam mangkuk, dalam sebulan hasilnya terlihat betapa cukup banyak bahan2 yg terbuang jika dikumpulkan, Dan bahn-bahan ini masih sangat layak kita olah kembali menjadi kue kering.

Kita tinggal menambahkan mentega/margarine, dan telur. Misal : timbang bahan sesuai keperluan, kocok mentega dengan gula pasir hingga lembut, tambahkan telur kocok sebentar, tambahkan tepung secara bertahap, tambahan susu dan buah2 kering juga dengan keju dan coklat. Aduk rata. buat bulatan kecil sebesar kelereng, oles dengan kuning telur, taruh satu buah choco crunch sebagai pemanis. Panggang hingga matang. nah kita sudah mendapatkan kue kering coklat buah choco crunch.

Mari kita manfaatkan bahan sisa.

Hantaran lebaran

saat silaturahim ke rumah saudara ataupun teman saat lebaran umumnya membawa oleh-oleh atau hantaran lebaran, yang sudah sudah membawa ketupar berserta kelengkapannya dengan lauk yang mungkin hmapir sama dengan yang dimasak tuan rumah. Nah pilihan lauk dibawah ini semoga bis amenjadi pilihan lain dalam hataran lebaran.

Rolade bayam merah, cara membuatnya sederhana, aku biasa beli daging giling di swalayan atau bisa membeli daging dipasar dan langsung minta digiling. Untuk bumbu juga minimalis, bawang putih, bawang merah, lada, kaldu bubuk (jika suka), garam dans edikit gula pasir. Bahan tambahan bawang bombay dan bayam merah, dicincang halus , dan bahan u melembutkan rolade roti tawar yg direndam susu cair(bis amemakasi susu bubuk yg dicarikan.

Semua bahan dicampur jadi satu dan disishkan. Semnetara itu buat adonan kulit dari telur yg diberi sedikit tepung terigu dan garam, dibuat seperti dadar telur biasa. Ambil adonan, ratakan diatas bahan kulit, kemudian dibagian tengah bisa ditaruh sosis atau wortel, gulung lalu padatkan dan siap dikukus hingga matang +/- 35 menit dengan api sedang saja. dinginkan dan siap disantap. Untuk variasi lain dapat dipotong dicelupkan ke kocokan telur, dibaluri tepung roti, lalu digoreng. Untuk toping aku pakai mayones siap pakai juga sus botol.

Wisata Kuliner Bogor: Bebek Pak Ndut

Pak Ndut Bogor

Wisata Kuliner di Pak Ndut Bogor

Salah satu resto bebek yang besar di Bogor adalah Bebek Pak Ndut, tempat masakan khas bebek yang paling sering aku kunjungi dibandingkan masakan bebek lainnya. Dan memang dari hasil jalan-jalan aku merasa paling cocock di sini.

Di rumah makan ini ada 4 pilihan menu masakan bebek. Ada bebek goreng original, Bebek Sangan, bebek remuk, bebek cabe ijo. Dan diantara 4 menu itu, aku paling suka dengan bebek sangan, masakan ini diolah cukup unik, bebeknya di panggang memakai wajan dari tanah dan sambal bahan-bahannya dibakar, rasa sambalnya pedas dengan rasa manis dan asin yang setara.

Untuk sambal bebek goreng seperti umumnya bebek goreng lainnya berupaa cabe rawit di giling dengan bawang putih, nah ini aku kurang cocok, aroma bawang putih yang mendominasi dengan pedasnya cabe rawit . Ada juga sambal cabe ijo yang rasanya hampir sama dengan resto yang menyediakan sambal cabe ijo juga, ada beberapa yang agak membedakan smabal cabe ijo berdasarkan bahan dasarnya, ada yang menggunakan cabe ijo keriting dan cabe ijo besar, untuk aku lebih suka cabe ijo keriting rasa pedasnya lebih menggigit dan langunya tidak terlalu terasa seperti cabe ijo yang besar.

cara penyajian juga unik di resto ini, ditempatkan di cobek ukuran sedang, dilapisi daun pepaya rebus (yang tidak pahit), bebek ditaruh diatasnya dan disiram sambal (khusus untuk cabe ijo dan sangan), untuk yang original di letakkan dipiring biasa, sambak dan ada tambahan irisan kol.

Selain menu bebek disini juga tersedia menu ayam goreng, kalo aku makan sepertinya ini ayam kampung, paling tidak pejantan kalo dilihat dari struktur tulangnya. Rasa masakan ayam di resto ini juga lezattt.  Selain itu ada tambahan tahu, tempe, ati ampela, kepala.  Untuk sayur ada sayur asam, kol goreng, pete.

Dan untuk pilihan minuman cukup beragam. Ada tambahan lagi, disini disediakan es potong Njonja besar dengan beragam rasa, ada kacang ijo, ketan hitam, coklat, stroberi dengan rasa khas es es potong zaman dulu didominasi santan yang gurih, ada beberapa variasi modern, dilapisi dengan coklat.

Resto ini bisa menjadi pilihan keluarga atau acara kumpul-kumpul, tempat yang cukup nyaman dan luas dengan pilihan seperti tataan meja makan dirumah atau lesehan. Dan yang bisa menjadi nilai tambahan harga makanan dan minuman masih tergolong standar bahkan cukup murah untuk sebuah resto di tengah kota dengan fasilitas memadai.

Lokasi resto ini ada di Jl. Pemuda No. 9A Bogor, kira -kira 150 meter setelah air mancur sudirman, posisi resto ada disebelah kiri.

Silahkan mampir

Efisiensi menghadapi kenaikan bahan-bahan penunjang dapur emak

Kembali kenaikan harga bahan pokok kita alami sekarang, bahkan tidak hanya bahan pokok, sayur mayur dan pendukungnya pun mengalami kenaikan, apa penyebabnya kitapun tidak mengetahui pasti, dan hal seperti ini seringkali terjadi.

Yang pertama kali di lakukan untuk masyarakat menengah ke bawah adalah mengeluh, dan itu sangat manusiawi, budget yang telah ditentukan tidak bisa lagi mengcover kehidupan sehari-hari, jika prosentase kenaikan itu maksimal 5% mungkin tidak terlalu dirasakan tapi jika sudah mencapai angka 50 bahkan 100% akan sangat memberatkan.

Jika bahan yang tidak umum dikonsumsi mengalami kenaikan  bukan masalah besar, kecuali bagi sebagian masyarakat yang memang menggunakannya setiap hari, seperti keju, mayones, aneka bumbu siap pakai.

Namun ikhtiar tetaplah harus kita lakukan untuk bisa meringankan beban atas efek samping kenaikan bahan-bahan penunjang kehidupan ini. Kita coba dari efisiensi dari berbagai hal, mariii

Bumbu dasar masakan umumnya : bawang putih, bawang merah, dan rempah rempah (jahe, kunyit, sereh, laos, kemiri). Beli bumbu dasar ini dalam jumlah yg cukup banyak misal masing-masing ½ kg. Kita bersihkan dan kita haluskan. Kemudian kita panaskan supaya tidak mudah rusak, bisa dengan menumisnya atau mengukusnya. Lalu kita masukkan plastik kecil-kecil dan kita simpan di kulkas, pada saat akan dipakai kita tinggal mengambil bungkusna kecil ini.

Belanja bahan sayur untuk 1minggu : sebaiknya buat menu mingguan dan kita tempel di dinding dapur , jadi pada saat kita ke pasar belanja untuk satu minggu, misal : sayur asam, lodeh, beningan, sop, tumisan.

Ada beberapa bahan yang dipakai untuk semua sayuran itu misal, wortel bisa dipakai di bening, sup, lodeh, tumisan bahkan sayur asam, bahan-bahan seperti ini kita beli dalam jumlah yg cukup banyak, lalu dibersihkan dan dikelompokkan sesuai menu yg akan dipakai, sebaiknya dimasukkan ke plastik untuk memudahkan kita mengambilnya.

Belanja lauk pauk : kita sesuaikan juga dengan menunya, misal ikan goreng, ayam goreng, tempe dan tahu, empal, bakso ikan dan daging. Kita ambil bumbu dasar kuning, bumbu ini bisa untuk ikan goreng. Lalu buat ayam ungkep, sisa bumbu ayam ungkep bisa kita tambahkan santan untuk membuat lauk kare tempe atau tahu.

Saat kita akan membuat empal, air kaldunya bisa kita ambil dan kita simpan diplastik untuk dibekukan, dan dapat digunakan saat kita akan membuat sup sayuran.

Beras. Kadang kita tidak terpikirkan efisiensi pada beras, padahal sering sekali ini membuang nasi yang kita anggap sdh tidak layak konsumsi, ini karena kita memasak nasi terlalu banyak untuk waktu yang kurang tepat. Jadi sebaiknya masak nasi untuk makan siang secukupnya saja, lalu masak nasi untuk makan malam lebih banyak karena akan kita gunakan untuk sarapan juga. Biasanya kita tidak punya cukup waktu jika pagi-pagi baru menanak nasi. Dan nasi yang kita masak malam bisa dibuat sarapan, seperti nasi goreng, atau bubur nasi.

Semoga catatan ringan pagi in ibis ameringankan beban emak didapur, selamat berjuang mak..

 

Katalog Kue Kering Defidi edisi lebaran tahun 2012

Katalog Kuker 2012 defidi

Katalog Kuker 2012 defidi

kataloq kue kering 2012

Perubahan harga : Pertanggal 22 Juli 2012,

  • harga kue kering per paket dari 120.000 menjadi 140.000 dan
  • harga satuan menjadi Rp.35.000,- kecuali kastengel menjadi 40.000,-
  • harga kue kering per paket ukuran 500 gr dari 240.000 menjadi 280.000,-
  • harga satuan menjadi Rp.70.000,- kecuali kastengel menjadi 75.000,-

Untuk pembelian minimal 1lusin ukuran 250 dan 500 dan satu jenis , berlaku harga lama

%d blogger menyukai ini: