Category Archives: Blogroll

Lestari hutanku, lestari alamku, untuk warisan anak-cucu dan stop illegal logging

Sebagai anak daerah yang saat kecil dilingkupi hutan bukan hal yang aneh melihat hutan yang masih alami. Dan pengalaman mengikuti ayah survey sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala pengairan lalu dipindahkan ke Bina Marga,  dimana hampir separuh kegiatannya adalah mamasuki hutan yang satu ke hutan yang lain guna pembuatan jalan atau sekedar hobi ayah yang senang berpetualang ke hutan.

Menambah referensi  kakek sebagai pemilik hutan lindung kecil di utara lampung, dimana hutan itu semasa beliau hidup tidak boleh dijadikan ladang, alasan sederhana dari seorang laki-laki tua yang sederhana, tidak bisa lagi mendengar kokok ayam hutan, untuk tempat tidur binatang, khawatir  babi hutan yang merusak ladang-ladang petani semakin merajalela karena hariamu sudah tidak ada lagi, lalu banyaknya ular ke rumah penduduk karena elang sudah tidak ada lagi, yang apabila diurutkan alasan itu sebenarnya seorang kakek tua sudah menjaga sebuah ekosistem, menjaga rantai-rantai kehidupan untuk bisa menjalani siklus kehidupan sesuai dengan alamnya.

JIka 1000 kakek di Indonesia ini masih memepunyai prinsip seperti itu, melarang anak cucunya untuk merusak hutan yang tujuan utamanya hanya pemenuhan napsu perut saja, perut dengan diameter tidak lebih dari 30 cm dapat memusnakan seluruh hutan di Indonesia dengan illegal logging.

Dua kata itu bagaikan nuklir gaungnya, namun tidak meledak dalam waktu yang singkat,  ledakan yang sedikit demi sedikit ibarat makan bubur dari bagian tengah yang akhirnya habis satu piring.

Apa sebenarnya arti kata ILLEGAL LOGGING?

Dari wikipedia

Pembalakan liar atau penebangan liar (bahasa Inggris: illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran sungai AmazonAfrika TengahAsia TenggaraRusia dan beberapa negara-negara Balkan.

Lalu apa yang menyebabkan illegal logging terjadi, apa akibatnya dan bagaimana penanggulangannya ? Urusan priuk nasi dirumah katanya erat kaitannya dengan kalimat diatas,  rasanya kalo cuma untuk memasak seperiuk nasi cukuplah dengan beberapa buah kayu bakar saja, yang zaman dahulu diambil dari ranting-ranting yang berjatuhan di hutan. Rasanya tidak percaya kalo tangan dan kaki kecil petani mampu memotong pohon yang besar dan mengangkutnya keluar hutan dalam jumlah yang banyak. Ada tangan lain yang membantu? Pasti tangan itu sangat kekar, kokoh dan kuat ibarat film mungkin seperti superman, hulg atau spider man dengan jala-jalanya yang kuta mampu menahan gerbong-gerbong kereta api yang belum berat dan panjang.

Sebab :

Illegal logging dapat disebabkan oleh beberapa hal:

pertama, tingginya permintaan kebutuhan kayu yang berbanding terbalik dengan persediaannya. Dalam kontek demikian dapat terjadi bahwa permintaan kebutuhan kayu sah (legal logging) tidak mampu mencukupi tingginya permintaan kebutuhan kayu. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional dan besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri/konsumsi lokal.[2]Tingginya permintaan terhadap kayu di dalam dan luar negeri ini tidak sebanding dengan kemampuan penyediaan industri perkayuan (legal logging). Ketimpangan antara persediaan dan permintaan kebutuhan kayu ini mendorong praktek illegal logging di taman nasional dan hutan konservasi.

Kedua, tidak adanya kesinambungan antara Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1970 yang mengatur tentang Hak Pengusahaan Hutan dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 309/Kpts-II/1999 yang mengatur tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi. Ketidaksinambungan kedua peraturan perundang-undangan tersebut terletak pada ketentuan mengenai jangka waktu konsesi hutan, yaitu 20 tahun[3] dengan jangka waktu siklus Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), khususnya untuk hutan produksi yangditetapkan 35 tahun.[4] Hal demikian menyebabkan pemegang HPH tidak menaati ketentuan TPTI. Pemegang HPH tetap melakukan penebangan meskipun usia pohon belum mencapai batas usia yang telah ditetapkan dalam TPTI. Akibatnya, kelestarian hutan menjadi tidak terjaga akibat illegal logging.

Ketiga, lemahnya penegakan dan pengawasan hukum bagi pelaku tindak pidana illegal logging. Selama ini, praktekillegal logging dikaitkan dengan lemahnya penegakan hukum, di mana penegak hukum hanya berurusan dengan masyarakat lokal atau pemilik alat transportasi kayu. Sedangkan untuk para cukong kelas kakap yang beroperasi di dalam dan di luar daerah tebangan, masih sulit untuk dijerat dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan beberapa pihak menyatakan bahwa Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan) dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Di samping itu, disinyalir adanya pejabat pemerintah yang korup yang justru memiliki peran penting dalam melegalisasi praktek illegal logging.

Keempat, tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Hak Pegusahaan Hutan selama ini berada di bawah wewenang pemerintah pusat, tetapi di sisi lain, -sejak kebijakan otonomi daerah diberlakukan- pemerintah daerah harus mengupayakan pemenuhan kebutuhan daerahnya secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan pemerintah daerah melirik untuk mengeksplorasi berbagai potensi daerah yang memiliki nilai ekonomis yang tersedia di daerahnya, termasuk potensi ekonomis hutan. Dalam kontek inilah terjadi tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah pusat menguasai kewenangan pemberian HPH, di sisi lain pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengeksplorasi kekayaan alam daerahnya, -termasuk hutan- guna memenuhi kebutuhan daerahnya. Tumpang tindih kebijakan ini telah mendorong eksploitasi sumber daya alam kehutanan. Tekanan hidup yang dialami masyarakat daerah yang tinggal di dalam dan sekitar hutan mendorong mereka untuk menebang kayu, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan pasar melalui tangan para pemodal.

Akibat

Praktek illegal logging sudah barang tentu memiliki ekses negatif yang sangat besar. Secara kasat mata ekses negatifillegal logging dapat diketahui dari rusaknya ekosistem hutan. Rusaknya ekosistem hutan ini berdampak pada menurunnya atau bahkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyimpan air, pengendali air yang dapat mencegah banjir juga tanah longsor. Sehingga rentan terhadap bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Di samping itu,illegal logging juga menghilangkan keanekaragaman hayati, berkurangnya kualitas dan kuantitas ekosistem danbiodiversity, dan bahkan illegal logging dapat berperan dalam kepunahan satwa alam hutan Indonesia.

Dari sisi ekonomis, illegal logging telah menyebabkan hilangnya devisa negara. Menurut Walhi, hasil illegal logging di Indonesia pertahunnya mencapai 67 juta meter kubik dengan nilai kerugian sebesar Rp 4 triliun bagi negara.[5] Di samping itu, data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1998 hingga 2004, kerugian Indonesia akibat illegal logging mencapai 180 triliun.[6]

Penanggulangan

Terdapat beberapa alternatif cara untuk menganggulangi atau paling tidak meminimalisir praktek illegal logging.Pertama, telah diungkapkan sebelumnya bahwa praktek illegal logging disebabkan oleh meningkatnya permintaan kayu di pasar internasional. Dan sebagian besar kayu yang dipasarkan di dunia internasional adalah kayu hasil illegal logging. Hal ini berarti bahwa illegal logging turut melibatkan dunia internasional. Dengan demikian penanggulanganillegal logging harus dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan dunia internasional, seperti yang telah dilakukan Indonesia dengan Inggris lewat penandatanganan nota kesepahaman Forest Law Enforcement and Governance (FLEG). Hal terpenting dalam nota kesepemahaman tersebut adalah pemenuhan standar legalitas (keabsahan) kayu yang diperdagangkan. Keabsahan kayu harus dilihat, baik oleh hukum negara maupun hukum adat di mana kayu tersebut tumbuh.

Kedua, terkait dengan lemahnya penegakan dan pengawasan hukum, disinyalir karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging, melainkan hanya menangkap pelaku lapangan. Oleh karena itu, tindak pidana illegal logging ini harus dibentuk dalam undang-undang sendiri tentang illegal logging. Alasannya, selain karena UU Kehutanan dianggap tidak memiliki “taring” untuk menjerat pelaku utama illegal logging,juga karena tindak pidana illegal logging dapat dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Selain merugikan keuangan negara, illegal logging juga setidaknya memiliki empat tindak pidana, yaitu: perusakan lingkungan, korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran kepabeanan. Sehingga penanganannya pun harus luar biasa, termasuk memasukkan illegal logging dalam undang-undang khusus di luar UU Kehutanan.

Ketiga, terkait dengan tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menyangkut kehutanan. Dalam era otonomi daerah sekarang ini, managemen hubungan pusat daerah harus dikelola dengan baik, sehingga terjadi sinkronisasi fungsi antara pusat dan daerah. Harus dipahami bahwa dalam konsep otonomi, daerah memiliki wewenang dominan di daerahnya dibanding pusat, maka harus ditegaskan bahwa kebijakan yang menyangkut daerah, termasuk kebijakan dalam rangka kekayaan daerah (termasuk di dalamnya hutan), harus berada di tangan daerah dalam batas-batas tertentu kewenangan. Di samping itu, harus dibentuk suatu mekanisme pengawasan pelaksanaan kebijakan daerah, sehingga daerah tidak absolut dalam menentukan kebijakannya, sehingga prinsip check and balance terjadi antara pusat dan daerah. Misalnya, kewenangan pemberian HPH berada pada pemerintah daerah, tetapi setiap pemberian HPH oleh pemerintah daerah kepada pemilik modal harus dilaporkan kepada pusat, sehingga pusat dapat mengawasi pelaksanaan HPH tersebut.

Keempat, penanggulangan illegal logging dengan pendekatan ekonomi, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sinergi dengan ketiga institusi tersebut untuk menanggulangi illegal logging dilakukan dengan pelacakan terhadap uang hasil illegal logging. Dari sisi legal, BI telah mensyaratkan prinsip Know Your Customer, yang mengharuskan perbankan mengenali nasabahnya. Jika ada transaksi di atas Rp. 100 juta sehari, nasabah harus menjelaskan asal-usul uang. Juga ada Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, yang memungkinkan menjerat illegal logging sebagai tindak pidana. Dengan demikian, pendekatan anti-money laundering regime untuk menekan laju illegal logging dapat diterapkan. Kemudian, PPATK bisa memulai membuat peraturan yang mewajibkan lembaga penyedia jasa keuangan (bank, pasar modal, asuransi, dan money changer) membuat laporan rutin tentang transaksi-transaksi yang dicurigai. Langkah ini harus diikuti dengan penerbitan pedoman bagaimana perbankan bisa mengenali transaksi hasil illegal logging. Pada tahap awal, langkah ini akan terbantu bila PPATK membuat semacam risk profile: high risk country, location, and customer.[7] High risk countrymenunjukkan negara-negara yang berpotensi tinggi melakukan tindak pidana pencucian uang. Dengan demikian, terhadap negara-negara tersebut diterapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan transaksi. High risk locationmenunjukkan daerah-daerah di Indonesia yang kerap kali menjadi daerah keluar masuk kayu ilegal. High risk customermenunjukkan identitas-identitas nasabah yang acapkali bertindak sebagai penyokong tindak pidana illegal logging.

Catatan:

[1] Penebangan Liar, (http://id.wikipedia.org/wiki/Penebangan_liar), Diakses 12 Desember 2008.

[2] “Illegal logging,” Penyebab dan Dampaknya, (http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/ 16/opini/563606.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[3] Pasal 10 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1971 tentang Hak Pengusahaan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan.

[4] Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 309/Kpts-II/1999 tentang Sistem Silvikultur dan Daur Tanaman Pokok Dalam Pengelolaan Hutan Produksi.

[5] Negara Rugi Rp 4 Triliun Pertahun Akibat Illegal Logging, (http://www.eramuslim.com/berita/ nasional/negara-rugi-rp-4-triliun-pertahun-akibat-illegal-logging.htm), Diakses 12 Desember 2008.

[6] Menhut: Rp180 Triliun Negara Rugi Akibat ‘Illegal Logging’, (http://www.kapanlagi.com/ h/0000063985.html), Diakses 12 Desember 2008.

[7] Illegal Logging dan Pencucian Uang, (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/ 2007/12/04/brk,20071204-112877,id.html), Diakses 12 Desember 2008.

Desember 2008

Posted 7th December 2011 by Dessy Eko Prayitno

Read the rest of this entry

Katalog Kue Kering Defidi edisi lebaran tahun 2012

Katalog Kuker 2012 defidi

Katalog Kuker 2012 defidi

kataloq kue kering 2012

Perubahan harga : Pertanggal 22 Juli 2012,

  • harga kue kering per paket dari 120.000 menjadi 140.000 dan
  • harga satuan menjadi Rp.35.000,- kecuali kastengel menjadi 40.000,-
  • harga kue kering per paket ukuran 500 gr dari 240.000 menjadi 280.000,-
  • harga satuan menjadi Rp.70.000,- kecuali kastengel menjadi 75.000,-

Untuk pembelian minimal 1lusin ukuran 250 dan 500 dan satu jenis , berlaku harga lama

Antologi Puisi : Jejak Pagi Di Kota Bogor

Puisi yg aku tulis ini ada dalam buku berjudul Bogor Kasohor (Antologi Puisi), penerbit Wahana jaya Abadi.

Buku ini merupakan kumpulan puisi tentang bogor, yang ditulis ramai-ramai. Katanya : Urang Bogor wajib atuh miliki buku ini.

Jejak Pagi Di Kota Bogor

Kubuka tirai dipagi yang indah ini

Wangi bunga kemuning menyeruak diantara wangi melati

Sejuknya udaramu wahai kotaku memenuhi dada ini,

Melangkah kaki seiring helaan nafas menghirup segar nafasmu duhai kotaku

Mata menatap semburat jingga mentari yang masih malu untuk tersenyum pagi ini

Kulangkahkan kaki sepanjang jalan padjajaran, duhai indahnya

Gerumbul pepohonan tanaman hias memenuhi jalanmu, meliuk indah diterpa angin pagi

Tetesan embun terlihat cemerlang  laksana berlian saat mentari pagi menyapanya.

Manakala mata puas menatap kesejukan di padjajaran, kulangkahkan kaki kembali

Lamat laju kendaraan ini aku bawa untuk menikmati setiap inci kotaku pagi ini

Kususuri setiap ujung kota dan mendamparkan diri di tepi danau setu gede nan indah

Rimbunnya pepohonan , menambah teduh hati pagi ini

Gemericik air mengalir di iringi desahan dedaunan diterpa angin nan lembut

Suara riuh anak anak bermain air, teriakan riang mereka seakan menyatu dengan alam.

Duhai kotaku, kuingin engkau seperti ini selalu, terjaga keteduhanmu, terjaga keindahanmu

Dengan udara segarmu melingkupi kehidupan kami.

ditulis oleh Desi hartanto

SIARAN PERS :Sari Husada Tingkatkan Edukasi Gizi serta Kesehatan Bunda dan Balita Melalui Jejaring Sosial

Saat ada undangan untuk meliput acara ini, wow langsung aku ambil kesempatan itu, kata kunci nutrisi selalu menggelitik untuk mengethauinya lebih banyak.

Bersama teman blogger bogor Kang Matahari Timoer, aku berangkat menuju Istora Gelora Bung Karno dimana sedang dilaksanakan Kids Festival & Edufair 2012.

Seperti biasa Bogor Jakarta ditempeuh paling cepat 2 jam, sampai disana jam 11 lebih sedikit dan sudah ada pembicara.

Satu kata yang langsung terucap  saat Mbak Yenni Fatmawati sedang memaparkan kegiatan Sari Husada, sosok yang cantik, smart , tepat untuk menjadi corporate Affairs and Legal Director Sari Husada.

Dan inilah paparan siaran pers saat acara gathering tanggal 24 Januari 2012. Untuk teman yang bertanya mengenai acara ini, silahkan ya…

Seiring meningkatnya pengguna sosial media dan akses serta pertukaran informasi melalui jejaring sosial, sari Husada meningkatkan upaya edukasi gizi dan kesehatan dana anak melalui jejaring sosial http://nutrisiuntukbangsa.org, faceboopage’Nutrisi untuk Bngsa’ dan akun twitter’@nutrisi_bangsa”.

silahkan teman teman segera berkunjung kesana dan sungguh kegaitan yang menarik dan patut dijadikan contoh, bagaimana perdulinya Sari Husada terhadap peningkatan gizi masyarakat menengah ke bawah khususnya dan seluruh masyarakat umum.

Menjelang Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari, sari Husada hari ini melakukan peluncuran tampilan baru web”Nutrisi Untuk Bangsa”. Peluncuran dihadiri oleh manajemen Sari Husada, serta aktifis jejaring sosial yang memiliki kepedulian terhadap gizi bunda dan balita.

Aku sudah tidak sabar untuk bertanya, bertukar sedikit informasi yang aku punya seputar makanan bergizi. paparan makin menarik saat tayangan demi tayangan di paparkan, ada banyak istilah cantik disini : srikandi award, warung sehat . Kegiatan yangs angat menarik yang sedang mereka galakkan.

“Selama lebih dari 55 tahun, Sari Husada menkankan pada upaya penyediaan produk nutrisi berkualitas namun terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Sampai saat ini kami masih memberikan fokus perhatian kepada 360 minggu pertama dalam kehidupan awal manusia – mulai dari masa pra kehamilan hingga anak berusia 6 tahun,”kata Yeni Fatmawati, Corporate Affairs and Legal Director Sari Husada.

“Staus gizi dan kesehatan bunda dan balita masih menjadi masalah besar di Indonesia, dimana angka kematian ibi melahirkan masih tinggi sementara jumlah balita penderita gizi kurang dan gizi buruk juga masih signifikan. Salah satu penyebab terjadinya masalah ini adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi sehingga upaya penyebaran informasi tentang gizi bunda dan balita masih sangat diperlukan,” jelas Yeni

Setuju sekali dengan paparan ini, menurut aku dari hasil survey lapangan, penyebab lain, masih banyaknya wanita hamil dan melahirkan dengan usia yang masih sangat muda >17 tahun, pengetahuan yang sangat minim dalam menjaga kesehatan masa kehamilan dan masa setelah melahirkan, bahkan menjadikan mereka kurang bertanggung jawab akan tumbuh kembang anak-anak mereka dan jarak kelahiran juga rapat sekali.  Hal ini tidka saja mengancam kesehatan ibu dan anak bahkan jiwa mereka juga terancam.

Read the rest of this entry

Nara Sumber: Pelatihan Wirausaha – Pusdiklatnas Pramuka

Setelah beberapa kali diundang untuk menjadi nara sumber pelatihan wirausaha, kesempatan kali ini yang dirasakan berbeda, menjadi nara sumber pada Pelatihan Kewirausahaan Tingkat Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yang dilaksanakan oleh Pusdiklatnas Cibubur, Jakarta.

Platihan wirausaha pramuka

Suasana pelatihan yang terasa berbeda, pada saat akan dilaksanakan, satu dari peserta yang menjadi pimpinan memberikan perintah untuk siap, kemudian maju menghadap aku dengan memberikan hormat terlebih dahulu, melaporkan jika mereka siap untuk menerima pelatihan.

pelatihan wirausaha pramuka

Mendapati sikap seperti ini ingatan melayang mundur 30 tahun silam, saat aku kelas 5 SD dan masih aktif di pramuka, seringkali aku memimpin pasukan dan memberikan laporan kepada kakak Pembina. Rasa itu kembali aku dapatkan pada pelatihan kemarin. Suasana akrab langsung aku rasakan.

Read the rest of this entry

Road Show Internet Sehat – SMK Cibinong Bogor

Masih seputar belajar berbagi, pada kesempatan ini menjadi relawan untuk Road Show ke sekolah2 dalam rangka sosialisasi internet Sehat. hari ini sekolah yang menjadi tempat tujuan adalah sebuah SMK di Cibinong.
Saat sampai di sekolah aku disambut 2 satpam yang ramah, lalu disambut oleh ibu dan bapak guru yang welcome sekali, setelah bincang2 sebentar aku diajak ke sebuah ruangan kelas yang sepertinya memang dijadikan aula untuk pertemuan2.
Segera siapkan materi dan aku mulai sampaikan apa yang disebut internet sehat.
Cukup Banyak siswa/siswi yang berkumpul, suara2 ceria mereka berkumandan di ruangan itu, celetukan2 mereka mengingatkan aku saat masa2 SMA dulu, celetukan ala anak2 remaja, dan bagi aku sebagai nara sumber hal ini bukan suatu masalah justru semakin membangkitkan semangat untuk berbagi dengan mereka. Semakin materi dilanjutkan lagi semakin hening raung itu, mereka menyimak dengan baik, terkadang tertawa bersama saat ada penayangan gambar2 yang lucu atau materi itu memang mengena pada pengalaman mereka masing2.
Terlihat beberapa siswa tersenyum , tersipu bahkan , menggoda temannya.

aku katakan kita disini adalah frend seperti kita didunia maya hanya ada 2 kategori frend dan un frend, sebagai frend yuuk kita berbagi bersama, aku berharap teman2 menyerap materi ini dan aku juga mendapat ilmu dari kalian, dari pengalaman kalian selama didunia maya, apa saja yang sudah didaptklan baik sisi positif dan sisi negatifnya.

Selesai memberikan materi, siswa bertanya seputar identitas yang dicuri pihak lain, dan aku coba jelaskan kenapa dimateri yg aku sampaikan tadi bahwa jangan memberikan identitas yang sangat lengkap dan detail di media social, ini untuk menghindari pencurian data tadi.

karena ini sebuah sekolah kejuruan, sedikit aku singgung mengenai wirausaha yang saat ini promosinya sangat bagus jika dimedia Blog, aku berikan beberapa contoh usaha yang cukup berhasil karena ditulis di media blog, termasuk usaha kuliner yang aku jalankan.
Dijelaskan pula mudahnya menulis di blog, karena media ini milik kita, namun tetap ada etika yang terjaga.

Setelah selesai materi yang aku sampaikan, dilanjutkan dengan fasilitator lain yaitu Unggul Sagena memberikan materi seputar BLOG,teman yang satu ini sudah merasakan dampak postif yang diolahnya di social media Blog, banyak penghargaan dan haidah2 berharga yang telah diterima.Ini juga kita singgung dalam acara tadi,untuk membangkitkan semangat teman2 yang lain untuk menulis positif di blog mereka.
Selesai materi yang diberikan Unggul Sagena, beberapa siswa langsung mendekati dan bilang ingin mengatifkan kembali blog mereka.

Alhamdulillah, kegiatan kami berbagi hati selesai dengan baik dan lancar, ada 2 buku yang menjadi hadiah bagi teman yang bertanya.
Kami dijamu makan siang bersama dan dibawakan oleh2 buah oleh pihak sekolah.

Berbagi itu indah.

Nara Sumber : Usaha2 yang prospek untuk Wirausaha Pemula

Usaha Prospektif untuk wirausahawan

Social media, khususnya blog dan face book bagi aku merupakan wadah silaturahim yang baik, wadah tempat kita saling bertukar informasi. Melalui media ini sahabat baru bermunculan dan merupakan tempat komunikasi berbagai kebutuhan. Melalui media ini kegiatan aku di bidang kuliner meningkat cukup pesat, selain media ini biaya ringan, waktu tidak terbatas dan pembaca dari seluruh dunia.

Salah satu sisi positif social media ini, beberapa waktu yang lalu teman menawarkan aku untuk menajdi nara sumber Pleatihan wirausaha Pemula. Tentu saja undangan menarik ini aku terima dengan senang hati. Di setiap pelatihan baik akus ebagai peserta maupun sebagai nara sumber, banyak ilmu yang bisa ditransfer satu sama lain.

Nara sumber

Read the rest of this entry

Nara sumber : workshop IT PeDas “Paper In Indeas”

Seperti kegiatan hari-hari sebelumnya, setelah suami dan anak2 berangkat, aku cek email dan pesan  yg masuk. Ada pesan yang menarik mengundang untuk menjadi nara sumber di sebuah kampus terkemuka, saat membaca tema acara dan materi yang perlu aku siapkan, wow senang sekali, ini pertama kali aku menjadi nara sumber di kampus, dan langsung aku terima undangan itu.

Bulan yang cukup sibuk November ini, dan agak beruntut kegiatan yang dihadiri, tgl 15 sd 17 mengikuti Asean Blogger Conference 2011, kembali dari sana tanggal 19 mengisi catering untuk acara wisuda di STIE Tazkia Bogor, tgl 21 memenuhi undangan dari Kementrian Koperasi dan UKM untuk menjadi nara sumber  Pelatihan wirausaha untuk pemula, dan undangan tgl 26 di kampus IPB dalam kegiatan worskshop IT Pedas “paper In Indeas” Peran Generasi Muda Mengembangkan Ide dan karya Tulis Melalui Tehnologi yang diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan tehnologi Centre of Management IPB

Read the rest of this entry

Tentang Kue kering..apa, mengapa dan bagaimana

Beberapa sahabat mengalami kesulitan dalam pembuatan kue kering, hasil yang mereka dapatkan : kue kering keras, melebar saat di panggang, dan cepat berjamur. yuuk coba kita ngobrol masalah ini :

Jika kita lihat cara pembuatan kue kering zaman dulu dan sekarang tidak jauh beda, hanya  tehnik nya  saja yang semakin lama semakin berkembang tehnologinya , bahkan kue kering dalam jumlah banyak sudah dilakukan secara pabrikasi, tapi tetap dapat dibedakan yang home made dan pabrikasi, baik dalam bentuk maupun rasa, dalam bentuk untuk home made tidak bisa sehalus buatan pabrik, juga ukuran tidak sama rata, dan rapi seperti pabrikasi.

Semakin banyak ilmu yang dikembangkan, juga berdasarkan pengalaman banyak hal yang dapat membuat kurang maksimal hasil  kue kering, ada yang  tektur  keras,  dll.

Faktor penyebab cukup banyak , misal karena kelebihan salah satu bahan, atau tehnik pengadonan.

Untuk ukuran bahan sebaiknya  sesuai resep, jika masih pemula sebaiknya mencoba 1 resep dulu saja jangan sekaligus banyak , adonan yang di biarkan terlalu lama tidak segera dikerjakan dapat menimbulkan berbagai hal, adonan menjadi kering dank eras, lalu ditambahkan mentega untuk memebuat lunas lagi, hal ini dapat mengakibatkan kue kering saat di panggang menjadi melebar, bnetuk tidak sesuai yang kita mau dan hasil akhir terlalu garing.

Bahkan adonan bisa juga berjamur, walaupun tidak terlihat mata tapi warna dan bau adonan berbeda dari adonan awal, hal ini yang seringkali tidak kita perhatikan, kemudian hasil kue menjadi kurang enak.

Dalam membuat adonan kue kering juga harus diperhatikan cara pengadukan, ada beberapa jenis kue kering yang membutuhkan pengocokan mentega/margarine dengan waktu yang cukup lama hingga mentega/margarine menjadi lembut dan berwarna putih, namun ada juga jenis kue kering yang pembuatan adonan cukup sampai tercampur rata saja.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan adalan penggunakan alat, usahakan pengadukan bahan2 menggunakan sendok yang terbuat dari kayu, karena sendok kayu bersifat netral tidak menghantarkan panas seperti tangan kita, adonan yang terlalu diaduk2 menggunakan tangan bisa berpengaruh pada hasil adonan, istilah yang sering kita dengar adonan menjadi matang karena panas tangan dan adonan akan bertektur keras.

Langkah-langkah yang aku lakukan pada saat pembuatan kue kering adalah sbb :

  • Timbang bahan sesuai resep, usahakan tidak memakai bahan pengganti dulu untuk pemula.
  • Gunakan mixer untuk mencampur mentega/margarine dengan gula halus dengan spit rendah dan adonan sampai tercampur rata saja.
  • Masukkan kuning telur satu persatu, aduk rata.
  • Campur bahan kering (misal coklat bubuk, susu bubuk, vanili, tepung terigu atau sagu), ayak dahulu supaya butiran yang menggumpal tidak masuk adonan.
  • Masukkan bahan kering secara bertahap, aduk dengan sendok kayu hingga bahan kering habis, jika bahan kering habis dan adonan masih terlalu lembek, masukkan adonan sebentar ke dalam lemari pendingin, jangan menambahkan tepung untuk membuat adonan keras.
  • Titik rendah /leleh margarine/mentega di setiap tempat tidak sama, mungkin saja saat mengocok mentega/margarine kondisi sudah lembek karena suhu ruang cukup panas.
  • Bagi rata adonan sesuai besar kue kering yg ingin kita buat, setelah itu baru dibentuk, hal ini untuk menghindari bentuk kue kering yang tidak rata, terkadang ada yg besar, ada yg kecil.
  • Panaskan oven sebelum adonan dimasukkan, umumnya untuk kue kering biasa memakai suhu 150-160 derajat celcius.
  • Untuk pemakaian oven gas atau kaleng biasa, harus rajin melihat kondisi kue di dalam oven, karena suhu yang tidak merata seperti memakai oven listrik. Jika sdh ada kue kering yg terlihat matang duluan, sebaiknya segera diambil, ini untuk menghindari gosong.
  • Setelah kue diangkat, letakkan ditempat yang leluasa udara keluar masuk, misal rak khusus untuk mendinginkan kue kering, kalo tidak ada bisa memakai  nampan yang bolong2 atau bisa juga memakai saringan untuk memeras kelapa, kalo tidak ada juga bisa ditaruh di atas tampah yang dialasi Koran.
  • Setelah uap kue hilang dan kue dingin, segera masukkan toples dan diberi perekat.
  • Jika perlakuan seperti ini, mudah-mudahan kue bisa bertahan selama 3 bulan tanpa bahan pengawet dengan catatan tidak di buka berlama2 .
  • Untuk kue kering yang diisi selai harus diperhatikan selainya, terkadang kue cepat berjamur bukan karena adonan kue kering tapi kelembaban yang ditimbulkan oleh selai sehingga adonan lembab dan berjamur.
  • Pastikan selai benar2 kering dan aman untuk adonan isi.
semoga sedikti tulisan ini dapat bermanfaat untuk sahabat yang ingin mencoba membuat kue kering. salam

Silaturahim itu ada dimana-mana & kapan saja ( bersama Jurnalis & backpacker dunia: Agustinus Wibowo) bag:2

Pagi itu Bogor di guyur hujan, seperti biasa gerimis cukup deras namun langkah tidak surut, berjanji akan sarapan bersama Mbak Raiyani (pemilik galeribogor.net)  dan Agustinus Wibowo ( Jurnalis & Backpacker Dunia), kaki melangkah ke jalan Sudirman menuju Bogor Permai, salaah satu pusat jajanan yang terkenal di Bogor, selain aneka kue dan roti, di Bogor Permai juga ada resto dengan sajian lezatnya, dan tempat ini jam 7 pagi sudah buka.

Ditemui di Bogor Permai, Mbak Rai, Mas Yudha  dan Agustinus Wibowo sedang sarapan Nasi Timbel, sang penulis buku SELIMUT DEBU & GARIS BATAS sangat bersahaja dengan baju putihnya,  terlihat sibuk dengan Lap Topnya dan seperti biasa cerita terus bergulir dan sangat senang berada di antara sahabat yang baru dikenal namun sudah seperti bersahabat lama, cerita bergulir dengan santai dan semakin terkagum kagum dengan penuturan Agus Wibowo mengenai Negara Negara di timur tengah yang penuh dengan konflik namun jadi keadaan yang indah di tuturkan dalam ke dua buku nya.

Cukup lama kami menunggu hujan reda, dan akhirnya menyerah tidak dapat melanjutkan rencana yang tadinya akan mengajak Mas Agus untuk menikmati wisata di Bogor. Akhirnya kami berpisah dan akan bertemu kembali di Agre Caffe untuk acara sarasehan jam 19:00.

Dalam acara itu dihadiri oleh beberapa komunitas dan kali ini mas agus lebih detail mengupas tentang bukunya dan bercerita pengalamannya selama di Afganistan dan beberapa Negara tetangga.

Read the rest of this entry

Silaturahim itu ada dimana mana ( Jurnalis & backpacker dunia : Agustinus Wibowo)

Seperti biasa setiap kali membuka jejaring social Face Book, inbox adalah salah satu yang langsung ingin dibuka, kali ini pesan masuk dari Mbak Raiyani Muharramah, pemilik galerinet.com

wow , undangan  yang sangat menarik, di ajak untuk taping acara Metro TV Kick Andy dengan bintang tamu AGUSTINUS WIBOWO, seorang jurnalis, backpacker dunia dengan karyanya :   SELIMUT DEBU DAN GARIS BATAS, cerita tentang petualangannya sebagai jurnalis di Afganistan

Dari Bogor kami berenam, aku, keponakan, mbak Raihammah, Kang Matahari Timoer, Azis dan temannya. Seperti biasa jalan menuju Jakarta senantiasa diiringi oleh kemacetan,  tiap 10 menit sekali mata melirik ke jam, akankah sampai sesuai rencana,  jam 5 mesti sudah di Metro TV.

Alhamdulillah setelah berputar putar cukup lama setelah keluar pintu tol Kebun Jeruk, akhirnya kami sampai di Metro TV jam 4.40, sempatkan untuk sholat Ashar dulu.

Setelah sholat kembali ke gedung dan mbak Rai mengajak aku menghampiri seseorang, dengan perawakan yang imut, berkulit putih, bermata sipit, wajah oriental sekali, dan saat dia menyebutkan namanya : Agustinus Wibowo, hampir tidak percaya dengan penglihatan, terbayang Afganistan dengan perangnya, dengan kehidupan kerasnya, dan dia seorang petualang jurnalis di sana, terpikir sebelumnya akan menemukan seorang yang berbadan tegap, namun jadi semakin ingin tahu kehidupan seperti apa yang telah dilakukan oleh penulis imut ini di Afganistan.

Berbincang sebentar dengan sang penulis, yang  kemudian langsung menuju ke Studio, dan kami masih menunggu cukup lama, acara baru dimulai jam 7 malam. Alhamdulillah mendapat snack yang cukup untuk menunggu acara. Setelah shalat magrib, kami makan malam dulu sebelum menuju studio. Ehmmmm menu yang unik, Nasi gulung isi daging dengan lauk pnedamping, ayam panggang, lalaban dan sambal dan diakhiri dengan pilihan minuman hot tea & hot coffe.

Akhirnya acara yang dinanti tibalah, kami masuk studio dan AGUSTINUS WIBOWO merupakan tamu ke-3 atau tamu terakhir dari episode Kick Andy kali ini, sebelumnya ada 2 petualang yang menjadi bintang tamu.

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: