Cerita defidi : hati hati dengan calon pembeli yang menggiurkan

Ternyata perjalanan hidup ini tidak dapat diterka arahanya layaknya laying-layang, tergantung kemana angin memebawa, tinggal berdoa agar angin senantiasa membawa tidak mendekati pepohonan yang rindang, yang nampaknya indah namun berbahaya, Begitu pula kehidupan, apalagi zaman sekarang, segala sesuatu yang menggiurkan patut diwaspadai. Ini cerita lalu namun semoga bermanfaat khususnya untuk temen-teman yang usaha kue seperti aku.

Saat menjelang ramadhan, pesanan kue sudah mualai berdatangan dan pikiran fokus ke kegiatan ini. Setiap oder yang masuk langsung dicatat, baik jenisnya, ukuran toples, harga dan alamat pembeli. Saat sedang dalam pejalanan kembali dari antar pesanan, sms masuk memesan kue jenis anstar 10 toples dan bertanya tata cara pembelian, selang 10 menit masuk sms ke dua nambah pesanan 10 toples lagi kastengel, belum selesai aku mecatat sms ke 3 masuk lagi nambah 10 toples lagi untuk putri salju dan 10 toples kue kacang. Saat aku total wah cukup besar pesanan ini , 50ribu x 50, total 2.5 juta. Aku sms balik, untuk pemesanan dengan jumlah itu harus memberikan dp 50% dan penyelesaian saat kue diantar. Pembeli setuju dna menanyakan no rekening aku. Selang 10 menit hp berbunyi dan aku angkat, katanya dari Pt xxx, dan itu karyawan bapak Rudi, didepok yang pesan kue tadi, dia memberikan alamat pengantaran, dan akan segera transfer dp tersebut.

15 menit dari pembicaraan terakhir sms masuk yang isinya dp sudah ditransfer dan minta aku cek apakah dana sudah masuk. Saat itu mobil sudah mengarah ke rumah, aku pikir sampai rumah dulu, beres-beres baru aku cek ke atm, memang aku tidak mau pakai mobile banking. Sms masuk beberapa kali dan menanyakan apakah dana sudah masuk mereka khawatir kalo dana tdk masuk dianggap belum oke pesanan itu. Mereka minta segera aku ke Bank untuk cek , akhirnya aku putar arah mobil dan mencari ATM. Karena sms berkali kali, aku bilang saja ya sudah menuju atm padahal aku sudha smapai atm, dan aku cek tidak ada tambahan dana masuk hari itu dari saldo terakhir aku lihat. Aku sms kembali dan katakana tolong kirim bukti transfer karena dan belum masuk. Mereka bersikeras sudah kirim. Tidak lama sms masuk yang menyatakan atm tempat mereka kirim dana ternyata system rusak jadi tidak ada bukti dan akan dijalankan secara manual. Aku mulai bingung dan berfikir, ATM secara manual? Tidak lama telpon bordering, aku angkat, suara disana terdengar sangat ramah ” sore bu desi, saya xx staff dari Bank xx, mau konfirimasi ini bu, tadi nasabah utama kami ada transaksi sebesar 1 juta ke rekening ibu, ternyata system kami sedang off, dana tersedot tapi tidak terkirim, ini saya mau bantu secara manual, apakah ibu masih di ATM” benar-benar pemaparan yang cantik untuk seornag petugas bank, tapi aku 16 tahun bekerja dibank, dan hal yang aneh jika ATM dapat dijalankan secara manual. Jika dana nasabah tersedot, atau sudah didebet tapi bukti tidak keluar dan dana tidak terkirim ke pihak ke 3 itu adalah masalah internal nasabah dan Bank, tidak ada urusannya dengan pihak ke 3. Biasanya Bank akan jalankan secara manual dengan mengirim melalui transfer, tidak manual melalui atm. Entah ya kalo sekarang sudah bisa.

  • Aku : baik pak, saya masih di atm
  • Petugas : bisa ibu masukkan kembali atm itu ke mesin.
  • Aku : ini sdh standar aku membaca basmallah setiap kali akan memasukkan atm ke mesin. Iya pak sudah.
  • Petugas : masukkan PIN bu
  • Aku : baik pak, sudah.
  • Petugas : tekan menu transfer, segera ya bu.
  • Aku : transfer???? Transfer??? Koq aneh, kan mestinya saldo.
  • Petugas : Bagaimana bu sdh masuk menu transfer.
  • Aku : istigfar, langsung tersadar kalo aku dalam situasi akan ditipu.
  • Petugas : halo, halo, bu, dengar saya kan, tekan transfer, bagaimana, sudah??
  • Aku : ya pak sudah ( padahal aku sudah keluar dari mesin atm), dan sedang menunggu pesanan the botol.
  • Petugas : ketik no ini bu, xxxxxxx, saldo ibu terakhir berapa ya?
  • Aku : ya pak sudah, saldo terakhir 10 juta.
  • Petugas : ya bu tambahkan angka 1 dan angka 0 7x
  • Aku : ya pak, sambil menyedot the botol hampir setengah botol ( mulai geram)
  • Petugas : bagaimana bu, jika sudah tekan “ya”
  • Aku : ya pak sudah
  • Petugas : pesan yang keluar”transaksi berhasil” seperti itu bukan?
  • Aku : bukan pak, katanya anda kehabisan waktu apakah akan dilanjutkan.
  • Petugas : oh begitu ya, segera tekan ya bu, dan ulangi seperti yang saya perintahkan tadi.
  • Aku : sdh 4 x pak, dan pesannya sama. Sepertinya ini atm rusak pak.
  • Petugas : ada atm dekat disana, jangan ditutup telponnya ya bu, ibu segera ke sana saja.
  • Aku : iya pak, sambil habiskan sisa the botol. Dan diam menunggu 20 menit. Baru aku katakana, saya sdh di atm yg lain.
  • Petugas : ya bu, segera lakukan hal yang sama ya.
  • Aku : ya pak.
  • Petugas : koq lama sekali bu
  • Aku : nggak tau ini pak, koq sama ya pesannya. (terdengar petugas sdh mulai nada tinggi)
  • Petugas : ibu ini bisa melakukan transaksi transfer kan, gimana sicg begitu saja tidak bisa!!!!!
  • Aku : dengan nada rendah sambil tersenyum : iya pak, saya ini 16 tahun di bank, jika ada yang kirim dana ke saya maka tugas saya adalah cek saldo, bukan transfer.
  • Pesan terkahir yg keluar tadi adalah : apakah anad masih butuh waktu untuk menipu? Begitu kata atm pak
  • Petugas : maki-maki dengan menyebutkan no staff bank, jangan main-main dengan saya, ini NIP saya, bla bla bla.
  • Aku : enak saja bapak mau ambil uang saya, subuh ke subuh lagi saya buat kue, lah koq enak tinggal transfer ke bapak.
  • Petugas : tuttttttttttttt tutttttttttttttttt tuttttttttttttttttt selesai…

Ya Rabb, harta ini semua milikmu, terima kasih masih diperkenankan Engkau pinjamkan ke aku. Langsung telpon suami dan bercerita dengan setengah terisak..membayangkan uang hasil peluh hilang begitu saja.

Semoga menjadi pelajaran untuk kita semua.

Iklan

Posted on 28 Maret 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bisa dijadikan pengalaman berharga bgt ni bunda buat aku, alhamdulillah blm pernah kena tipuan macam begini selain mama minta pulsa hehe

    sukses terus bunda :)

  2. betubetubetull makasih nih tips nya bu defidi… sukses terus yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: