temu kunci – penyedap masakan yang kaya manfaat

sayur bening merupakan salah satu menu yang paling sering aku sajikan, selain membuatnya simple, bumbu yang minimalis dan banyak manfaatnya terutama jika di rumah ada yang sedang tidak sehat tenggorokannya atau pencernaannya. Karena masakan bening bayam identik dengan temu kunci sejak aku kecil jadi pola ini berlanjut sampai sekarang. Ilmu tumbuk dari nenek di kampung katanya untuk dinginkan perut atau halusnya untuk mengobati panas dalam.

Ternyata setelah mencoba mencari manfaat lain dari temu kunci dan minta carikan sama mbak google, di http://www.deherba.com diberikan penjelasan yang cukup detail mengenai manfaat temu kunci, ini aku coba share ke teman-teman manfaatnya ya, semoga kita semakin mencintai rempah lokal yang banyak sekali jenisnya di negara kita, tidak perlu jauh-jauhn mendayung ke negeri seberang..

silahkan di baca dan semoga membawa manfaat  , sumber : http://www.deherba.com

Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr Sukardiman bisa menjadi landasan untuk menjawab pertanyaan di atas.

Dalam penelitiannya, Sukardiman menggunakan mencit yang mengidap kanker karena telah disuntikkan zat karsinogenik alias penyebab kanker. Kemudian, Sukardiman mengelompokkan mencit-mencit tersebut ke dalam 4 kelompok di mana kelompok ke-1 sebagai kontrol, kelompok ke-2 diberikan isolate murnipinostrobin dari Temukunci sebanyak 20 mg/kg bobot tubuh, kelompok ke-3 dengan dosis pinostrobin 40 mg/kg bobot tubuh, dan kelompok ke-4 diberikan senyawa antikanker.

Bagaimana hasilnya? Mencit pada kelompok ke-3 yang diberikan pinostrobin lebih banyak menunjukkan sel kankernya tidak berkembang biak bahkan perkembangannya terhambat sampai 80%. Hal itu menandakan bahwa Temukunci terbukti sangat bermanfaat untuk antikanker. Pinostrobin yang terkandung dalam Temukunci itulah yang paling ampuh dalam melawan perkembangbiakan sel kanker secara efektif dalam tubuh. Cara kerja dari pinostrobin ini adalah dengan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Senyawa Antioksidan Dalam Temukunci

Pinostrobin yang terkandung di dalam Temukunci merupakan senyawa antioksidan yang berperan penting dalam menangkal zat radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Radikal bebas sendiri merupakan molekul, atom ataupun kelompok atom yang tidak berpasangan.

Radikal bebas tersebut sangat berbahaya kalau jumlahnya lebih banyak dibandingkan senyawa antioksidan dalam tubuh. Akibatnya, radikal bebas terutama yang bersifat elektrofil menyerang tubuh dan merusak DNA sehingga kanker menyerang.

Oleh sebab itu, sistem imun harus benar-benar terjaga dengan baik karena merupakan benteng pertahanan dalam tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Sistem imun merupakan penjaga keseimbangan komponen tubuh dengan cara membersihkan sel-sel yang mati. Sistem imun dalam tubuh ini akan “meronda” ke seluruh bagian tubuh sehingga ketika ditemukan sel tubuh yang bermutasi-memicu kanker-sistem imun ini akan membinasakannya.

Pinostrobin yang terkandung di dalam Temukunci juga memiliki memiliki kemampuan dalam menghambat kinerja enzim topoisomerase 1 yang biasanya meningkat ketika terjadi kanker. Dengan adanya pinostrobin,maka penambahan jumlah topoisomerase ini menjadi terhambat.

Caranya dengan menghambat transkripsi DNA. Sedangkan aktivitas kerja enzim dihambat dengan cara mengeluarkan zat yang akan mengikat enzim. Akibatnya, sel kanker mati. Dengan demikian rutin mengonsumsi Temukunci tokcer mengatasi kanker. Bagi konsumen sehat, kebiasaan meminum rebusan kerabat jahe itu mujarab mencegah serangan kanker.

Temukunci juga tak hanya mengandung pinostrobin. Temukunci juga mengandung minyak atsiri yang memiliki komponen utama yang terdiri dari geranial, neral, kamfora, zingiberen, d-pinen, kamfen, d-borneol, geraniol, osimen, serta miristin.

Khasiat minyak atsiri pada Temukunci serupa dengan kerabatnya, temulawak dan kunyit. Kandungan atsiri pada ketiganya terbukti memiliki banyak manfaat. Sayangnya, penelitian Temukunci belum sampai pada tahap uji klinis sehingga dosis untuk manusia belum diketahui.

Posted on 30 September 2012, in anak, Aneka Tips, Cerita-cerita, Gizi, Keluarga, lingkungan, Makanan Tradisional, Masakan Rumah, Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: