Category Archives: Sosial

Oleh-oleh tinggal di US : belajar, berbagi dan bermanfaat

Membaca judul tulisan diatas sebagian dari kita langsung berfikir apa iya??  mencerdaskan anak bangsa itu dengan melalui pendidikan, dan pendidikan itu memerlukan media, dan media itu membutuhkan biaya, semakin banyak media yang dipergunakan maka semakin tinggi biaya yang dikeluarkan. STOP berfikir semua segi kehidupan ini dapat diperbaiki dengan nilai mata uang, coba simak cerita saya berikut ini.

Satu setengah tahun yang lalu saya hijrah ke tempat ini, lebih tepatnya ke ibukota Michigan , USA bagian utara. Pertama kali menginjakkan kaki ke daerah ini saya hampir tidak percaya ini US, dalam benak saya adalah suasana yang hingar bingar, dengan apartemen yang berhimpitan dan lalulintas yang padat dan masyarakat yang tidak perduli satu sama lain. Namun kenyataan yang saya dapatkan jauh sekali dari apa yang saya bayangkan.

Saya datang tepatnya Juni 2014 dimusim panas (summer), melalui perjalanan yang panjang, dari bandara Soekarno  Hatta ke Narita (Jepang), lalu dilanjutkan ke Chicago (US), dari dilanjutkan lagi ke Detroit (US) dan terakhir dengan bus ke kota yang kami tuju. Sepanjang perjalanan banyak sekali daerah yang masih luas dan rimbun dengan pepohonan layaknya saya akan mudik ke Sumatra.

Sampai di kota ini kami dijemput oleh teman-teman yang sudah lebih dahulu menetap disini menuju apartemen. Kala itu malam saya belum dapat melihat situasi sekeliling apartemen, keesokan paginya saat terbangun dan keluar menuju balkon, masyaAllah indahnya pemandangan dibelakang rumah kami, rumput menghijau seperti karpet yang dibentangkan dan danau yang indah, semua nampak terpelihara dan bersih seperti lukisan.

Yang pertama kami lakukan adalah mendaftarkan anak-anak ke sekolah dan Alhamdulillah anak-anak dapat diterima dengan baik dan lingkungan sekolah yang baik juga sangat dekat dengan rumah, 5 menit saja dengan bis sekolah.

Setelah itu baru memikirkan apa harus saya lakukan disini untuk mengisi kekosoangan hari-hari selanjutnya karena saya tipe pekerja, saya tidak dapat berdiam diri dengan duduk didepan televisi menunggu hingga sore.

Lalu saya katakan kepada suami, tolong carikan saya tempat belajar bahasa inggris yang murah karena memang kami tidak mempunyai kemampuan finansial yang tinggi untuk membayar sekolah saya. Budget yang kami terima untuk hidup adalah budget untuk satu orang pelajar, dapat diartikan bahwa pemerintah memberikan dana untuk suami saja selama ini, tidak mencover keluarga. Jadi kami harus dapat mengatur keuangan yang diperuntukkan satu orang dapat cukup untuk empat orang.

Saya harus mendapatkan tempat untuk belajar bahasa inggris karena kemampuan saya berbahasa inggris yang minim dan akan menyulitkan saya beradaptasi dengan lingkungan sosial disini. Kami akan tinggal cukup lama disini, kurang lebih 4.5 sesuai beasiswa yang didapatkan.

Lalu suami mencari dengan mesin pencari dan akhirnya bertemulah dengan tempat belajar bisa dikatakan rumah belajar, namanya Friendship House MSU dan tempatnya di area kampus MSU juga. Dan kami sepakat untuk segera mengunjungi tempat tersebut. Saat kami mendatangi tempat tersebut, seperti rumah besar, ada ruang tamu lalu ada ruang belajar dengan meja besar dan dapur . Lalu kami ke lantai 2 untuk bertemu dengan Direktur sekolah ini. Sambutan yang luar biasa ramah membuat saya yakin bahwa inilah tempat belajar yang saya cari. Saya termasuk tipe yang memilih nyaman dibandingkan berfasilitas, karena tempat indah dan berfasilitas itu belum tentu nyaman, justru tempat yang sederhana namun hangat akan lebih terasa nyaman.

Cukup kaget kami mendapatkan info kalau belajar bahasa inggris disini gratis, tidak perlu membayar guru-guru yang mengajar. Kami cukup membayar $10 untuk biaya pendaftaran saja. Hampir tidak percaya saya mendengar informasi ini, bagaimana tidak dengan suasana belajar yang nyaman, bisa belajar dari senin sampai dengan sabtu, bebas minuman kopi, teh, coklat dan kita bisa memasak juga untuk makan siang. Dapur yang cukup fasilitas, mulai kulkas, kompor gas 4 mata, oven besar, microwave dan peralatan makan dan minu juga masak. saya diberikan jadwal belajar mulai senin sampai sabtu, banyak sekali kelas yang dapat saya ikuti, mulai kelas grammar, listening, vocabulary, speaking, dll.

Kehidupan dengan babak yang baru dimulai, hampir setiap hari saya datang untuk belajar. Memang cukup sulit saya rasakan, selain usia yang sudah tidak muda lagi untuk belajar, guru berbicara dalam bahasa inggris dan teman-teman juga dari berbagai negara dengan aksen yang bermacam-macam. Akan banyak sekali nanti yang akan saya ceritakan mengenai pengalaman saya belajar, namun intinya saya ingin mengulas bagaimana dapat mendirikan tempat seperti ini, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dengan siswa tidak perlu membayar.

Semakin lama saya semakin mengenal tempat ini dan sudah seperti rumah sendiri, lalu saya mulai menganalisa dan berfikir, alangkah bagusnya jika di negara saya ada banyak tempat seperti ini. Tapi tetap harus menganalisa darimana dana yang didapatkan untuk mengelola tempat ini yang pasti membutuhkan biaya cukup besar untuk mencover biaya kebersihan, air, listrik, gas, minuman, alat-alat tulis, dll. Sedikit banyak saya akhirnya mengetahui jika dana didapatkan dari donatur. Lalu siapa donatur itu? donatur bisa perorangan dan sebagian besar dari komunitas rumah ibadah (Gereja), mungkin juga rumah ibadah lain karena mayoritas disini adalah komunitas Gereja. Donasi berupa uang tunai atau perlengkapan belajar dan mengajar. Lalu darimana para donatur itu mengetahui keberadaan kegiatan ini? Sekolah mengirimkan surat atau proposal untuk mengundang menjadi donatur, dan para donatur akan mendapatkan laporan keuangan dan kegiatan secara berkala. Sebuah tempat pendidikan biaya terbesar juga untuk membayar staff dan tenaga pengajar, dan ditempat ini baik staff maupun tenaga pengajar adalah volunter atau tenaga sukarelawan, bekerja sosial. Apakah berkwalitas tenaga pengajar yang tidak dibayar? Tentu saja, tenaga pengajar adalah orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan bidang lainnya. Sebagian besar mereka adalah dosen dari berbagai Universitas yang sudah pensiun, dan ada juga guru-guru muda yang memang sudah berpengalaman mengajar di negara masing-masing. Apa  iya mereka mau mengajar sukarela tanpa dibayar dengan status sosial mereka yang cukup tinggi, nah disinilah kita harus belajar banyak lagi, bagaimana menerapkan ilmu yang kita dapat tidak hanya mengacu kepada nilai ekonomis tapi juga kenilai sosial, buktinya sekolah ini sudah berdiri cukup lama dan tenaga pengajar terus bermunculan. Nilai berbagi itu yang tinggi disini, dan mereka mengajar dengan totalitas, disiplin waktu dan persiapan yang baik saat mengajar bahkan mereka sering membawa alat peraga untuk mengajar juga beberapa kali membawa aneka makanan untuk dibagikan kepada siswa.

Yang mungkin masih menjadi pertanyaan darimana komunitas itu mendapatkan dana untuk disumbangkan ke sekolah sekolah seperti Friendship House dan tempat lain. Ini yang mungkin membuat kita harus banyak belajar lagi, disini sumbangan itu mengalir deras baik dari perorangan, perusahaan, juga pemerintah daerah. Bagaimana cara membuat orang-orang dengan sukarela memberikan sumbangan dalam jumlah kecil dan besar dan berkesinambungan, nah ini ceritanya akan lebih panjang lagi.

Lalu siapa saja yang boleh menjadi siswa? siapa saja boleh menjadi siswa, untuk disekolah ini karena memang lokasinya di kampus MSU sebagian besar adalah siswa international yang memerlukan belajar bahasa inggris atau keluarga siswa, seperti suaminya siswa di MSU atau sedang ada program pertukaran pelajar atau program kerjasama maka istri atau anaknya belajar bahasa inggris disini. Kami sudah seperti keluarga besar disini, sudah tidak lagi merasa berbeda negara, bahasa dan agama. Nilai-nilai berbagi yang ditanamkan oleh guru dan budaya disini sudah mulai merasuki kami juga, semakin merasakan bahwa perbedaan itu bukan untuk disamakan namun untuk saling memahami dan menghargai.

Saya termasuk yang sering membawa makanan untuk dibagikan kepada teman-teman, untuk apa? banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dan saya ikhlas memberikan tanpa mempunyai niat yang tidak baik, kalau merinci keuangan kami rasanya tidak mungkin untuk berbagi, tapi kalau berfikirnya seperti itu kapan kita akan berbagi, menunggu kita kaya raya baru berbagi, bagaimana jika kita memang diberikan rezeki sebatas itu berarti selama hidup kita tidak akan pernah berbagi. Dan teman-teman pun melakukan hal yang sama, kami jadi mengetahui berbagai jenis makanan dari berbagai negara.

Bawalah apa saja untuk berbagi, sekedar sekerat roti hasil masakan  yang sudah saya tinggalkan untuk keluarga  dan dibawa kesekolah, selain hal ini menjadi media saya untuk berkomunikasi juga saya ingin memperkenalkan makanan dari tanah air.

Tidak ada kesia-siaan jika niat kita adalah baik, saya katakan jika dinegara saya mempunyai bisnis boga, saya juga mengajar baik yang berbayar maupun yang sosial, dan saya juga sering menjadi nara sumber berbagai seminar yang berkaitan dengan wirausaha dan media sosial sebagai media promosi. Dan beberapa kali diundang oleh media Telivisi, majalah, radio untuk kegiatan seputar boga. Saya tidak bermaksud untuk riya dengan menceritakan berbagai aktifitas saya, karena di sekolah ini setiap kali akan belajar dan ada siswa baru maka kami harus memperkenalkan diri, asal negara, keluarga dan kegiatan dinegara masing-masing.

Alhamdulillah setelah hampir satu semester saya bergabung di tempat ini, Direktur meminta saya untuk menjadi tenaga pengajar volunter untuk International Cooking Class, mulanya cukup kaget mendengar permintaan ini karena komunikasi saya dalam bahasa inggris masih kurang, namun support dari berbagai pihak membuat saya memutuskan untuk menerima permintaan ini. Dan sekarang sudah menginjak semester ke 3 saya menjadi guru volunteer disini.

Saya berharap tulisan saya ini bisa menggugah teman-teman untuk membuat komunitas belajar seperti ini dengan mengesampingkan nilai ekonomi, Insya Allah nilai ekonomi akan kita dapatkan dari sumber yang lain.

 

 

Bermain di media sosial seperti minum Es Campur

Sudah lama tidak membuat tulisan di blog ini seputar cerita-cerita, sebagian posting tentang aneka masakan saja semenjak hijrah ke US 1.5 tahun silam. Dan itupun diposting di blog defidi.web.id

Ketika melihat memori yang sering diingatkan oleh facebook, ingatan melayang bagaimana pertama kali berkenalan dengan facebook, masih sekedar posting 1 atau 2 kalimat saja, ya dapat dikatakan tanpa makna, dan teman pun masih dapat dihitung dengan jari. Semakin lama semakin banyak teman dan semakin sering posting berbagai hal, namun yang masih selalu diusahakan untuk dijaga adalah tata cara berkomunikasi di media sosial. Semenjak mengenal facebook sampai sekarang baru belakangan ini mendapatkan kritikan pedas seputar postingan. Entah apa yang ada dipikiran sang pemberi kritik. Media sosial adalah tempat banyak pengguna untuk menuangkan apa saja yang ingin dituangkan namun sekarang dibatasi dengan adanya UU IT.

Menggunakan media sosial itu seperti minum Es Campur, pertama dicari-cari dulu campuran yang disukai, mulai nangka, alpukat, kacang merah, agar-agar, dan biasanya kolang kaling yg ditinggalkan kalau dapat yang keras. Jika kurang manis lalu minta ditambahkan gula, jika kemanisan minta ditambahkan es serutnya. Sama prosesnya dengan media sosial, kita mencari teman yang kita kenal dan sukai lalu semakin banyak mulai kita saring, mungkin yang seprofesi, yang enak diajak ngobrol, kemudian saringan lebih diperketat, yang kurang memberi manfaat atau postingan tidak berguna kita unfollow, selanjutnya disaring lagi hingga di unfriend.

Tujuan pengguna media sosial beragam, dan umumnya pencitraan. Kenapa berpendapat seperti itu? sebagai mahluk sosial manusia selalu mencari pencitraan diri, tinggal kita memilih mau citra yang baik atau yang buruk. Jika ingin citra yang baik maka buatlah postingan yang baik, yang bermanfaat untuk orang lain, mungkin bisa diselingi humor sebagai penambah manis citranya. Jika ingin citra yang buruk maka buatlah postingan yang buruk, caci maki, sumpah serapah, dll. Selain postingan, gambar atau foto merupakan faktor pendukung untuk pencitraan tadi, mungkin jika ingin tampil cantik diposting foto2 yang tampil cantik, dipilih foto yang terbaik, dari foto natural sampai yang sudah diubah-ubah supaya tampil indah.

Setiap orang berhak posting apapun dan berhak pula memberikan kritikan apa saja terhadap postingan orang lain. Tapi setiap orang berhak juga membalas atau tidak kritikan yang muncul, berhak unfollow dan berhak unfriend. Jika kita tidak suka dengan wall seseorang, ada baiknya kita unfollow sehingga postingannya tidak masuk dalam wall kita dan kita tidak perlu membacanya. Atau sekalian unfriend jadi benar-benar tidak lagi terbaca oleh kita.

Postingan saya di facebook sebagian besar tentang aneka masakan atau cerita keseharian dari kumpulan pengalaman pribadi atau cerita teman-teman, dan saya tidak pernah menyebutkan nama orang dalam postingan itu, jadi kalau merasa ada yang dirinya tersindir akan tulisan saya ya ajaib saja, tapi ya bagus juga artinya tulisan saya dapat membuat orang lain merasa dirinya disindir meski tidak pernah ada niat saya untuk melakukan hal itu, niat saya adalah berbagi cerita sebagai guru kehidupan.

Lalu dilanjutkan lagi di komentari kalau saya membuat pencitraan diri seakan saya ini malaikat kebaikan, citra seorang wanita yang sangat baik, loh memang itu lah tujuan saya di media sosial, masak iya ada pengguna media sosial ingin membuat citra dirinya buruk, kalau pun ada ya sangat disayangkan saja, seburuk-buruknya orang inginnya dianggap baik.

Lalu tulisan saya dikomentari dengan komentar yang pedas bahkan dapat dikatakan tidak etika, tapi sekali lagi pengguna bebas melontarkan komentar apapun toh akan merugikan dirinya sendiri dengan komentarnya yg tidak baik, dan saya pun bebas untuk membalas atau tidak komentar tersebut, bebas untuk menghapus komentar itu.

Saya pun akan melakukan hal yang sama seperti minum es campur tadi, bukan tidak ada keberanian untuk membalas semua caci maki itu, suatu perbuatan yang sangat mudah tapi apa benefit nya untuk saya, ketika kita dicaci maki rasanya sakit sekali dihati dan begitu pula yang akan menerimanya jika kita membalas lagi.

Setiap manusia mempunyai keterbatasan masing-masing dan saya berfikir itulah keterbatasan dia, tidak bisa lebih lagi. Ya sudahlah tidak akan mampu kita untuk mengajaknya berfikir lebih jauh. Diam dan menghindar akan lebih baik.

TAWURAN ANTAR PELAJAR

Kita ortu masuk dalam bagian itu…. benarkah???

Disalah satu seminar yang aku ikuti dipaparkan bahwa factor gizi tidak saja mempengaruhi tumbuh kembang anak secara raganya, tapi juga jiwanya. Anak anak yang saat batita, balita kekurangan gizi maka akan berdampak saat masa remajanya, kurang bisa mengontrol emosi, arogan, sensitive dan kecil hati.

Jika dikaitkan dengan maraknya tawuran antar pelajar, antar warga dan antar kampung yang pemicunya dari hal hal yang dapat dikatakan sepele nampaknya uraian diatas masuk akal juga. Sisi sensitive yang sedikit saja terkena imbasnya luar biasa dan melakukan penyerangan yang tidak kenal situasi dan kondisi, tidak perduli apa akibat setelah itu.

Saat aku kecil mulai tk, sd, smp, sma bahkan mahasiswa tidak menemukan yang namanya tawuran antar pelajar apalagi di sekolah, bukan karena sekolah tempat aku belajar dapat dikatakan terbaik di kotaku saat itu, bahkan sekolah sekolah yang dulunya di sebut STM pun tidak mendengar hal tersebut, lalu kenapa sekarang begitu banyaknya kita temukan tawuran antar pelajar.

Melihat mereka jalan bergerombol lebih dari 25 orang rasanya bergidik, membayangkan tubuh mereka yang nyaris sama dengan laki laki dewasa saling memukul, menerjang, melempar, membabi buta, yang terlihat kalah pun tidak diberi ampun terus dikejar, hati nurani sudah hilang….kadang petugas pun melerai mereka dari jarak yg tidka terlalu dekat, sangat dipahami dan dimengerti kondisi seperti itu mereka tidak mengenal arti takut…

Setelah dibubarkan oleh petugas mereka berjalan laksana arjuna menang dimedan pertempuran, namun juga laksana tikus baru keluar dari sarang, baju mereka kotor lusuh kadang robek. Tidakkan mereka sadari, orang tua mereka yang berfikir dirumah bagaimana : tetap bisa membeli sabun untuk mencuci pakaian itu, tetap bisa membayar listrik untuk menggosok pakaian itu, tetap bisa membeli minyak tanah atau gas kecil untuk masak makanan mereka, tetap bisa membelikan mereka buku buku, jika jam pulang sekolah belum tiba dirumah, panjang leher menengok jam, dan keluar masuk rumah berharap anak anaknya segera tiba…

Saat aku Tanya bagaimana cara kita berkomunikasi dengan anak supaya kelak mereka mengerti kerja keras dan usaha orang tua dalam mengasuh mereka. Jawaban yang cukup sederhana dari sang pembicara ” anak anak sejak kecil diajak bermusyawarah apa dan bagaimana keluarga ini, kondisi keluarga ini, jelaskan yang sebenarnya tidka perlu menutupi keadaan supaya mereka tetap nyaman dan bergaul luas” ada hal hal yang memang belum atau tidak bisa disampaikan ke mereka jika masalahnya sangat pribadi, namun hal hal umum seperti tidak meluluskan semua permintaan mereka dengan memberikan alasan yang masuk ke dalam akal sehat mereka, katakan tidak jika memang tidak bisa dipenuhi dan beri alasan kenapa tidak dapat memenuhinya, contoh kecil saja: saat berjalan ke mall anak anak merengek minta dibelikan mainan sementara budget kita hanya untuk makan dan membeli buku, berikan pilihan kepada mereka ” tadi katanya mau beli buku cerita dan makan ayam goreng, jika dibelikan mainan maka salah satu dari rencana mesti dibatalkan, sekarang silahkan pilih, jika tetap mau beli mainan maka buku atau makan salah satunya tidak jadi, karena uang kami tidak cukup untuk itu” sejenak mereka akan bersikeras dengan kemauan mereka karena rasa ego mereka yang tinggi, beri mereka waktu untuk berfikir, lalu tanyakan kembali, bagaimana? Sudah ada keputusan, jika mereka tetap bersikeras membeli mainan tetap kita ortu jalankan rencana yang sudah dikatakan tadi, saat mereka merengek jangan dituruti, karena akan dijadikan senjata untuk meluluskan permintaan mereka dengan rengekan rengekan tadi. Sekali kita menerapkan pola tegas namun melibatkan mereka untuk berikutnya mereka sudah punya pilihan untuk diri mereka.

Pola ini pernah aku terapkan kepada anak anak hingga mereka menghentikan bermain zona game di mall dan sampai sekarang merupakan pilihan terakhir , mereka mulai bisa membuat skala prioritas. Terkadang hati memang tidak tega, masih suka menawarkan pada akhir jalan jalan, ini ada sedikit sisa uang apakah mau bermain, mereka sudah langsung menggeleng, lega rasanya rasa bersalah yang mendera hilang sudah. Celoteh mereka kadang membuat haru” ya lebih baik kita beli buku bisa dibawa pulang dan setelah itu kita makan, daripada main di zona, kadang kesel kalo kalah terus udah itu suka nakal mesinnya, lalu mereka berhitung coba ya dengan uang 25 ribu pulangnya Cuma dapat 3 permen dan satu pencil, coba kalo ke toko buku sudah dapat macam macam ini….”

Hal hal yang lain pun disampaikan kepada anak-anak, mereka memang seperti tidak mengerti dengan bahasa orang dewasa tapi jika penyampaian dengan bahasa mereka , akan cepat mereka tanggapi. Pada dasarnya mereka adalah mahluk yang senang diajak bermusyawarah karena kodrat manusia adalah mahluk social, diberikan tanggung jawab dan marasa diperlukan, katakan kepada mereka jika kita lelah, tidak sanggup dan butuh pertolongan mereka. Beri mereka tanggung jawab dan pemberian beban pekerjaan dirumah sesuai dengan kemampuan mereka, dan lihat hasilnya, bantuan mereka meski kecil akan sangat berarti, walaupun sekedar menaruh sendok ditempatnya, membuang sampah ditempatnya, menyapu ala kadarnya…lanjut sang pembicara…

Dengan adanya sosialisasi dirumah yang baik terhadap masalah dirumah kepada anak-anak, melibatkan mereka dalam kegiatan di rumah, meposisikan mereka sebagai penanggung jawab di rumah, komunikasi yang dua arah, akan membuat mereka mencintai diri sendiri dan juga orang-orang dirumah, ini menghambat mereka jika akan melakukan hal hal yang negative dilingkungan luar, rasa sayang akan tumbuh dengan sendirinya, bahasa kasar mereka ” kasihan nyokap bokap gw dirumah” ini sebenarnya sangat dalam bisa mereka katakana di lingkungan social mereka, secara halus ini sudah menolak ajakan negative yang mereka terima. Semoga tawuran dan aneka kekerasan lainnya akan berkurang dikemudian hari…sang pembicara menutup seminar hari itu…..

 

Jungleland Sentul Nirwana – fasilitas internasional dengan nuansa alam tradisional

Pagi itu selepas mengantar puteriku ke pusat bahasa inggris LIA, mobil mengarah ke kawasan sentul city, seperti biasa di week end sejak pagi kawasan ini sudah terlihat ramai, banyak kegiatan yang sering dilaksanakan di daerah ini. Tujuan utama adalah menghadiri undangan dalam rangkaian soft opening Jungleland. Inilah salah satu efek yang sangat menyenangkan menjadi blogger, seringkali kita mendapatkan kesempatan untuk meliput aneka kegiatan.Tentu saja tidak sekedar melihat aneka kegiatan yang dilaksanakan juga seringkali dijamu dengan aneka kuliner yang yummy punya dan di oleh olehin berbagai macam souvenir….

Sentul NirwanaMelintas di sentul city mobil sengaja berjalan perlahan, kawasan sejuk ini memang patut dinikmati, tatanan yang rapi sepanjang kanan kiri jalan, bersih dan pohon pohon besar masih rimbun berjajar sepanjang jalan. Tidak terlalu sulit menemukan tempat yang dituju, petunjuk cukup menarik mata meski tidka terlalu banyak terpampang sepanjang jalan, atau karena aku sudah cukup hapal dengan kawasan ini berhubung rumah tidak terlalu jauh dan kawasan ini merupakan salah satu tempat yang seringsekali dikunjungi.

junglelandSaat mobil mulai memasuki kawasan, yang terucap”wowwwww luasnya untuk sebuah land” meski belum selesai dan mungkin masih cukup lama untuk selesai sesuai denah yang aku lihat. Yang pertama tertangkap oleh mata adalah sebuah bangunan seperti telur yg sudah retak dan ada burung dipucuk telur itu, disampingnya ada bangunan dengan burung hantu bertengger, aku selalu suka dengan symbol burung hantu, meskipun namanya cukup menyeramkan namun bulatan wajahnya itu yang lucu, dan tepat ditaruh sebagai icon disalah satu wahana.

Disambut hangat oleh kru jungle land, kami ditempatkan disebuah ruangan yang khusus memang disediakan untuk komunitas blogger yang datang, cukup banyak blogger-blogger yang datang di acara ini, sempat disuguhkan coffee break sebelum kami diantar untuk melihat wanaha jungle land.

Saatnya berjalan-jalan…ayoooo

Piring Raksana di wahana discoSaat ini wahana yang sudah siap untuk pengunjung adalah wahana /zona carnivalia, disini ada tiga wahana terbaru di Indonesia. Oh ya uniknya wahana yang ada di sini menggunakan nama daerah yang mendekati bahasa local/ jawa barat.

wahana Disco berputar dan berayun di atas piring raksasa dengan kemiringan 45derajat, wowww, pengalaman yang tak terlupakan setelah naik wahana disco ini…

Mau bermain ibaratnya pertandingan formula ? melaju kencang di lintasan sepanjang 700m (terpanjang di Indonesia, nah ada di wahana kebut kebutan…..ini asik punya…

Bandul raksasaMau sensasi yang lebih lagi? Naik bandul raksasa dan diayun di ketinggian 20meter seakan menggapai angkasa…berputar, berayun, berputar, tinggi lebih tinggi, teriakan pengunjung cetar membahana saat ketinggian maksimal, aku ikut tertawa melihat ada yang berteriak, ada yang melotot ada yang bilang lagi lagi lagi….seruuuuuu

Nah ini dia wahana yang tidak kalah menguji adrenalinmu, wahana petir, swinger terbesar di Indonesia…

mobil jeger jegerSelain itu permainan untuk anak-naka juga banyak, aku sempat naik bom bom car yang disini diberi nama wahana jeger jeger, bener-bener merasa jeger-jegernya saat mobil yang aku naiki di tabrak oleh pengunjung yang lain, hahahahahaha seruuuu bagaimana aku menghindari banyaknya mobil yang berllau lalang dan jegerrrrrr, sempat terasa tubuh terpental sejenak..lalu ngebut lagi dan jegerrrrr….*

pesawat tempur di wahana hihiberanwahana dengan nama hihiberan, ini suatu wahana melayang dan berputar di atas pesawat tempur diantara gunung, bukit dan lembah. Seperti apa sensasinya, ayooo datang dan rasakan sendiri..

bersama teman linta skomunitasteman-teman dari berbagai komunitas blogger ramai ramai mencoba aneka permainan, teriak teriakan seru pengunjung dan teman-teman memebuat suasana siang yang panas terik tampak tidak terasa

Ini baru satu wahana loh ya, bisa dibayangkan jika 3 wahana lagi selesai dan bisa kita nikmati…ada ZONA EXPLORA, dimana  kita bisa menjelajah sensasi dunia saint dan tekno yg juga merupakan science centre terbesar di Indonesia, lalu ZONA MYSTERIA, di zona ini akan merasakan serunya petualangan penuh tantangan ada Sarang Burung Berang ada Liak Liuk laksana kita naik dipunggung ular dan meliuk di pepohonan dengan kecepatan tinggi lebih 100km/jam, wowwwwww kebayang tegangnya…., juga ada water gun di Wahana Perang Air sambil mengendarai boat blaster…dan ZONA TROPICALIAN, nah dizona ini kita berpetualang penuh kegembiraan di hutan tropis sambil mengenal beragam buah dan sayuran…

terbayang seharian di jungleland ini rasanya akan kurang waktu terus ya…jika sudah ada tempat wisata Fun dan edukasi seluas ini, selengkap ini, seseru ini, nggak perlu lagi dehhh jauh-jauh ke negeri sebenarng untuk nikmati aneka permainan berfasilitas Internasional dengan suasana dan gaya tradisional…perpaduan yang unik…nama-nama wahananya jadi mudah diingat kan…

Untuk info detail bisa akses ke http://www.jungleland.co.id

sepur leutikFoto foto lainnya di wahana Carnivalia :mini pontang panting

ceblak ceblok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita defidi : Persiapan anak-anak menghadapi Ujian Akhir sekolah

Pola belajar anak-anak dirumah berbeda, inilah yang harus dipahami oleh orang tua. Selama proses belajar berlangsung ini kita dapat mengamati pola yang terbentuk dalam diri setiap anak-anak. Alhamdulillah aku dikarunia satu putera dan satu putri, mereka bersekolah di SD yang sama, dengan system proses belajar yang sama dan banyak guru yang sama yang mengajar mereka. Mereka juga mengikuti kursus bahasa inggris ditempat yang sama dan bimbingan belajar ditempat yang sama. Pola asuh yang kami terapkan dirumah juga sama bahkan makanan dan minuman yang kami berikan sama namun pola yang terbentuk berbeda terutama cara belajar. Inilah yang harus disadari bahwa Allah menciptakan setiap manusia berbeda mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi sungguh tidak layak jika terkadang kita sebagai orang tua menginginkan anak harus sama satu dengan lainnya, kita begitu kecewa jika sang adik tidak sebaik sang kakak padahal sebenarnya kita belumlah menggali potensi sebenarnya dari sang adik.

Pola belajar kakak sudah mandiri, belajar sendiri dan bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti, namun adik masih pendampingan penuh, terkadang masih dengan pola ibu yang membacakan dan adik yang mendengarkan, jika materi sedikit masih bisa aku lakukan jika materi sudah misalkan menjelang UAS satu/dua buku, biasanya aku buatkan rangkuman atau maping atau menggaris bawahi hal-hal yang utama dalam buku cetaknya. Saat ini menghapal buku cetak dan rangkuman sudah sangat diperkecil persentasenya karena melihat tumpukan buku kelas 4,5,6 yang harus dipelajari membuat anak-anak sudah bingung, semua itu ya harus dihapal? Itu kalimat yang keluar dari mereka dengan memegang tumpukan buku, untuk itu lebih banyak pembahasan soal-soal saja karena sudah merupakan rangkuman pelajaran kelas 4,5,6 dan bagaimana mengerjakan soal-soal dengan cepat dan tepat, banyak sekali buku pendukung yang bisa kita dapatkan dan cukup efektif untuk anak-anak juga kita sebagai ortu yang mendampingi mereka.

Ke 2 anakku saat ini ada di kelas akhir menghadapi ujian, jadwal yang sudah sangat padat yang diberikan oleh sekolah karena sekolah menginginkan anak-anak ini lulus dengan nilai yang baik, begitu juga orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, sekolah bukanlah tempat menitipkan anak dimana anak diantar sampai gerbang sekolah lalu dijemput saat bel berbunyi dan selesai sampai disana. Namun juga tidak dapat memaksa anak untuk mengikuti semua keinginan kita. Anak-anak jika kita lihat dari umur untuk SMP dan SD masih sangatlah muda namun mereka adalah mahluk Allah yang mempunyai kehidupan sendiri, yang diperlukan adalah komitmen. Kami adalah orang tua yang punya pekerjaan yang cukup menyita waktu, namun anak-anak muda ini sudah dapat diajak untuk berkomitmen. Kami katakan bagaimana jika kita membuat suatu kesepakatan, kalian belajar lebih rajin dan kami akan mengurangi kegiatan supaya dapat mendampingi. Pendampingan dalam hal ini bukanlah sepenuhnya mengenai akademik karena jujur saya katakan saya sendiri sudah tidak mampu sepenuhnya jika diminta untuk menyelesaikan soal-soal ujian anak SD apalagi SMP.

Kami sering berbicara banyak hal, bagaimana sebaiknya sikap disekolah, belajar itu sederhana saja, cukup mendengarkan dengan baik apa yang diterangkan oleh guru, bertanya apa yang tidak dimengerti dan dipelajari kembali sesampai dirumah dan kerjakan tugas yang diberikan dengan sebaiknya. Pada saat ujian yakinlah bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah usaha kita, layak kita menghargai diri kita jadi bagusnya tidak melihat hasil pekerjaan teman . Kami tidak bangga jika kalian pulang sekolah dengan nilai ujian 10 tapi bukan pekerjaan kalian, kami lebih bangga jika kalian katakan hari ini ujian mendapat nilai 5 tapi kami akan belajar lebih baik lagi supaya besok dapat nilai 9. Nilai 10 itu nilai yang sempurna dan berat bebannya bagi anak-anak jika turun lebih baik kami katakan 9 saja dalam arti masih ada nilai 10 yang harus diperjuangkan.

Untuk anak laki-laki kami yang memang sangat suka dengan permainan sepak bola, bapaknya berbincang sederhana juga, jika diminta untuk memilih apakah kamu akan memilih menjadi pemain utama di liga yang tidak bagus atau kamu memilih menjadi pemain cadangan di Liga juara dunia. Saat diminta untuk menerangkan artinya kedua perumpamaan itu sanga anak memilih yang ke 2, artinya nak akan lebih baik kamu berada di urutan belakang sebuah tempat yang bagus daripada urutan depan ditempat yang tidak bagus, dan untuk masuk urutan belakang ditempat yang bagus tidak mudah banyak sekali yang menginginkan tempat itu dan kamu harus berjuang untuk itu.

Kami sangat menghindari konflik dengan anak-anak terutama di kelas akhir ini, beban mereka sudah cukup berat dengan target yang tinggi disekolah, cerita mereka bagaimana guru guru memberikan motivasi yang luar biasa namun tetap menjadi beban mereka. Mereka bersekolah hari senin sampai dengan jumat, masih diselingi bimbingan belajar pada hari jumat. Lalu sabtu mengikuti try out, semakin mendekati detik detik ujian semakin banyak, lalu ada lagi belajar kelompok. Belum lagi bimbingan belajar yang mereka ikuti di luar bimbingan belajar dari sekolah, bahkan ada yang masih diberikan guru privat dirumah.

Mendapati mereka tersenyum sepulang sekolah saja sudah hadiah indah untuk kami, walapun senyum itu diberikan dengan langkah gontai. Biasanya langsung aku peluk dan tanyakan dia ingin makan atau minum apa? Faktor makanan yang bergizi sangatlan penting untuk menunjang aktifitas mereka yang luar biasa ini, dapat aku rasakan jika dalam kurun 3 hari saja makanan yang aku sediakan untuk mereka tidak 4 sehat 5 sempurna , mereka merasakan kelelahan yang lebih. Dan juga mereka minta dibangunkan malam untuk sholat tahajut dilanjutkan sahur untuk puasa senin dan kamis, secara jiwa membuat mereka lebih kuat namun terkadang secara fisik membuat mereka lemah dan biasanya kami berikan supplement sebagai penunjang daya tahan tubuh mereka. Lelah berfikir berbeda dengan lelah bekerja atau berolah raga, dan sangat aku sadari hal itu karena sudah melewati masa itu. Esoknya saat mengantar mereka berangkat sekolah dengan pelukan dan doa semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk mereka, ada rasa haru melihat tas mereka yang penuh dengan buku-buku dan bekal untuk makan siang, betapa mereka sebenarnya sangat ingin mewujudkan harapan orang tuanya.

Hal hal sederhana seperti itu saja yang selama ini kami terapkan, sifat anak-anak masih sering muncul dengan mengatakan , malam ini tidak belajar ya capek sekali ingin segera tidur, besok aku tidak masuk bimbel ya karena sedang ujian disekolah, bimbelnya besok IPA sementara ujian matematika nanti tidak ada waktu belajar lagi kalo pulang bimbel sudah capek. Atau aku ingin main games sebentar saja dan nonton TV sebentar saja, boleh ya. Terkadang jika kita tidak melihat dan merasakan bagaimana mereka menghadapi semua pelajaran disekolah, situasi lingkungan bermain disekolah yang hampir tidak ada waktu bermain, kita akan mengatakan tidak untuk semua permintaan itu mengingat waktu mereka menghadapi ujian semakin dekat, tapi jika kita menyadari hal yang mendasar mereka tetaplah anak-anak dengan keinginan anak-anak dan remaja. Ada saat mereka ingin makan diluar, ingin pergi berbelanja ke swalayan walapun yang mereka beli ada diwarung dekat rumah.

Alhamdulillah , nilai nilai yang diperoleh putra dan putri kami cukup baik walaupun bukan yang terbaik saat ini dan kami tetap bahagia dengan semua yang telah diperolehnya, kehidupan kedepannya tidaklah mutlak nilai akademik menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam hidupnya, semoga apa yang telah diberikan sekolah selama proses belajar dan mengajar baik pendidikan secara akademik maupun moral/agama dapat menjadi bekal anak kami untuk melangkah lebih baik lagi kedepannya. Aamiin.

Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat

Berlenggang lenggok berselancar di dunia maya dengan Indosat

Wuzzzzzzzzzzzzzzzzz  pekerjaan selesai dengan cepat?

Seperti biasa rutinitas sehari –hari, setelah semua perlengkapan anggota rumah untuk beraktifitas selesai, mulai sarapan pagi hingga bekal makan siang untuk anak-anak dan bapaknya, dan mereka berangkat menuju tempat aktifitas dengan semangat pagi. Sekarang tinggal emaknya yang melanjutkan aktifitas.

Dimulai dengan sarapan, dilanjutkan dengan membuka perlengkapan perang, sebuah PC yang sduah lama tapi tetap nyaman sekali digunakan untuk membantu pekerjaan aku. Nah yang pertama dikunjungi adalah: email, facebook, twitter dan blog, 4 media social itu merupakan tempat aku promosi  usaha  sebagai wirausaha dibidang boga.

Namun hari itu terpaksa tidak dapat melakukan hal yang sama, karena sudah ada pekerjaan dunia nyata  yang mesti dilakukan. Selain boga aku juga mempunyai event organizer bersama teman-teman. Pekerjaan dunia maya  kan bisa dikerjakan  dijalan, itu pikiran yang langsung muncul.

Sampai ditempat tujuan sambil menunggu teman-teman datang, aku mengeluarkan perlengkapan perang, sebuah lap top tahun lama, namun jangan ditanya cara kerjanya, masih sangat membantu.

Dan yang selanjutnya aku ambil adalah modem, tangan bergerak menyusuri tas tangan aku, dan rasanya belum menyentuh sahabat karib itu. Penasaran, tas aku tumpahkan dimeja dan modem tidak ditemukan, langsung panik? Ya tentu saja, langsung merasa tidak mempunyai kekuatann, sudah begitu besar ketergantungan seorang blogger, facebooker, dengan benda kecil itu.

SMS bermunculan yang semuanya berhubungan dengan internet, ada yang minta kirim resep, ada yang minta jadi pembicara dan tutor sudah dikirimkan minta segera dibaca dan dibalas, dan beberapa pekerjaan lain yang menuntut untuk segera diberi jawaban.

Sambil meluruskan pinggang dan memesan minuman, mata memandang sekeliling, berharap ada jalan keluarnya, dan tertumbuk tulisan dengan kertas putih ala kadarnya  “Free WiFi oleh Indosat“, segera aku panggil salah satu karyawan dan menanyakan apakah bisa digunakan? Dan anggukan karyawan itu langsung memompa semangat, segera berselancar.

Surat masuk yang bertanya seputar resep segera dijawab, yang memesan segera ditindak lanjuti, dan beberapa penawaran kerjasama maupun menjadi narasumber segera diteruskan dengan menghubungi mereka langsung. Membuat status di facebook, juga twitter untuk promosi usaha aku, juga membuat postingan di blog. Akhirnya……selesai semua urusan didunia maya, teman-teman datang dan mengerjakan yang didunia nyata. Dua kata saja yang terucap “terima kasih Indosat”.

air mata syukur diatas cake dekorasi

Semakin maju zaman, semakin canggih alat komunikasi. Ini aku rasakans ebagai ibu rumah tangga yang menerima aneka pesana makanan dan minuman. Sudah biasa menerima pesanan melalui, sms, inbox di face book, twitter, email.  Kuncinya saling percaya. kali ini pun seperti itu, sms masuk dan menanyakan cake dekorasi ulang tahun untuk anak-anak.

Menanyakan cake dekorasi yang ada di blog dengan dekorasi princes, aku katakan untuk yg seperti itu harga 450.000,-, setelah sms beberapa kali didapat kesepakatan, cake dasar black forest dengan ukuran 30x 30, dekorasi minimalis Dora, bahan dekorasi minta gabungan fondant dan butter cream dengan harga 200.000,-.  Harga yang aku berikan adalah harga promosi karena mereka mempunyai komunitas yang mungkin bisa memesan kembali untuk acara-acara yang lain.

Seperti biasa pula aku minta pembayaran di muka sebagai tanda pesanan akan segera disiapkan. Untuk transaksi di media sosial  pembayaran di muka merupakan pengikat suatu transaksi. Umumnya 50% dari nilai transaksi, dan dp yang sudha masuk tidak dapat dikembalikan jika pesanan batal.

Waktu yang ditentukan tiba, bersama suami dan anak-anak , aku berangkat ke tempat yang diminta untuk mengantar kue tersebut di sebuah studio foto, hampir 1.5 jam lewat dari waktu yang disepakati, akhirnya pemesan  call jika mereka sudah di studio foto.

Saat kue diserahkan, yang aku harapkan adalah : sisa pembayaran diberikan dan aku langsung pulang. Namun sungguh diluar harapan, pemesan mengatakan ” Wah kuenya kecil ya, apa cukup dibagi untuk 50 orang, dan dekorasi yang saya harapakan tidak seperti ini, kurang ramai”…ada rasa kaget dan kesal dihati, masih saya jawab dengan pelan dan senyum ” ibu, jika yang diminta ukuran 30 x 30 memang seperti ini, ambil saja penggaris, ibu lihat tatakan ini ukurannya 35 x 35, dan untuk harga yang diminta, dengan cake dasar black forest dan buah kaleng, lapisan fla, dan dekorasi seperti ini sudah sangat murah bu, biasanya saya jual dengan harga 350.000,-‘ Dan umumnya kue ulang tahun di potong simbolis saja, dibagikan kepada kerabat dekat dan untuk tamu biasanya pemilik pesta memesan lagi kue potong hias, memang untuk ukuran 30 x 30 tidak akan cukup dibagi kepada tamu sejumlah 50 orang.

Pembeli terus berargumentasi, dan akhirnya saya katakan ” baik bu, silahkan ibu beli kue sesuai yang ibu inginkan, ini uang 100.000,- yang sudah ibu kirim kepada saya, lalu aku tinggal pulang dengan kue aku ambil kembali, sang pembeli masih sempat berpesan “tolong nama anak saya dikue itu di buang”.

Saat saya memasuki mobil, saya ceritakan kepada suami dan anak-anak, untuk kami makan dirumah rasanya tidak mungkin, akhirnya kami sepakat untuk diberikan saja ke orang lain. Teringat nama yang pertama di hati adalah menelpon Ustad Maizar, beliau adalah guru agama disekolah anakku yang juga aktif mengurus sebuah panti asuhan. Sesuai alamat yang diberikan kami meluncur ke panti asuhan tersebut.

Subhanallah, panti asuhan itu sangat bersih dan cukup luas, aku lihat beberapa anak kecil sedang bermain ayunan. Aku temui salah satu pengasuh yang tutur katanya lembut, mereka begitu bahagia menerima kue itu dan menanyakan nama anak aku yang berulang tahun untuk didoakan bersama. Berkali kali mereka menanyakan kue itu benar  untuk anak panti, seakan tidak percaya . Beberapa anak langsung berkumpul saat kue akan dibawa masuk ke dalam panti, suasana sore yang menjadi begitu indah.

Saat meninggalkan panti, rasa dihati bercampur jadi satu, rasa kesal masih tersisa namun rasa bahagia lebih mendera…Ya Rabb..puji dan syukur Engkau ingatkan hamba akan ilmu dan rezeki yang selama ini Engkau berikan, hamba lalai membagikannya yang terbaik untuk saudara2 hamba yang mungkin belum pernah mencicipi kue seperti itu. Teguran ini begitu indah, seperti teguran teguran sebelumnya, begitu kasih dan sayang Engkau kepada kami. Maha Benar Engkau dengan semua Kebenaran yang ada di bumi ini.

Terima kasih keluarga Elang yang senantiasa mengingatkan emak yang semakin harus banyak belajar tentang nilai-nilai kebaikan, sebelum mempertanggungjawabkan semuanya pada saat dikembalikan semua pinjaman ini.

 

satu hari bertemu 3 suhu

Tidak dapat dipungkiri, semakin dalam seseorang memperdalam ilmu dunia dibarengi ilmu agama yang terbentuk adalah sesosok manusia dengan tutur kata indah, jauh dari sikap sombong, empati yang tinggi terhadap sesama, mau berbagi ilmu yang dimiliki tanpa memandang dengan siap mereka berhadapan.

Hari ini, alhamdulillah aku bertemu dengan tiga sosok itu. Pagi menjelang siang, mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah bapak Sjafrie Mangkuprawira, untuk yang kesekian kalinya menghadiri acara undangan silaturahim dari beliau. Malam hari sudah aku siapkan lapis blogor, dan asinan sayur berbumbu kacang.

Memasuki pelataran rumah beliau senantiasa sejuk mata memandang, sejuk hati melangkah, setiap kali silaturahim disambut dengan senyum hangat penuh kekeluargaan. Dan seperti waktu-waktu sebelumnya juga sudah tertata rapi aneka makanan kecil sebagai pembuka sambil menunggu teman yang hadir lainnya.

Seperti biasa pula beliau begitu perhatian menanyakan teman-teman yang belum hadir, dan setiap kali beliau menyampaikan pesan-pesannya untuk kami , alhamdulillah semakin menambah ilmu kami baik dalam ilmu dunia maupun ilmu agama.

Hari itu yang beliau sampaikan adalah bagaimana menghargai tamu yang datang, seperti yang disampaikan Baginda Rasul, tamu yang datang  wajib dihormati dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya, beliau juga menyampaikan bagaimana cara menerima tamu dengan baik,  mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tamu yang hadir terutama yang memberikan kontribusi dalam acara.

Ini pesan singkat namun maknanya begitu dalam, ucapan terima kasih itu terdiri dari dua kata namun bagi yang menerima sejuta makna, bahkan banyak orang menggunakan berbagai cara dan penuh perjuangan baik material maupun spiritual , melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan kata terim kasih.

Siang ini hampir sempurna, mendapatkan camilan yang nikmat, makan siang yang nikmat dan ilmu yang bermanfaat.

Setelah dari kediaman Bapak Sjafrie, aku dan suami meluncur kembali membelah kota Bogor menuju Pusat Kota, tujuan ke Taman Koleksi di area kampus IPB Baranangsiang untuk bertemu dengan teman-teman suami yang tergabung dalam IMEA, suatu wadah tempat berkumpulnya muslim saat suami bersekolah di Enchede, Belanda.

Menuju taman Koleksi yang teduh dengan pohon kapuk yang sedang berbuah lebat saja sudah menimbulkan suasana yang teduh, mamasuki cafe yang ada disana dengan nuansa alam aku bertemu dengan 2 sahabat suami. Disambut dengan sangat ramah oleh Mbak Nung dan Mas Anto, suami langsung terlibat pembicaraan hangat dengan mereka, yang namanya reuni biasanya bercerita pengalaman masa-masa yang telah dilakukan. Namun kali ini banyak aku tangkap pembicaraan yang serius mengenai niat tulus dalam memajukan negeri ini khususnya bidang pendidikan.

Setelah aku mengetahui keberadaan mereka, Mbak Nung merupakan salah satu Dekan di IPB dan Mas Anto Dosen di salah satu Universitas di UK. Subhanallah, dengan begitu banyaknya ilmu dunia dan agama yangs udah mereka pelajari dibandingkan aku tentunya, sosok mereka jauh dari semua embel-embel yang menyangkut pada diri mereka. Mungkin Sebagian dunia ini sudah mereka jelajahi, satu kalimat indah yang aku tangkap dari pembicaraan kemarin ” berbahagialah bisa menimba ilmu diberbagai universitas di negara-negara maju, namun jangan sampai menjelek-jelekkan negara kita sendiri, serap ilmu yang bagus itu untuk disampaikan di negara ini, saya sedang berusaha untuk itu paling tidak dilingkungan saya sendiri” kata lingkungan itu bukan wadah yang kecil tentunya sebagai seorang dekan di Universitas Ternama.

Terima kasih ya Rabb dapat dipertemukan dengan sosok yang dapat dijadikan contoh dalam menjadi kehidupan ke depan.

Kue Kering – sisa bahan??? dibuang sayang

umumnya home industry kue kering mengalami hal ini, sisa bahan yang cukup banyak. Saat mengayak tepung terigu, ada bagian yang tertinggal diayakan, biasanya langsung dibuang saja. Ini terasa ringan jika memebuat kue kering dalam jumlah sedikit, tapi jika dalam jumlah banyak, setiap kali mengayak tersisa 1 sdm , jika 100 x mengyak cukup banyak terigu yang didaptkan jika dikumpulkan. hal ini juga berlaku untuk susu bubuk, maizena, gula halus dan bahan berbentuk tepung khususnya.

Demikian pula keju yang telah diparut sering tersisa saat kita menaburkannya dan tidak cantik lagi jika dipakai u taburan berikutnya karena sdh menggumpal atau mengeras.

Juga dengan coklat bubuk, potongan buah kering, coklat yang dicairkan untuk toping dan bahan bahan kue lainnya.

Sebaiknya mulai sekarang jangan langsung dibuang meskipun jumlahnya sedikit, jika masing2 kita kumpulkan dalam mangkuk, dalam sebulan hasilnya terlihat betapa cukup banyak bahan2 yg terbuang jika dikumpulkan, Dan bahn-bahan ini masih sangat layak kita olah kembali menjadi kue kering.

Kita tinggal menambahkan mentega/margarine, dan telur. Misal : timbang bahan sesuai keperluan, kocok mentega dengan gula pasir hingga lembut, tambahkan telur kocok sebentar, tambahkan tepung secara bertahap, tambahan susu dan buah2 kering juga dengan keju dan coklat. Aduk rata. buat bulatan kecil sebesar kelereng, oles dengan kuning telur, taruh satu buah choco crunch sebagai pemanis. Panggang hingga matang. nah kita sudah mendapatkan kue kering coklat buah choco crunch.

Mari kita manfaatkan bahan sisa.

Efisiensi menghadapi kenaikan bahan-bahan penunjang dapur emak

Kembali kenaikan harga bahan pokok kita alami sekarang, bahkan tidak hanya bahan pokok, sayur mayur dan pendukungnya pun mengalami kenaikan, apa penyebabnya kitapun tidak mengetahui pasti, dan hal seperti ini seringkali terjadi.

Yang pertama kali di lakukan untuk masyarakat menengah ke bawah adalah mengeluh, dan itu sangat manusiawi, budget yang telah ditentukan tidak bisa lagi mengcover kehidupan sehari-hari, jika prosentase kenaikan itu maksimal 5% mungkin tidak terlalu dirasakan tapi jika sudah mencapai angka 50 bahkan 100% akan sangat memberatkan.

Jika bahan yang tidak umum dikonsumsi mengalami kenaikan  bukan masalah besar, kecuali bagi sebagian masyarakat yang memang menggunakannya setiap hari, seperti keju, mayones, aneka bumbu siap pakai.

Namun ikhtiar tetaplah harus kita lakukan untuk bisa meringankan beban atas efek samping kenaikan bahan-bahan penunjang kehidupan ini. Kita coba dari efisiensi dari berbagai hal, mariii

Bumbu dasar masakan umumnya : bawang putih, bawang merah, dan rempah rempah (jahe, kunyit, sereh, laos, kemiri). Beli bumbu dasar ini dalam jumlah yg cukup banyak misal masing-masing ½ kg. Kita bersihkan dan kita haluskan. Kemudian kita panaskan supaya tidak mudah rusak, bisa dengan menumisnya atau mengukusnya. Lalu kita masukkan plastik kecil-kecil dan kita simpan di kulkas, pada saat akan dipakai kita tinggal mengambil bungkusna kecil ini.

Belanja bahan sayur untuk 1minggu : sebaiknya buat menu mingguan dan kita tempel di dinding dapur , jadi pada saat kita ke pasar belanja untuk satu minggu, misal : sayur asam, lodeh, beningan, sop, tumisan.

Ada beberapa bahan yang dipakai untuk semua sayuran itu misal, wortel bisa dipakai di bening, sup, lodeh, tumisan bahkan sayur asam, bahan-bahan seperti ini kita beli dalam jumlah yg cukup banyak, lalu dibersihkan dan dikelompokkan sesuai menu yg akan dipakai, sebaiknya dimasukkan ke plastik untuk memudahkan kita mengambilnya.

Belanja lauk pauk : kita sesuaikan juga dengan menunya, misal ikan goreng, ayam goreng, tempe dan tahu, empal, bakso ikan dan daging. Kita ambil bumbu dasar kuning, bumbu ini bisa untuk ikan goreng. Lalu buat ayam ungkep, sisa bumbu ayam ungkep bisa kita tambahkan santan untuk membuat lauk kare tempe atau tahu.

Saat kita akan membuat empal, air kaldunya bisa kita ambil dan kita simpan diplastik untuk dibekukan, dan dapat digunakan saat kita akan membuat sup sayuran.

Beras. Kadang kita tidak terpikirkan efisiensi pada beras, padahal sering sekali ini membuang nasi yang kita anggap sdh tidak layak konsumsi, ini karena kita memasak nasi terlalu banyak untuk waktu yang kurang tepat. Jadi sebaiknya masak nasi untuk makan siang secukupnya saja, lalu masak nasi untuk makan malam lebih banyak karena akan kita gunakan untuk sarapan juga. Biasanya kita tidak punya cukup waktu jika pagi-pagi baru menanak nasi. Dan nasi yang kita masak malam bisa dibuat sarapan, seperti nasi goreng, atau bubur nasi.

Semoga catatan ringan pagi in ibis ameringankan beban emak didapur, selamat berjuang mak..

 

Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok setelah makan dan pakaian, namun jika kita lihat disekeliling kita, masuk ke daerah yang kumuh atau bisa dikatakan daerah miskin, anak yang dapat menikmati pendidikan tinggi bisa dihitung dengan jari dari jumlah sekian ratus anak. jangan kan untuk kuliah, SMA, bahkan SMP saja banyak yang tidak dapat menikmatinya. Perkawinan usia dini dijadikan alasan untuk tidak meneruskan sekolah, anak-anak laki2 dipaksa bekerja apa saja untuk membantu orang tuanya dan anak-anak wanita dinikahkan secepat mungkin untuk meringankan orang tuanya.

Lalu bagaimana mereka dapat mengasuh generasi selanjutnya jika pola salah ini terus berlangsung, tekanan ekonomi merupakan salah satu penyebabnya. Sekolah gratis yang disediakan pada prakteknya tidaklah gratis sekali, masih tidak mampu untuk dijangkau. Hanya biaya sekolah yang gratis, lalu buku, baju seragam, aneka sumbangan untuk berbagai kegiatan itu merupakan kewajiban yang harus disediakan oleh orang tua.

Banyak perusahaan baik pemerintah, BUMN, swasta sering mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk menunjang pendidikan anak bangsa, salah satunya kegiatan yang menarik ini dilakukan oleh GE (Aviation)  dan Garuda Indonesia, kegiatan mulia ini hendaknya dilakukan berkala dengan tempat berbeda dan semoga dapat diikuti oleh perusahan perusahan besar lainnya di Indonesia. Sukses untuk GE (Aviation) dan Garuda Indonesia.

 

BERITA PERS

Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Pendidikan Anak Usia Dini

 

Dalam rangka pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Garuda dan GE Volunteer khususnya peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pada hari ini, Rabu (09/05) Garuda Indonesia bersama dengan GE Aviation melaksanakan kegiatan “Garuda Indonesia dan GE Aviation Peduli Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembangunan Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini”.

Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan bersepeda bersama antara Pemda NTB, GE dan Garuda Indonesia, untuk mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat.

Program CSR tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas salah satu sekolah anak usia dini di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peresmian pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi, Vice President Sales GE Aviation Asia Pacific, Tom Wygle, serta Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar.

 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengharapkan kiranya melalui program CSR yang bekerjasama dengan GE Aviation ini dapat membantu kemajuan pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini di Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Kiranya rehabilitasi sekolah ini dapat memfasilitasi anak-anak usia dini untuk tetap mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tambah Emirsyah Satar.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Vice President Sales GE Aviation Asia Pacific, Tom Wygle mengatakan kegiatan ini merupakan cerminan dari komitmen GE Aviation untuk menjadi mitra jangka panjang Indonesia. “Kami berharap dapat memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat Indonesia, tidak hanya melalui promosi kegiatan bersepeda saja tetapi juga dapat melalui dengan kepedulian terhadap lingkungan setempat dengan memperbaiki dan membangunan fasilitas pendidikan yang baik” ungkap Tom Wygle.

Tom Wygle menambahkan, “Kesehatan, lingkungan, dan pendidikan adalah tiga pilar yang menjadi panduan kegiatan kemasyarakatan yang di lakukan GE Aviation dalam mendukung rakyat Indonesia. Kami berusaha untuk memberikan kembali kepada masyarakat Indonesia dengan cara yang berarti, dengan menggunakan sumber daya dan teknologi kami serta dukungan penuh yang diberikan para karyawan dan relawan GE. Hal tersebut dapat kita saksikan langsung hari ini.”

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi menghargai upaya Garuda Indonesia dan GE Indonesia untuk membantu memperbaiki dan membangun fasilitas salah satu sekolah anak usia dini, khususnya di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. “Kiranya kepedulian yang ditunjukan oleh Garuda Indonesia dan GE Indonesia ini dapat diikuti oleh institusi lainnya.”, tambah Zainul Majdi.

 

Sementara itu, berkaitan dengan bantuan pendidikan, Garuda Indonesia, tanggal 2 Mei lalu juga telah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Melalui kerjasama tersebut, Garuda Indonesia akan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan “Program Menjangkau Yang Tidak Terjangkau” dengan pemberian bantuan pendidikan khususnya di wilayah Timur Indonesia berupa rehabilitasi sekolah, peningkatan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan yang terstandar, pemberian bantuan peralatan sekolah serta pemberian buku.

 

Selain penandatangan nota kesepahaman tersebut, pada kesempatan yang sama, Garuda Indonesia juga memberikan satu juta buku tulis berbahan kertas daur ulang untuk anak-anak sekolah di Indonesia yang akan disalurkan ke beberapa wilayah terpencil di Indonesia terutama di wilayah Indonesia Timur.

 

Mengenai GE Aviation

GE Aviation, sebuah unit operasi GE (NYSE:GE), merupakan penyedia terkemuka mesin jet, komponen dan sistem terpadu untuk penerbangan komersial, militer, dan bisnis. GE Aviation memiliki jaringan layanan global untuk mendukung berbagai sektor penerbangan tersebut. Untuk informasi selengkapnya dapat langsung mengakses www.ge.com/aviation. dan follow twitter GE Aviation di alamat http://twitter.com/GEAviation serta youtube di http://www.youtube.com/user/GEAviation.

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

Haris Izmee, Senior Sales Director

GE Aviation Indonesia

Telp      : 021-5730404

Email    : haris.izmee@ge.com

 

Pujobroto, Vice President Corporate Communications

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Telp      : 021-25601010

Email    : pujobroto@garuda-indonesia.com

 

 

 

%d blogger menyukai ini: