Review produk – Bebek Dubes – Bogor

melihat milis  blogor hari itu ada undangan makan siang di bebek dubes sambil kopdar dengan teman-teman blogor. Yang namanya penikmat bebek, undangan ini menarik sekali. Acara yang lain digeser sedikit waktunya supaya bisa hadir dalam acara ini.

Tempat yang dituju sudah dalam bayangan, Jl Siliwangi dan biasanya tidak terlalu padat. Sambil mengantar putri ku untuk ujian di tempat kursus bahasa inggrisnya sekalian menuju tempat acara. Ternyata….jalan padat dan sangat tersendat dibeberapa titik karena banyak jalan umum yang biasa dilalui ternyata ditutup, dan selalu tidak tahu mengapa.

Sampai disana teman-teman sudah berkumpul, aku lihat papan promosi ‘BEBEK DUBES’, saat membacanya aku pikir pasti ada kepanjangan dari kata du- duck  dan bes- dari best..yang jika disimpulkan bebek yang paling oke.

Mengikuti meeting yang biasanya digelas sebulans ekali dengan judul TALAS BLOGOR, nampaknya pembicaraan sudah jauh, sudha masuk sesi kesimpulan, ya apa mau dikata yang penting hadir sebagai pemenuhan janji.

Yang pertama aku lakukan adalah memesan segelas es teh manis dengan tambahan tolong teh-nya yg kental.  Sering kali aku mendapatkan es teh manis yang warna tehnya asal sedikit coklat saja dan aroma teh tidak terasa sama sekali. Selesai meneguk es teh manis sambil mendengarkan penuturan ketua blogor yang intinya pembentukan kepengurusan baru dan penampungan aspirasi anggota untuk membuat rencana kerja ke depan selama kurun waktu 2 tahun.

Rapat ditunda dulu karena makan siang sudah akan dimulai, aku memesan salah satu menu yang terdengar antik”BEBEK SELIMUT HIJAU” yang ada dibenakku nampaknya bebek cabe hijau. Tidak lama teteh yang melayani berjalan dan menanyakan siapa yang memesan bebek cabe merah, cukup dia berkeliling tidak ada yang mengacungkan tangan, jadilah aku yang menerima bebek selimut merah itu. Secara dagang nasi jika menu yang diantar tdk ada yang mengakui banyak ketidaknyamanan yang terjadi, pelayan bagian pemesanan ditegur, dan rugi tentunya…dan aku tidak ingin ini terjadi, toch dalam hati namanya lapar insya allah apa saja nikmat.

balado bebek

Dan ternyata ????? memang nikmat sekali menu ini, mendapat bagian paha dengan ukuran sedang (biasanya bebek ukuran besar2 ya), daging bebek ini lunak sekali seerti dipresto, nampaknya tidak hanya sekedar di presto tapi ini memang bebek muda, seratnya hampir menyerupai serat ayam, selintas pandang akan seperti ayam kampung saja.

Bumbu meresap sampai ke tulang jadi saat bagian tulang digigit masih terasa bumbunya. Selimut merah itu seperti sambal balado, ditumbuk kasar saja dengan rasa asin gurih, didampingi potongan tomat dan selada air. Ditengah sedang asik makan, ada menu lain yang muncul yaitu cah kangkung terasi…ehmm aromanya cukup tajam dan mengugah selera..nikmat namun porsinya standar, begitu aku ambil satu sendok teman yang memesan tinggal satu sendok juga…lain kali mesti memesan satu porsi setiap orang nehh.

Cukup pedas juga selimu merahnya, sudha siap-siap akan minum, datang sajian lain, wow..sup buah dalam porsi yang cukup besar..sayang milik tetangga…nggak tahan akhirnya dicicipi juga…segerrrr, aneka buah berpadu dengan manisnya susu…

Saat berbalik ke belakang pandangan tertumbuk ke meja teman dengan suguhan lain, di dalam gelas tinggi didalamnya terlihat semburat perpaduan warna merah jambu dan merah tua..oh lala apa lagi ini…kata sang empunya resto ini namanya Es Pelangi…bagusnya dibuat seperti rainbow ya jadi pelangi banget mejikuhibiniu…

Dan suguhan lainnya masih banyak yang bisa dinikmati di resto ini, yangs ecara tempat cukup strategis, parkir pun memadai. Beghubung waktu yang sudah tidak lagi bisa diajak kompromi berhubung sudah ada tugas lain yang menunggu, akhirnya aku pamit untuk pulang duluan. Sempat berfoto dengan keluarga pemilik resto ini, namanya Mbak Windy, tentu saja tidak ketinggalan foto bersama dengan teman-teman blogor.

Untuk pencinta masakan bebek layaknya dicoba untuk menikmati masakan bebek ditempat ini, selain bebek disediakan juga ayam kampung loh…coba dehh lihat puteranya Kang Matahari Timoer dengan nikmatnya menyantap ayam kampung goreng…enak kan mas…sampe nggak sempat lirik budenya sedikitpun lohhh.

Nantikan liputan kuliner lainnya…salam kuliner.

Iklan

Posted on 1 Oktober 2012, in Bisnis boga, Blogor, Cerita-cerita, jalan-jalan, Komunitas, Makanan Tradisional, Masakan Rumah, Uncategorized, wirausaha. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Aku sudah coba, lebih lezat dari ayam. Direbus pakai kecap dan kacang tanah kemudian dibakar seperti sate.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: