Cerita defidi : Persiapan anak-anak menghadapi Ujian Akhir sekolah

Pola belajar anak-anak dirumah berbeda, inilah yang harus dipahami oleh orang tua. Selama proses belajar berlangsung ini kita dapat mengamati pola yang terbentuk dalam diri setiap anak-anak. Alhamdulillah aku dikarunia satu putera dan satu putri, mereka bersekolah di SD yang sama, dengan system proses belajar yang sama dan banyak guru yang sama yang mengajar mereka. Mereka juga mengikuti kursus bahasa inggris ditempat yang sama dan bimbingan belajar ditempat yang sama. Pola asuh yang kami terapkan dirumah juga sama bahkan makanan dan minuman yang kami berikan sama namun pola yang terbentuk berbeda terutama cara belajar. Inilah yang harus disadari bahwa Allah menciptakan setiap manusia berbeda mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi sungguh tidak layak jika terkadang kita sebagai orang tua menginginkan anak harus sama satu dengan lainnya, kita begitu kecewa jika sang adik tidak sebaik sang kakak padahal sebenarnya kita belumlah menggali potensi sebenarnya dari sang adik.

Pola belajar kakak sudah mandiri, belajar sendiri dan bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti, namun adik masih pendampingan penuh, terkadang masih dengan pola ibu yang membacakan dan adik yang mendengarkan, jika materi sedikit masih bisa aku lakukan jika materi sudah misalkan menjelang UAS satu/dua buku, biasanya aku buatkan rangkuman atau maping atau menggaris bawahi hal-hal yang utama dalam buku cetaknya. Saat ini menghapal buku cetak dan rangkuman sudah sangat diperkecil persentasenya karena melihat tumpukan buku kelas 4,5,6 yang harus dipelajari membuat anak-anak sudah bingung, semua itu ya harus dihapal? Itu kalimat yang keluar dari mereka dengan memegang tumpukan buku, untuk itu lebih banyak pembahasan soal-soal saja karena sudah merupakan rangkuman pelajaran kelas 4,5,6 dan bagaimana mengerjakan soal-soal dengan cepat dan tepat, banyak sekali buku pendukung yang bisa kita dapatkan dan cukup efektif untuk anak-anak juga kita sebagai ortu yang mendampingi mereka.

Ke 2 anakku saat ini ada di kelas akhir menghadapi ujian, jadwal yang sudah sangat padat yang diberikan oleh sekolah karena sekolah menginginkan anak-anak ini lulus dengan nilai yang baik, begitu juga orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, sekolah bukanlah tempat menitipkan anak dimana anak diantar sampai gerbang sekolah lalu dijemput saat bel berbunyi dan selesai sampai disana. Namun juga tidak dapat memaksa anak untuk mengikuti semua keinginan kita. Anak-anak jika kita lihat dari umur untuk SMP dan SD masih sangatlah muda namun mereka adalah mahluk Allah yang mempunyai kehidupan sendiri, yang diperlukan adalah komitmen. Kami adalah orang tua yang punya pekerjaan yang cukup menyita waktu, namun anak-anak muda ini sudah dapat diajak untuk berkomitmen. Kami katakan bagaimana jika kita membuat suatu kesepakatan, kalian belajar lebih rajin dan kami akan mengurangi kegiatan supaya dapat mendampingi. Pendampingan dalam hal ini bukanlah sepenuhnya mengenai akademik karena jujur saya katakan saya sendiri sudah tidak mampu sepenuhnya jika diminta untuk menyelesaikan soal-soal ujian anak SD apalagi SMP.

Kami sering berbicara banyak hal, bagaimana sebaiknya sikap disekolah, belajar itu sederhana saja, cukup mendengarkan dengan baik apa yang diterangkan oleh guru, bertanya apa yang tidak dimengerti dan dipelajari kembali sesampai dirumah dan kerjakan tugas yang diberikan dengan sebaiknya. Pada saat ujian yakinlah bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah usaha kita, layak kita menghargai diri kita jadi bagusnya tidak melihat hasil pekerjaan teman . Kami tidak bangga jika kalian pulang sekolah dengan nilai ujian 10 tapi bukan pekerjaan kalian, kami lebih bangga jika kalian katakan hari ini ujian mendapat nilai 5 tapi kami akan belajar lebih baik lagi supaya besok dapat nilai 9. Nilai 10 itu nilai yang sempurna dan berat bebannya bagi anak-anak jika turun lebih baik kami katakan 9 saja dalam arti masih ada nilai 10 yang harus diperjuangkan.

Untuk anak laki-laki kami yang memang sangat suka dengan permainan sepak bola, bapaknya berbincang sederhana juga, jika diminta untuk memilih apakah kamu akan memilih menjadi pemain utama di liga yang tidak bagus atau kamu memilih menjadi pemain cadangan di Liga juara dunia. Saat diminta untuk menerangkan artinya kedua perumpamaan itu sanga anak memilih yang ke 2, artinya nak akan lebih baik kamu berada di urutan belakang sebuah tempat yang bagus daripada urutan depan ditempat yang tidak bagus, dan untuk masuk urutan belakang ditempat yang bagus tidak mudah banyak sekali yang menginginkan tempat itu dan kamu harus berjuang untuk itu.

Kami sangat menghindari konflik dengan anak-anak terutama di kelas akhir ini, beban mereka sudah cukup berat dengan target yang tinggi disekolah, cerita mereka bagaimana guru guru memberikan motivasi yang luar biasa namun tetap menjadi beban mereka. Mereka bersekolah hari senin sampai dengan jumat, masih diselingi bimbingan belajar pada hari jumat. Lalu sabtu mengikuti try out, semakin mendekati detik detik ujian semakin banyak, lalu ada lagi belajar kelompok. Belum lagi bimbingan belajar yang mereka ikuti di luar bimbingan belajar dari sekolah, bahkan ada yang masih diberikan guru privat dirumah.

Mendapati mereka tersenyum sepulang sekolah saja sudah hadiah indah untuk kami, walapun senyum itu diberikan dengan langkah gontai. Biasanya langsung aku peluk dan tanyakan dia ingin makan atau minum apa? Faktor makanan yang bergizi sangatlan penting untuk menunjang aktifitas mereka yang luar biasa ini, dapat aku rasakan jika dalam kurun 3 hari saja makanan yang aku sediakan untuk mereka tidak 4 sehat 5 sempurna , mereka merasakan kelelahan yang lebih. Dan juga mereka minta dibangunkan malam untuk sholat tahajut dilanjutkan sahur untuk puasa senin dan kamis, secara jiwa membuat mereka lebih kuat namun terkadang secara fisik membuat mereka lemah dan biasanya kami berikan supplement sebagai penunjang daya tahan tubuh mereka. Lelah berfikir berbeda dengan lelah bekerja atau berolah raga, dan sangat aku sadari hal itu karena sudah melewati masa itu. Esoknya saat mengantar mereka berangkat sekolah dengan pelukan dan doa semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk mereka, ada rasa haru melihat tas mereka yang penuh dengan buku-buku dan bekal untuk makan siang, betapa mereka sebenarnya sangat ingin mewujudkan harapan orang tuanya.

Hal hal sederhana seperti itu saja yang selama ini kami terapkan, sifat anak-anak masih sering muncul dengan mengatakan , malam ini tidak belajar ya capek sekali ingin segera tidur, besok aku tidak masuk bimbel ya karena sedang ujian disekolah, bimbelnya besok IPA sementara ujian matematika nanti tidak ada waktu belajar lagi kalo pulang bimbel sudah capek. Atau aku ingin main games sebentar saja dan nonton TV sebentar saja, boleh ya. Terkadang jika kita tidak melihat dan merasakan bagaimana mereka menghadapi semua pelajaran disekolah, situasi lingkungan bermain disekolah yang hampir tidak ada waktu bermain, kita akan mengatakan tidak untuk semua permintaan itu mengingat waktu mereka menghadapi ujian semakin dekat, tapi jika kita menyadari hal yang mendasar mereka tetaplah anak-anak dengan keinginan anak-anak dan remaja. Ada saat mereka ingin makan diluar, ingin pergi berbelanja ke swalayan walapun yang mereka beli ada diwarung dekat rumah.

Alhamdulillah , nilai nilai yang diperoleh putra dan putri kami cukup baik walaupun bukan yang terbaik saat ini dan kami tetap bahagia dengan semua yang telah diperolehnya, kehidupan kedepannya tidaklah mutlak nilai akademik menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam hidupnya, semoga apa yang telah diberikan sekolah selama proses belajar dan mengajar baik pendidikan secara akademik maupun moral/agama dapat menjadi bekal anak kami untuk melangkah lebih baik lagi kedepannya. Aamiin.

Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat

Iklan

Posted on 12 Februari 2013, in anak, Aneka Tips, Cerita Anak, Cerita-cerita, Gizi, Keluarga, lingkungan, Sosial. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: