Review Produk – JONGGA Korean BBQ

siang itu telpon masuk, nomor belum terdaftar di memori hp, yang jelas dari jakarta. Saat diangkat, suara renyah terdengar memberikan info sekaligus minta konfirmasi untuk datang diacara gathering Openrice.com yang terbaca diadakan untuk bulan Oktober 2012 ini di salah satu resto BBQ Korean “JONGGA”.

Acara jam 6.30 pemberitahuan jam 3, dan aku dari Bogor…dapat info saja sudah senang apalagi bayangkan jalan2 kuliner…rasanya sayang untuk ditolak. Bolak balik lihat jam dan perkiraan perjalanan, kalo bawa mobil rasanya tidak akan sampai tepat waktu dan capeknya itu , akhirnya aku putuskan berangkat dengan kereta saja dan akan turun di stasiun Juanda menuju Jl, Hayam wuruk no.73 .

Alhamdulillah perjalanan lancar dan sedikit terlambat agak lama nunggu taxi dari stasiun Juanda. Saat mendapat taxi, supirnya baru dan tidak tahu jalan, sementara aku juga sudah cukup lama tidak ke daerah Hayam wuruk,  akhirnya sampailah di lokasi setelah bertanya sana dan sini.

Memasuki resto  yang tertangkap adalah suasana keluarga, meja panjang dengan banyak kursi dan disetiap meja terpasang seperti bel cukup besar dan panjang, yang akhirnya aku tau itu adalah blower untuk membantu membuat bara apai.

Saat masuk aku disambut kru Openrice yang cantik dan ramah dan dipersilahkan langsung bergabung dengan undangan yang lain. Saat itu Chef  Mr.Yu sedang menerangkan berbagai menu yang tersaji di resto tersebut. Juga sejarah resto, yang dalam bahasa korea JONGGA adalah leluhur atau turun temurun, mungkin maksudnya resep turun temurun ya. Belum ada bayangan seperti apa nanti menu yang disajikan.

Sementara Mr Yu masih asik menerangkan berbagai macam menu, cara memasaknya dan menyantapnya, sajian mulai bermunculan. Yang pertama muncul aneka saus dan sambal, untuk ukuran masakan indonesia sangat banyak jenisnya. Setelah itu ada seperti lalaban yang terdiri dari selada, irisan bawnag putih dan seperti daun poh-pohan tapi lebih tipis dengan aroma daun mint.

Sempat terpikir dalam hati, melalab irisan bawang putih yg cukup tebal ini ?  aku penyuka bawang putih tapi tnetu saja dimasak atau digoreng dulu, jika terpaksa makan mentah itupun ditelah seperti minum obat dengan air putih.

Setelah itu kru resto membawa aneka daging mendekat ke arah mr Yu, ow rupanya acara BBQ dimulai,  irisan daging tipis mulai diletakkan di panggangan BBQ, yang unik bara untuk membakar sangat panas tanpa terlihat nyala api dan bara itu berbentuk seperti paralon kecil berlubang tengah, yang ternyata dibawa dari korea.

Acara santap dimulai, saat teman-teman mulai menyantap, aku masih hunting foto dan bertanya seputar menu dan nama masakan dengan Chef YU dan manager resto.

Tidak kuat dengan aroma yang muncul, aku bergabung…ehmmmm aroma minyak wijen yang menusut memenuhi rongga hidung dan salah satu aroma yang snagat aku sukai..minyak wijen.

Saat ingin menyantapnya, didepan aku Ricky yang nampaknya sudha populer dengan jenis masakan korea terlihat asik dengan sumpitnya. Terlihat sudah tidak canggung dia memainkan aneka saus yang tersaji cukup banyak.

Sebagai pemain baru tentu saja aku mesti jeli, salah saus tidak maksimal rasa yang dihasilkan. Satu irisan daging aku ambil dengan sumpit dan dicocolkan dengan saus….wahhhhhh rasa yang sebenarnya sangat minimalis tapi terasa lezat sekali..daging yang hanya dipanggang sebentar saja, masih kuat aroma daging segarnya, gurih manis tapi tidka amis. Ingin menyantap lagi, tapi ..tunggu dulu menu lain sudah datang.

Seperti pot cukup besar dari porselin yang bergaya hot plate, saat dihidangkan seperti tumpukan aneka sayuran, ada bayam, jagung, wortel, toge, rumput laut kering, irisan daging  dan owww kuning telur yang setengah matang…Mr Yu datang dan dia katakan beri minyak ini dulu, lalu diaduk….ternyata dibagian bawah adalah nasi panas, saat semua dicampurkan telur yang setengah matang tadi langsung matang dan berbaur dengan aroma sayuran, rumput laut yg khas dan minyak wijen….bergantian kami membawa ke piring dan satu sendok masuk …mencoba adaptasi dengan rasa…dannnn lezatttt dan menyehatkan. Ini namanya bimbimbap…

Masih terasa nikmat nasi campur tadi , kru datang lagi dengan membawa tempat yang hampir sama, sedikit kecil, juga disajikan panas dan seperti omelet sayuran, benar adanya kata Mr Yu ini telur bakar…wahhhh benar-benar makanan yg full sehat..sedikit minyak, banyak sayuran, protein hewani dan minyak wijen dimana diyakini banyaks eklai manfaatnya untuk tubuh.

Apaka cukup sampai disini??? lambung mulai terisi, apalagi dengan minum teh gandum dingin..menurut kru resto, gandung disangrai dan direbus dijadikan teh…Bayangkan 2 menu dan 1 minuman saja sudah cukup untuk menunjang semua kebutuhan tubuh.

Menyusul menu yang tidak kalah nikmatnya, ada otak-otak seperti dibumbui saus asam manis, kemudian udang goreng tepung ala tempura, seperti balado ikan asin, kimche rebus dan panggang, dan seperti soun goreng .

Nah soun goreng ini yang snagat menarik perhatian aku, dibuat dari tepung kentang, tapi rasanya kenyals eperti soun namun lebih tebal dan lebih lembut. Di masak seperti soun goreng biasa, diberikan irisan wortel, dengan bumbu yang minimalis tapi gurihnya soun sdh mewakili rasa…

Satu hal yang menarik juga yang mungkin tidak ada di resto indonesia adalah, saat menyantap lalaban itu rupanya bisa diisi aneka lauk, misal daging bakar tadi ditaruh di atas daun yang seperti Poh-pohan, diberi irisan bawnag putih, percaya tdk percaya rasa menyengat bawnag putih seperti hilang, campuran yang unik..jadi ingat kalo makan daun pepaya dicampur daun jambu mede, rasa pahit daun pepaya mentah hilang seketika.

Banyak tanya jawab dengan Mr YU, selama aku berbincang-bincang dengan beberapa chef, ini chef yang sangat ramah, dan kooperatif sekali, dia tidak hanya bercerita seputar aneka menu dna kegunaannya, dia juga bercerita singkat biografinya yang ternyata seorang jurnalis yang sudah malang melintang ke penjuru negara-negara lain, dia bilang Pakistan sangat unik namun hampir semua makanan dengan taste bumbu kare, kemudian beberapa negara lain diceritakan.

Aku bertanya seputar kimche yang aromanya menurut aku kurang sedap, ternyata terbuat dari sawi putih yang difermentasi selama 4 hari, dan untuk masyarakat korea kimche ini sebagai obat Flu…wah luar biasa obat flu dengan olahan sayuran…

Suatu wisata kuliner yang tidak dapat dilupakan, suatu saat aku akan mengajak keluarga dan juga teman-teman sebagai referensi kuliner ke sini.

Dari segi harga aku rasa relatif murah, selain bumbu sebagian besar import dan dijamin halal, resto ini juga full dengan makanan sehat. Dan seperti kita ketahui sehat itu mahal kan. Penggunaan minyak yang sedikit, full sayuran segar dan sangat menjaga kwalitas bahan baku, resto ini patut dijadikan referensi untuk santap bersama.

Terima aksih banyak Openrice.com yang sudha berkenan mengundnag aku untuk gahtering di resto ini, juga untuk Mr YU, sukses  selalu untuk restonya, semoga segera menjadi besar dengan anke makanan sehatnya. Mau makanan sehat, ya coba santapa disini. Sukses untuk JONGGA BBQ Korean.

Salam Kuliner

Posted on 9 Oktober 2012, in Bisnis boga, Blogor, Cerita-cerita, Gizi, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, Makanan Tradisional, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: