air mata syukur diatas cake dekorasi

Semakin maju zaman, semakin canggih alat komunikasi. Ini aku rasakans ebagai ibu rumah tangga yang menerima aneka pesana makanan dan minuman. Sudah biasa menerima pesanan melalui, sms, inbox di face book, twitter, email.  Kuncinya saling percaya. kali ini pun seperti itu, sms masuk dan menanyakan cake dekorasi ulang tahun untuk anak-anak.

Menanyakan cake dekorasi yang ada di blog dengan dekorasi princes, aku katakan untuk yg seperti itu harga 450.000,-, setelah sms beberapa kali didapat kesepakatan, cake dasar black forest dengan ukuran 30x 30, dekorasi minimalis Dora, bahan dekorasi minta gabungan fondant dan butter cream dengan harga 200.000,-.  Harga yang aku berikan adalah harga promosi karena mereka mempunyai komunitas yang mungkin bisa memesan kembali untuk acara-acara yang lain.

Seperti biasa pula aku minta pembayaran di muka sebagai tanda pesanan akan segera disiapkan. Untuk transaksi di media sosial  pembayaran di muka merupakan pengikat suatu transaksi. Umumnya 50% dari nilai transaksi, dan dp yang sudha masuk tidak dapat dikembalikan jika pesanan batal.

Waktu yang ditentukan tiba, bersama suami dan anak-anak , aku berangkat ke tempat yang diminta untuk mengantar kue tersebut di sebuah studio foto, hampir 1.5 jam lewat dari waktu yang disepakati, akhirnya pemesan  call jika mereka sudah di studio foto.

Saat kue diserahkan, yang aku harapkan adalah : sisa pembayaran diberikan dan aku langsung pulang. Namun sungguh diluar harapan, pemesan mengatakan ” Wah kuenya kecil ya, apa cukup dibagi untuk 50 orang, dan dekorasi yang saya harapakan tidak seperti ini, kurang ramai”…ada rasa kaget dan kesal dihati, masih saya jawab dengan pelan dan senyum ” ibu, jika yang diminta ukuran 30 x 30 memang seperti ini, ambil saja penggaris, ibu lihat tatakan ini ukurannya 35 x 35, dan untuk harga yang diminta, dengan cake dasar black forest dan buah kaleng, lapisan fla, dan dekorasi seperti ini sudah sangat murah bu, biasanya saya jual dengan harga 350.000,-‘ Dan umumnya kue ulang tahun di potong simbolis saja, dibagikan kepada kerabat dekat dan untuk tamu biasanya pemilik pesta memesan lagi kue potong hias, memang untuk ukuran 30 x 30 tidak akan cukup dibagi kepada tamu sejumlah 50 orang.

Pembeli terus berargumentasi, dan akhirnya saya katakan ” baik bu, silahkan ibu beli kue sesuai yang ibu inginkan, ini uang 100.000,- yang sudah ibu kirim kepada saya, lalu aku tinggal pulang dengan kue aku ambil kembali, sang pembeli masih sempat berpesan “tolong nama anak saya dikue itu di buang”.

Saat saya memasuki mobil, saya ceritakan kepada suami dan anak-anak, untuk kami makan dirumah rasanya tidak mungkin, akhirnya kami sepakat untuk diberikan saja ke orang lain. Teringat nama yang pertama di hati adalah menelpon Ustad Maizar, beliau adalah guru agama disekolah anakku yang juga aktif mengurus sebuah panti asuhan. Sesuai alamat yang diberikan kami meluncur ke panti asuhan tersebut.

Subhanallah, panti asuhan itu sangat bersih dan cukup luas, aku lihat beberapa anak kecil sedang bermain ayunan. Aku temui salah satu pengasuh yang tutur katanya lembut, mereka begitu bahagia menerima kue itu dan menanyakan nama anak aku yang berulang tahun untuk didoakan bersama. Berkali kali mereka menanyakan kue itu benar  untuk anak panti, seakan tidak percaya . Beberapa anak langsung berkumpul saat kue akan dibawa masuk ke dalam panti, suasana sore yang menjadi begitu indah.

Saat meninggalkan panti, rasa dihati bercampur jadi satu, rasa kesal masih tersisa namun rasa bahagia lebih mendera…Ya Rabb..puji dan syukur Engkau ingatkan hamba akan ilmu dan rezeki yang selama ini Engkau berikan, hamba lalai membagikannya yang terbaik untuk saudara2 hamba yang mungkin belum pernah mencicipi kue seperti itu. Teguran ini begitu indah, seperti teguran teguran sebelumnya, begitu kasih dan sayang Engkau kepada kami. Maha Benar Engkau dengan semua Kebenaran yang ada di bumi ini.

Terima kasih keluarga Elang yang senantiasa mengingatkan emak yang semakin harus banyak belajar tentang nilai-nilai kebaikan, sebelum mempertanggungjawabkan semuanya pada saat dikembalikan semua pinjaman ini.

 

Iklan

Posted on 13 September 2012, in anak, Cake, Cerita-cerita, Dekorasi Kue, Keluarga, Sosial. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bunda, aku jadi terharu
    Bunda masih bersabar dan tegar seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: