Guru Kehidupan

Guru kehidupan itu ada dimana mana tidak berbatas ruang dan waktu. Setiap oreang bisa menjadi guru kita, tinggal kita yang memilah apakah jadi murid yang baik atau tidak baik.

Jika memasuki toko bahan kue, minimal yang terlintas dalam pikiran adalah : dia pengusaha kue, dia pembuat kue atau dia penjual bahan kue. Semuanya bisa dijadikan guru, saling tukar ilmu memberikan manfaat yang saling menguntungkan. caranya?? ya tidka segan2 mengajaknya ngobrol, tapi tidak semua juga mau diajak ngobrol, biasanya pujian yang dilontarkan bisa membuka pintu ke arah sana. beberapa kali aku coba cara ini dan cara ini di coba oleh orang lain terhadap aku, dan cukup berhasil.

Seperti tadi di toko bahan kue, ada ibu2 yang belanjanya banyakkk sekali dan dalam jumlah yang besar ternyata dia pengusaha kue khusus aneka pastry. Saat aku sapa, waduh bu belanja banyak sekali, untuk berapa lama bahan itu? dia bilang itu untuk 1 bulan, lanjutnya saya stock langsung lumayan untuk efisiensi biaya transportasi dan konsumsi. Kalo belanja seperti ini kan banyak jajannya bu, lanjutnya. Ya makan, ya minum. Saya bawa 2 staff, kan lumayan biaya yang keluar kalo sering2 belanja.

Nah kan, sepenggal kalimat itu saja sudah memberikan kita ilmu untuk belanja yg efisien. lalu dia bilang lagi, selain itu belanja dalam jumlah besar seperti ini perbedaan harga cukup jauh loh kalo kita beli eceran, bisa 10 sampai 15%.

Sebaliknya, saat aku sedang mencari beberapa bahan, ada ibu yang mendekati dan bertanya tentang coklat untuk praline, dia bilang baru mulai usaha praline bagusnya pakai merk apa? aku berikan beberapa referenci merk coklat yang biasa aku gunakan sekalian dengan kelebihan dan kekurangannya sesuai pengalaman saja.

lalu dia tanya lagi, koq ada yang bisa jual murah ya setelah jadi pralin, kalo seperti yang ibu sarankan rasanya tidak mungkin dijual dgn harga murah. Aku jelaskan, banyak macam coklat dan harganya, jadi bisa disesuaikan pangsa pasar mana yang akan kita tuju, bahkan ada coklat dengan harga 18 ribu saja 1 kg, tapi bisa dibedakan rasanya.

saat kami sedang bincang2, datang seorang ibu menghampiri, rupanya dia sudah lama usaha praline, dia katakan, untuk hasil yang enak tapi harga bisa terjangkau, bisa dikombinasi coklat dengan kwalitas prima dan kwalitas ekonomi dengan perbandingan 60: 40, jadi yang prima 60% dan ekonomi 40%.  Tapi hati hati dalam mencairkan coklatnya, agak berbeda kwalitas yang prima dan ekonomi karena yang ekonomi kandungan gulanya lebih tinggi juga ada bahan campuran lain .

Nah sahabat, dari bincang yang tadinya sekedar bertegur sapa biasa kita mendapatkan cukup banyak ilmu kan. Selamat menimba ilmu.

Iklan

Posted on 23 Juni 2012, in Aneka Tips, Bisnis boga, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, wirausaha. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: