Cerita dari kelas wirausaha – ancaman jadikan peluang

Saat mengisi kelas wirausaha, selalu mendapat pertanyaan: apakah tidak takut resep 2 yang punya potensi untuk dijadikan wirausaha di tulis begitu lengkap dan tiap orang bisa mengunduhnya?

Jika kita amati secara sederhana saja, berapa banyak yang membeli buku resep di toko buku atau mengunduh resep di berbagai situs yang lalu mempraktekannya?

Lalu berapa banyak persentase yang mencoba memulai wirausaha juga dengan resep2 yang diunduhnya, artinya jiwa wirausaha di negara ini masih sangat kecil sekali, pertumbuhan wirausaha berkembang lamban, banyak sekali faktor yang menjadi penyebabnya. Umumnya masalah modal, lalu skil, selalu jadi alasan utama.

Justru aku mencoba share semua resep2 yang pernah aku coba untuk menggali potensi wirausaha dikalangan masyarakat umumnya dan ibu-ibu rumah tangga khususnya.

aku sendiri mengalami yang namanya kejenuhan dalam wirausaha dan merasa lambat sekali perkembangan bisnis home made yang aku jalani.

Tapi lebih jauh jika kita gali cerita cerita para wirausaha yang sudah berhasil, tidak ada yang instan untuk menjadi sukses seperti mereka, kalaupun ada itu termasuk dalam daftar khusus, artinya usaha turun temurun, namun bukankah yang mengawalinya juga butuh waktu?? penerusnya saja yang tinggal meneruskan, itupun tidak mudah, banyak sekali bisnis keluarga yang sudah dibangun dengan susah payah dan berkibar tahunan lalu rontok dan jatuh setelah dipegang oleh penerusnya.

Aku sendiri sedang berusaha untuk mencambuk diri sendiri, menganalisis kembali, faktor2 yang menjadi penghalang untuk berkembang harus segera di hilangkan, alasan alasan yang selalu dilontarkan juga harus segera dijadikan kekuatan. Kenikmatan silaturahim yang berlebihan juga harus dikurangi, tidak mudah? tentu saja, mana ada manusia yang ingin mengurangi kenikmatan yang sudah dirasakan? kenikmatan menghabiskan waktu dengan bercanda ria setiap hari, berselucur di dunia maya tidka kenal waktu, bahkan sanggup mengurangi waktu untuk tidur…

cerita ringan seperti ini seringkali dibutuhkan pada saat menjadi tenaga pengajar kelas wirausaha, karena pada dasarnya itulah yang dialami hampir setiap wirausaha menengah ke bawah dan yang akan memulai wirausaha. ketakutan akan kegagalan lebih kuat mencengram daripada ketakutan akan mencoba sesuatu untuk dimulai.

Aku lihat justru bagian ini menjadi kekuatan, justru peserta tulis di buku catatan mereka dibandingkan seribu teori yang mengetengahkan? apa itu wirausaha? apa saja syarat2 menjadi wirausaha? dan bla bla teori lainnya yang membuat mereka menjadi ngantuk.

Contoh contoh keberhasilan dengan cara-cara yang cerdik dan inovatif lebih merangsang mereka daripada mengetengahkan aneka kegagalan dan menyalahkan berbagai pihak yang terkait, sulitnya mendapatkan pinjaman modalah, sulitnya mengurus administrasi pembuatan surat izin usahalah, dll kendala baiknya tidak  dimunculkan.

Manusiawi saja, umumnya para pemula wirausaha takut akan kegagalan, jika kita shock mental mereka dengan kegagalan, alangkah tidak manusiawinya kita.

Tulisan ini tiba-tiba saja ingin aku tulis, saat aku membuka sms dan salah satu peserta yang pernah mendengarkan di kelas wirausaha dimana aku sebagai nara sumber katakan ” sekarang saya sudah mulai wirausaha lagi setelah sempat berhenti, masih meniru yang lama bu, saya buka kedai bebek goreng tapi seperti yang ibu bilang, jadikan ancaman sebagai peluang, dulu saya merasa terancam saat banyak sekali penjual bebek goreng tiba2 muncul, ternyata munculnya mereka membuat para peternak bebek juga bermunculan, dan bahan baku sekarang lebih mudah saya dapatkan dengan harga yang lebih murah, saya masih tetap menjual dengan harga lama dengan keuntungan yang lebih besar, pelanggang pun semakin banyak karena masakan bebek saya lebih saya variasikan sesuai saran ibu, tidak hanya bebek goreng tapi juga bebek cabe hijau, bebek rendang, dan bebek kalio dan beberapa resep masakan ibu juga saya coba untuk menambah variasi di kedai saya, seperti kangkung madu itu bu, banyak pelanggang yg suka.

Lalu , apa yang membuat kita berat untuk menulis hal-hal yang bisa bermanfaat untuk orang lain?

Hari akan semakin indah jika diri kita dihargai .

Posted on 4 Januari 2012, in Aneka Tips, Bisnis boga, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. wow, postingan yang keren Bun… hidup pun akan lebih indah jika kita mau lebih berbagi dengan sesama, apalagi suatu ilmu. sukses ya Bun

  2. Alhamdulillah, lagi browsing cari resep praktis, ketemu blog ini. Makasih share-nya ya, Mbak. Saya termasuk salah satu yang sangat terbantu dengan posting-posting Mbak di sini ^___^

  3. Assalamu’alaikum mbak,
    Aq pengen sharing buat BF nih mbak, kemaren nih aq buat BF dri resepny mbak, aq buat 2, tapi kok hasilny bisa beda ya mbak,yang 1 hasilny tinggi,yg 1 lagi agak kecil mbak,trus satu lagi mbak, kdang aq buat bolu tau cake, klau udah aq keluarin dari cetakan hasilny kok mengecil mbak, kyak mengempes gitu mbak,tapi rasany tetap enak mbak,hehehe, mohon solusiny mbak,

    • halo mbak wira, aku coba jawab pertanyaan mbak ya. untuk memebuat cake yg kemungkinan gagal kecil sbb :
      pastikan tempat.wadah untuk mengocok kering
      Penambahan bahan pengembang dan pelembut sangat membantu , aku biasa gunakan SP (mer apa saja boleh), pastikan setelah pemakain SP tempatnya ditutup kembali.
      jangan terlalu lama mengocok adonan telur dan gula, cukup mengembang dan mengental saja ( saat adonan dijatuhkan, jatuhnya lama)
      takaran terigu mencukupi, biasanya adonan kmepes jika kurang terigu atau mengocok terlalu lama.
      jika hasilnya mengempes, tetap bisa dibuat bf koq mbak, dengan cara meratakan bagian pinggir tapi hasilnya cakw jadi agak kecil atau biarkan saja, bagian yg kempes untuk bagian dalam dengan penambahan cream yg cukup banyak sehingga rata. semoga bermanfaat ya mbak

  4. ass, mbak, salam kenal. saat ini ak butuh suport u/ pemula. ak benar2 down n’ hmpr putus asa.

  5. ass..mbak. mau share nich..saat ini ak mrasa galau n’ resah, udah 2bln ini ak buat kue u/ tak titipke dipsar[b.gulung,mandarin,brownis,zebrakukus]namanya titip kla msh ya..kembali ini yg menjadi resahku pertama,krn slama ini kadang msh kdg jga hbs.resah yg kedua soal harga mbak..ak hrs bersaing dgn penyetor lain yg bisa ngasih hargaRp900an, akhire ak ganti bhn yg lebih murah agar bisa masuk harga segitu, krn respku jatuhe mahal. tpi kok untunge jga msh mepet, apalagi klu kue kembali udah rugi dech.. tlong ak hrs gmn mbak?

    • Mbak Ning, aku coba jawab satu persatu pertanyaannya ya :
      1. harga tidak masuk pasaran.
      coba mbak jalan jalan lagi ke beberapa toko kue dipasar itu, saat ini sudah banyak pembeli yg sadar akan kue sehat dalam arti kue dengan kwalitas bagus. Kalo memang kue mbak dengan kwlaitas bagus memang harga akan tinggi dan cari pasar yang menjual kue berkwalitas. Kalo di bogor penjualnya sendiri yg kasih info ke pembeli, mereka mengatakan, ini enak dan bagus tapi emang agak mahal. Jadi baiknya cari pasar sesuai standar kita. pembeli juga jeli koq mbak, ada rasa ada harga.

      2. untuk dititipkan ke sekolah sekolah, juga mesti bidik jenis sekolah, kalo sekolah swasta menengah ke atas umumnya ibu2 atau anak anaknya terbiasa dengan kue kwalitas tinggi dengan harga yg sesuai. aku saja kalo menitipkan kue harga per iris roll cake Rp.2.000 dan dijual Rp.2.500, juga dadar gulung dan jenis kue tradisional lainnya dipatok dengan harga itu, tapi aku buat yang bebas pengawet, bebas bahan pemanis buatan. Alhamdulillah hampir selalu habis. dadar gulung aku buat dengan daun suji dan pandan, kelapa dan gula merah asli tanpa pengawet.

      3. saran aku teruskan saja jualan kuenya, disetiap pembungkus kue coba berikan kertas kecil dengan tulisan tanpa pengawet dan pemanis buatan jgn lupa no hp mbak yg bisa dihubungi. Insya Allah dagangan bis ajalan dengan baik.

  6. ass..mbak..saat ini ak msh bertahan n’ msh berusaha cari2 resep yg murah,gedhe,cantik n’ msh uji coba trus. tp lama2 jenuh jga mbak..ya jenuh uange jenuh tenagane. ak rasane mau stop tpi sayang krn ak seneng buat kue. ak hrs bgmn mbak? sblum titip dipasar ak promosi disklah anak dgn buat sample sambil nunggu pesenen tp jalane jga lambat bgt akhire ak lari dipasar tp kok gini juga ndak ada kemajuan. apa ak ndak punya hoki ya..

  7. Makasih mbak,atas jwabnny….
    oh ya mbak mau nnya lagi nih,hehehehe maklum
    kira2 berapa lama mengocok telur dan gula itu,bisa dikatakan udah mengembang tau mengental mbak, masalhny kadang2 kan petunjuk di resep kocok telur dan gula sampai putih tau mengembang otomatis kan butuh waktu kira2 15 menit mbak….

    • halo mbak wira, mengocok telur dan gula tidak dapat dipastikan dalamw aktu karena tergantung jenis mixer juga mbak, yg bisa jadi ukuran adonan sudah kental, coba mbak ambil pakai sendok lalu jatuhkan adonan kalo jatuhnya lama berarti adonan sudah cukup kalo jatuhnya cepat berarti belum cukup.
      Untuk mixer dgn kecepatan tinggi seperti bosh,akebono,philips,signora (ini yg aku punya ya) itu 8 menit sudah cukup mbak.

  8. ass..mbak,salam kenal tlong ak kasih pencerahan ak hrs bagaimana,ibarat penyakit ak sdg kritis.apakah ak lanjut atau stop smpai disini?

  9. makasih mbak solusiny….
    kapan2 saya praktekan lagi…
    oh ya mbak, boleh tau resep buat pisang bakar yg enak ng’ mbak,
    mohon bagi2 resepny mbak, :)

  10. ass..mbak, trimakasih u/ solusinya, tpi u/ saat ini ak stop dulu u/titip dipasar ak hanya trima pesanan aja, trus terang ak memang kurang pd dlm promosi, itulah kelemahanku mungkin ak hrus banyak belajar lagi, tpi impiaku u/ jadi tukang kue tetap berkobar. SEMANGATTT….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: