Pelecing Kangkung ala Resto

pelecing kangkung

Kangkung, jenis sayuran ini banyak sekali yang menyukainya terutama jika dibuat masakan tumisan atau cah, mulai caha kangkung polos sampai yang dicampur aneka lauk pauk, bahkan pernah aku menemui cah kangkung sea food, tentu saja nikmat sekali. Dan yang tradisional cah kangkung tauco cabe hijau dicampur teri medan…

Selain itu kangkung kita temui juga di jenis menu pecel sayuran, menu rebusan ala steamboat, urap, bubur manado dan yang khas menu lombok adalah pelecing kangkung.

Saat pertama aku menemui jenis menu ini yang terbayang ya seperti cah biasa tapi variasi bumbu saja, ternyata jauh berbeda dalam bayangan. Saat sajian datang yang aku temui adalah kangkung direbus, toge direbus kemudian disiram dengan sambal tomat +terasi, namun tidak pedas dan ada taburan kacang tanah goreng diatasnya. Rasa segar yang bisa dikatakan setelah mencoba menu ini, didampingi dengan gurame goreng atau ayam panggang taliwang.

Menu yummy ini aku temui kembali saat jalan-jalan ke Bedugul-Bali, beberapa waktu lalu. Dengan View danau Beratan yang membelakangi pegunungan, udara dingin yang begitu sejuk dan jauh dari polusi udara, sebuah warung nasi sederhana menyajikan : nasi hangat + pelecing kangkung + gurame goreng + ayam bakar  taliwang terasa sangat nikmat.

Posted on 26 Desember 2011, in Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. ampe ngiler liatnya,,saya penggemar sayur kangkung. sayang gak ada resep nya.
    http://www.ayobai.com/Ranti77

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 387 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: