Cerita teman : Chef Ayah [6] Cooking Time Lagiiiiii..ayah memasak..telur bumbu kuning kemangi

Diceritakan oleh Hazil Aulia

Hari Jumat (25 November 2011) sahabat saya Desi Hartanto (https://www.facebook.com/defidi) menulis di status FBnya tentang rencana masak ikan tunanya. Saya komentari, dan dibalasnya komentar itu sembari mengajak memasak hari Sabtunya. Hm… tantangan nih, pikir saya. Sahabat Desi ini beberapa hari yang lalu muncul pula di satu teve swasta memberikan tips membuat es krim yang sehat.. ehm..

 Sabtu malamnya, saya katakan pada Tyas anak saya, bagaimana kalau besok ayah masakkan sesuatu untuk kita bersama? Tyas dan ibunya menyambut gembira.

 Waktu mengomentari status mbak Desi Hartanto itu, yang terpikir oleh saya adalah membuat masakan dengan bahan yang ada di rumah saja, kalau pun ada yang kurang tinggal beli di warung sebelah. Saya ingat, di rumah masih ada telur ayam, kacang merah segar, dan juga ada seikat daun kemangi segar. Kalau begitu, saya ingin memasak telur bumbu kuning bersantan dan diberi kemangi segar.

 Hari Ahad pagi hingga siang, berlangsung santai. Saya tidak jogging (yikes!), masih teringat untuk acara memasak, tapi kok ya malas rasanya. Eh… lagi asyik leyeh-leyeh, Tyas malah mengingatkan…”Katanya mau masaaaaaak..” haaaayyyyyaaaahhh… akhirnya saya janjikan setelah menunaikan shalat ashar.

 Selesai shalat, bergegas membuka lemari pendingin. Saya adalah orang yang suka memasukkan berbagai bahan dalam masakan. Di lemari pendingin terlihat masih ada seledri, daun bawang, cabe rawit merah segar, hmm… ada bawang bombai juga. Ya sudah. Semua diangkut, beserta bawang putih, bawang merah dan kemiri.

 Telur segera direbus, sebagian diceplok. Tyas tidak begitu suka dengan telur rebus. Tyas, karena mengajak memasak, ikut menyiapkan bumbu serta ikut pula menyeplok telur. Bumbu-bumbu dihaluskan, siapkan wajan, irisan bawang bombai masuk.. sreeeng…. Giliran berikutnya bumbu yang sudah dihaluskan, lalu santan serta kacang merah segar agar si kacang agak sedikit empuk. Terakhir telur rebus dan telur ceploknya dimasukkan, lalu cabe rawit merah segar, dan ya.. kemangi… woow.. wanginya segera menyeruak. Tidak menunggu lama, kemudian masakan diangkat dan siap untuk disantap.

 Tuh, lihat Tyas sudah tidak sabar untuk menikmati, juga sebagai bukti bahwa betul-betul bukan dari warung sebelah he he he. Lho, yang tiga buah gede-gede itu apa? Itu bagian saya. Kentang rebus, untuk dua kali santap. Saya memang sudah 5 tahunan belakangan tidak lagi mengonsumsi nasi, dan memilih lebih banyak mengonsumsi sayur, untuk asupan karbohidratnya ya kentang itu, sesekali ubi, atau buah sukun.

Aaah.. alhamdulillah, akhirnya tertunai juga janji saya untuk memasakkan keluarga.

Iklan

Posted on 3 Desember 2011, in Aneka Tips, Cerita-cerita, Keluarga, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. keren bener. jadi pengen makan. hehehe. apalagi ada tambahan kentang rebusnya. nyams

  2. Pak Hazil saya coba resepnya ni..karea sikecil helmi paling suka telur..saya juga udah cobain telur balado nanas nya Mbak Desi

    • Silakan ibu Yanti, senang bisa berbagi dengan mbak Desi dan Ibu Yanti. Tapi ya itu, saya sukanya improvisasi, apa yang ada dimasukkan semua ha ha ha….

      salam untuk keluarga ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: