Nara Sumber : Usaha2 yang prospek untuk Wirausaha Pemula

Usaha Prospektif untuk wirausahawan

Social media, khususnya blog dan face book bagi aku merupakan wadah silaturahim yang baik, wadah tempat kita saling bertukar informasi. Melalui media ini sahabat baru bermunculan dan merupakan tempat komunikasi berbagai kebutuhan. Melalui media ini kegiatan aku di bidang kuliner meningkat cukup pesat, selain media ini biaya ringan, waktu tidak terbatas dan pembaca dari seluruh dunia.

Salah satu sisi positif social media ini, beberapa waktu yang lalu teman menawarkan aku untuk menajdi nara sumber Pleatihan wirausaha Pemula. Tentu saja undangan menarik ini aku terima dengan senang hati. Di setiap pelatihan baik akus ebagai peserta maupun sebagai nara sumber, banyak ilmu yang bisa ditransfer satu sama lain.

Nara sumber

Dalam kesempatan ini penyelenggaran pelatihan adalah Kementrian Koperasi dan usaha kecil dan menengah Republik Indonesia. Aku diminta mengisi sesi dengan tema usaha yang prospektif untuk usahawan pemula.

Nara sumber

Jumlah peserta yangd atang di workshop ini +/- 300 orang, jumlah yang cukup banyak untuk sebuah workshop, awalnya aku tidak begitu yakin apakah materi yang aku sampaikan bis amaksimal untuk mereka mengingat jumlah peserta dan waktu yang disediakan tidak terlalu banyak.

Saat memulai penyampaian materi aku ceritakan awal mual aku wirausaha, 16 tahun cukup sudah menjadi orang kantoran, yang bernagkat subuh pulang malam, saat berangkat anak2 ku belum bangun dan setelah pulang kerja anak2ku sudah tidur. Lalu bagaimana aku akan mendampingi mereka yang telah diamanahkan untuk aku jaga dan didik.

Berangkat dari naluri ibu yang terus berbisik, aku putuskan untuk berhenti bekerja, ingin menjadi teman anak-anak namun nawaitu untuk produktif terus menggema.

Aq ceritakan kepada peserta bahwa memulia suatu usaha tidak perlu yang penuh impian dulu, terutama jika kita pemula dan modal yang ada tidka terlalu besar. Untuk ibu2 yang memang sehari2 dapur menjadi teman setia mulailah wirausaha dari dapur, aku berikan beberapa contoh usaha dari dapur.

Saat aku memulai usaha di bidang boga, aku cukup membeli etalase seharga 100.000,- ya bisa dikatakan mini etalase, niatnya Cuma pembeli bisa melihat dagangan aku dari lemari kaca mini itu.

Bidikan pertama adalah teman2 di komplek perumahan paling sering mancari panganan untuk sarapan, nah pasar ini yang harus kita tangkap. Berarti fokus di usaha kita ada sarapan pagi, menu sarapan pagi beragam, kembali bertanya kepada diri sendiri, apa yang kita mampu buat untuk kategori saran pagi?

Usahakan yang benar2 mampu kita buat, saat itu aku memilih nasi uduk dan aneka gorengan. Dan memang benar adanya, awal pertama buat nasi uduk dengan hanya beberapa liter beras langsung habis ini membuat semangat untuk terus berjualan. Apakah kita yang langsung menjual? Ada baiknya tenaga kita berbagi dengan orang lain. Saat itu aku yang membuat dan yang menjual orang lain, aku ambil yang membantu 2 orang, 1 untuk mengurus rumah dan satu untuk jualan. Jadi masing2 fokus pada tanggung jawabnya.

Lambat namun pasti aku mulai belajar membuat penganan lain yang praktis namun disukai banyak orang, mama adalah guru yang luar biasa untuk aku dalam hal ini, beliau seorang guru SMK bidang Boga yang berhenti pula karena ingin mengurus kami anak2nya. Dari beliau aku banyak belajar memasak.

Singkat cerita dengan keberanian untuk terus mencoba aneka resep kemudian dijual, yang prospek dilanjutkan yang kurang ditinggalkan. Alhamdulillah usaha melaju sedikit demi sedikit, akhirnya catering bisa bersaing dipasaran dengan baik, kendala tentu saja ada bahkan beberapa kali membuat mental jatuh namun kata pakarnya jadikan kendala sebuah peluang.

Aku sarankan juga kepada teman2 untuk menjadikan buku sebagai teman setia dalam berusaha, baik buku motivasi, buku 2 pendukung usaha dan buku2 doa. Tetap Doa dan Ikhtiar merupakan kunci jawaban dari sebuah kesuksesan.

Nara sumber

Selesai penyampaian materi, antusia peserta yang bertanya cukup banyak, sayang waktu yg disediakan tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan. Saat aku sedang rehat, beberapa peserta menghampiri meminta beberapa saran usaha yang akan dan telah mereka lakukan.

Cerita mereka tentang pengalaman berusaha sungguh pengalaman tersendiri bagi aku, bekerja keras sdh cukup mereka lakukan namun peluang untuk segera meroket belum menghampiri, perlu polesan sana dan sini berhubung produk yang mereka buat merupakan produk tren masa kini yang memang sedang banyak dibidik oleh banyak orang. Dan ini butuh  kreatifitas dan inovasi yang lebih spesifik.

  • Terima kasih kepada Vidi Puspita & Mbak Dewi Bollie yang telah menjadi jembatan untuk menawarkan kesempatan ini.
  • Terima kasih mas Puri yang telah berkenan memilih saya sebagai nara sumber pada kegiatan ini
  • Terima aksih kepada suami yang telah membantu memberikan berbagai saran dalam pembuatan materi.
  • Terima aksih kepada teman2 dan khususnya Kementrian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah yang telah menyelenggarakan acara yang bagus ini, semoga kedepannya semakin banyak wirausaha muda di Negara kita untuk membantu pemerintah di semua sector.

Sukses untuk kita semua.

 

Terlampir : materi Pelatihan.

Iklan

Posted on 1 Desember 2011, in Aneka Tips, Bisnis boga, Blogor, Blogroll, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, lingkungan, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Pelatihan yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: