cerita pagi : bagaimana mengembangkan wirausaha kaki lima ( soto suroboyo)

pagi ini setelah antar anakku ke sekolah langsung menuju pasar tradisional belanja untuk jualan, mobil melaju pelan langsung parkir depan soto langganan, aku bilang nanti habis belanja makan soto. dari tempat parkir cukup jaug +/-200 m ketempat langganan sayur dll, sekalian olah raga toh barang ada yang bawain ini. Cukup lelah dan sudah laperrrrrrrr, barang ditaurh di mobil langsung menuju tempat soto ayam suroboyo. Sambil menunggu aku lihat wajah penjualnya murung, aku tanya kenapa, dan berceritalah dia, kalo kios yg dia sewa sdh tidak boleh disewa lagi dengan alasan yg punya kios mo jualan, yang dia sedihkan tempat yang baru bukanlah sebuah kios seperti sekarang tapi di trotoar jalan karena dia belum menemukan kios sesuai budgetnya sementara dia harus segera pindah.

aku coba sharing cerita, cukup lama kami ngobrol. aku ceritakan sekarang banyaks ekali pedagang yang keliling dengan motor, bukan hanya kue2 tapi makanan yg cukup berat peralatannya, misal : bakso malam, bubur ayam, tekwan, sate padang, pecel, nasi uduk, bahkan aku juga jualan masakan matang dengan car ini, berkeliling dari satu komplek perumahan ke perumahan yang lain, aku ceritakan keuntungan dengan cara dagang seperti ini :

1. biaya sewa bisa kita alihkan dengan membeli motor bekas dan peralatan untuk jualan.
2. efektif dalam arti pelanggang kita bervariasi karena kita yg mendatangi mereka bukan mereka yng mendatangi kita.
3. jualan seperti ini sekarang tingkat pembelinya semakin tinggi karena apa, phakpembeli merasa diuntungkan dari berbagai segi, efisensi biaya, efisiensi waktu dan lebih leluasa belinya. itu sudha point yang sangat baik untuk penjual.

saat dia tanya masalah keuntungan : ya kita coba buat 2 versi, jualan yang di trotoar tetap dijalankan krena aku lihat posisinya bagus, dikitari perkantoran dan sekolah, lebih ramai daripada posisi kios dia sekarang, memang letaknya dipasar tapi pasar yang kagetan, jam 10 sudah bubar.

dan yang lebih penting yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, nah selesai makan soto dan aku lihat mas yang jual sudah mulai tersenyum, dia bilang : terima kasih yang bu saya sudah diberi jalan keluar lain, saya coba bu sepertinya saya sanggup untuk melakukannya. Kata terima kasih yang terlontar ditambah satu mangkok soto + sayap ayam yang emang paling enak selama aku mencoba beberapa soto ayam di Bogor, menyelesaikan pagi indah dengan semangat.

Iklan

Posted on 3 November 2011, in Aneka Soup, Aneka Tips, Bisnis boga, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, lingkungan, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: