Silaturahim itu ada dimana mana ( Jurnalis & backpacker dunia : Agustinus Wibowo)

Seperti biasa setiap kali membuka jejaring social Face Book, inbox adalah salah satu yang langsung ingin dibuka, kali ini pesan masuk dari Mbak Raiyani Muharramah, pemilik galerinet.com

wow , undangan  yang sangat menarik, di ajak untuk taping acara Metro TV Kick Andy dengan bintang tamu AGUSTINUS WIBOWO, seorang jurnalis, backpacker dunia dengan karyanya :   SELIMUT DEBU DAN GARIS BATAS, cerita tentang petualangannya sebagai jurnalis di Afganistan

Dari Bogor kami berenam, aku, keponakan, mbak Raihammah, Kang Matahari Timoer, Azis dan temannya. Seperti biasa jalan menuju Jakarta senantiasa diiringi oleh kemacetan,  tiap 10 menit sekali mata melirik ke jam, akankah sampai sesuai rencana,  jam 5 mesti sudah di Metro TV.

Alhamdulillah setelah berputar putar cukup lama setelah keluar pintu tol Kebun Jeruk, akhirnya kami sampai di Metro TV jam 4.40, sempatkan untuk sholat Ashar dulu.

Setelah sholat kembali ke gedung dan mbak Rai mengajak aku menghampiri seseorang, dengan perawakan yang imut, berkulit putih, bermata sipit, wajah oriental sekali, dan saat dia menyebutkan namanya : Agustinus Wibowo, hampir tidak percaya dengan penglihatan, terbayang Afganistan dengan perangnya, dengan kehidupan kerasnya, dan dia seorang petualang jurnalis di sana, terpikir sebelumnya akan menemukan seorang yang berbadan tegap, namun jadi semakin ingin tahu kehidupan seperti apa yang telah dilakukan oleh penulis imut ini di Afganistan.

Berbincang sebentar dengan sang penulis, yang  kemudian langsung menuju ke Studio, dan kami masih menunggu cukup lama, acara baru dimulai jam 7 malam. Alhamdulillah mendapat snack yang cukup untuk menunggu acara. Setelah shalat magrib, kami makan malam dulu sebelum menuju studio. Ehmmmm menu yang unik, Nasi gulung isi daging dengan lauk pnedamping, ayam panggang, lalaban dan sambal dan diakhiri dengan pilihan minuman hot tea & hot coffe.

Akhirnya acara yang dinanti tibalah, kami masuk studio dan AGUSTINUS WIBOWO merupakan tamu ke-3 atau tamu terakhir dari episode Kick Andy kali ini, sebelumnya ada 2 petualang yang menjadi bintang tamu.

Saat dipaparkan lebih detail mengenai petualangan seorang Agustinus Wibowo, banyak sekali pertanyaan yang langsung menyergap dan berulang ulang menggeleng gelengkan kepala seperti tidak percaya apa yang dituturkan, bagaimana tidak :

AFGANISTAN, kita tau itu wilayan yang sangat berbahaya, peperangan belum juga usai, berbagai cerita yang mengerikan kita terima mengenai negeri ini, tapi yang luar biasa dari seorang AGUSTINUS WIBOWO, justru yang dia ulas adalah keindahan AFGANISTAN,  keunikan Negara itu dengan budayanya, dengan masyarakatnya yang ramah dan kehidupan unik lainnya. Bahkan menurut penuturannya dia jatuh cinta dengan Negara itu, terbukti setelah dia ke sana tahun 2003 kemudian dia mengulang kembali tahun 2006.

Seluruh petualangannya di Afganistan dia tuangkan dalam bentuk tulisan dan dibukukan dengan judul SELIMUT DEBU & GARIS BATAS. Rasanya waktu yang disediakan untuk seorang Agustinus dengan menceritakan petualangannya sebagai jurnalis sangat singkat, terlihat di benak penonton lain masih banyak sekali yang ingin didengar dari seorang Agustinus wibowo

Saat acara selesai  yang minta berfoto dan tanda tangan  agustinus banyak sekali, penonton yang hadir mencapai 500 orang Cukup lama hingga kami bisa bicara dengan dia.

Mbak Rai yang memang sudah mengenal cukup lama dan cukup dekat dengan Agustinus, yang biasa dipanggil weng oleh mbak Rai ternyata menyempatkan diri  ke Bogor untuk  berbagi pengalamannya. Mbak Rai memberitahu aku bahwa malam ini Mas Agus, begitu aku memanggilnya, akan bermalam di Bogor karena besok hari sudah disiapkan oleh Mbak rai untuk acara sarasehan di Agre Café Bogor.

Tentu saja senang sekali bisa satu mobil dengan tokoh ini, namun sayang karena aku yang menjadi supir dan harus konsentrasi dengan kemacetan ibukota sehingga tidak dapat bertanya banyak malam itu, aku hanya mendengarkan obrolan teman teman di dalam mobil, semakin macet semakin bertambahs eru obrolan itu, dan benar benar suatu pengalaman yang luar biasa bagi aku mendengars emua cerita petualangan mas Agus.

Tepat jam 12.30 kami memasuki Kota tercinta Bogor, masih terlihat keramaian di sepanjang jalan terutama jl Padjajaran yang memang pusat kuliner 24 jam, kami menawarkan untuk rehat dulu, namun sang penulis sudah sangat lelah dan ingin segera berisitirahat.

Setelah mengantar Mbak Rai ke saungnya, aku segera kembali ke rumah dan tidur..sudah janji mo sarapan besok pagi bareng mbak Rai dan Mas Agustinus….ceritanya bersambung…

Iklan

Posted on 18 Mei 2011, in Aneka Tips, Blogroll, Cerita-cerita, jalan-jalan, Komunitas, lingkungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: