Dongeng anak: Cerita Tentang Perjalanan Kue Kacang, Coklat dan Keju

cerita tentang perjalanan kue kacang, coklat dan keju

Emmmm hari yang indah, matahari bersinar terang dan angin berhembus perlahan, terlihat daun berguguran dan jatuh dengan gemulai…

ehmmm   hangatnya mentari  menerpa aku. Selamat pagi matahari, selamat pagi angin, selamat pagi daun-daun. Pandangan aku masih ke kebun samping rumah…namun telingaku samar samar mendengar ketukan pintu, siapa ya ? ucapku dalam hati.

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang.

“Kita kan terbuat dari berbagai campuran bahan kue, setelah selesai dicampur kita mulai dibentuk dengan berbagai bentuk yang lucu dan menarik, setelah itu kita akan dimasak biasanya dimasukkan ke dalam open dengan suhu tertentu supaya matang dan menjadi kue yang enak dimakan.”

Kenapa harus dengan suhu tertentu? tanya kue keju. Begini, kue coklat mulai menerangkan. Untuk pembuatan aneka kue suhu sangat memegang peranan,  antara satu jenis kue dengan kue lain berbeda suhunya pada waktu di masak, untuk jenis kue kue seperti kita umumnya memakai suhu 150 – 160 derajat, supaya bisa matang dengan baik, tidak terlalu rendah karena bisa melebar dan keras, juga tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan kue cepat terlihat matang, sudah berwarna kecoklatan namun bagian dalam kue belum masak.

Wah, ternyata suhu sangat memegang peranan ya, ujar kue keju. lalu bagaimana lagi selajutnya? tanya kue keju.

“Nah setelah matang, kita akan dikeluarkan dari open dan ditaruh ditempat yang luas dan berlubang-lubang, supaya uap panas yang ada pada kita segera pergi dan kita menjadi kering.”

“Setelah kita benar-benar dingin, baru dimasukkan ke rumah toples, disusun rapi bersama teman-teman yang lain.

Jika kita masih panas dan masih banyak mengandung uap air sudah dimasukkan ke dalam rumah toples, maka uap panas itu akan menjadi embun kemudian membasahi rumah toples dan mencair di dalam toples, jika kita terkena air dari uap panas itu kita akan lembab dan mudah sekali terkena jamur,  kemudian kita akan mengeluarkan bau yang tidak enak karena jamur itu, akhirnya rusak dan tidak dapat dimakan lagi karena kue yang sudah berjamur bisa membuat yang makan akan sakit, tentu kita akan sedih jika melihat anak-anak yang lucu menjadi sakit.”

Selaian itu, lanjut kue kacang apabila kita sudah dirumah toples kita akan ditutup rapat rapat supaya tidka terlalu banayk udara yang masuk dalam rumah toples kita, banyaknya udara yang masuk membuat tubuh kita menjadi  lembab juga sehingga tubuh kita yang tadinya  renyah  menjadi lembek dan tidak enak lagi untuk dimakan.

“Oh, begitu ya? aku jadi teringat suatu peristiwa dimana ada seorang anak kecil berkata seperti ini :  Ibu, kue di toples merah itu  sudah rusak ya, baunya tidak enak juga rasanya, dan ada bintik-bintik putih dan hitam di kuenya. Kenapa ya bu, padahal aku suka sekali kue ini, aku jadi sedih tidak bisa makan kuenya” ujar anak itu sambil membawa toples kue dan menghampiri ibunya.

“Oh, iya ya, kue ini sudah rusak nak, kita buang saja nanti ibu  belikan yang baru ya, tidak usah bersedia lagi. Makanya jika selesai mengambil kue segera tutup kembali toplesnya ya, selain semut bisa masuk juga banyaknya udara yang masuk emnjadikan kue tidak renyah lagi, menjadi lembek, lembab dan mudah berjamur.

“Aduh sedih sekali ya jika kita harus dibuang ke tempat sampah, aku tidak mau begitu” ujar kue keju sedih. “Sudahlah kue keju, kamu tidak perlu bersedih” kata kue kacang dan kue coklat menghibur kue keju.

“Iya, mudah-mudahan peristiwa itu tidak menimpa kita ya” kata kue keju. “Kue keju seperti aku kan banyak sekali kandungan lemaknya  sehingga lebih cepat rusak dibandingkan kalian berdua.”

“Jangan bersedih kue keju, sebentar lagi hari besar, biasanya kue-kue seperti kita akan cepat habis jadi tidak perlu disimpan lama-lama” kata kue kacang dan kue coklat.

“Oh, begitu ya” kata kue keju sambil tersenyum senang.

nah anak anakku setelah membaca cerita ini, kalian mengerti kan kenapa ibu selalu mendinginkan dulu kue-kue sebelum dimasukkan ke toples, dan selalu mengingatkan kalian untuk menutup tolpes setelah mengambil kue…

Posted on 30 Maret 2011, in Aneka Tips, Cerita Anak, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, Kue Kering, lingkungan, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Kalo nyokap dirumah sih biasanya buru2 masukin ke toples bun, kalo kagak bisa langsung ludes :D

  2. selamat sore kue kacang. kenalkan, saya penggemar kue kacang ;-)

  3. Perkenalkan, saya suka kue keju…nyam! Yuk, serbuu….!

  4. Nyam.. Nyam.. jadi laper neh

  5. selalu…. ada makanannya :)

  6. wah.. lezat banget. cocok buat kuwe lebaran..

  7. Wah kuenya lezat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: