pasukan khusus dalam pasukan…

memasuki kancah suatu organisasi hal yang sudah biasa kita lakukan, mulai dari organisasi yg kecil selevel arisan rt sampai organisasi yang berbadan hukum dan besar, menemui banyak karakter yang membuat kita mengangguk karena setuju atau menggeleng karena sangat tidak setuju dengans etiap langkahnya. Dari yang merasa sangat punya power sampai yang merasa tidak diperlukan dalam organisasi itu juga kita temukan.

Yang menjadi kendala untuk diri sendiri adalah, jika kita terpaksa harus masuk dalam kumpulan orang -orang yg sudah membuat komunitas khusus dalam organisasi itu, kita terpaksa karena diharuskan bergabung dengan mereka karena suatu kegiatan yang bersama, jika saja dapat menolak tentu kita segera menolaknya. bagaimaan mau bekerja sama dengan karakter yang mementingkan kelompok mereka sendiri, seperti seekor ayam dalam kandang kambing..mau berkokok  sementara yang lain mengembik. Sehebat apapun sang ayam jantan, kalah (terpaksa mengalah) dengan embikan 10 kambing kambing tadi, walapun sebenarnya sang ayam punya wewenang yang lebih tinggi dari para kambing tadi.

Keterpaksaan adalah sesuatu yang membuat diri tidak nyaman, berusaha untuk adaptasi juga bukan hal yang mudah…bagaimana kita mau tersenyum jika tidak bahagia, bagaimana kita mau tertawa jika tidak ada yg lucu, yang ada ingin segera selesaikan kegiatan itu dan keluar dari komunitas itu…menahan hati dan bersabar itu kuncinya kata sebuah buku psikologi…tapi teori diatas kertas dengan praktek memakai hati kadang kala tidak sukses..seperti yang dibacakan dari sebuah buku atau selembar kertas atau uraian lengkap dari sebuah wacana.

Menghindar adalah lebih baik rasanya, namun jika itu dilakukan akan terlihat betapa kita tdk bisa kerjasama di mata orang lain, orang orang yg diluar komunitas khusus itu..mereka bisa solid kenapa yang satu itu tidak..ya karena yang terlihat solid tadi memang mereka sdh mempunyai komunitas sendiri dengan visi dan misi yang sama….dengan keterkatian batin yg sdh berakar, dengan tingkat sosial ekonomi yang bercampur sebenarnya namun ada sang komandan yang siap mencover demi kesolid-tan tadi, sehingga kesolid-tan mereka semakin tampak, dan mereka tidak mau berfikir apakah tingkah pola mereka membuat yang lain tidak nyaman, apakah mereka perduli guyonan yang mereka lontarkan membuat orang lain tidak nyaman, apakah mereka perduli kata kata yang sering kali mereka lontarkan merobek hati orang lain, apakah mereka perduli tertawa mereka yang terbahak-bahak bersama sama mentertawakan orang lain itu sangat menorehkan luka kepada orang lain….ahay mengatasnamakan kelompok, dengan kulit luar yang apik, merasa diri lebih baik dari yang lain….

Pagi ini seorang sahabat bercerita betapa tidak nyamannya dia bergabung dalam lingkungan yang demikian, aku pun tidak dapat memberikan untaian yang menenangkan, toh memang tidak dapat menenangkan karena aku sendiri pernah mengalaminya..yang aku lakukan bekerja sebaik mungkin dalam kegiatan itu, mengurus apa yang menjadi kewajiban kita, setelah itu segera pergi…toh itu lah yang bisa dilakukan pada akhirnya…membuat orang lain mengerti akan kita susah yang ada orang lain selalu minta kita untuk mengerti mereka……selesai

Iklan

Posted on 10 Maret 2011, in Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, lingkungan, Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. menurut saya justru di situ lah letak tantangannya, kita dituntut untuk bisa menerima perbedaan tanpa harus terpengaruh oleh lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: