bermain hati ketika mengajar dan diajar….

Mengajar dan diajar , komunikasi 2 arah yang sama sama mendapatkan ilmu, bagi yang diajarkan mendapatkan ilmu dari pengajar sesuai ilmu yang diinginkan sementara pengajar mendapatkan ilmu bagaimana menghadapi banyak karakter supaya dapat menerima ilmu yang disampaikan.

Jika kita sebagai pemain dalam komunikasidua arah  ini sadar ada fungsi yang saling menguntungkan mudah mudahan akan lebih mudah untuk saling transfer ilmu tadi. Tidak ada yang merasa digurui dan menggurui.

Seringkali kita jenuh pada saat belajar karena faktor nyaman tersebut tidak didapat, sang pengajar seringkali memakai egonya saat mengajar, tidak mau memahami apakah ilmu yang disampaikan sampai sesuai keinginan yang diajar atau tidak. Terus menerus menggurui, tidak diberikan kesempatan kepada yang diajar.

Bagusnya  pengajar juga saat mulai mengajar, kemudian berjalannya waktu mulai memahami karaketr yang diajar, tidak semua peserta punya kemampuan yang sama, teknisnya bagaimana biasanya naluri seorang guru sudah main sendiri.

Sebaliknya yang diajar karena merasa tidak nyaman tadi jadi menangkap ilmu nya pun tidak sepenuh hati, terkadang ada pemikiran, ah bosen banget sich, jadi ngantuk, toh ada teorinya ini palajari saja nanti di rumah.

Niat yang tertanam dihati seperti itu membawa otak untuk mengambil aksi, jadi benar benar bosan dan tidak sedikit  peserta keluar dari kelas karena sudah tidak tahan dengan kebosanan tadi.

Ini aku tuangkan sebagai pengalaman, ya sebagai pengajar dan sebagai yang diajar, pada saat aku mengajar aku mencoba untuk membuang sedikit ego sebagai pengajar, dan hasilnya memang berbeda. Seperti saat pelatihan untuk pemula kali ini.

Niat yang ikhlas ini membuat produktif ibu ibu yang merupakan istri guru disekolah anakku dengan berbagi sedikit ilmu yang aku punya di bidang kuliner, mulai dengan 2 peserta meningkat menjadi 5 peserta dan semoga semakin banyak yang ingin mengikuti kelas wirausaha ini. Rasa ingin berbagai bukan menggurui membuat ikatan batin menjadi cepat terjalin dan ilmu yang aku punya cepat sekali mereka serap dengan penuh semangat, Alhamdulillah.

Untuk kesempatan ini mulai dengan menu cake Black Forest yang mungkin bagi kebanyakan masyarakat masih tergolong exclusive, cake yang mahal, cake yang mungkin ada pada saat tertentu saja, misal:hari ulang tahun dan hari raya.

Namun dengan modifikasi bahan dimana menggunakan bahan lokal saja Alhamdulillah bisa tercipta cake ini dengan rasa yang masih dapat dikatakan lezat.

Untuk pertama kali aku katakan jangan mematok diri untuk langsung terjun ke bisnis ini, langsung ingin jualan. Lebih baik kita buat untuk keluarga dulu, saudara dekat, tetangga. Mereka adalah bagian support untuk kita, jika rasa kue tidak terlalu enak sesuai harapan mereka, masih ada kata kata indah yang dapat menghibur dan tidaka langsung membuat kita runtuh semangat. Ini yang harus selalu diingat bahwa untuk bisa menjadi penjual bagusnya  membangun mental dulu.

Jika kita langsung menjual maka pembeli dapat melontarkan kalimat apapun juga tanpa mereka berfikir aka ada pihak yang hancur atau langsung patahs emangat, karena mereka merasa membeli  membuat mereka dapat mengeluarkan pendapat apapun yang mereka anggap  membuat mereka tidak puas.

Ulasan singkat diatas membuat suatu kesimpulan bahwa menjadi guru atau pun menjadi murid sebaiknya tetap pergunakan hati nurani kita, jaga talisilaturahim yang baik, kesampingkan ego baik sebagai guru yang powerfull ataupun sebagai murid yang merasa membayar. Insya Allah ilmu yang akan diterima oleh kedua belah pihak dapat bermanfaat. Amin

 

Posted on 13 Desember 2010, in Aneka Tips, Bisnis boga, Cerita-cerita, Keluarga. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. …metode pembelajaran bisa beragam…sangat bergantung pada jenis pembelajaran dan strata pesertanya…misal peltihan berbeda dengan mengajar siswa atau kuliah…namun ada yg cenderung sama yakni bagaimana melibatkan siswa untuk berinteraksi dengan aktif…disitu ada pertukaran informasi dan pendapat…untuk itu pengajar pun aktif untuk bertanya dan memberikan contoh-contoh nyata lapangan…dan yang terbaik adalah mengajak siswa untuk praktek langsung membuat sesuatu atau memecahkan masalah tertentu…satu hal yang penting juga…pengajar seharusnya mememiliki rasa humor sehingga suasana kelas selalu menjadi segar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: