Menghadiri launching buku, what for!!! MARI BELAJAR MENYUKAI BUKU DAN MEMBACA BUKU

Kenapa aku tuliskan menyukai dulu baru membaca, pada judul diatas, karena kalo kita belum menyukainya bagaimana mau tertarik membacanya.

Tidak mudah untuk membentuk prilaku suka membaca, apakah itu buku atau media lainnya kepada anak-anak. Berbagai cara sdh mulai diterapkan walaupun hasilnya masih jauh dari maksimal sangat menyukai membaca, paling tidak sudah ada upaya kesana.

Yang standar adalah ke toko buku, membeli dan membawa pulang untuk dibaca, selain buku wajib yang memang mereka harus baca karena tugas sekolah.

Beberapa kali kami mencoba untuk mengajak anak-anak mulai menyukai buku dan semoga jadi suka membaca adalah menghadiri launching buku buku baru, dimana kita tidak hanya mendengar bagaimana penulis memaparkan isi bukunya, juga bisa komunikasi 2 arah dengan penulis dan membuat spesialis buku itu dengan tanda tangan penulis.  Memang saat pertama anak-anak diajak mengikuti lauching itu mereka terlihat masih bingung, merasa tidak mengerti untuk apa datang kesini, merasa suatu kewajiban saja karena orang tua membawa ke sini dan mereka harus patuh, namun berikutnya mereka sudah bisa mulai menikmatinya terutama jika penulis bisa membawakan dengan gaya yang atraktif disertai games atau permainan-permainan…yang pasti setelahnya mereka akan minta dibelikan buku itu yang berarti plaing tidak sudah ada ketertarikan ingin membacanya.

Kali ini kami menghadiri Launching buku karya Koen Setiawan dengan judul GIGANTO, buku yang cukup meledak dipasaran , buku yang berbentuk novel ini cukup memikat isinya, anak sulung aq yg berumur 11 tahun bisa menikmati isi cerita didalamnya, aku lihat dalam 3 hari sudah diselesaikan novel yg cukup tebal itu dan dia bisa menceritakan kembali bahkan bisa membuat ulasannya .

Untuk anak seusia dia, novel bukanlah pilihan untuk dibaca, umumnya mereka lebih suka cerita yang bergambar, dari hasil dia membaca kemudian diceritakan kembali ke kami, dapat kami tangkap bahwa dia memang memahami isi novel itu.

Berlanjut ke novel novel lain yang masih bisa menjadi referensi bacaan anak-anak, lima sekawan, hardy boys, 80 harikeliling dunia karya Jules Verne, joshya Joshua tango karta Robert wolfe, berpetualang ke negeri asing karya mark twain, dll

Cerita cerita bergambar juga tetap menjadi pendamping bacaan untuk mereka, namun dengan mulai diperkenalkan bacaan tanpa gambar banyak kelebihan yang didapat, imajinasi mereka bisa lebih hidup, pemaparan mereka akan suatu cerita bisa lebih variatif, semoga dengan cara ini mereka kedepannya bisa menikmati juga buku buku sekolah yang tebalnya lebih dari novel, jika kita lihat betapa beratnya beban belajar anak-anak kita, buku buku sekolah yang diberikan layaknya kita kuliah dulu, belum lagi setiap semester sudah berganti…membuat mereka enjoy dengan semua mata palajaran yang juga banyak tidak lah mudah, namun selalu ikhtiar mencari cara bagaimana mereka bisa menyukai itu semua dan tidak menjadikannya beban kemudian orang tua mengeluh panjang adalah lebih baik…

Iklan

Posted on 18 September 2010, in Aneka Tips, Blogroll, Cerita Anak, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, lingkungan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ane dari dulu belom kesampean baca ni novel –a

  2. blognya bagus ya, ditunggu kunjungan baliknya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: