Yang patut kita lakukan : bersyukur…

Jika direnungkan lebih jauh, kemudian balik menengok ke belakang, ada rasa tawa, rasa takut, rasa sedih, dan rasa gembira. umumnya anak-anak dulu jika ditanya cita-citanya kalo tidak jadi dokter ya jadi insinyur, itu yang terlihat bermasa depan sangat cerah, orang tua akan sangat bangga dan berbicara ke semua orang jika memiliki anak-anak dengan gelar tersebut.

sama seperti yang aku alami, begitu aku bilang ingin menjadi sarjana tehnik atau arsitek seperti ayahku dgn bangga beliau akan berbicara ke semua handai taulan jika aku kelak akan menggantikan dia. Terharu ingat saat itu, bagaimana ayah(alm) menerangkan bagaimana menggambar sebuah gedung yang bagus, bagaimana memegang penggaris kayunya yang besar-besar itu dgn meja gambarnya hampir sama dengan meja pimpong.

persiapan ke arah sana dimulai, saat smp guru privat untuk matematika, fisika dipanggil kerumah…disamping kegiatan yang lain. Tiada hari dengan waktu yang kosong, dinikmati? tentu saja, betapa semangatnya ayah(alm) mempersiapkan anak-anaknya menuju cita-citanya…

Manusia boleh berencana namun Sang Pemilik Kehidupan Maha Mengetahui dengan Semua Rencananya, saat naik kelas 2 smp, ayahanda tercinta kembali ke Pemiliknya, meninggal dalam usia yang masih muda. Titik balik kehidupan dimulai, mama sang guru SMKK jurusan tata boga mulai bergerak, kami pilih di bidang kuliner untuk mampu bertahan hidup.

Cita-cita untuk menjadi Insinyur harus dikubur hidup-hidup, ganti harus berfikir cepat bagaimana mencari sekolah yang bisa cepat mendapatkan pekerjaan dalam arti jika putus tengah jalan masih dapat bekerja, pilihan jatuh ke sekolah perbankan….dijalani dengan tertatih, merangkak namun pasti, selesai satu tahap, gelar SE tersandang di pundak dan pekerjaan sdh didapat saat semester 2, selangkah rencana ke depan ditapaki, Bank sebuah lembaga yg dituju sesuai latar belakang sekolah, menyenangkan? tentu saja..

Namun lagi-lagi manusia hanya berencana, sejalan dengan kehidupan berkeluarga, mendapatkan titipan Illahi yang teramat indah dengan penuh rasa syukur, menetes air mata takkala mendapati buah hati tertidur sambil mendekap buku cerita menunggu ibunya untuk dapat dibacakan cerita itu. cita-cita yang sangat sederhana dari seorang anak, akankah cita-cita itu terkubur seperti cita-cita ibunya?

dengan rasa ikhlas yang diawali sejuta pertimbangan, lagi2 cita-cita harus ditinggalkan, kembali fitrah sebagai ibu rumah tangga.

Namun dapur tempat bernaung tdk hanya dijadikan tempat keluh kesah saja, mulai dijadikan teman suka dan duka, mulai dijadikan tempat terindah dimana bisa berharga, bisa berkreasi, dimulai dengan etalase seharga seratur ribu, membuang semua pertanyaan kiri dan kanan, menapak selangkah demi selangkah hingga langkah semakin panjang.

Ilmu terus berkembang, bukan  berarti dapur tidak berkembang juga, dapur bisa dihiasi dengan aneka perkembangan ilmu, peralatan yang canggih saat ini yang dikatakan dunia maya merambah di dapur.

Keindahan, kenikmatan dari dapur tersaji di dunia maya melalui internet. dunia yang tadinya dianggap hanyalah sesuatu yang membuang waktu menjadi begitu dekatnya, menjadi begitu akrabnya, didalam dunia itu terjalin silaturahim yang indah, berbagai ilmu positif bisa kita dapatkan, belajar bersama, mengenal belahan dunia lain dari cerita-cerita Friend, istilah teman dalam dunia maya, belajar beradaptasi dengan bermacam karakter manusia, dari mulai yg lemah lembut, sabar hingga yang sangat tidak beretika, tapi itulah manusia, dengan adanya fenomena seperti itu, diingatkan bahwa kita manusia adalah mahluk yg tidak sempurna, yang sangat lemah , yang sangat membuthkan uluran dari sang Pemilik Kehidupan ini.

Salah satu dari keindahan yang didapat kembali, kesempatan yang sangat berharga kembali menjumpai, setelah menjadi tamu diberbagai acara di media TV, majalah, koran, kini mendapat kesempatan lagi untuk bisa berbagai dengan para sahabat melalui talk show dengan tema : women,Hobby dan internet dalam rangkaian kegiatan welcomm on broadband, yang bertempat di Pondok Indah mall1 , lantai dasar, jam 17.00 sd 19.00, bukan suatu kesempatan yang asala saja namun itu hasil dari dapur .

Iklan

Posted on 8 Juni 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. bener banget…

    klo kita besyukur atas nikhmat yang Allah berikan, pasti Allah akan menambahnya….

  2. Amin y Allah.. *bersyukur sambil nangis menghadapi UAS T.T

  3. Asswrb….waw…perjalanan hdp yg luar biasa mbak…hiks..jd terharu…success 4 u mbak….

  4. Assalam wr.wb
    kisah hidup yg luar biasa semoga saya bisa seperti mba he….

    • waalaikum salam mas, keyakinan adanya kebesaran Allah merupakan modal kita untuk dapat bertahan hidup di jalan-Nya mas…semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan .amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: