Melihat Rafflesia Patma (mekar) di Kebun Raya Bogor

Menjelang jam 9 pagi tadi masuk sms dari mas Koen yang isinya info tentang mekarnya bunga Rafflesia Patma di Kebun Raya Bogor.  Aku kontak langsung untuk ikut melihat bunga itu dan ternyata mbak novi juga mau ke sana, akhirnya kita bertiga berangkat menuju Kebun Raya Bogor.

Setelah memasuki Kebun Raya Bogor dan bertanya dengan 3 orang akhirnya sampailah di lokasi, sambutan yang  ramah dari satpam dan petugas mengarahkan kami menuju tempat bunga tersebut. Saat memasuki area kebun yang  rindang dipasang beberapa banner yang isinya penjelasan tentang Rafflesia dan bunga bangkai, juga tak lupa di sediakan welcome drink berupa the manis  dan kopi panas juga camilan ala bogor yang terdiri dari : pisang rebus, jagung rebus, kacang tanah rebus, kacang bogor rebus dan talas kukus kelapa. Wuih bertambah semangat untuk tetap lama di sana sambil mencari info tentang  bunga itu.

Wow yang ada dipikiran aku saat itu adalah bunga bangkai yang tingginya hampir 2 meter yang pernah aku lihat juga di kebun raya saat dia mekar beberapa tahun lalu. Ternyata untuk Rafflesia Patma ini tidak besar seperti bunga bangkai. Bentuk yang cantik dengan kelopak yang besar , terlihat tebal dan kokoh dengan warna yang aku suka antara salem kearah orange ada yang bilang  nila, entahlah yang pasti bunga ini cantik sekali, Subhanallah. Muncul diantar pohon mahoni dan akar yang melingkar di sekelilingnya.

Yang dilakukan saat itu adalah langsung mengeluarkan kamera  dgn menggunakan zoom supaya bisa mencapai bunga. Pagar yg cukup jauh dari posisi utama bunga tidak memungkinkan untuk foto secara langsung. Hasil foto cukup bagus namun dibayangi oleh kawat halus yang mengitari bunga itu.

Sepertinya jika kearah lain bisa lebih bagus ambil gambarnya. Saat jalan memutar dan foto-foto lagi, datang 2 orang wanita dan wanita satunya langsung membuka gembok pintu menuju bunga. Ternyata wanita itu seorang peneliti  dan wartawati dari kompas dan antara.

Peneliti yang ramah ini bernama Sofie Mursidawati, dia senang sekali membagi cerita tentang bunga ini.

Baru tahu jika Rafflesia Patma termasuk parasit raksasa dimana untuk jenis ini pohon induk semangnya bernama Tetrastigma (latin) atau Kibalera . Melihat dari bentuk kelopaknya nampaknya bunga ini kekar dan tahan lama ternyata tidak, menurut mbak Sofie hari ini adalah mekar penuh setelah ketahuan mekar subuh kemarin. Dengan diameter 38 cm bunga ini terlihat cantik banget.

Seperti yang kita tahu Rafflesia Patma juga bau seperti bangkai, masih terlihat ada lalat disekitar kelopak bunga , namun saat aku ke sana tadi tidak tercium baunya, teryata sudah kemarin bau itu keluar dan sekarang sdh tidak terlalu tercium dari jarak jauh.

Mbak Sofie juga bercerita tentang bunga bangkai raksasa, wuih semakin banyak informasi yang diterima ternyata bunga bangkai raksasa baru akan mekar jika umbi dibawahnya sudah hampir mencapai berat 100 kg, kenapa? Ya untuk menopang bunga raksasa itu. Dapat dibayangkan dengan tinggi hampir 2 meter dan diameter hampir satu meter membuthkan penopang yang kuat tentunya.

Pengunjung tertentu boleh masuk ke lokasi bunga dan mengabadikannya dengan cara yang khusus, sudah diberikan tempat pijakan ditanah karena tidak boleh sembarang menginjak tanah, banyak pohon dan akar yang mungkin saja sebagai saluran makanan bunga Rafflesia yang jika terinjak dan terputus bis a mempengaruhi kehidupan bunga itu. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan berbagai informasi didapatkan seputar bunga itu akhirnya kami pamit, terlihat rasa lelah di wajah mbak Sofie yang ternyata tidak istirahat sejak bunga itu mulai mekar subuh kemarin ,menunggu proses mekarnya. Luar biasa wanita peneliti ini. Raya sayang akan spesies ini membuat dia terus menerus mengadakan penelitian sejak 6 tahun lalu tepatnya tahun 2004 dan hasilnya sungguh luar biasa, bunga ini bisa tumbuh dan berkembang baik hingga mekarnya .

Kami menuju tempat lain yang masih dipenuhi aneka tanaman, sejuknya taman itu dengan ditemani the manis panas dan aneka rebusan membuat kami tidak langsung meninggalkan tempat itu.  Cukup lelah juga foto-foto dan aku duduk di kursi tempat menerima tamu, rasanya baru 2 menit aku duduk datang seorang wisatwan asing dan bertanya apakah press Release tidak ada yang berbahasa Inggris? Benar juga ya, seharusnya disediakan dalam bahasa inggris. Kami arahkan saja ke mbak Sofie dan terlihat langsung berbincang penuh semangat.

Hari yang sangat menyenangkan, terima kasih Ya Allah , diberi lagi kesempatan yang  berharga setelah kesempatan-kesempatan berharga sebelumnya. Amin.

Terima kasih mas Koen atas informasi yang diberikan, juga Mbak Novi yang telah membuat tambah semarak perjalanan tadi.

Iklan

Posted on 3 Juni 2010, in Blogroll, Buku Dijital, Cerita Anak, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, konservasi, lingkungan, tanaman langka and tagged , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Itu mang belom bau y bu udah seGD gitu?

  2. wah, klo yg cerita mb Def sepertinya jd menyenangkan…. :)

  3. Wah kalau gitu aku ketinggalan, aku udah nunggu lama ingin melihat bunga bangkai mekar, emang she rencananya aku dan keluarga mau ke KRB minggu depan, kapan ya bunga bangkai mekar kembali, …………

  4. aduuhhh saya mesti kesana nehh. seumur idup belum pernah liat secara langsung bunga raflesia… xixixi

  5. saya juga belum pernah nih seumur hidup liat bunga raflesia langsung… tapi males ke bogor nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: