buku itu teman hidup, pengusir sunyi

setelah semua berangkat ke tempat kegiatan masing-masing yang tertinggal hanya sunyi bagi seorang ibu rumah tangga. Jika tidak ada pembantu masih tersisa berbagai pekerjaan yang bisa mengusir sunyi itu, jika semua sudah dikerjakan pembantu, rasa sunyi semakin sunyi walaupun suara di TV diberi volume tinggi.

Sunyi itu bawaan hati nggak bisa diganti dengan suara dentuman meriam sekalipun….kalo dibawa ke dalam semakin sunyi dan teman terdekat sunyi adalah tidur, teman dekat tidur adalah malas, teman dekat malas adalah setan….adakah yang dapat mengusir sunyi itu???

wow ada banget, kalo punya banyak jatah uang kabur ke toko buku…masuk ke bagian agama dulu cari bacaan yang ringan tapi mengenai seperti karya La Tahzan….isinya seputar kehidupan sehari-hari namun sangat menyentuh, sangat memberi pembelajaran diri sendiri dan biasanya cukup satu buku ini dan masih beberapa lembar saja membacanya kita sudah mulai sadar dari kesunyian itu ( buku yang sangat ciamik).

lalu berjalan ke rak buku-buku motivasi, ambil buku yang cerita tentang orang2 yang berhasil dari bawah jangan baca orang kaya jadi kaya itu mah dah jelas…ntar aja kalo sudha kaya boleh untuk bertahan tetap kaya…

Baca perlahan, biasanya gaya ceritanya ringan nggak pakai suruh kita mikir dengan hitung-hitungan dengan dicampur bahasa planet dimana kita artikan bahasa sendiri saja kadang susah…..

Nah untuk lebih dalam lagi, jalan lagi ke rak buku buku psikologi, jangan pernah berfikir hanya orang stress yang berjalan ke arah ini justru yang nggak stress itu wajib jalan ke arah sini, banyak banget yang dapat kita ambil manfaatnya, ternyata diri sendiri itu sangat kompleks…otak dan hati itu bisa membalik dunia, jadi mulai mengenal apa itu yang dimaksud manusia lumayan membuat kita mengangguk-angguk…kemudian tersenyum dan sedih…

Biasanya rasa sunyi sudah hilang 60%…dan segera ke rak buku hobi, misal buku-buku tentang masakan…ambil yang pemula saja dulu…baca-baca …biasanya langsung kepingin membuatnya…kalo sudah ada rasa kepingin gini cepat ke kasir bayar bukunya dan langsung menuju swalayan atau toko bahan kue….beli seperlunya saja sesuai kebutuhan…segera bawa langkah kaki ke dapur kembali dan buatlah makanan yang kita impikan tadi….hasil masakan dengan penuh motivasi begini biasanya luar biasa terkadang kita jadi takjub sendiri…wah koq bisa yaaa…tinggal menunggu keluarga kembali ke rumah dan mencicipi buatan kita tadi…yang mencicipi pun akan berseru “enak- banget, enak banget, enak banget” dan kita tersenyum sumringah langsung semangat besok mau buat lagi tapi yang lain….

lebih extrim lagi, saat keluarga lain berkunjung kita buatkan masakan yang enak tadi, dicicipi, nggak lama mereka akan memesan untuk acara keluarga, semakin tidak sunyi

Lalu tetangga yan sedang ada acara kita hadiahkan masakan enak tadi…tidak lama tetangga akan tanya “buat sendiri atau beli”bgeitu dia tahu buat sendiri akan ada pesanan untuk acara berikutnya…

Nah sunyi akan semakin jauh dari kita, sebentar lagi akan muncul kegaduhan yang membuat kita juga bisa tidak mendengar walapun suara TV dan dentuman yang keras , kegaduhan diri kita yang sibuk akan pesana-pesanan tadi…

catatan pengisi sunyi….

Iklan

Posted on 23 Maret 2010, in Aneka Tips, Bisnis boga, Blogroll, Cake, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ciamik mb Desi.. inspirasi pagi hari. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: