Hati itu hanya milik Pemilik Hati, Pemilik Kehidupan

tulisan ini terurai kala melewati sebuah rumah dengan bendera kuning…berderai air mata bagi yang dtinggalkannya…tapi ingatkah mereka yang menangis itu bahwa semasa hidup yang mereka tangisi hatinya dibahagiakan, hatinya tidak dibuat menangis, hatinya dipupuk supaya subur dan tidak berpenyakit, dan lain -lainnya yang berhubungan dengan hati.

Terkadang kita lupa menjaga hati orang-orang yang kita sayangi, yang kita kenal, bahkan yang tidak kita kenal. Karakter yang terbentuk dalam diri kita membuat kita bahkan mewajibkan raga kita untuk menuruti kata hati kita saja tanpa kita mau tahu kata hati lainnya yang bertebaran di sekitar kita…

Ada baikknya kita mulai mencoba menelaah hati hati yang bertebaran disekitar kita, janganlah dulu berangan-angan untuk memelihara dan menynangkannya, cukup dimulai untuk tidak menyakitinya saja sudah langkah awal yang baik….

Saat pulang dari bepergian sehari ini dan melewati rumah berbendera kuning tadi, semakin banyak mobil yang parkir, semakin banyak karangan bunga yang diparkir, semakin banyak hati hati yang sedang bersedih…semoga hati hati yang kita miliki sekarang mau mencoba untuk sedikit saja mulai berempati…mungkin dunia ini akan sedikit lebih tenang….salam hati….

Iklan

Posted on 20 Maret 2010, in Blogroll, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bunda, membening hati itu indah

    :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: