Kisah anaku melawan demam berdarah….

agak aneh , sudah 1 minggu ini pola makannya berubah…pagi sarapam sedikit sekali, dibawakan makan siang dan snack tetap habis, namun makan malam dan permintaan ngmeilnyapun turun cukup mencolok…

sudah aku amati, ada apa gerangan anak ku ini. Aktifitas yang sangat tinggi , mulai persiapan menghadapi Ujian akhir semester, menghadapi Ujian Tes Akhir Santri dan ujian di LIA (bahasa Inggris) dengan pola makan yang berubah apakah tidak mengganggu daya tahan tubuhnya…ini yg selalu aku tanyakan dalam hati…setiap kali aku tanya kenapa, jawabannya nggak enak kalo makan terlalu banyak, rasanya mual….aku coba masak makanan kesukaan dia tetap tidak merubah pola makan dia…hingga suatu saat pulang dari sekolah anakku muntah, namun setelah diberi obat keadaan membaik dan dia melakukan aktifitas seperti biasa…

3 hari dari muntah itu dan sepulang dari berenang suhu badannya meninggi…aku berikan obat penurun panas, malam hari aku dan bapaknya tidka tidur bergantian memberikan kompres…paginya karena suhu badan masih agak tinggi aku bawa ke dokter umum, diberi obat…

namun hingga sore suhu tubuh masih cukup tinggi dan dia mengeluh sangat pusing, setelh membuat janji dengan dokter anak langganan kami, sore itu kami bawa ke rumah sakit Ibu dan anak dimana dokter tersebut juga praktek di sana. Setelah diukur suhu tubuh dan ditanya kapan terakhir memberikan obat penurun panas..akhirnya dokter memberikan obat penurun panas melalui dubur karena suhu tubuh tinggi….

Dokter langsung menyarankan untuk cek darah..sambil menunggu hasil cek darah, aku amati suhu tubuh mulai menurun, keringat mengucur membasahi bajunya…hasil cek darah menunjukkan jika Positif ke arah demam berdarah…dan dokter menyarankan langsung opname..

kami masih mencoba untuk nego bagaimana jika berobat jalan saja, sang dokter bilang : saya khawatir saat drop dirumah tidak dapat menangani…

Anjuran dokter  segera kami jalankan, setelah mengurus administrasi yang alhamdulillah dengan jaminan asuransi segera mendapatkan kamar sesuai jatah dari asuransi .

Anak kami segera dirawat, tahap demi tahap dilalui dengan penuh kesabaran, semangat untuk sembuh. setelah beberaap hari dirwat keadaan trombosit mulai menurut, hematokrit mulai naik..hingga titik terendah mencapai 25 ribu untuk trmbosit dan 51 untuk hemattokrit, 2 infus di pasang di kedua lengannya, setiap 6 jams ekali diambil darah melalui kakinya, semua aturan yg diberikan dijanalankan dengan baik..siang aku yang menunggu dan malam bapaknya yg menunggu…

Suster-suster bilang : anaknya kooperatif ya, sama sekali tidak mengeluh, semangatnya tinggi untuk sembuh..padahal 1 minggu yg lalu saya juga terkena demam berdarah..rasanya sudha sangat tidak karuan bu .

saat dokter datang pun cerita yang sama : yang dirasakan pasien demam berdarah itu : pusing luar biasa, perut mual, sendi-sendi sakit.

melihat begitu penderitaan yang anaku alami rasanya sesak dada namun aku dan suami sudah kompromi idak mau memperlihatkan rasa sesak itu, kami bawa dia bercerita hal-hal yang lucu, kami perbolehkan dia bermain games dan on line internet…saat dia bilang pusing aku urut kepalanya perlahan sambil cerita, saat dia bilang punggungnya ngilu dan sakit, aku urut  juga dengan minyak kayu putih, sebisa mungkin kami alihkan rasa sakit itu dari pikirn dia.

Karena kekentalan darahnya masih cukup tinggid an dokter khawatir pembuluh darah pecah maka dijalani tahap dimana cairan infus yang masuk cukup cepat dan banyak, juga minum terus meneru. Kami diminta untuk mencatat cairan yang masuk dan cairan yg keluar baik berupa BAK, BAB dan muntah.

Namanya cairan yg dipaksakan masuk pastilah ada efek sampingnya, rupanya ada yang masuk paru2 dan membuat anakku batuk-batuk dan badannya terlihat membengkak.  Lingkar perut selalu diukur untuk mengecek apakah pembengkakan semakin bertambah.

Alhamdulillah melewati fase yang sangat penurun yaitu dititik trombosit 25 ribu, perlahan-lahan fase mulai naik..rasa tidak enak sekujur tubuh mulai berkurang, makanan mulai bisa masuk dengan baik. Infus sudah dilepas satu.

Rona wajah sudah mulai normal kembali dan hari ke 9 kami diperbolehkan pulang akrena trombosit sudah mencapai angka 138 ribu..

Jika diikuti tahap demi tahap banyak pelajaran yang dapat di ambil :

Jika anak mengalami demam tinggi yang cukup lama, segeralah bawa ke dokter untuk memastikan sakitnya, jangan menunda-nunda, semakin cepat ditangani akan semakin kecil resiko karean demam berdarah cepat sekali virusnya bergerak…

Sebaiknya ikut asuransi kesehatan, karena mempermudah untuk pengurusan adminsitrasi, kita tidak perlu memberikan uang muka. Karena tidak setiap saat kita membawa uang dalam jumlah besar juga tidak setiap rumah sakit ATM berfungsi sempurna..

Komunikasi dua arah dengan pihak medis akan sangat membantu kedua belah pihak.

Mendampingi pasien dengan memberikan pelayanan mental dan spiritual sangat membantu proses penyembuhan karena secara psikis, jalinan batin antara keluarga akan lebih dekat.

semoga pengalaman ini bermanfaat…

Iklan

Posted on 11 Januari 2010, in Aneka Tips, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, Uncategorized. Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Syukurlah anak anda begitu tegar dalam menghadapi penyakit tersebut. Salut padanya dan perjuangan orangtuanya. :)

  2. Siapa yang sakit bu? Alhamdulillah jika sudah sembuh…
    Tulisannya sangat mencerahkan bu, saya punya putri usia 3tahunan. Pengalam bu desi ini jadi salah satu maskan buat kami. Nuhun bu… Salam buat bapak.

  3. Siapa yang sakit bu? Alhamdulillah jika sudah sembuh…
    Tulisannya sangat mencerahkan bu, saya punya putri usia 3tahunan. Pengalaman bu desi ini jadi salah satu masukan buat kami. Nuhun bu… Salam buat bapak.

    • anakku alta yang sakit, alhamdulillah sudah mulai pulih kondisinya namun masih harus selalu dijaga, sepertinya hampir 9 hari dia tdk makan dgn baik membuat metabolisme tubuhnya belum sempurna sekali, kalo aktifitas tinggis edikit dia masih cepa capek dan langsung tertidur.
      Nuhun kembali sudah mampir kang, salamnya akan saya sampaikan.

  4. Aduh bu, baca ceritanya bikin saya terharu. Jadi ingat waktu lebaran kemarin waktu anak saya (waktu itu 13 bulan) dirawat di rumah sakit karena diare. Terbayang gimana sakit rasanya hati ini melihat anakku disuntik infus, tp itu harus dijalani untuk kesembuhannya. Mudah2an kita semua selalu dilindungi Tuhan YME dan diberi kesehatan.

  5. Saya juga pernah mengalami anak terkena DB. Naik mobil ke dokter sudah mual dan pusing terus. Untungnya saya tahu produk susu colostrum yang cocok, dan saya berikan 1 sachet sebelum di opname, 1/2 sachet di malam hari dan 1/2 sachet di pagi hari. Jam 8 pagi ambil darah, jam 11 siang anak sudah bisa pulang. Hemat uang karena di RS cuma 1 malam saja. Sejak itu saya selalu sedia produk ini di rumah. Bagi yang perlu, bisa hub saya di 022-92640939 dan nanti produk bisa saya kirim dalam 1×24 jam.

    • mas elang terima kasih sekali untuk informasi yg berharga ini, saat anakku opname teman juga tawarkan namun saat itu banyak sekali yg harus di konsumsi anakku selain obat dokter, produk k-link, produk sari kurma dan juice jambu merah, juga bee komplek, ada yg sarankan juga angkak dan matol… info ini akan saya berikan ke teman2 sehubungan bogor merupakan daerah yg tidak pernah sepi dengan demam berdarah…salam

  6. berbagi info dengan pembaca blog defidi, jika ada yg terkena dbd bisa mengkonsumsi susu powermix untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan trombositnya

  7. susu powermix sehat gk sih … saya lebih suka pake jus kurma dan madu untuk naikan trombosit

  8. benar-benar cerita dan pengalaman pribadi yang perlu untuk kita pahami,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: