Jasa Boga”mutualiame yg membuat bingung”

teman-teman mungkin bertanya-tanya dengan judul diatas, biasanya yg namanya mutualisme disukai banyak orang, namun rasanya kurang nyaman kalo ini diberlakukan dalan dunia boga khususnya jasa catering.

saat awal memulai bisnis catering, beberapa masakan aku suka dibeli dalam jumlah banyak, ini mungkin dibuat kombinasi pesanan masakan oleh sang pemilik pesta.  Misal: pesan mie goreng saja untuk 100 porsi ato pesan ayam goreng lengkuas 200 potong. Dalam hal ini gabungan aneka makanan seperti itu adalah tanggung jawab pemilik pesta, namun jika sudah dalam bentuk paket adalah tanggung jawab dan nama pemilik catering yg dipertaruhkan.

ini pengalaman yg aku alami sendiri, beberapa kali ada yg memesan catering untuk menu prasmanan saja alasan mereka nggak ada gubukan soalnya hanya pesta biasa dan sebagian tamu adalah keluarga besar. Pada saat pelaksanaan ternyata banyak menu lain yg ditaruh di gubukan dan sangat disayangkan menu gubukan itu nggak selaras atau sebanding dengan menu prasmanan sehingga bisa dibilang kasarnya ke banting, banyak tamu akhirnya menuju prasmanan saja dan hasil akhir prasmanan tidak cukup untuk jumlah tamu yg hadir karena pemilik hajat berpikir menu prasmanan tidak perlu jumlahnya sampai 2x lipat undangan yg di sebar toh ada gubukan ini. Belum lagi pranti makan yg tidak sama dgn prasmanan, ada  mangkok2 plastik, kemudian dandang naik ke meja.

Yang fatal tamu yg terakhir datang tidak kebagian prasmanan lagi dan terpaksa ambil menu gubuk, sangat disayangkan banyak sekali piring yg masih banyak isinya tapi tdk dilanjutkan makan oleh tamu.

Lain kesempatan menu prasmanan aku yg ke banting, pemilik hajat pesan menu yg paling sederhana , saat sampai di tempat pesta aku kaget, menu gubukannya mewah, mungkin pemilik hajat berfikir biasanya tamu banyak yg tertarik ke gubukan, aku  perhatikan pemilik hajat pesan  makanan gubukan yg sudah punya nama harga per porsi menu gubukan hampir 1/2 harga prasmanan.

Dengan kejadian-kejadian seperti ini sebaiknya kita minta penjelasan yg rinci dengan pemilik hajat jika tidak memsan paket keseluruhan. Usahakan pesan paket keseluruhan.

  • Menu tambahan apa yg dibawa pemilik hajat
  • Apakah menu gubukan yg dari luar itu sudah punya nama, jika ya sebaiknya di gubukannya di tulis misal : Somay Bandung Mang….., atau soto madura cak……
  • Kalo yang dibawa ke pesta gubukan yg belum terkenal misal karena langganan yg suka mampir ke rumah, minta ke pemilik hajat untuk menyewa piranti yg biasa dipakai di gedung, misal piring , sendok garpu, pemanas makanan dan tempat kuah somay. Dan katakan terus terang jika ada komplain mengenai menu gubukan yang bukan dari catering adalah tanggung jawab pemilik hajat.

Mungkin bagi pemilik hajat ini bukan masalah, tapi akan menjadi masalah bagi kita yg punya catering, karena catering itu sifatnya service. semoga tulisan ini bermnfaat.

Posted on 27 Juli 2009, in Aneka Tips, Bisnis boga, Blogroll, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Ass, pa kabar Yu? semoga semua baik ya
    Cuaca di Batam lagi nggak bagus, banyak yang lagi batuk pilek nih.
    Mudah-mudahan usahanya makin lancar ya Yu.
    Saya lagi vacum Yu, Si neng Nisha lagi rusuh banget.
    Salam buat keluarga ya Yu

    • halo bundanisha, moga selalus ehat juga nisha ya, di bogor juga lagi banyak banget yg sakit batuk, pilek dan demam.
      kayaknya emang tuh virus dimana-mana ya?

  2. wah tips yang menarik, lapor baru silaturahim lagi sekarang nih Bun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: