Kisah-ku dgn 2 elangku yg susah makan

Akhirnya aku curhat juga sehubungan banyak sahabat yang bertanya mengenai anak yang susah makan. Kala aku hamil alta mengalami masa ngidam yg luar biasa, perut serasa dikocok2 mual sepanjang hari, yang namanya minyak kayu putih tdk pernah pergi dari saku , untung seragam kantorku mempunyai kantong besar jadi bisa menaruh cukup barang keperluan ibu ngidam.

Begitu alta lahir sampai usia 2,5 tahun aku tetap menyusui dia, setelah disapih dilanjutkan dengan susu botol, mungkin ini faktor yg cukup membuat dia susah sekali makan, 1 hari dia bisa menghabiskan 10 botol susu dan namanya anak 1 semampunya memberikan susu yg terbaik walaupun biaya yg dikeluarkan bisa mencapai 50% gaji aku, belum lagi makanan tambahan lainnya.

Akhirnya, walaupun dicoba susu dikurangi dia tetap susah sekali makan, sayur divariasi dari pagi siang dan sore ( alhamdulillah walaupun aku bekerja tapi mama yg memang guru SMKK dibidang boga mau tinggal bersama aku dan memberikan perhatian penuh ke anakku- pola makan alta sangat terjadwal dan menu makanan pun full gizi, jadi walaupun cuma sedikit yang masuk masih ada kandungan gizi yg mudah2an cukup untuk alta), rasanya hampir tiap bulan konsultasi ke dokter anak mengenai susah makan dan minta vitamin supaya mau makan, segala merk vitamin kalo didengar bisa membangkitkan napsu makan anak aku beli, mulai yg tradisional smpai yg import.

Hal ini terus berlangsung hingga dia TK ( aku keluar dari kerja), badannya tinggi tapi kurus, asupan terbesar hanya susu. Mau aku ganti dengan susu yg lebih murah khawatir malah kandungannya kurang malah asupan gizinya lebih turun lagi. Begitu alta memasuki usia TK dia mempunyai adik, aquila. Dan ternyata adiknya ini seperti napak tilas dengan kakaknya malah lebih parah, dia hanya mau disusui sampai umur 4 bulan saja selebihnya susu botol.

Menjelang SD, aku masukkan dia sekolah islam yg full day dengan harapan dia makan disekolah bersama teman-temannya, juga jumlah murid yg relatif sedikit dan disekolah ini komunikasi murid dan guru lebih dari cukup. Namun apa mau dikata buku komunikasi yg dibawa pulang selalu berisi hari ini makan tidak habis, akhirnya sekolah merupakan rumah ke 2 bagi aku, setiap hari aku datang ke sekolah menanyakan bagaimana anakku hari ini? masih dengan jawaban yg sama.

Suatu hari aku bilang sama alta kala mau tidur, tadi makannya tdk dihabiskan juga ya, kalo begitu mulai besok ibu akan ikutkan kamu catering sekolahan saja, untuk apa ibu bangun subuh2 masak untuk alta tapi tidak dimakan. Dia langsung menjawab, nggak mau? loh kenapa nggak mau, teman2 alta kan pada dihabiskan makanannya. Dia bilang teman2nya suka minta makanan alta katanya makanannya lucu dan enak2.

Sengaja aku buat variasi makanan yg membuat dia menarik, aku buat kentang goreng dengan bentuk macam2 ( aku bentuk dgn cetakn kue kering), dan setiap hari selalu ganti menu. Jarang sekali junk food kalo tdk terpaksa karena aku kesiangan. Namun pola susah makan terus berlangsung hingga dia naik kelas , tidak hanya susah makan tapi juga pencernaannya sangat sensitif, salah makan sedikit radang usus, mulailah 2 hari dua malam begadang sampai pagi karena aku khawatir suhu badan tinggi sekali, kala radang usus suhu bisa sampai 40, makanya aku tidak berani melepaskan dia untuk langganan catering disekolah.

Pihak sekolah pun sudah mencoba berbagai usaha karena tidak hanya alta yg suka tidak menghabiskan makanan di sekolah, mulai diberi poin jika makanan habis, pertama-tama dia terpancing dengan poin/stempel ini, makanan dalam beberapa hari habis, wuah aku senangnya minta ampun, lama-lama pola balik lagi , dia mulai tidak peduli apakah dapat stempel atau tidak.

Akhirnya aku balik  ke dokter lagi, namun aku sangat bersyukur dokter anak langganan aku adalah seorang dokter yg tidak hanya memberikan obat tapi juga motivasi, Beliau bilang, anak kurus yang penting sehat bu, saya ukur lingkar kepala normal, berat badanpun masih normal, kalo ibu lihat anak sayapun kurus2 tapi mereka sehat. Malah anak yg kelihatan gemuk belum tentu sehat bu, kalo pasien malah saya lebih khawatir dengan anak yg over weight, lebih cepat kehilangan cairan dan berbahaya sekali. Coba kalo diuji coba anak yg gemuk dan anak yg kurus dijemur dimatahari, duluan anak yg gemuk yg lemas. Dokter tanya apakah aktifitas anakku tinggi, aku bilang sangat tinggi, dia tidak suka tidur siang dan energik sekali. nah ya sudah itu jawabannya, aktifitas tinggi otomatis energi yg keluar pun tinggi sementara asupan makan tidak sempurna ya nggak mungkin gemuk bu.

Aku terus berfikir apa ya yg harus aku lakukan lagi, pernah hampir setiap hari aku ajak ke Fast Food, apakah itu MC donald, KFC, Hoka2 bento mungkin mereka butuh suasana lain. Awalnya iya bagus, sambil main perosotan aku suapi habis, namun lama2 cuma main perosoatan saja, makanannya nggak mau.

Menjelang kelas 3 dia mulai mengenal IPA, aku coba dekati melalu cerita berdasarkan pengetahuan, aku gambarkan usus sebagai jari-jari tangan yg saling berhadapan. Aku bilang, alta tahu tidak kalo usus itu seperti jari ini gerakannya selalu bergerak dan meremas, apabila diantara jari itu ada makanan maka mereka akan memeras makanan itu yg kemudian menjadi sari makanan, nah darah adalah mobil untuk membawa makanan itu, dia berhenti di tangan diberi makan supata tangan bisa besar, dia berhenti di otak diberi makan supaya bisa berfikir, dia berhenti di kaki diberi makanan supaya kaki kuat dan bisa menendang bola dan akhirnya ke selurug tubuh karena semua perlu makanan itu. tapi, kalo ditengah jari itu tidak ada makanan maka mereka saling mendekat, bertambah dekat dan bergesekan, akibatnya luka, kalo luka alta yang tahu sendiri rasanya, badan alta panas, perut alta sakit dan semua anggota badan sakit juga.

Aku tidak tahu dia bisa mencerna atau tidak cerita aku, namun tiap kali aku suapi makanan aku bilang, nak cepetan usus dengan usus mulai medekat, cepat-cepat nanti bereka bergesekan dan alta kesakitan. Akhir kelas 3 mulai ada berubahan yg cukup mengejutkan, makanan yg aku bawakan habis, dan pulang sekolah dia minta makan lagi bilang, bu cepetan alta sudah mulai lapar berarti ususnya sudah kasih tahu mereka sudah dekat. Dan kini alta sudah kelas 5, makannya sudah sangat bagus, teratur, tidak pernah pilih2 makanan dan aku sudah sangat tidak direpotkan lagi olehnya. Terkadang malah kangen direpotkan oleh dia. Bangun pagi langsung mandi, berpakaian, sholat subuh, sarapan, aku bawakan bekal selalu habis, pulang sekolah minta makan lagi, semua buah dan sayur dia mau. Sekolah berjalan lancar, nilai2 akademik alhamdulillah baik.

Saat ini yang menjadi PR aku adalah adiknya, saat ini sudah duduk di kelas 2SD, satu sekolah dengan alta. Pola makan dia bahkan lebih susah lagi, terkadang aku sampai nangis mencari cara bagaimana dia mau makan , aku khawatir masa pertumbuhannya terganggu juga perkembangan otaknya. Disekolah secara akademis nggak ada masalah sama sekali bahkan bisa dibilang diatas rata2. Untuk adiknya suka dengan sayur namun agak kurang dengan buah. Berbagai variasi aku berikan, mulai buat agar2 dari juice buah-buahan, aku buatkan cake yg dicampur sayur dll.

Tapi dua anakku memang sangat doyan dengan susu sampai aku terkadang heran dibuatnya, bangun tidur susu, kemudian sarapan sereal dengan susu lagi, bekal untuk snack susu lagi, pulang sekolah bisa 3 kotak atau lebih susu bantal atau susu cair, menjelang tidur susu lagi. 2 liter susu coklat cair bisa dihabiskan alta dalam 1 hari apalagi jika hari libur mereka suka naik sepeda, wah namanya susu dingin hayu aja kalo nggak dibilang mesti disisakan untuk sekolah. Mungkin itu yang masih bisa mencover mereka selama ini.

Kalo melihat cerita aku diatas mungkin kita bisa ambil intinya menghadapi anak susah makan.

sabar dan tetap komunikasi terus.

Siapkan makanan yg variasi bahkan kalo bisa buatkan makanan yg menyerupai makanan restaurant yg dia sukai karena selain lebih ekonomis juga ikatan batin dengan masakan ibunya akan kuat sekali.

Konsultasi dengan dokter jika akan memberikan suplement tambahan karena tidak setiap anak cocok.

Iklan

Posted on 23 Desember 2008, in Cerita Anak, Cerita-cerita, Komunitas, Makanan Tradisional, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. Kasih ibu tak pernah kering, apapun dilakukan demi anaknya. Melihat anak tumbuh sehat dan cerdas, betapa senangnya.

    http://iwanmalik.wordpress.com
    Info Pendidikan, Wirausaha & Kimia terapan

  2. Pengalaman saya juga tidak berbeda…anak2 memang ada fase susah makan.Dua batita saya juga pernah mengalami fase tersebut.malah juga tidak terlalu banyak minum susu. kebetulan mereka dapat ASI hingga 2,5 thn.Alhamdulillah,DSA kami tidak langsung menganjurkan diberi vitamin, tapi lebih pada pendekatan psikologis dulu.N kebetulan saya juga tidak terlalu men’dewa’kan obat-obatan kimia.Jadi saya hanya menambahkan madu saja untuk mereka.Dan alhadulillah…fase itu pun terlewati…Anak-anak shat aktif dan cerdas…Dan itu memang yang paling membahagiakan untuk seorang ibu kan ?

  3. membaca ini, aku semakin sayang ibuku

  4. Iya mba saya juga mengalami hal yang sama….kalau kemarin2 sih ga ada yang ngomongin kalo rifqi kurus…eh sekarang pas lagi mabuk nih…kok rifqi tambah kurus?….waaaa makan nasinya susah banget…kalo hari2 biasa sih saya ok aja ganti2 menu….tapi sekarang asal masak aja…kalau beli yang dimakan cuma lauknya aja…

    sabar….

  5. untuk kang achoey, sampaikan salam untuk ibunda, semoga segera diberi kesembuhan dan sehat walafiat kembali.

  6. halo ummu, iya masalah susah makan sdh seringkali diseminarkan dan aku juga pernah ikut, teori di seminar sich kesannya mudah, sementara pelaksanaan nggak semudah itu, ya mesti sabar sekali.

  7. mas iwan, benar adanya, teringat kala dulu mama suka cerewet tentang makanan ternyata benar adanya, semua untuk kesehatan buah hatinya. saya sudah kunjungan balik, blog yg sangat bermanfaat. salam

  8. untuk Mbak Alfirdausi, benar mbak, melihat anak2 tumbuh sehat dan cerdas impian setiap ibu. salam

  9. subhanallah, mengena ni mb tulisannya, apalagi barusan sy jg kena protes ibu, karena sulung sy badannya kurus karena susah makan–sayur apalagi sm minum susu. Alhamdulillah, sekarang udah mau minum susu teratur, setelah diberi banyak pengertian :).

  10. assalammualaikum mbak…
    saya juga sedang mengalami hal yg sama mbak.anak saya yg skrg berumur 2thn 5bln,dari mulai diperkenalkan MPASi udah susah juga mbak..udah di ganti2 dan divariasikan sllu bersisa makanan nya…tp skrg saya lebih sering aj nyuapin makan nya,walaupun sedikit-sedikit…ya harus sabar dan rajin aj nyuapin nya….
    wassalam…

  11. ass, makasih mbak putri dah mampir ke blok ini, alhamdulillah jika tulisanini bisa bermanfaat ya. salam untuk si sulung moga makin sehat.wass

  12. mbak icha, yg sabar ya, nggak apa2 sedikit makannya tapi usahakan sering mbak, dokter anak aku jg suka menyarankan seperti itu, jangan dipaksa kalo anak sdh tdk mau makan, hentikan dulu tapi beberapa jam kemudian diberi makanan lagi, kalo tidak nasi yg asupan lain seperti air kacang ijo, roti , puding susu atau makanan lainnya.
    salam untuk buah hatinya, moga makin sehat ya.

  13. wa’alaikumsalam mb Defidi, makasih :)

  14. halo mbak putri, apa kabar si sulung? sdh sekolah kah dia? mampir ke blog anakku ya altair@wordpress.com atau aquila@wordpress.com

    2 anakku sangat pemalu, makanya kami buatkan blog untuk dia bisa bercerita. salam

  15. assalamu’alaikum Ayu…
    Mudah2an Ayu dan keluarga selalu sehat.
    Ternyata nggak cuma saya yang dibuat bingung lantaran ank nggak mau makan. Nisha dari lahir saya kasih ASI eksklusif hingga 6 bl. Sejak usia 6 bl itu hingga sekarang (1 th 2 bl) susah banget dikasih makan. Saya coba kasih susu formulapun Nisha nggak mau. Seperti ayu, Saya juga kawatir asupan gizinya kurang. Saya konsul ke dokter, dikasih suplem dan penambah napsu makan, tapi tetep susah.
    Makasih Yu buat semua infonya,ya tentang fariasi menu mam anak, tentang pengganti nasi juga.
    Nuhun Yu

  16. Sy jd iri sm ibu defidi yang punya kesempatan begitu banyak utk menyiapkan makanan utk anak2..
    Dulu waktu putra yg sulung, sy belum bekerja, sejak bayi sy biasakan dg pola makan teratur.., alhamdulillah, tdk kesulitan, mskp tdk terlalu gemuk jg krn aktifitasnya yg tinggi… Bahkan saking fanatiknya dengan masakan mamanya, waktu playgroup dan disediakan makanan di sekolah, tdk mau, hrs bw masakan mama…
    Saat 2 adiknya lahir, sy terlanjur bekerja.. dan memang pola makannya menjadi tidak sebaik kakaknya dulu.. Apa boleh buat…

  17. halo mamadhika, terkadang kita memang harus memilih dan pasti ada efeknya dgn pilihan kita. Aku dulu 13 tahun kerja di sebuah bank dan aku tinggalkan dgn sangat berat hati karena ingin fokus ke anak-anak, namun 6 bulan kemudian aku sangat bosan dirumah dan hampir menyesali keputusan yg sdh diambil.
    Namun kini aku bersyukur akan keputusan itu, kegiatan tetap ada ya small bisnis lah, tapi aku bisa tetap ada di dekat anak-anak.

    Jangan kecil hati mbak, tetap usahakan masak untuk mereka walaupun masakan sederhana, tdk tiap hari , seminggu sekali juga bisa kan? anak-anak ngerti koq kalo kita sayang dgn mereka.
    sukses selalu ya ma. salam

  18. Memang banyak ya jaman sekarang ini yang namanya anak susah makan. termasuk anak ku,4th. Waktu 8bln giginya mulai tumbuh, sejak saat itu susah banget kalo waktunya makan.Apalagi yg namanya buah dan sayur.
    Waktu 1th, aq dikenalin tmn sm yang namanya nutrillite protein powder,aku coba campur dalam susunya, krn gak merubah rasa susu, anakku gak complain.Badannya gak gemuk,tapi berisi & padat, gak lembek sprt kebanyakan anak-anak yg gemuk.

    Bersyukur alta & aquila pny bunda sprt mba desi yg suka & pintar memasak.Sedangkan aku sulit sekali untuk menyukai & tertarik sama yang namanya masak, bawaannya gerah & capek kalo sudah denger itu.padahal udah banyak banget beli dan ngumpulin resep2 bagus,tp ya cm itu aja, ada tips mba bt aq?
    Senang sekali bisa menemukan mba desi di blog ini.Mudah-mudahan mba desi juga senang nambah aq sbg tmn baru..salam

  19. halo mbak meiree, sekedar sharing ya mbak, sesuatu yg disukai itu biasanya karena kebiasaan, aku 4 saudara peremuan, 2 suka masak dan 2 tidak suka. Dulu kita dibagi tugas sama mama, aku kebagian ke pasar dan masak, adikku yg ke-2 kebagian buat kue-kue dan cuci piring, yg ke 3 kebagian beres2 rumah, dan ke-4 cucui pakaian dan menggosok. nah sampai sekarang masing2 kami suka dgn pekerjaaan yg sedari kecil dibebankan itu. Adikku yg no 3 rumahnya apik, resik,selalu kinclong tapi dia nggak suka masak apalagi dia wanita karier, lebih suka beli masakan jadi. begiotu juga yg ke-4 masalah pakaian dia jeli banget, mana yg belum licin di gosok, pembantunya kali boring juga hahahahah.

    Namun biasanya anak yg jadi motivasi untuk kita masak, beberapa temen aku suka telpon, dia bilang pulang sekolah anaknya ribut minta dibuatin nugget ato snack yg dibawa anakku, alhasil emaknya langsung telpon dan minta resepnya soalnya katanya anaknya minta mamanya yg buat aja.
    ehm anak adalah segalanya terkadang saking sayangnya dgn anak hal yang mustahil juga bisa jadi nyata.
    sekarang banyak bumbu jadi mbak, tinggal kita bilangs aja mau bumbu apa, misal mau opor untuk 1/2 kg ayam. nah bumbu itu cukup ditumis masukkan ayam, aduk2 sebentar, masukkan air, garam dan gula sedikit dan bubuk kaldu, setelah ayam setengah matang, masukkan santan kara, biarkan sampai air tinggal sedikit, gitu juga rendang dll.
    Untuk kue buat yg simple saja dulu, mulai puding yg sdh instan, juga brownies kukus yg instan jadi nggak pake ukur mengukur.

    semoga jadi suka memasak ya mbak, salam kuliner.

  20. mbaaaakk..tks bgt ya..yg mba bilang bener bgt deh.aq emg klo dpt tugas dr mama dulu, lbh seringnya beres-beres alias nyapu, ngepel, cuci baju, setrika, cuci piring. Jarang banget yg namanya di suruh bantu2 masak.kadang dulu pengen juga bantu2 di dapur, tapi pas mau bantu pasti “di usir”..katanya cuma “ngerecokin” aja, dapur jadi sempit lah..dll..emg aq “gaptek” di dapur, jadinya cerewet sering tanya ini itu, jadilah kena semprot..

    Bete jg sering gk diterima klo aq di dpr, jadilah aq malas sm urusan dapur..lagian panas dan gerah klo lama2 di dapur.
    Skrg aja pas aq udah merit, klo aq tanya2 sama mama, kakak ato adik, seringnya bkn di kasih ilmu memasak yg enak, malah di nasehatin ini itu..”makanya belajar masak”..”gini hari baru belajar”..dll deh mba, bknya termotivasi, aq jd tmbh mala:(

    Senangnya bs ketemu mba dsni, mudah-mudahan aq segera termotivasi krn mba.mudah-mudahan mba jg senang ya jadi temen aq=P

  21. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Salam kenal mba defidi, saya senang sekali dg blog ini. saya ibu rumah tangga dulu saya bekerja tapi setelah hamil anak ke2 saya memutuskan utk berhenti, dengan 2 anak laki2 yg pertama 3 th yang kedua 17 bln, yg pertama susah sekali mknnya, yg kedua Alhamdulillah. tapi saat ini zaidan mau makan tapi cuma mau pake kecap, padahal saya setiap hari buat sayur tapi dia hanya mo mkn pk kecap aja jd saya biarkan aja deh dari pada nga mo mkn, yazid sampai sekarang masih ASI skrng mknnya lg susah makan sayurpun dia ga mau (bosen kali ya)mau mkn tapi kering aja gimana ya mba u menyiasati agar anak doyan makan apa saja terutma sayur dan buah? Catatan zaidan susah sekali mengunyah lauk-pauk dia hanya mau makn nasinya saja, kalau pake sayur hanya nasi dan kuahnya saja.

  22. Mba Defidi memang sangat memberi inspirasi dan motivasi.
    Membaca cerita Mba Meiree sangat mirip dgn yg saya alami, bahkan
    namanya aja mirip sama saya. Semoga ibu2 semacam kami ini bisa
    mengatasi masalahnya lewat blog Mba Defidi ini. Trimakasih atas
    kebaikan Mba membagi ilmunya..

  23. dear mbak defidi, anakkau satu tahun setengah, susah makan , tapi susunya kuat banget, hampir dua jam sekali minum susu. sebenarnya dia suka sayuran. lauk juga mau. tapi kalo udah ama nasi, dikit aja, langsung dimuntahkan . kenapa ??? udah akau kasih pengertian. kalo adek musti makan nasi karena ansi itu bikin kuat, jadi bisa main bola , ini itu, bla bla..bla . tapi enggak mempan.

    • salam kenal mbak Hana, memang pelu kesabaran yg luar biasa mbak, anakku yg ke-2 juga susah makan, walaupun sudah kelas 3 SD, sekarang lagi aku beri perhatian khusus, setiap 3 jam mesti ada yg dia konsumsi, kalo tidak mau nasi, ya biskuit, juice buah, puding atau roti.

  24. wah aku salut loh memang masa itu sudah aku lewati mbk , namun siapa tau terkadang suka ada juga susahnya 3 jagoan ku itu.oke salam kenal ya mbak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: