kita yang mengejar waktu bukan sebaliknya

jika sahabat sering mampir ke blog ini dan membaca begitu banyak aktifitas yg dilakukan bukan berarti aku tdk lagi berhandai-handai dengan ibu-ibu yang lain. Ini cuilan pagi hari dikala satu sesi pekerjaan ibu rumah tangga sudah selesai. Namun jika balik ke dapur, gedubrak seperti kapal pecah, biarkan dulu kalo langsung dikerjakan boring nantinya soale baru selesai masak untuk sarapan, bekal anakku ke sekolah juga bapaknya ke kantor juga masak sekalian untuk makan siang karena hari ini mesti keluar rumah, kalo makanan untuk sampai nanti siang sdh tersedia hati lega meninggalkan rumah.

Masih sering kumpul sama teman-teman, banyak sekali cerita yg didapatkan, baik cerita baik ataupun buruk, namun itulah kehidupan ( begitu sempurna Sang Pemilik Kehidupan menciptakannya) . Namun ada satu kata-kata yg menggelitik telinga kala satu teman bicara ” gw pulang dulu ya, ngantuk nich mau tidur, anak pake jemputan ini dan ntar gw suruh pembantu beli masakan jadi ” namun sempat juga terlontar, sebenarnya gw boring juga tiap hari gini mulu paling2 ke mall, tapi mau apa lagi? sang teman biasa sapa aku mbak, dia bilang mbak des ajakin gw ngerjain apa kek, mbak kan banyak job? saat itu hanya tersenyum, tidak tahu mesti bicara apa?

Jika kita menilik cerita diatas sebenarnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga sdh memakan hampir 1/4 waktu dalam satu hari, coba saja bangun jam4.30 siapkan kebuthan anak dan suami hingga mereka berangkat jam 6. Kemudian berberes rumah dan siapkan makanan untuk siang kemudian kita sendiri sarapan sdn jam 8. Dari jam 8 s/d sore kosong, menunggu anak dan suami. Jam 4 kembali masuk dapur siapkan makanan sore hari, melewati magrib siap2 untuk makan malam. Itu rutinitas kita yg paling ringan, karena pekerjaan yg berat sdh diselesaikan oleh pembantu. Waktu kosong yg sangat panjang dari hari ke hari kita isi hanya dengan nonton tivi, ke mall dan tidur siang????? Akan lebih panjang lagi jika rutinitas yg ringan itu kita serahkan pula semua dengan pembantu. Terlalu banyak waktu yg tidak kita manfaatkan, hari demi hari akan kita lewati seperti itu terus hingga anak-anak besar, meninggalkan kita karena mereka punya kehidupan sendiri. Kemudian kita tua, tanpa aktifitas menunggu hari demi hari hingga kita kehabisan waktu dan kembali ke asal kita, karena jiwa ini hanya pinjaman belaka.

Akankan kita mengikuti jejak langkah sang teman, waktu tidak akan mengejar kita namun kita yg mengejar waktu, mulailah kita ajak waktu untuk bersahabat dengan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Dan yang lebih membuat heran, sang teman dan temannya lagi memiliki modal yg lebih dari cukup, lulusan universitas ternama dengan berbagai disiplin ilmu,  full fasilitas mulai kendaraan, alat-alat rumah tangga yg modern , alat-alat elektronik yg canggih dan dana yg lebih dari cukup.

Namun dibalik cerita itu ada teman yg membuat aku tersenyum sumringah, ditengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dengan 5 anak, dia memulai bisnis sebagai perias pengantin kemudian merambah ke penyewaan alat2 catering dan dia berkata masih ada waktu luang koq disamping semua itu, apa yang dia lakukan. Satu gudang dia sulap menjadi tempat berkumpul dan belajar anak-anak jalanan. Dia bilang anak-anak mulai dewasa, sdh tdk terlalu banyakwaktu tersita untuk mengurusi mereka, sdh tdk perlu disuapi dan dimandikan, bapaknya anak-anak pun punya kesibukan sendiri. Jika aku tdk melakukan semua aktifitas ini, rasanya sehari seakan setahun, lama sekali menunggu sore hingga anak-anak dan suami ada dirumah. Senyum dan tawa tdk pernah lepas, dekat dengan dia seakan duniapun tertawa, banyak sekali cerita yg mengalir dari bibirnya karena sosialisasinya luas. Bagaimana kita mau banyak cerita jika kita tidak punya bahan cerita, kita tdk pernah membaca koran, majalah, tdk bersosilisasi tdk bertemu dgn banyak orang. Kala orang lain bercerita dengan semangatnya kita hanya mendengarkan tanpa tahu harus berkomentar apa, dan yg lebih mengerikan muncul rasa iri dan tdk suka dgn orang2 yg punya banyak atifitas dan kreatifitas, muncul prasangka2 yg tidak baik . Akankah kita memasukkan diri kita dalam golongan yg seperti itu???

Aku katakan kepada sang teman, cobalah gali kualitas diri sendiri dulu, tdk selamanya mencontek hasil karya orang lain bisa membuat kita berhasil walaupun kita punya modal besar. Kita tanya diri sendiri dulu, kita suka apa ya? apakah memasak, menjahit, berhias diri, berdagang, menyulam, coba ingat-ingat apa yang paling kita sukai. Jika suka memasak, mulailah membidik bisnis ke arah sana. Jika kita suka menjahit mulailah membidik usaha ke arah sana, tidak perlu kita langsung kursus menjahit, kita bisa menerima pesanan jahitan dengan mencari tukang jahit yang bagus kemudian kita modali dan kita gaji. nah masalah mencari yg mau menjahitkan baju baru tugas kita, mulai dari saudara dekat, tetangga atau teman-teman. Kala waktu senggang tdk ada yg menjahit, kita bisa membuat jualan sendiri, apakah buat sprai, aneka baju2 yg sederhana dan murah seperti daster atau mulai memasukkan penawaran ke sekolah2 untuk order baju seragam, cerita ini aku dapatkan dari teman yg sudah sukses di bisnis ini.

Nah untuk sahabat-sahabat, lebih baik terlambat dari pada tidak mencobanya sama sekali, gagal itu bukankah keberhasilan yg tertunda, ingat waktu semakin sempit jika saat ini umur kita 35 tahun, masih ada 35 tahun mendatang (jika kita diberi umur anjang) untuk memanfaatkan waktu yang ada. salam semangat.

Iklan

Posted on 18 November 2008, in Cerita-cerita, Keluarga. Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. Bunda, daku salut sama dirimu.
    Kelak jika daku memiliki istri, ingin kuperkenalkan padamu. Agar dia bisa belajar banyak darimu duhai sahabatku.

    Hehehe, yang kemrin juga sudah daku suruh deket ama bunda kok. :D

  2. wah..bener mba… jadi ibu rumah tangga kerjaannya nggak ada habisnya lho…kalo suami pulang kantor, dah nggak bawa kerjaan lha… ibu rumah tangga kan 24 jam nonstop, tapi sesibuk apapun aku selalu tidur siang lho… meskipun cuma sebentar,selain katanya menyehatkan otak, udah kebiasaan sich…hehe..

    oya mba… kalau mau mulai bisnis dari hal2 yang disukai binun jg nich soalnya aku suka banyak hal…dari melukis, mamasak, membuat kue, mendesign baju, merajut…cuman kendalanya gak bisa jualan/ nawarin ke orang lain….gimana dunk mba…?

  3. halo kang achoey, kalo ismimah emang deket terus sama aku waktu acara nggak perlu disuruh lagi tuhhh. eh salah ya. Oh simanis itu ya, imut2 lho, benarkah dia bidadari yg selama ini ditunggu?

  4. halo mbak rani, apa kabar, wah kapan ya aku ke surabaya jadi pingin banget ketemu mbak rani dan ibundanya.

    Mbak, punya hobi banyak, modal utama loh. pertema aku jualan, aku tawarkan ke orang2 terdekat dulu mulai saudara, tetangga, pokoknya siapa saja yg aku temui aku ceritakan dagangan aku. terus aku berikan sample kue2 tau jika ada yg hajatan aku bawakan kue hasil buatan aku, nah dari sana pesanan mulai datang, lebih lanjut ke blog ternyata melalui blog dagangan lebih luas jangkauannya tidak hanya dalam kota bisa keluar kota bahkan ke luar negeri. semoga sekelumit cerita ini menambah semangat mbak rani untuk mulai bisnis kecilnya. salam untuk keluarga.

  5. ‘Demi Masa’ ya bu, saya masih sering melalaikanya…

  6. iya mas, terkadang penyakit leyeh2 masih sering menghinggapi kita, apa anti leyeh2, aku suka buka blog orang2 yg sdh berhasil, dan membaca biografi mereka, banyak yg membuat aku malu, kebanyakan mereka melangkah dari nol sekali dengan penuh keprihatinan, ternyata kita tuh belum banyak melakukan apa2, masih banayk waktu kita terbuang percuma, tetep semangat ya mas. salam

  7. Wah, Saya jd bingung mau mulai baca dr yang mana? bagus semua…… thanx

  8. thanks idenya mba…oya kalo aku tinggal ma mertua di depok, yang di Surabaya mama…
    kalo ke surabaya kabari ya..jadi bisa mampir…di rumah ada gallery lukisan dan mama orangnya sama seperti mba…super aktif en nggak bisa diem dirumah..hehe..

  9. Mbak Eyummi salam kenal dan makasih ya disela2 kesibukan sempatkan mampir ke sini. Aku sdh mampir ke blog mbak, terima kasih untuk tipsnya fashion untuk ukuran seperti aku ya ( large) euy.
    salam dan sukses selalu.

  10. wah mbak rani, kita deket dong? aku suka ke depok, adikku tinggal di Puri Mas, yg dekat RS Bhakti Yuda itu mbak, depoknya dimana?

  11. Aku di depok mulya II mba…
    baru 5 tahun an di sini,dan gak pernah kemana2, jagain anak terus hehe…
    baru mulai ngeblog soalnya anak dah masuk SD ni.
    kalo sama RS Bhakti Yuda kaya’nya nggak terlalu jauh kok…tapi deket banget jg nggak hehe..

  12. halo mbak rani, aku sudah kunjungan balik ke blog mbak. Lukisan yg indah dan cantik, secantik pelukisnya. salam untuk putranya.

  13. jujur bu, sebelumnya saya belum pernah ketemu bahkan berteman dengan ibu seperti bu desi..
    susah kalo di gambarkan dengan kata2..
    yang jelas saya harus bnyak belajar dari bu desi sebagai wanita perkasa..

  14. terima kasih atas kejujuranmu, tapi jujur juga saya teh belum perkasa, masih suka nangis kalo order terlambat, kalo kue bantat, kalo dimarahi pembeli, dan masih kalo-kalo yang lain, namun tetep selalu berusaha selalu bersyukur apapun yg terjadi, hal itu buat hati lega, karena mengumpat diri sendiri apalagi orang lain nggak bagus banget hasilnya. adonan kue aja kalo dimarahi bisa bantat lho. salam semangat ya mas

  15. time goes on….we can’t send it back….so..I agree “wal ashri..” thanks bu Des!

  16. makasih bu yanti, salam utnuk keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: