Mungkinkah sabar di setiap situasi dan kondisi?

Pagi itu mesti keliling sendiri   ke beberapa sekolah dan menyambangi sponsor untuk suatu kegiatan dengan komunitas yg aku ikuti karena supir sedang sakit.

Seperti biasa namanya bogor pada pagi hari dititik tertentu selalu macet. Setelah ke beberapa sekolah, mobil melaju ke padjajaran arah pulang. Mendekati di lampu merah Indra prasta aku langsung hidupkan sen kiri karena mau lurus. Tiba2 ada motor akan menyalip dari sebelah kiri, perkiraan dia bisa lolos ternyata agak salah, hampir saya menyerempet mobil aku. Karena aku pikir tdk terjadi apa2, mobil melaju dengan santai. Tiba2 dari arah kanan motor tadi mendekati aku dan dengan wajah marah dia minta aku minggir. Terpikir apa yang harus aku lakukan ya?  hanya satu yg terpikir saat itu, tetap jalankan mobil dan tidak berhenti untuk turun, aku khawatir cerita2 teman dimana modus kejahatan yg diincar adalah ibu2 dan pura2 menabrakkan diri atau mencari alasan yg membuat dipengendara mobil terpaksa berhenti lalu dipaksa untuk membayar sejumlah uang damai.

Rupanya dia belum puas karena aku tidak mau berhenti, dia tetap mengikuti mobil aku kira2 5 menit lah dengan terus membunyikan klakson motornya bertanda minta aku berhenti. Kata orang jika kita sabar dalam menghadapi setiap masalah maka masalah bisa diselesaikan dengan baik, tapi batas kesabaran sebagai manusia yg selalu khilaf kan ada. Untung saat itu aku tidak terpancing emosi walaupun aku sdh mempersiapkan diri 40% kalo dia nekad palangi motornya di depan jalan aku. Akhirnya dia pergi dan aku sampai di rumah dengan damai.

Jika suatu saat mengalami lagi hal serupa, dan dia nekad memberhentikan mobil aku, apa yg menurut sahabat2 yg mesti aku lakukan?

Saat aku cerita dengan teman, ternyata dia pernah mengalami hal hampir serupa di salah satu pasar tradisional di bogor. Pada saat dia memasuki pasar dan mencari parkir tiba2 ada perempuan umur 30 an lah teriak2 seperti sangat kesakitan dan tiba2 sejumlah orang (laki2) langsung menghampiri ibu itu, ditanya kenapa dia bilang kakinya di lindas mobil ini (sambil menunjuk ke mobil temanku).

Sejumlah orang itu langsung menyuruh temanku turun dan bertanggung jawab. Dengan muka pucat temanku turun setelah mendapat parkir dan langsung menuju wanita itu. Khawatir makin hakim sendiri, temanku tanya dimana kantor polisi terdekat supaya diselesaikan secara hukum saja. Anehnya beberapa orang (laki2) yg mendampingi wanita tadi langsung pergi dan bilang, urus sendiri aja. Temanku melihat ke kaki yg katanya tergilas tadi dan tidak ada bekas apapun, lecet saja tidak. wanita itu terus menangis setengah meraung bilang sakit2.

Temanku jadi panik, dalam paniknya dia menawarkan beberapa alternatif, dia tawarkan ke rumah sakit saja wanita itu  tdk mau, tanya alamat mau diantarkan kerumahnya juga tidak mau. Dia cuma bilang, biar saya urut dikampung saja dan minta uang untuk itu.

Akhirnya temanku sadar dia sdh diperangkap. Dengan nada membentak dan setengah menarik lengan wanita itu temanku minta wanita itu masuk mobil dan langsung ke rumah sakit salak untuk diperiksa ke dokter dan minta surat pernytaan dokter seberapa parah kaki wanita itu.

benar saja menurut dokter tdk ada apa2 dengan kaki wanita itu, temanku bilang ya sdh kasih vitamin saja. Akhirnya wanita itu nangis bilang kalo dia butuh uang untuk beli baju seragam dan buku anaknya. Walaupun dalam keadaan kesal temanku tetap memberikan sejumlah uang ke wanita itu dan bilang untuk sedekah ke dia. Semua surat dari dokter disimpan oleh temanku untuk bukti jika wanita itu memperkarakan lagi masalah ini.

Semoga sahabat-sahabat dijauhkan dari hal-hal semacam ini. salam

Posted on 5 November 2008, in Cerita-cerita, Keluarga, Uncategorized. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Ngeri ya mba, kalau ketemu yang kayak gini…
    Semoga kita dijauhkan dari yang semacam ini…

  2. iya ummu, semakin besar kota semakin banyak modus kejahatan , yang pasti kita mesti selalu waspada, terkadang modusnya sama sekali tidak terpikirkan oleh kita. semoga kita semua terjauh dari hal-hal yang buruk.amin

  3. mangkanya kudu bawa tolak bala (si falla) bu ‘des :D

  4. kita harus tetap berkepala dingin dalam menghadari segala hal :)

    gampang diucapkan, susah untuk dijalankan, tapi memang harus dijalankan ^^

  5. hai aa iman, mas falla dah jadi TDA (alias orang gajian) dah susah diculiknya, setuju aa dgn pendapatnya, setuju banget susah ngejalaninya, tanya aja ama mas falla selama kita bergrilya mungkin lebih dari 5x menghadapi orang2 yg sangat mengesalkan ya. sabar, sabar,sbar

  6. Kemaren.. pulang dari bank (padahal cuman ngeprint buku doank n isi pulsa di atmnya), lanjut rencana mau ke supermarket. Tapi begitu keluar dari parkiran perasaan ada motor ngikutin.. baju merah pengendaranya dan helm item. Aku hapalin dari kaca spion kananku no polnya… karena feeling dah ga enak, aku coba tancep gas.. eee tuh motor ngikut ngebut malah nyalip di depan aku. Aku pelan lagi jalan, ga jauh kira2 500m, motor itu parkir. melihat aku ambil sen untuk balik arah (muter) — daerah cibubur mah tau sendiri banyak puteran — dia ngikut dan kembali nyusul. Aku udah siapin mental neh, berhenti di deket pos polisi cikeas, parkir bentar lalu ngeluarkan semua isi tas. Jadi tas kosongin. semua aku taro di bawah jok. si motor berhenti di kejauhan (karena dia jadi pelan setelah ikut balik arah). Deg2an jugaaaa.. 5 menit berhenti disitu lantas lanjut jalan dan ga jadi ke supermarket, lebih baik pulang (itu yang ada di pikiran).. ampir mendekati gerbang perumahanku eee terpikir serem2.. gemana kalo orang itu ngikutin ampe rumah.. kan di rumah ga ada orang cuman aku ndiri.. wwwiiii serreeemm.. akhirnya aku berhenti depan pos penjagaan satpam perumahan. Turun dari mobil, lantas bilang ama pak satpam ” pak numpang duduk ya.. nunggu temen” duduk mengarah ke motor itu yang sedang parkir di ujung jalan perumahan. Aku liatin terus orangnya sampe dia merasa aku tau dia ngikutin aku. Aku ga bilang sama satpam karena aku rasa kalo satpam ku kasih tau tar blom punya bukti apa2 di gebukin..hiiiii sereeeemm… lama juga duduk di situ, ngajak ngobrol satpam sambil minum. 15 menit .. orang itu pergi.. setelah merasa aman.. aku pergi juga.. pulang ke rumah dan ga jadi belanja. lemeess rasanya.

    Jadi des, Kalo ada yang gitu lagi.. lebih baik kita bawa dia ke tempat yang ada rame orang atau pos satpam… lebih apdoll lagi..bawa ke kantor polisi. Dan… di mobil, siapin kunci stang ato pukulan basebal.. aku sering keluar malem n berangkat subuh2 sendirian.. itulah pertolongan pertama… juga hp jangan lupa pake handsfree, tas di taro di bawah, jangan di samping(atas jok), apalagi naro dompet.. waah mancing di perempatan.
    Lah ini pendapat apa cerpeeenn.. yaa cuman bagi kiat2 aja.. kita cewe kadang banyak gugupnya kaann.. jadi lebih baik jaga2. Karena kita sabar tapi mereka lebih nekad… selain doa ya kita juga harus ada pemikiran terburuk kalo2 tiba2 kaca di pecahin dll… ok.

  7. duh mbak, agak lama nggak ketemu kita hampir mengalami hal yg sama ya, makasih sarannya mbak, apalagi aku kan baru2 ini aja berani bawa mobil jadi emang masih banyak gugupnya. semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yg buruk ya. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: