Senangnya jadi Parenting Teacher

1 minggu lalu aku dihubungi oleh wali kelas Qila untuk mengisi Parenting Teacher, tentu saja senang. Ini kali kedua aku diberi kesempatan untuk mengisi Parenting Teacher. Saat Alta duduk di kelas 2 aku juga pernah mengisi di kelas Alta, saat itu aku bercerita tentang Hamster, bermain games dengan biscuit dan senangnya aku bisa melihat seperti apa ya kelas anakku, seperti apa ya teman-teman satu kelasnya, dan syukur Alhamdulillah keberadaan aku dikelas sangat diterima, teman-teman alta sangat antusias mendengar cerita dan bermain games dengan biskuit itu.

Nah kemarin aku diberi kesempatan lagi, kali ini di kelas Qila. Sudah terbayangkan buat kue kering bersama anak-anak kelas 2 SD, aku akan bawa adonan yg sudah  dan peralatan juga kue-kue kering yg sudah jadi yang akan dibagikan ke teman-teman qila.

Jam 9 aku sudah sampai di sekolah dan acara dimulai jam 11 sampai jam 2. Begitu aku masuk di kelas qila dan memberi salam , teman-teman qila langsung berteriak, mama Qila sudah datangggggggggggggggggggggg kita buat kue, kita buat kue dan beberapa anak langsung menghampiri aku, pertanyaan2 lucu langsung terlontar oleh mereka, wah awal yg sangat menyenangkan ternyata kedatangan aku sudah ditunggu dari tadi, ada yg nyeletuk, kita nggak belajar kan hari ini? buat kue aja ya? ada meloncat-loncat ada yang langsung bertepuk tangan , ada yg langsung menghampiri toples hahahahah suasana langsung riuh sekali sampai Ustadjah (panggilan bu guru) repot membuat mereka tertib.

anak-anak sedang mencetak ku-ker

anak-anak sedang mencetak ku-keranak-anak menjelang sesi ke -2

Setelah anak-anak tertib aku memberi sambutan, wah serunya  menjawab waktu aku tanya, waktu lebaran kuenya buat atau beli, ada yg menjawab aku beli, aku buat, aku beli, aku buat parsel dong, aku punya nastar, mama qila aku dirumah ada kastengel, aku juga ada, wah wah wah ternyata anak-anak jika diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka alami ternyata senang sekali, apakah artinya anak-anak sudah mulai bisa dibiasakan mengisi buku harian ya, atau buat blog? 2 anakku sdh mulai diajari untuk membuat buku harian supaya kami bisa mengethaui apa yang dialaminya setiap hari, tentu saja masih suka2 mereka, terkadang mereka langsung nulis tapi terkadang tidak mau sama sekali, sama bapaknya akhirnya diiming2ngi poin yg dalam jumlah tertentu, baru biasanya mereka antusias karena dengan banyaknya poin yg terkumpul mereka bisa belanja barang2 yang mereka inginkan.

Kegiatan dimulai, adonan kue aku giling tipis dan secara bergantian anak-anak dipanggil ke depan untuk cetak kue aneka bentuk, wah ada yg tidak sabar menunggu giliran, langsung pada maju sementara teman2 yang merasa tertutup tidak bisa melihat teriak-teriak, jangan didepan dong aku tidak bisa lihat, iya nih gimana ini nanti kan juga dapat giliran ahahahaha.

setelah semua anak-anak mendapat giliran, ada yang berteriak lagi,aku mau cetak lagi mama qila, terus sudah bisa dimakan ya, koq tidak dimasukkan microwave nanti tidak matang dong. hahahahah hari itu rasanya sakit pipi menahan tawa melihat ulah anak-anak yang lucu-lucu, benar adanya anak-anak adalah sosok yang menyenangkan. Babak pertama selesai sudah, istirahat dulu, anak-anak makan siang dan sholat dzuhur.

Jam 1 babak kedua dimulai, keadaan langsung riuh lagi, jadi kita buat kue lagi ya, asikkkkk, terus besok mama qila ke sini lagi ya? hahahahah rupanya anak-anak itu belum puasa buat kuenya. Untuk babak ke 2, aku buat ku-ker coklat yg dihiasi choco cruch, setelah semua anak selesai mendapatkan giliran memasang chococruch diku-ker, aku bagikan ku-ker coklat dan coklat praline, wah senangnya lihat mereka makan ku-ker dengan lahapnya. mama qila kuenya enak, aku mau lagi dong, alhasil aku dikerubuti anak-anak dengan toples ditangan,hahahahahahahah.

Nah ini kan bisa dijadikan peluang bisnis dan kegiatan positif untuk anak-anak.

hasil karya anak-anak

Aku akan membuat penawaran untuk buka cooking class untuk anak-anak liburan nanti, secara seni buat kue nilainya tinggi secara ilmu pengetahuan juga dan segi psikolog masuk juga. Dengan memberikan anak-anak kesempatan untuk membuat kue bersama banyak hal yang didapat oleh anak-anak, kedekatan psikis, anak-anak akan mudah sekali mengemukakan banyak hal pada saat mereka merasa dekat dengan kita.

Pada saat menimbang bahan, anak-anak belajar berhitung. Pada saat mencampur bahan anak-anak belajar mengenal warna, bau, benda padat dan benda cair. Pada saat mencetak atau membuat kue mereka belajar berkreasi-seni dan pada saat mereka masukkan kue ke toples mereka belajar keseimbangan, belajar mengenai kenapa kue bisa berjamur, belajar tentang kelembaban udara. Nah ayo ibu-ibu memasak atau membuat kue dengan buah hati kita banyak manfaatnya kan. salam

Iklan

Posted on 22 Oktober 2008, in Bisnis boga, Cerita Anak, Cerita-cerita, Keluarga, Kue Kering, Uncategorized. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. duh pengen jadi anak sd lagi (mo belajar bikin kue ama bunda desi) ^^

  2. halo teman satu team, boleh, tapi ada nggak ya seragam merah putih untuk ukuran iman hahahaha. Falla dan firman mau maen ke rumah mau buat kacang goreng loh, gabung ya? salam semangat

  3. hallo mbak….aduuuh…si mbak bener deh aq mau dong di ajarin bikin kue sama mbak….ke bogor aja kali ya…

  4. Subhanallah…..

    Hebat oey…..kalau ada kesempatan pingin juga latihan sama mba desi….

  5. halo mbak mia, apa kabar. ayooooooooooooooo aku tunggum beneran loh, ntar aku ajak jalan-ajaln deh, ke tempat tas di tajur, ke asinan sukasari, ke roti unyil venus, ke makanan rumahan di tajur, ke mana-mana deh. salam

  6. Alhamdulillah ummu. Ayo liburan akhir tahun ke bogor, aku tunggu kita rame2 buat kue yooook, hidup para ibuuuuuu

  7. beneran mbak….?he…he…jadi menghayal nih…aq belajar bikin kue sama mbak, bareng ma ummurifki juga boleh…ayoo ummu kita barengan belajarnya biar rame… tapi mbak yang sabar ngajarin aq…aq bawel banyak maunya, banyak nanya…
    moga2 suatu hari nanti kesampaian ya mbak…amiiiin…..

  8. amin. aku tunggu ya.salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: