Patin Bakar Bumbu Mentega dan Patin Pindang Bening

kapal MBP 3

Kapal Feri BSP 3

Mulai dari mana ya ceritanya, panjang banget soalnya. mau bilang cerita habis mudik sedikit agak malu, secara para pejabat dan pakar bilang silaturahim tdk perlu mudik dan memaksakan pulang kampung kan sdh banyak media yg canggih, bisa telpon, bisa sms, juga bisa by internet.

Kalo mau ziarah, lebih bagus doa yg dipanjatkan daripada menengok makam jauh2. Semua pendapat itu benar adanya, dengan tanda kutip sebagian orang suka memaksakan keadaan harus pulang kampung padahal situasi dan kondisi tidak memungkinkan bahkan membahayakan.

Lagi ngobrol dgn my hubby, aq bilang kita pulang yook dan ternyata my hubby oke. akhirnya diputuskan hari ke-2 pagi2 kt brangkat, tentu saja 2 elangku langsung melompat senang. beres2 dan tepat jam 7 kami berangkat.

Awal perjalanan yg menyenangkan, jalan sepi hingga sampai merak ternyata cukup padat, mobil masuk kapal dan buru2 naik ke dek cari tempat duduk, ada beberapa kelas dan kami ambil kelas lesehan. Hehehe baru

kali ini naik kapal ada kelas lesehan tenyata nggak hanya rumah makan ada lesehan. Tempat yg cukup nyaman-lah, 30 menit sebelum mendarat kami keluar ruangan karena anak2 ingin melihat laut langsung, sang fotografer langsung beraksi dan banyak sekali moment yg diabadikan. Tidak lama kapal mendarat dan kami siap2 turun.

Perjalanan menuju kota bandar lampung cukup ramai terutama pengendara motor, pemandangan yg sangat bagus tuk mata, kanan kiri penuh pepohonan dan perbukitan, suara motor yg mengerung-gerung akhirnya terkalahkan oleh suara perut yg sdh minta diisi, mendekati suatu tempat yg bernama  panjang ada pantai selaki, akhirnya mobil mengarah ke sana memasuki pantai, belum sempat turun mata langsung tertumbuk ke penjual es kelapa mudah, wah rasanya pasti segar, kelapa pantai biasanya manis sekali.

pantai selaki-lampung

Pantai Selaki Lampung

Perbekalan dibuka, makan seadanya ( ada rendang, ada semur, ada sambal ati, ada opor dan ada kerupuk) diatas batu karang yg besar2 yg berserakan disepanjang pantai ditambah udara pantai yg panas namun penuh dengan angin dan mata memandang laut lepas menimbulkan sensasi lain, tanpa terasa satu piring penuh nasi dan lauk mengalir ke tempatnya dan diakhiri dengan es kelapa muda-  ehm cukup sdh nikmat hari ini.

Anak2 tidak sabar untuk turun ke pantai yg sedang surut, teringat kala kecil bagaimana bahagianya begitu mendengar sang ayah mengizinkan untuk turun ke pantai, aq juga turun dunk ah ( emang kalo dah besar nggak boleh turun juga- umang2 masih banyak euy dibawah batu karang) – dibawa ke bogor laku keras neehh.

Kakakberteriak begitu mendapat  bintang laut kecil dan langsung diangkat dimasukkan ke bekas gelas air mineral ( kala kecil aq nggak berani pegang bintang laut-katanya gatal), tidak lama adik berteriak dapat umang2 dan gurita kecil, dan kemudian ibunya yg berteriak minta anak-anak naik karena sdh harus berangkat lagi supaya nggak kesorean sampai di tujuan.

perjalanan di lanjutkan kembali menuju rumah adik mama karena nenek ada disana. Menjelang sore kami sampai dan memang sdh ditunggu2, herannya badan tdk merasa capai sama sekali walaupun perjalanan cukup jauh, mungkin karena suasana ya. Malam itu penuh dengan obrolan ringan dengan sanak saudara dan aku sering terbahak manakala ngobrol sama nenek, suka salah menterjemahkan kata2nya, selain nenek berbahasa daerah ( palembang) juga suaranya sdh parau sekali.

Esok paginya rencana mau langsung ziarah ke makam keluarga agak ditunda ke siang, ternyata om & tante sdh siapkan pesta kebun, dirumah mereka ada area pesta kebun yg bagus sekali, tanah seluas hampir 1000m dibuat nursery tanaman buah dan bunga, ditengahnya ada kolam berisi ikan patin,mujair.

Mulanya tugas aku ya seperti biasa buat aneka masakan dan yg mengurus ikan om dan adik iparku, ternyata akhirnya akupun ikutan ke kolam menjala ikan, hahahaha jadi ingat waktu kecil( kami mempunyai hampir 7 hektar kolam karena memang ayah mempunyai bisnis peternakan ikan) .

Sementara anak-anak berteriak 2 manakala ikan menyangkut di jaring dan diambil pakai serok besar ( suasana yg akan selalu dirindukan) , aih- mata mencari sang komandan ternyata sedang asik  berfoto-ria.

Mulai masak dan dengan kerja keroyokan selesai sdh masakan hari itu, ada ikan patin dan mujair bakar, ada yg di masak ala sumatra (di pindang) , ada yg digoreng, sementara aku membuat olahan aneka sayur yg tersedia di kulkas dan dikebun, ada terong masak teri dan cabe hijau, ada toge tumis tempe dan toge, ada cah kangkung tahu putih, sayur asam terasi, sambal rampai, wah seru.

Kulihat mama membuat nasi timbel, tidak lama sudah tdk terdengar suara2 ribut semua menikmati hidangan yg dibuat, akhirnya ditutup dengan teh tawar panas, yumyyyyyyyyyyyyyyyyyy.

Hancur lebur deh program diet hahahahah , dan inilah hasil hidangan pesta kebun :

Patin bakar mentega.

bahan yg diperlukan :

patin bakar mentega
  • 10 buah ikan patin ukuran 350 gr.
  • 100 gr margarine ( merk apa aja asal ga berbau vanila)
  • 1 botol kecil kecap manis
  • 2 sdm minyak wijen
  • jeruk nipis 2 buah , ambil airnya
  • 1 sdt kaldu bubuk

Bumbu -bumbu

  • 5 siung bawang putih
  • 5 buah bawang merah
  • 2 ruas jahe
  • 2 ruas kunyit
  • 4 butir kemiri

cara membuat

  • bersihkan ikan patin, lumuri dengan air jeruk nipis 10 menit, cuci bersih.
  • Tumbuk halus bumbu, campur dengan garam, royco, kecap manis dan minyak wijen.
  • Bakar ikan patin, beri mentega, berulang ulang hingga mulai kering, lumuri dengan bumbu berulang kali hingga ikan masak dan terakhir lumuri lagi dengan mentega.
  • Hidangkan panas bisa dengan sambal dabu2, sambal kecap atau sambal terasi.

Ikan patin pindang bening.

Bahan yg dipergunakan

  • 5 buah ikan patin ukuran 500 gr, potong menjadi 5 bagian, jika kepala patin besar bisa dibelah 2.
  • lumuri dengan air jeruk nipis 10 menit, cuci bersih.
  • 600 cc air
  • 1 sdt royco.

bumbu iris

  • 4 buah bawang merah, 5 buah bawang putih, 2 ruas jari jahe, 2 ruas jari kunyit, 1 buah lengkuas ukuran sedang (geprek), 2 batang serai-memarkan, 5 helai daun salam, 5 helai daun jeruk purut, 1 buah tomat uk besar (yg hijau lebih enak). 5 buah belimbing wuluh.

cara membuat :

  • iris tipis semua bahan kecuali lengkuas dan sereh cukup di memarkan.
  • Masukkan bumbu ke dalam panci yg berisi air, didihkan. Masukkan ikan patin, masak dengan api sedang hingga air berkurang 35%.Masukkan cabe rawit utuh, masak sebentar dan angkat.
  • tata ikan dalam mangkuk, saring air berbumbu, tuangkan diatas potongan ikan, taburi dengan daun kemangi yg diiris halus dan bawang goreng dan cabe rawit. sajikan hangat.
Iklan

Posted on 7 Oktober 2008, in Bisnis boga, Cerita-cerita, Keluarga, Makanan Tradisional, Masakan Rumah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Senengnya yang bisa mudik….

    Oleh2 nya ya mba….):

  2. HI mbak seneng yaa Lebaran bisa mudik kumpul ma keluarga,sedih juga tahun ini aku nggak mudik ke Indonesia tapi bener kata mbak ada telepon,Internet masih bisa silaturahmi walau via kabel,Mbak Bogornya tinggal di POMAD yaa,Orang tua aku tinggal di Bantarkemang nggak jauh kann??pokoknya buat Mbak Dian SELAMAT IDUL FITRI mohon maaf lahir bathin,Blog Mbak jadi favorit aku jadi bisa tambah wawasan,siapa tahu kalau tahun depan aku ke Indonesia bisa ketemuan yaa atau kursus kilat bikin kue he he he,makasih yaa…

  3. halo ummu, mudik tdk terencana ummu, ngobrol ama hubby koq ya kangen banget sama nenek, ternyata hunny mau diajak mudik, langsung berangkat hari kamis, sabtu sdh di bgor lagi, nggak sempat beli oleh2 hehehe, salam untuk keluarga ya.

  4. hi mbak widi, duh makasih banget ya mbak selalu mampir di blog aku, mudah2an apa yg aku sajikan di blog ini menyenangkan yg membaca ya.
    iya mbak rumah aku ngga jauh dari rumah orang tua mbak widi. beneran loh kalo pulang halo2 aku ya. Dulu waktu hubby tinggal di belanda komunikasi kita ya by internet dan HP, setiap hari bisa lihat dia pake web cam, tapi yg cukup menyedihkan waktu si bungsu ditinggalkan masih bayi merah, gitu pulang udah bisa jalan dan si bungsu nggak kenal bapaknya, heheh bingung dia liat bapaknya kan cuma di komputer aja.
    salam tuk keluarga ya mbak.

  5. asyik banget liburannya… makanannya juga mak nyusss kayaknya… jd pengen nyoba… :-)

    selamat Idul Fitri 1429H… mohon maaf lahir & batin juga…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Idul Fitri, Kembali Fith-rah ataukah Kembali Fith-run?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/10/idul-fitri-kembali-fith-rah-ataukah.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link tentang Muhasabah Idul Fitri)

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  6. mbak Desi, mudik kemana??, aku kemaren mudik ke Krui Lampung, kena stuck dikit di Merak pas mo nyebrang.,

  7. halo mbak erna, wah pulang ke lampung juga ya? hehehe dunia sempit euy, aq tuh asli palembang (katanya) tapi nggak tau palembang, krn lahir di Bandung, Tk ampe SMA di Lampung, kuliah di jakarta, dah gitu dilanjutkan di bogor. keluarga kandung semua dah di bogor juga mama, tapi keluarga besar lainnya banyak dilampung dan dipalembang. kemarin pulang ke Tanjung Karang, nyebar deh mbak, mulai pahoman, sukarame, terus ke metro, lanjut lagi ke kotabumi, dah gitu mandi di pantai bagus di krakatoa nirwana resort, ahahah bener2 perjalanan yg padat, beraangkat kamis pagi pulang sabtu pagi, sore dag sampe bogor lagi. Tapi pingin lagi tuh pulang, belum puasssssssss, dagang nasi dulu ah kumpulin uang tuk pulang lagi ( hehehe dasar wong deso ya, pinginnya balik terus) sapa tau kepilih jadi caleg pulang kampung secara dah dibilang seleb di kampung hahahah ( just kidding loh) kaburrrrrrrrrrrr.

  8. sayangnya ditempat kami tak ada PATIN. padahal kayaknya menggoda selera….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: