sulitnya membagi hati

ups, membagi hati konotasinya banyak sekali loh kita mulai aja ya

membagi hati sapi, sulit bagi aku, masalahnya ada bagian yg tipis ada yg tebal ada yg rata ada yg agak meruncing, mau ditimbang satu prsatu lah nggak mungkin ya kalo lagi dapat order banyak.

membagi hati kambing, kalo lagi potong kambing bagian hatinya paling buat repot, masalahnya bentuknya juga nggak konsistn kayak hati sapi namun jauh lebih kecil dan baunya ituloh aku nggak tahan, dipotong terlalu kecil juga bisa hancur.

membagi hati antara pekerjaan dan orang2 rumah juga sulit, disaat sedang keluar rumah karena ada pekerjaan sementara anak-anak dirumah, rasanya hati separuh di tempat kerjaan separuh di rumah, lebih banyak lagi porsi hati bisa 3/4nya dirumah kalo anak sedang sakit.

membagi hati antara pihak suami dan pihak kita juga sulit, sedikit berbeda bisa menimbulkan firnah dan permusuhan,

berbagi hati antara satu teman dengan teman yang lain juga sulit, salah membagi hati bisa kehilangan teman.

Nah semua unsur yg berhubungan dengan membagi hati adalah sulit .

Adakah berbagi hati yang bnar-benar aman, nyaman, tentram nggak ada yg merasa terabaikan merasa sirik dan merasa di nomor duakan, merasa tidak adil ? ada donggggggggg? Ya berbagi hatilah kepada Sang Pemilik Hati, Sang Pemilik Kehidupan dan berbisnis yang tak pernah rugi juga adalah bisnis dengan Sang Pemilik Harta Dunia dan Akhirat. Selamat berbagi hati

Posted on 4 Juli 2008, in Cerita-cerita, Keluarga, Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. waah setuju banget mba…hanya berbagi hati dg sang pemilik hatilah…

    hati menjadi tenang ;)

  2. hai mbak Desi, gmn kabarnya?
    tulisannya bisa memberi pencerahan.
    saya baru belajar untuk bermurah hati.

  3. halo mba wuri, aku baik saja, moga mbak juga ya.
    makasih selalu menyempatkan diri mampir ke blog aku.

  4. halo mbak ven, apa kabar, makacih ya sdh mampir ke tempat daku.
    salam

  5. subhanallah….

    pencerahan nih

    anak muda kayak aku emang banyak godaannya…

    makasih bu

  6. ass mas tsani, makasih mas sdh berkenan mampir ke blog aku, ehm mengenai godaan mah mas sama aja yg tua juga penuh godaan, emang gitu kali ya aturan di dunia baik yang nyata maupun yang maya. Ambil positifnya aja mas, aku juga masih jauhhhhhhhhh dari baik dan benar, tapi belajar sedikit demi sedikit untuk jadi baik dan benar yg sekarang aku coba lakukan. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: