Coky tidak malas lagi

Coky sebenarnya adalah anak yang pintar dan lucu. Namun karena dia tidak mempunyai kakak dan adik maka dia merasa semua yang di rumah harus selalu memperhatikan dan melayani dia.

Setiap pagi Ibu Coky selalu kesulitan untuk membangunkan Coky supaya lekas mandi dan tidak terlambat ke sekolah. Setiap kali dibangunkan Coky menangis dan terus menangis hingga dimandikan dan sarapan.

Ibu Coky setiap hari harus selalu membujuknya supaya bangun pagi, mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Sampai saat ini sikap Coky belum juga berubah hingga suatu hari ia terbangun karena hari sudah sangat siang, sinar matahari sudah masuk ke kamar Coky dan rasanya panas sekali.

“Ibu kemana ya?” pikir Coky.” Kenapa aku tidak dibangunkan seperti biasa? Berarti hari ini aku tidak ke sekolah.”

Perlahan-lahan Coky bangun dan membuka pintu, sepi sekali, tidak terdengar suara apa-apa. “Ibuuuuuuuuuuuuu” teriak Coky seperti biasanya. Ia selalu teriak-teriak jika memanggil Ibunya. “Aduh Ibu dimana sich? Ibuuuuuuuuuuuuuuu…” kembali Coky berteriak.

“Astagfirullah Coky, kenapa teriak-teriak begitu”, ujar Tante Mia.

“Kenapa Tante Mia yang menjawab..? Ibu kemana?”, tanya Coky.

“Tante juga baru datang jadi Tante tidak tahu Ibu ke mana.”

“Coky lapar, Tante. Coky mau makan sama sosis goreng”, kata Coky.

“Baiklah Tante coba cari dulu di kulkas nanti kalo ada Tante goreng ya?”.

Setelah siap Coky langsung makan, tapi dicegah Tante Mia.

“Coky, kamu baru bangun kan, sebaiknya bereskan dulu tempat tidurmu, mandi, lalu sarapan. Juga sebelum makan sebaiknya berdoa dulu, bilang terima kasih sama Allah S.W.T atas rezeki yang diberikan sehingga Coky bisa makan.”

“Ah, Tante sama mama sama saja, cerewet”, sanggah Coky sambil masuk kamar kembali.

“Aku tidak mau mandi, dingin!”, seru Coky dari dalam kamar.

“Coky mau nonton film robot saja”, teriak Coky.

“O o tetap tidak ada alasan, sayang. Kalau dingin kan bisa buka kran air panas, jadi sekarang mandi dulu ya?”

” Tidak mauuuuuuuuuuuuu”, Coky berteriak sambil menutup pintu kamarnya dengan keras.

Astagfirullah, kenapa Coky jadi begitu ya? Kebiasaan Coky yang buruk itu terus saja berulang, nasihat Ibu, Ayah dan Tante Mia tidak pernah didengar.

Hingga pada suatu hari, Coky pulang sekolah, tidak mau ganti baju dan langsung ke kamarnya bermain dengan robot-robotnya. Ternyata Coky tidak hanya malas mandi tetapi juga malas membersihkan tasnya, banyak sekali bekas pembungkus roti dan permen di tasnya. Tanpa sepengetahuan Coky ada tikus kecil yang masuk ke dalam tasnya, karena tikus kecil tersebut mencium bau makanan dari tas Coky. Coky juga senang sekali nonton TV sambil makan biscuit atau permen di atas tempat tidurnya dan sampahnya dia biarkan saja ditempat tidur itu, sebentar juga nanti sudah bersih oleh bik Minah, pikir Coky.

“Wah, anak ini mau mengambil makananku”, pikir tikus kecil tersebut. Pada saat tangan Coky meraba-raba isi tasnya mau mengambil coklat, langsung Coky berteriak kesakitan, “Tolonggggg ada monster di tasku, aku baru saja digigitnya,”.

Wah ternyata tikus kecil tersebut mengigit jari Coky karena dia merasa Coky akan mengambil makanannya. Setelah Coky menarik tangannya dari tas terlihat jari Coky merah, cepat-cepat Coky berlari ke kamar mandi mencuci tangan dan berniat akan langsung ganti baju saja, dia tetap tidak mau mandi dulu. Pada saat dia kan mengambil baju yang selalu tergantung asal-asalan seperti biasanya dan itu baju kemarin yang sudah bau, Coky kembali berteriak, “Tolooong, di bajuku ada monster kecil yang bisa terbang..!”. Rupanya ada kecoa kecilnya dan baju tersebut langsung dIbuang oleh Coky.

“Ih, mengerikan”, ujarnya sambil berlari ketempat tidur dan langsung naik ke tempat tidurnya yang sangat berantakan. Dan rupanya Coky makan biscuit dan permen di tempat tidur sambil nonton TV sebelum berangkat sekolah. Pada saat dia baru saja merebahkan diri Coky berteriak lagi, “Aduh sakit punggungku ada yang mengigit”. Mungkin ditempat tidurku ada monster kecil juga, pikir Coky langsung bangun menuju kursi dekat meja belajarnya. Oo rupanya banyak semut yang merasa marah diganggu karena mereka sedang makan sisa remah remah roti Coky juga bungkus permen yang masih ada permennya di tempat tidur Coky.

Akhirnya Coky duduk dimeja belajar dan menangis keras-keras. “U u u u u u u semua benci dengan Coky, Ibu pergi, bik Minah tidak ada, Ayah belum pulang kantor, Tante Mia cerewet, dan sekarang di tasku ada mosnternya dan mereka kuasai. Aku tidak dapat mengambil coklat di tasku. Bajuku dipakai monster, juga tempat tidurku dikuasai monster-monster kecil yang mengigit punggungku”, tangis Coky semakin keras.

Tidak lama kemudian Ibu dan Tante Mia masuk ke kamar Coky. Coky langsung berlari dan memeluk Ibunya sambil menangis.

“Nah Coky, sekarang sudah mengerti ‘kan kenapa Ibu selalu menegur semua perbuatanmu yang kurang baik karena Ibu sayang sekali dengan Coky, Ibu tidak mau tikus kecil itu menguasai tasmu. Ibu juga tidak mau kecoa itu membuat rumah dibajumu dan Ibu juga tidak mau semut itu mengambil tempat tidurmu.”

“Coba Coky renungkan lagi, jika setiap hari tasmu dibersihkan dan semua sampah dIbuang pada tempatnya maka tikus tidak akan mau masuk tasmu karena dia tidak mencium ada makanan disana. Begitu pula kecoa, jika bajumu yang kotor diletakkan di tempat baju kotor dan segera dicuci oleh bik Minah maka kecoa tidak akan ke baju itu karena sudah bersih. Kecoa suka ditempat yang lembab dan berbau.”

“Dan jika kamu tidak makan ditempat tidur dan tidak meninggalkan sisa-sisa makanan di sana maka semut-semut tidak akan datang ketempat tidurmu karena mereka juga tidak mencium makanan di sana”, ujar Ibu sambil membelai rambut Coky.

“Iya Bu, tapi kan biasanya jika pulang sekolah semua sudah rapi jadi mereka tidak akan ada ditempat tidurku, di bajuku dan ditasku”, ujar Coky masih tetap menangis.

“Coky, tidak selamanya semua keperluanmu ada yang mengurus. Jadi kamu harus mulai belajar mengurus diri sendiri. Seperti tadi, Ibu harus segera pergi karena nenek sakit, dan bik Minah juga harus segera pulang kampung karena anaknya sakit. Makanya Ibu minta tolong Tante Mia untuk menjagamu sementara kami tidak ada. Tapi Tante Mia pun tidak bersedia jika kamu tidak mau bekerjasama. Tante Mia kan harus masak dan mengerjakan pekerjaan lain dan Coky harus membantu.”

Akhirnya tangis Coky berhenti dan berkata “Ya Bu, maafkan Coky ya. Coky akan berusaha mengurus keperluan Coky sendiri. Tadi Coky takut sekali dan tidak mau monster-monster kecil tadi mengusai barang-barang Coky lagi.”

Iklan

Posted on 16 Januari 2008, in Cerita Anak and tagged . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Ceritanya sangat mendidik, sy suka

  2. salam kenal mbak cintia, terima kasih sudah meluangkan waktu melihat blog saya. Oh ya mbak, saya menjadi anggota milis konservasi Badak, di milis ini kita bisa mengikutsertakan putra putri kita, tidak terfokus ke praktek lapangan tapi untuk lingkup yang kecil saja dulu kita memberikan arahan kepada putra putri kita dan teman-temannya mengenai hewan -hewan yg dilindungi karena hampir punah, kegiatannya banyak. Jika ada waktu mbak bisa klik web-nya di blog saya yg ada gambar badaknya. Banyak kegiatan positif untuk menambah pengetahuan anak2 kita mengenai alam, bahkan kita bisa berkunjung langsung ke tempatnya di Rajabasa. Lampung. Salam.

  3. Saya dulu pernah begitu.Tapi sadar karena kejadian yang hampir mirip.Cerita ini juga bisa mendidik.
    O,iya,apa cara daftarnya ada di webnya?(soal badak)ada nggak yang melindungi macan Sumatera?

  4. halo mbak Jenni, salam kenal , wah maaf ya cerita ini benar-benar fiksi, saat itu sedang tegur anakku yg kadang suka lupa buang sampah bekas snacknya di tas, nah langsung dapat ide tuk buat cerita untuk mereka. benar mbak melalui cerita kita jadi tahu mana tokoh yg bagus mana tokoh yg tidak bagus, anakku suka sekali dengar aku dongeng.
    iya mbak cara daftar klik aja gmabar badak di blog aku langsung link ke badak dan bisa langsung daftar.

    oh ada kan mereka juga ada perkumulan untuk perlindungan harimau sumatra, silakan ya mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: