Berlibur di Kawasan Agroteknobisnis (Bag-3)

Pemandangan pagi Gn TampomasRencana kami hanya semalam disini, tapi dengan semua keindahan yg ada jadi melanjutkan semalam lagi, balik ke dapur wah rasanya bahan pangan ga cukup, mau turun dengan mobil agak malas, ada teman suami yg membawa motor, akhirnya jadilah aku naik motor ke kota Sumedang yg jaraknya kira2 10 km dari vila.

Selama perjalanan seru, dengan motor keluaran tahun lama di tambah bobot badan aku yg cukup berat, mungkin sangat berat bagi yg bawa motor ya, motor meliuk ke kiri dan ke kanan mengikuti jalan yg memang sangat berliku, akhirnya sampai di pusat kota, beli bahan yg diperlukan secukupnya langsung pulang.

Motocross dan MTBNah ternyata arah pulang lebih seru dari arah pergi, karena arah pulang menanjak, motor mulai terseok-seok begitu menuju tanjakan yg berat, rasanya tidak akan sampai, ke kiri-ke kanan dengan suara motor yg mengerang2.

Tidak berapa lama, terdengar suara bising sekali, wah rupanya kami didahului oleh para pencinta motor cross, lumayan ada 4 motor, ya tentu saja aku cuma tersenyum melihat mereka melaju dengan cantiknya. Ternyata tempat ini banyak dimanfaatkan oleh pencinta motor cross dan pencinta sepeda gunung.

Menu makan siangSampai villa langsung menuju dapur dan bersiap-siap memasak, udang aku cuci bersih, rendam dengan air jeruk nipis, garam, bawang putih & jahe digeprek.

Sementara itu siap-siap membuat sup soun brokoli dan masak nasi tentu saja dengan di aron dulu (berhub aku ga bawa rice cooker).

Selesai sudah persiapan makan siang. Kami semua makan dengan lahap, selain memang lapar suasana mendukung, bubar program diet he he he.

Anak-anak main tendaSelesai makan anak-anak memasang tenda depan rumah, hingga sore mereka asik bermain dan senang sekali memberi ikan makan.

Hari mulai sore, aku pesan ikan untuk dibakar nanti malam (di sini dapat langsung membeli ikan dengan harga yg cukup murah dan minta dibakar), anak-anak mengajak melihat ikan yg akan ditangkap.

Sebenarnya pingin sekali mancing tapi saat itu alat sedang tidak ada, rupanya untuk menangkap ikan dengan cara dijala, wah anak-anak senang sekali melihat penangkapan ikan dengan dijala.

Menjala IkanMereka ingin mencoba menjala tapi tentu saja tidak bisa jadi cuma teriak-teriak kesenangan waktu ikan berhasil di jala. He he he tidak hanya mereka yg ingin menjala, aku juga sebenarnya pingin.

Cukup banyak ikan yg berhasil ditangkap, ada ikan patin dan nila dengan ukuran besar, 1 ekor 500 gr. Selesai ikan ditangkap dan dibersihkan, bumbu2 disiapkan ikan mulai dibakar (saat itu kami minta tolong pekerja di sana untuk membakarnya).

Menu makan malamOh ya di sana ada cafe juga yg menjual minuman hangat dan dingin juga makanan ringan.

Setelah margin ikan bakar diantarkan ke kami, anak-anak langsung menyerbu, hasilnya satu ekor ikan nila bakar habis sudah dimakan tanpa nasi.

Selesai makan kami coba keluar, Subhanallah pemandangan yg menakjubkan. Kabut tebal langsung menyerbu kami, kota Sumedang nan cantik di malam hari tidak terlihat sama sekali, sang komandan langsung mengambil kamera, tapi o lala hasilnya kabur abiz, anak-anak sibuk berceloteh mendapatkan keadaan seperti ini, sungguh Maha Kuasa Sang Pencipta.

Kabut tebal sekaliAngin kencang mulai berhembus, kabut segera sirna, kota Sumedang terlihat kembali dengan cantiknya. Anak-anak mulai mengantuk, segera mengambil wudhu dan sikat gigi, sholat Isya kemudian langsung mengambil posisi masing2 dengan masuk ke dalam sleeping bag mereka, lucu lihatnya.

Penjaga vila datang dan ngobrol2 dengan beliau hingga tengah malam dengan diselingi nonton Die Hard. Semua mulai ngantuk dan rencananya mau tidur, sama seperti malam sebelumnya malam ini juga agak susah tidur, angin kencang menderu-deru dan terdengar barang terlempar, agak lama akhirnya tertidur dan bangun sudah subuh.

Ternyata bunyi barang terlempar semalam memang ada bendanya, rupanya beberapa genting sempat terbang ke tanah, he he he seru kan? Jadi bukan suara mistik ha ha ha ha.

Di Rumah PohonSetelah sarapan, sang komandan kembali mengajak anak-anak ke rumah pohon karena kunci sudah didapat. Dengan semangat anak-anak langsung berlari menuju rumah pohon, sampai di sana rumah segera di buka dan suasana alam langsung menyerbu. Rupanya jika menginap di sini belum ada penerangan lampu listrik, masih memakai obor, lampu dari kaleng bekas dan beberapa lampu badai.

Cukup lengkap, masuk rumah ada ruang seperti ruang tamu, ke belakang bisa dijadikan dapur sederhana, kemudian ada tangga ke atas rupanya ada kamar lagi. Kamar mandi dan WC terletak di luar rumah, pas di samping rumah.

Tanaman hidroponikDapat dibayangkan, pengalaman alam yg akan dirasakan jika tinggal dirumah pohon ini. Rumah ini berdiri dengan ditopang empat pohon pinus hidup, dalam arti jika angin menggoyangkan pohon itu dengan sendirinya rumah akan bergoyang-goyang, pasti seru kan? Belum lagi diiringi siulan angin dan bunyinya wussssssss, dan ditemani bunyi tonggeret yg nyaring. Tapi ada yg sangat luar biasa, di tempat yg sunyi dan jauh dari rumah penduduk, Adzan nan merdu terdengar jelas sampai tempat ini. Allahu Akbar.

Selesai dari melihat rumah pohon, kami bersiap-siap kembali ke Bogor karena ada rencana menikmati makan siang di Sumedang.

Beres-beres kemudian berpamitan dan aku di beri oleh-oleh 2 buah pohon stroberi dan 1 buah pepino, doa penjaga villa semoga pohon ini mau tumbuh di bogor.

Sampai pusat kota kami mampir di rumah makan Palasari, berbagai jenis makanan olahan dari tahu dan oleh-oleh dapat dibeli disini. Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan dan berdoa semoga tidak ada hambatan apapun sampai rumah.

Cafe dengan sajian yang cukup lengkapBa’da magrib kami sampai Cilangkap di rumah kakak Tama, jam 7 taxi langganan menjemput, dan Alhamdulillah sampai bogor, beres-beres dan langsung istirahat.

Liburan yang sangat sarat pengalaman untuk Alta & Qila, juga mereka sudah menulis tentang liburannya di blog mereka.

Tulisan Alta dapat dibaca dengan klik disini, dan tulisan Qila dengan klik disini.

Selesai.

Iklan

Posted on 4 Januari 2008, in Cerita-cerita, Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Halo yu Defidi atau mama Qila…
    Keterlaluan ya, aku br ngeh blog ini. Tau nya jg bkn dr kamu, tp dr yg lain. Mungkin dl kamu pernah ‘singgung’ ttg blog ini, tp dasar akunya yg ga perhatian… sibuk ngurusin kaos kelas n kloning trophi kali yah…
    By the way, salut! keep the spirit, n insya Allah bermanfaat.

  2. hai mama ifa, sang koordinator kelas yg jempolan, pasti sekarang jg lagi sibuk kloning piala lagi, mudah2an kelas kita jadi pengumpul paila terbanyak ya supaya terus kloning mengkloning he he he jangan lupa tgl 21, 26 en 28 kita berkuliner ria, daku tunggu ya. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: