Berlibur di Kawasan Agroteknobisnis (Bag-2)

Pemandangan pagi dg latar Gn TampomasMakin malam angin makin menderu-deru diiringi suara angin seperti bersiul he he he agak aneh di telinga. Udara dingin jadi sering kali mesti ke belakang, begitu pintu belakang dibuka, wussssss terjangan angin langsung menghadang, pintu kamar mandi yang terbuat dari seng langsung berdentang keras begitu aku buka, rasanya tempat ini cocok untuk buat film petualang he he he…

Banyak sekali sayap laron bertebaran sepanjang lantai menuju kamar mandi terkena kabut yg memang cukup tebal, setengah berlari aku masuk kembali ke rumah tentu saja ditemani sang komandan, mana berani sendiri euyyyyyyyyyyyyyyyyyyy.

Siap tour dg para KrucilMasuk kembali ke rumah matikan TV dan mulai berusaha tidur tapi lagi2 nggak mudah, suara angin ditambah binatang-binatang kecil seperti laron, kepiq, yg sering kali terbang berseliweran di depan mata menambah ingatan ke masa silam, situasi seperti ini justru membuat kami tidak bisa tidur bukan karena mengantuk tapi karena banyak sekali hal-hal menarik yg belum pernah kami alami sebelumnya, dulu kebun milik nenek tempat kami berlibur situsinya lebih alam dari ini, penerangan hanya lampu minyak tanah dari kaleng bekas dan mesti jalan 50 meter untuk ke WC, disertai gonggongan anjing yg tak henti-henti , kata kakek bisa karena ada ular atau perangkap babi hutan kena , namun justru hal seperti itu ingatan tdk pernah pudar ingin mengulang kembali.

Akhirnya bangun lagi, hidupkan hit matic dan TV , ternyata cukup ampuh karena lampu yg lain dimatikan serangga2 kecil itu mengarah ke TV dan akhirnya aku tertidur juga.

Kebun PepinoMasih terasa berat mata namun panggilan subuh mesti dipenuhi, setengah sempoyongan jalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, kembali udara dingin menyerbu begitu pintu dibuka, dan wah berapa lama paru2 tidak menghirup udara sesegar ini, Subhanallah indahnya pagi disini, embun sebagian masih tidur menutupi puncak gunung, hamparan pohon pinus terlihat rapi tegak berdiri berjajar dengan pohon lainnya, kebun pepino basah oleh embun, buahnya yg bergelantungan berwarna putih kehijauan terlihat bergoyang-goyang tertiup angin. Selesai sholat subuh, ambil jaket langsung buka pintu depan.

Di Kolam IkanMaha besar Allah dengan semua ciptaan-Nya, dihadapan mata, Gunung Tampomas menjulang dengan gagahnya, sementara kota Sumedang belum terlihat tertutup kabut, air beriak tenang di kolam ikan namun sesekali terdengar ikan berlompatan mungkin sudah menunggu sarapan paginya.

Aku segera ke dapur, masak bubur kacang hijau sambil menunggu yg lain bangun. Sang komandan bangun disusul yg lain. Suara anak-anak langsung ramai begitu keluar rumah melihat beberapa anjing yg sedang berkejaran, disusul para pekerja mulai berdatangan. Selesai sarapan tour of duty segera di mulai. Anak-anak sdh siap dengan jaketnya.

[Youtube=http://youtube.com/watch?v=S6BCGG9665Q]

Penggemukan Kambing/DombaPertama menuju kolam ikan, memberi ikan makan dilanjutkan berjalan menuju kandang kambing, wah anaknya banyak dan lucu2, begitu masuk kandang kambing rombongan Alta (terdiri dari Alta, Qila dan Tama) langsung menjauh tdk tahan baunya he he he, aku sempat memegang anak kambing yg langsung berlari ke induknya.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan masuk rumah kaca, pohon melon tumbuh subur menjulang ke atas sementara buahnya bergelantungan. Ada beberapa yg sdh siap panen, di bagian berikutnya pohon tomat sudah siap panen, selesai di rumah kaca perjalanan di lanjutkan kearah kebun jagung.

Belum sampai kebun jagung ada hamparan tanah datar dan kita dapat memandang seluruh keindahan Alam yang indahtempat itu, sebelah kiri hutan pinus tumbuh subur dan berjajar rapi dengan pohon lainnya, kearah depan gunung menjulang dengan gagahnya dengan topping kabut dan langit berwarna biru cerah, hamparan rumput yg segar rasanya pingin dilalap, tegakkan kepala sedikit kearah depan pohon teh tumbuh subur juga tanaman jagung yg mulai besar bergoyang ke kanan dan ke kiri seperti menari, Maha Besar Allah S.W.T dengan segala ciptaan-Nya.

Aku berdiri tegak dengan tangan bersidekap, dan terasa sekali betapa kecilnya kita, betapa tidak ada artinya kita ditempat seluas itu, jadi rasanya sangat tidak masuk akal jika kita merasa sangat hebat, sombong, tinggi hati bahkan terkadang meninggikan hati dengan segala kemampuan yg dipinjamkan sang Empunya.

Di Rumah KacaBelum sampai kebun jagung anak-anak minta pulang karena haus, sempat menikmati hangatnya sinar matahari sambil berjalan ke arah pulang, mampir ke kebun stroberi dan kebun pepino, setelah itu naik ke rumah, anak-anak langsung minum dan mandi.

Terdengar teriangan anak-anak dari kamar mandi karena dingin sekali, sambil teriak-teriak kesenangan mereka selesai mandi dan minta sarapan.

Selesai sarapan mereka minta jalan lagi kearah rumah pohon dan perbukitan.

Di Rumah PohonMulailah perjalanan ke rumah pohon, sambil berlari gembira mereka menuju rumah pohon kira-kira 300 meter dari rumah tinggal dengan kondisi jalan berbatu dan menanjak seperti tidak mereka rasakan padahal baru kali ini mereka jalan dengan kondisi seperti itu. Sayang kami tidak dapat masuk ke rumah pohon karena kunci belum ada.

Sampai di rumah pohon, tidak jauh dari tempat itu sedang ada mesin berat yg sedang meratakan tanah katanya untuk buat areal kemping, tepat di depan rumah pohon ada orang diatas pohon sedang duduk mengawasi pekerjaan, dan ternyata pohon tersebut diberi tangga untuk memanjat ke atas pohon pada saat ada pesanan flying fox, wah dapat dibayangkan serunya meluncur dari atas pohon pinus menuju bagian lembah dengan pemandangan pegunungan di sisi kiri dan kanan.

Di Kebun StrawberiTidak jadi naik ke perbukitan karena sudah mulai gerimis, akhirnya perjalanan hari ini selesai dulu, anak-anak kembali berlari2 menuju rumah. Cukup lelah juga perjalanan tadi tapi badan terasa segar. Aku duduk diteras rumah sambil memandang ke Gunung Tampomas, sementara anak2 kembali bermain, kali ini mereka main bola dan coba bercakap2 dengan para pekerja menanyakan nama2 anjing yg memang cukup banyak di sekitar itu. Pulang bermain mereka sudah mendapatkan nama2 anjing itu dan lucu2 mendengar celoteh mereka.

Bersambung…

Iklan

Posted on 4 Januari 2008, in Cerita-cerita, Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Teddy S Sofyan

    saya baru mulai usaha ternak kambing pe yang ingin saya tanyakan adalah apakah lantai kambing boleh terbuta dari semen dengan kemiringan yang diatur hingga air seninya dapat mengalir dan pembersihan dilakukan setiap hari, ini adalah cara untuk menekan biaya dibandingkan dengan system panggung/kayu semakin mahal

  2. Saat ini saya memelihara domba garut dan sebagian berdiri diatas kollam ikan bagaimana persyartan yang baik untuk cara tersebut terima kasih

  3. mas teddy, aku dan keluarga ke sana dalam rangka liburan, jadi maaf ya kita juga tamu, tidak bisa menjawab pertenyaan mas. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: