Berlibur di Kawasan Agroteknobisnis (Bag-1)

Selamat Datang di KASSumedang, kota ini pernah aku kunjungi saat alm ayah masih ada, seingatku saat itu aku kelas 3 SD. Beliau mendapat tugas dari kantor ke Bogor, berhubung selain PNS ayah adalah Petani Ikan Teladan (sampai mendapat penghargaan dari Petinggi Negeri ini) kami diajak ke Sumedang untuk urusan yg berhubungan dengan perikanannya, yg selalu kuingat kami makan tahu sepuasnya.

Dan beberapa hari yg lalu, saat libur Natal, suami mengajak berlibur dengan anak-anak dan kakak suami berserta anaknya ke Sumedang langsung aku iyakan.

Suami beberapa kali ke sana dalam rangka survey tugas kantor dan beberapa kali pula cerita tentang situasi tempat dia menginap yg akan kami tinggali untuk berlibur. Ternyata yg kami alami jauh sekali dari perkiraan, aku coba ceritakan ya?

Makan di RM Nangka SubangPerjalanan cukup panjang, dari rumah by taksi ke rumah pakde Didi di Cilangkap, dari sana langsung menuju Sumedang melalu Subang, kami berhenti makan siang di RM Nangka, Subang. Yang tergambar dibenak saat masuk rumah makan ini adalah unik, sederhana tempatnya namun penataannya antara tradisional bercampur modern, tempat duduk ada yg lesehan, bakar ikan secara tradisional namun makanan di tata di etalase besar, cukup beragam menu yg disediakan, dari ayam bakar, ikan bakar, aneka pepes, sate kikil, oseng pare, leunca, dan yg terkenal katanya nasi bakarnya, sayang kami datang nasi bakar sudah habis.

Wisma PelangiSelesai makan, perjalanan di lanjutkan, sepanjang jalan di Subang selain kebun teh juga penjual nanas dan durian memenuhi sisi kanan dan kiri jalan, satu pemandangan yg cukup mengasikan ditambah jalan yg berliku dan banyak daerah lereng terjal, sawah menghampar berbentuk undakan2, akhirnya menjelang sore sampai di kota Sumedang, mampir dulu ke griya swalayan untuk belanja bahan makanan soale infonya tempat itu jauh dari mana2 en pembantu cuma siang aja, so malam mesti masak sendiri. Selesai belanja akhirnya berangkat menuju tempat berlibur.

Perjalanan diawali dengan melewati daerah pemakaman umum Gunung Puyuh di bagian Selatan Sumedang. Makam ini cukup terkenal karena disini terdapat makam salah satu Pahlawan Nasional asal Aceh, Tjut Nya’ Dien. Dari daerah Gunung Puyuh dilanjutkan dengan mengikuti jalan satu-satunya, terus ke arah Selatan.

Dapur minimalisWow jalan menuju ke sana bener2 asik berat jangan coba2 pakai mobil yg nggak ada tenaga bisa meluncur turun sendiri, jalan terus menanjak menanjak berbelok tajam, menanjak lagi, sampai melewati perkampungan terakhir, memasuki hutan kecil terus menanjak dan mulai memasuki areal perkebunan teh, mobil melaju melalui peternakan kambing, rumah kaca yg penuh tanaman melon dan tomat, maju lagi ada kolam pemancingan, juga kolam tempat pembiakan ikan yg cukup banyak, ke depan sebelah kanan ada café sederhana yg dikelilingin sayuran, ke depan café lagi, wow kebun stroberi, akhirnya kami parkir mobil di sebelah kebun stroberi, terlihat rumah dari kayu yg cukup kokoh untuk tempat tinggal kami.

Lokasi ini dikenal dengan nama KAS (Kawasan Agroteknobisnis Sumedang), daerah penelitian dan pengembangan pertanian, kerjasama BPPT dan Pemda Sumedang. Terletak di lereng Gunung Rengganis, masuk wilayah Kecamatan Sumedang Selatan.

Makan malam-1Barang2 diturunkan, dibawa kerumah kayu, wah di sisi kiri ada kebun herbal juga ada kebun Pepino, rasanya pingin langsung turun. Melihat ke belakang ada dapur semi modern tapi banyak tadisionalnya, ada kamar mandi dan WC yg cukup memadai dan tempat cuci piring.

Menjelang magrib udara dingin mulai menusuk, selesai beres2 barang bawaan dan bagi2 kue ke petugas setempat, mulai menjelajah dapur, duh peralatan minimalis sekali tapi okelah masih tetep bisa masak koq. Masuk kamar mandi, he he he sang laba-laba bergelantungan, sang kodok nangkring di teralis dan suara tonggeret, kodok bersahutan…… ingat 30 tahun silam, suasana seperti ini di tempat nenek daerah perkebunan.

Anak-anak ga berani mandi, cukup bersih2 ganti baju dan sudah minta makan malam. Wah iya lupa beli beras, tapi ga masalah lah, ada bihun dan bahan lainnya. Akhirnya makan malam siap dengan menu bihun goreng, ayam goreng dan sup ayam brokoli ditambah tahu Sumedang nyam-nyam nyam.

Anak2 di Sleeping BagSelesai makan anak-anak main, dan mulai terlihat mengantuk, masing2 ambil sleeping bag dan mulai masuk sleeping bag dan tertidur. Yang repot aq termasuk jenis yg susah tidur kalo nggak di rumah sendiri meskipun di hotel mewah sekalipun, apalagi ini tidur hanya beralas tikar berbantal jaket he he he he nggak kebagian kasur dan sleeping bag. Inget masa SMA kalo lagi camping, tidur di tanah malah tapi tetep aja asik. Setelah anak-anak tidur, aku keluar duduk di teras depan, wow kota Sumedang terlihat cantik sekali ibaratnya berlian yg berkilau-kilau dari kejauhan, nggak tahan dingin langsung masuk rumah dan hidupkan TV.

Bersambung…

Iklan

Posted on 4 Januari 2008, in Cerita-cerita, Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. please bantu alamat agro di sumedang dan telponnya ya… kelihatannya asik banget thx

  2. victoria, terimakasih sudah baca pengalaman keluarga ini, kalau mau info lebih lanjut bisa baca-baca di
    http://hartanto.wordpress.com/?s=sumedang

    Kalau berminat ke Nangorak dan berasal dari luar kota Sumedang, untuk perencanaan yang matang sebaiknya kontak dahulu basecamp di Jl. Cut Nya’ Dhien no.80 Sumedang, tlp (0261) 203496, dengan Bapak Dewa.
    Atau bisa juga ke Wulan (0813 22401260), Aji (0812 2391944), Wisnu (0813 20011674), atau Dewa (0813 21828030).

    Selamat menikmati alam Sumedang…

  3. lisa v!nda febrianti

    hmmpt..asy!k iaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: