Penjual kue hampir tertipu pembeli kue (pura-pura jadi pembeli)

Cerita ini saya ungkapkan supaya kita semua tetap hati-hati terhadap model kejahatan yang semakin merajalela dengan berbagai cara. 5 hari menjelang lebaran adalah hari-hari yang sangat sibuk bagi saya, seperti tahun yang lalu semakin mendekati lebaran pesanan semakin banyak sementara tenaga yang membantu semakin berkurang.

Siang itu setelah selesai mengantar pesanan kue ke Jakarta di tengah perjalanan ada sms masuk untuk memesan kue sebanyak 20 toples dan minta diantar ke Depok, hari minggu, saya jawab saya lihat dulu apakah ada yang delivery kesana, pesanan itu saya penuhi , tidak berapa lama dia sms lagi namanya pak Wijaya, dia bilang pesanan ditambah menjadi 50 toples, belum sempat saya jawab sms masuk lagi pesanan bertambah menjadi 70 toples terdiri dari 30 toples nastar, 20 toples putri salju dan 20 toples kastengel. Saya jawab jika pesanan begitu banyak harus dp dulu dan saya minta transfer 1 juta sebagai dp. Selang 10 menit ada telpon masuk yang mengaku bernama Dany, staff pak Wijaya mengaku jika sudah transfer dana 1 juta tapi berhubung ATM BCA yang di Depok rusak maka bukti transfer tidak bisa keluar dari mesin, Dany minta saya mengecek ke ATM BCA apakah dana sudah masuk rekening saya karena rekening dia sudah terdebet.

Tanpa prasangka apapun juga saya langsung menuju ATM BCA padahal baru saja saya sampai rumah, sempat terpikir ke swalayan dulu untuk membeli bahan kue, tapi setiap 5 menit Dany telpon saya apakah saya sdh sampai di BCA karena bosnya terus menanyakan khawatir dana tdk masuk dan pesanan kue tidak dipenuhi.

Saya terburu-buru mencari ATM BCA terdekat, setelah sampai ATM BCA saya cek tidak ada dana yang masuk, sy konfirmasi jika dana belum masuk. Dany bilang hp saya jangan ditutup karena dia sedang bicara dgn pihak bank, tdk berapa lama terdengar suara orang lain yang mengaku pihak bank dan mengatakan akan dilakukan transfer sacara manual karena tidak bisa by system. Mereka minta saya memasukkan kartu ATM ke mesin ATM, sudah menjadi kebiasaan sebelum masukkan kartu saya membaca basmallah, setelah kartu masuk mereka minta saya tekan transfer dan masukkan angka dengan kode tertentu, saat itu saya tersadar koq aneh kenapa saya yang transfer, saat itu saya tersadar jika saya sedang dalam bahaya.

Namun saya tdk langsung memutuskan hubungan telpon begitu saja, saya ikuti permainan mereka, setiap mereka memberikan perintah saya iyakan padahal saya sudah di luar mesin ATM, mereka menanyakan struk keluar tidak, saya katakan mesin menjawab anda kekurangan waktu apakah akan dilanjutkan, berkali kali saya disuruh melakukan perintah yang sama dan berkali kali juga saya katakan mesin menjawab anda kekuranga waktu, dan saya bilang saya akan mencari ATM yang lain, mereka terus pantau apakah sudah ada di ATM yang lain, saya katakan ini di ATM BCA yang lain, mereka minta saya melakukan perintah yang sama, saya katakan semua ATM BCA menjawab waktu anda kurang.

Saya tawarkan ketemu saja langsung jadi kue saya langsung kirim ke rumah bapak, uang yang dibayarkan langsung saja dipotong dana yang dianggap sudah masuk ke rekening saya, mereka bilang akan pikir-pikir dulu, tapi terus mendesak saya untuk mencoba lagi di mesin ATM, akhirnya saya tidak tahan dan saya jawab semua ATM tidak akan mau mengeluarkan struk dan akan selalu kekurangan waktu transaksi karena memang anda penjahat dan semua ATM tidak mau menerima perintah anda, yang herannya merasa mereka sudah terjebak masih saja menyerang dengan berkata ibu jangan main-main saya pegawai BCA Sudirman dengan no pegawai xxxxx, saya balas menyerang saya 9 tahun bekerja di bank dan tidak pernah ada transaksi manual melalui ATM, sempat terjadi adu argumentasi sampai akhirnya mereka menutup telpon.

Alhamdullilah, Allah swt masih melindungi saya, bayangkan jika uang saya sempat di transfer ke mereka sementara uang itu didapatkan dengan kerja keras selama hampir 1 bulan membuat dan menjual kue terkadang sampai tidak tidur menyelesaikan pesanan kue. Benar-benar penjahat dengan akal yang pintar dan licik, bagaimana tidak tergiur dengan cara mereka yang begitu halus dan tepat sasaran. Saya penjual kue, mereka pura-pura jadi pembeli dengan alasan melihat kue-kue saya di website yang kelihatan begitu enak dan mereka sangat tertarik, berarti mereka adalah orang pintar, yang mengerti teknologi. Sampai dirumah saya masih terengah-engah bercerita kepada suami dan keluarga yang lain, suami sempat telpon ke teman yang bekerja di GSM dan jawaban dari mereka bahwa banyak sekali yang sdh terkena penipuan seperti itu bahkan begitu berbicara mereka ada yang sdh terhipnotis sehingga apapun yang diperintahkan dikerjakan. Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat dijadikan pelajaran bahwa dalam segala sisi kita harus hati-hati, tawaran yang menarik belum tentu hasilnya juga menarik, salam.

Iklan

Posted on 11 November 2006, in Cerita-cerita. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Wah ada2 aja ya di Indo. Kok mereka bisa tahu mbak terima pesanan kue ya? Apa ada yg bener2 kenal/tahu dong ya atau cuma dari promosi terima pesanan kue?

    Ntar kalau dah di Indo sih.. Bilah pesan aja kuenya ya tante.. hehehe..

  2. wah mbak..lain kali harus hati2 ya..kejadian yang mbak alami ini udah marak banget dan aku udah sering denger modus kejahatan seperti ini..semoga kita selalu dilindungi oleh ALLAH SWT ya..
    amien

  3. kebat kebit juga baca sampai akhir ……kenapa ga di kasihkan ke polisi aja mbak………bilang aja atm yg ini rusak dan mau cari atm yg lain lalu cari aja kantor polisi biar dilacak sekalian no salurannya(indo udah ada alatnya belum ya?)……tapi gimanapun untung ya mbak ga sampai ada kerugian apa…..

  4. halo mbak maruko, wah saat itu aku ga sempat berfikir ke sana mbak, cara mereka menggiring kita benar2 halus dan tepat sasaran dan kita seperti ga diberi waktu untuk berfikir apa2, benar2 kuasa Allah SWT yang ada saat itu sampai aku bisa terhindar dari penipuan itu.
    Mungkin ada benarnya dari pemberitaan berbagai media masa seperti ada unsur di hipnotis, mudah2an tdk terulang lagi, dan jika ada yg berniat tdk baik lagi, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. amien

  5. Terimakasih Mbak dach share pengalamannya. nambah ilmu yg sangat berguna sekali bagi sy.

  6. alhamdulillah msh bisa tersadar ya mba..jd ga sempet transfer.. tq bgt sharingnya..jg do’anya..amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: