Category Archives: Kue Kering

Kue Kering – sisa bahan??? dibuang sayang

umumnya home industry kue kering mengalami hal ini, sisa bahan yang cukup banyak. Saat mengayak tepung terigu, ada bagian yang tertinggal diayakan, biasanya langsung dibuang saja. Ini terasa ringan jika memebuat kue kering dalam jumlah sedikit, tapi jika dalam jumlah banyak, setiap kali mengayak tersisa 1 sdm , jika 100 x mengyak cukup banyak terigu yang didaptkan jika dikumpulkan. hal ini juga berlaku untuk susu bubuk, maizena, gula halus dan bahan berbentuk tepung khususnya.

Demikian pula keju yang telah diparut sering tersisa saat kita menaburkannya dan tidak cantik lagi jika dipakai u taburan berikutnya karena sdh menggumpal atau mengeras.

Juga dengan coklat bubuk, potongan buah kering, coklat yang dicairkan untuk toping dan bahan bahan kue lainnya.

Sebaiknya mulai sekarang jangan langsung dibuang meskipun jumlahnya sedikit, jika masing2 kita kumpulkan dalam mangkuk, dalam sebulan hasilnya terlihat betapa cukup banyak bahan2 yg terbuang jika dikumpulkan, Dan bahn-bahan ini masih sangat layak kita olah kembali menjadi kue kering.

Kita tinggal menambahkan mentega/margarine, dan telur. Misal : timbang bahan sesuai keperluan, kocok mentega dengan gula pasir hingga lembut, tambahkan telur kocok sebentar, tambahkan tepung secara bertahap, tambahan susu dan buah2 kering juga dengan keju dan coklat. Aduk rata. buat bulatan kecil sebesar kelereng, oles dengan kuning telur, taruh satu buah choco crunch sebagai pemanis. Panggang hingga matang. nah kita sudah mendapatkan kue kering coklat buah choco crunch.

Mari kita manfaatkan bahan sisa.

Katalog Kue Kering Defidi edisi lebaran tahun 2012

Katalog Kuker 2012 defidi

Katalog Kuker 2012 defidi

kataloq kue kering 2012

Perubahan harga : Pertanggal 22 Juli 2012,

  • harga kue kering per paket dari 120.000 menjadi 140.000 dan
  • harga satuan menjadi Rp.35.000,- kecuali kastengel menjadi 40.000,-
  • harga kue kering per paket ukuran 500 gr dari 240.000 menjadi 280.000,-
  • harga satuan menjadi Rp.70.000,- kecuali kastengel menjadi 75.000,-

Untuk pembelian minimal 1lusin ukuran 250 dan 500 dan satu jenis , berlaku harga lama

Ingin Inovatif, banyak cara….

Namanya tukang kue ada kalanya kita mati ide, bahasa halusnya bingung mau menambah kreatifitas lagi. Biasanya jika sudah seperti ini , aku bongkar kumpulan resep lama, atau majalah atau apa saja yang bisa dijadikan literatur. Biasanya ide langsung muncul, dan direalisasikan ke toko bahan kue.

Nah kalo sudah semangat seperti ini langsung di coba, berhasil atau gagal itu tidak masuk dalam hitungan, yang penting coba dulu. Toh yang namanya campuran mentega, tepung, telur hasil akhir tetep enak, mungkin di masalah penampilan saja yang kurang indah.

Dan toko buku juga menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk menambah ide. melihat hasil karya oranglain yang begitu indah2 rasanya menyenangkan sekali. Selain toko buku yang paling sering dan mudah adalah mencari literatur di internet. media ini luar biasa membantu, selain murah, kita juga bisa langsung konsultasi dengan para pakar boga, mudah sekali mendapatkan berbagai ilmu yang kita perlukan di internet.

Sekarang sudah lebih mudah ya mencari ide jika kita sedang mati ide. selamat berselancar mencari ide2 baru, dunia boga berkembang sangat pesat, jangan sampai ketinggalan dan ciptakan berbagai ide kita, semoga bermanfaat

kue kering! buat yook !! semua bisa

keluhan teman yang sering gagal membuat kue kering terutama yang pemula, sekarang bisa diatasi. Sudah tersedia membuat nastar atau kastengel dalam kemasan, jadi tdk perlu menimbang bahan lagi, tinggal ikuti cara membuat.

Simple dan tingkat kegagalan kecil. Dari segi biaya memang cukup tinggi kalo u di dagangkan lagi, tapi kalo untuk dimakan keluarga saja, cukup murah dan rasanya enak.

Kemasan kue kering ini sudha tersedia di toko bahan kue atau swalayan yang cukup besar. nah tunggu apa lagi, yuukk membuat kue kering sendiri.

 

belanja di toko bahan kue

Satu bulan menjelang ramadhan, biasanya para produsen kue kering sudah bersiap, tak terkecuali juga aku. Kemarin belanja ke toko bahan kue, ini toko yang termasuk murah dalam harga namun mahal dalam pelayanan dalam arti agak sulit kita untuk bertanya baik mengenai harga, bahan apalagi penggunaannya. Untuk teman-teman yang pemula akan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, akupun pernah mengalami hal yang sama.

Perkembangan kuliner yang semakin cepat diikuti dengan berbagai pengembangan lain, terutama di bahan-bahan pembantu yang sebagian besar berbahan kimia. Untuk penggunaannya kita mesti berhati-hati, jika tidka paham caranya sebaiknya jangan mencoba bahan bahan yang baru.

Sebaiknya kita pelajari dulu kegunaan bahan tersebut dan aturan pakainya baru kita membelinya, untuk mengetahui penggunaannya saat ini sangat mungkin kita search saja di google. Jika jika membaca resep umumnya diberitahu takaran penggunaannya.

Kemarin sempat aku dengar seorang pembeli menanyakan bahan pengganti telur, di sebutkan oleh penjual dibagian ujung, pembeli terlihat bingung, lalu penjual menghampiri dan memberikan bahan yang dimaksud. Saat pembeli menanyakan takaran penggunaan penjual langsung bilang “ tidak tau saya pak, yang punya usaha kue rata2 menggunakan itu” nah jika sudah seperti ini tujuan kita ke toko bahan kue tidka akan tercapai, bagaimana kita akan membeli suatu bahan jika kita tidak tau cara menggunakannya. Sebaiknya kembali ke telur benar saja dulu, salah penggunaan, yang tadinya bermaksud mengurangi biaya produksi dengan penggunaan bahan kimia pengganti telur, bisa jadi biaya prosuksi malah lebih mahal. Umumnya bahan2 kimia tersebut cenderung mahal harganya namun pemakaian yang efektif menjadikan biaya produksi lebih murah.

Tentang Kue kering..apa, mengapa dan bagaimana

Beberapa sahabat mengalami kesulitan dalam pembuatan kue kering, hasil yang mereka dapatkan : kue kering keras, melebar saat di panggang, dan cepat berjamur. yuuk coba kita ngobrol masalah ini :

Jika kita lihat cara pembuatan kue kering zaman dulu dan sekarang tidak jauh beda, hanya  tehnik nya  saja yang semakin lama semakin berkembang tehnologinya , bahkan kue kering dalam jumlah banyak sudah dilakukan secara pabrikasi, tapi tetap dapat dibedakan yang home made dan pabrikasi, baik dalam bentuk maupun rasa, dalam bentuk untuk home made tidak bisa sehalus buatan pabrik, juga ukuran tidak sama rata, dan rapi seperti pabrikasi.

Semakin banyak ilmu yang dikembangkan, juga berdasarkan pengalaman banyak hal yang dapat membuat kurang maksimal hasil  kue kering, ada yang  tektur  keras,  dll.

Faktor penyebab cukup banyak , misal karena kelebihan salah satu bahan, atau tehnik pengadonan.

Untuk ukuran bahan sebaiknya  sesuai resep, jika masih pemula sebaiknya mencoba 1 resep dulu saja jangan sekaligus banyak , adonan yang di biarkan terlalu lama tidak segera dikerjakan dapat menimbulkan berbagai hal, adonan menjadi kering dank eras, lalu ditambahkan mentega untuk memebuat lunas lagi, hal ini dapat mengakibatkan kue kering saat di panggang menjadi melebar, bnetuk tidak sesuai yang kita mau dan hasil akhir terlalu garing.

Bahkan adonan bisa juga berjamur, walaupun tidak terlihat mata tapi warna dan bau adonan berbeda dari adonan awal, hal ini yang seringkali tidak kita perhatikan, kemudian hasil kue menjadi kurang enak.

Dalam membuat adonan kue kering juga harus diperhatikan cara pengadukan, ada beberapa jenis kue kering yang membutuhkan pengocokan mentega/margarine dengan waktu yang cukup lama hingga mentega/margarine menjadi lembut dan berwarna putih, namun ada juga jenis kue kering yang pembuatan adonan cukup sampai tercampur rata saja.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan adalan penggunakan alat, usahakan pengadukan bahan2 menggunakan sendok yang terbuat dari kayu, karena sendok kayu bersifat netral tidak menghantarkan panas seperti tangan kita, adonan yang terlalu diaduk2 menggunakan tangan bisa berpengaruh pada hasil adonan, istilah yang sering kita dengar adonan menjadi matang karena panas tangan dan adonan akan bertektur keras.

Langkah-langkah yang aku lakukan pada saat pembuatan kue kering adalah sbb :

  • Timbang bahan sesuai resep, usahakan tidak memakai bahan pengganti dulu untuk pemula.
  • Gunakan mixer untuk mencampur mentega/margarine dengan gula halus dengan spit rendah dan adonan sampai tercampur rata saja.
  • Masukkan kuning telur satu persatu, aduk rata.
  • Campur bahan kering (misal coklat bubuk, susu bubuk, vanili, tepung terigu atau sagu), ayak dahulu supaya butiran yang menggumpal tidak masuk adonan.
  • Masukkan bahan kering secara bertahap, aduk dengan sendok kayu hingga bahan kering habis, jika bahan kering habis dan adonan masih terlalu lembek, masukkan adonan sebentar ke dalam lemari pendingin, jangan menambahkan tepung untuk membuat adonan keras.
  • Titik rendah /leleh margarine/mentega di setiap tempat tidak sama, mungkin saja saat mengocok mentega/margarine kondisi sudah lembek karena suhu ruang cukup panas.
  • Bagi rata adonan sesuai besar kue kering yg ingin kita buat, setelah itu baru dibentuk, hal ini untuk menghindari bentuk kue kering yang tidak rata, terkadang ada yg besar, ada yg kecil.
  • Panaskan oven sebelum adonan dimasukkan, umumnya untuk kue kering biasa memakai suhu 150-160 derajat celcius.
  • Untuk pemakaian oven gas atau kaleng biasa, harus rajin melihat kondisi kue di dalam oven, karena suhu yang tidak merata seperti memakai oven listrik. Jika sdh ada kue kering yg terlihat matang duluan, sebaiknya segera diambil, ini untuk menghindari gosong.
  • Setelah kue diangkat, letakkan ditempat yang leluasa udara keluar masuk, misal rak khusus untuk mendinginkan kue kering, kalo tidak ada bisa memakai  nampan yang bolong2 atau bisa juga memakai saringan untuk memeras kelapa, kalo tidak ada juga bisa ditaruh di atas tampah yang dialasi Koran.
  • Setelah uap kue hilang dan kue dingin, segera masukkan toples dan diberi perekat.
  • Jika perlakuan seperti ini, mudah-mudahan kue bisa bertahan selama 3 bulan tanpa bahan pengawet dengan catatan tidak di buka berlama2 .
  • Untuk kue kering yang diisi selai harus diperhatikan selainya, terkadang kue cepat berjamur bukan karena adonan kue kering tapi kelembaban yang ditimbulkan oleh selai sehingga adonan lembab dan berjamur.
  • Pastikan selai benar2 kering dan aman untuk adonan isi.
semoga sedikti tulisan ini dapat bermanfaat untuk sahabat yang ingin mencoba membuat kue kering. salam

Brosur kue kering 2011

kue kering 2011

kue kering 2011

  • Harga sewaktu waktu dapat berubah disesuaikan dengan kenaikan bahan baku.
  • Pesan sekarang, masih harga lama, waktu pengantaran kue dapat disesuaikan.
  • Pembelian 5 lusin mendapat potongan harga 5%
  • Pembelian dalam kota bogor gratis biaya pengantaran, minimal 10 toples.
  • Tidak ada minimal pembelian.
  • Pengiriman ke luar kota biaya disesuaikan dengan jarak dan biaya pengiriman menjadi tanggungan pembeli.
Pemesanan melalui :

Dongeng anak: Cerita Tentang Perjalanan Kue Kacang, Coklat dan Keju

cerita tentang perjalanan kue kacang, coklat dan keju

Emmmm hari yang indah, matahari bersinar terang dan angin berhembus perlahan, terlihat daun berguguran dan jatuh dengan gemulai…

ehmmm   hangatnya mentari  menerpa aku. Selamat pagi matahari, selamat pagi angin, selamat pagi daun-daun. Pandangan aku masih ke kebun samping rumah…namun telingaku samar samar mendengar ketukan pintu, siapa ya ? ucapku dalam hati.

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang.

“Kita kan terbuat dari berbagai campuran bahan kue, setelah selesai dicampur kita mulai dibentuk dengan berbagai bentuk yang lucu dan menarik, setelah itu kita akan dimasak biasanya dimasukkan ke dalam open dengan suhu tertentu supaya matang dan menjadi kue yang enak dimakan.”

Kenapa harus dengan suhu tertentu? tanya kue keju. Begini, kue coklat mulai menerangkan. Untuk pembuatan aneka kue suhu sangat memegang peranan,  antara satu jenis kue dengan kue lain berbeda suhunya pada waktu di masak, untuk jenis kue kue seperti kita umumnya memakai suhu 150 – 160 derajat, supaya bisa matang dengan baik, tidak terlalu rendah karena bisa melebar dan keras, juga tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan kue cepat terlihat matang, sudah berwarna kecoklatan namun bagian dalam kue belum masak.

Wah, ternyata suhu sangat memegang peranan ya, ujar kue keju. lalu bagaimana lagi selajutnya? tanya kue keju.

“Nah setelah matang, kita akan dikeluarkan dari open dan ditaruh ditempat yang luas dan berlubang-lubang, supaya uap panas yang ada pada kita segera pergi dan kita menjadi kering.”

“Setelah kita benar-benar dingin, baru dimasukkan ke rumah toples, disusun rapi bersama teman-teman yang lain.

Jika kita masih panas dan masih banyak mengandung uap air sudah dimasukkan ke dalam rumah toples, maka uap panas itu akan menjadi embun kemudian membasahi rumah toples dan mencair di dalam toples, jika kita terkena air dari uap panas itu kita akan lembab dan mudah sekali terkena jamur,  kemudian kita akan mengeluarkan bau yang tidak enak karena jamur itu, akhirnya rusak dan tidak dapat dimakan lagi karena kue yang sudah berjamur bisa membuat yang makan akan sakit, tentu kita akan sedih jika melihat anak-anak yang lucu menjadi sakit.”

Selaian itu, lanjut kue kacang apabila kita sudah dirumah toples kita akan ditutup rapat rapat supaya tidka terlalu banayk udara yang masuk dalam rumah toples kita, banyaknya udara yang masuk membuat tubuh kita menjadi  lembab juga sehingga tubuh kita yang tadinya  renyah  menjadi lembek dan tidak enak lagi untuk dimakan.

“Oh, begitu ya? aku jadi teringat suatu peristiwa dimana ada seorang anak kecil berkata seperti ini :  Ibu, kue di toples merah itu  sudah rusak ya, baunya tidak enak juga rasanya, dan ada bintik-bintik putih dan hitam di kuenya. Kenapa ya bu, padahal aku suka sekali kue ini, aku jadi sedih tidak bisa makan kuenya” ujar anak itu sambil membawa toples kue dan menghampiri ibunya.

“Oh, iya ya, kue ini sudah rusak nak, kita buang saja nanti ibu  belikan yang baru ya, tidak usah bersedia lagi. Makanya jika selesai mengambil kue segera tutup kembali toplesnya ya, selain semut bisa masuk juga banyaknya udara yang masuk emnjadikan kue tidak renyah lagi, menjadi lembek, lembab dan mudah berjamur.

“Aduh sedih sekali ya jika kita harus dibuang ke tempat sampah, aku tidak mau begitu” ujar kue keju sedih. “Sudahlah kue keju, kamu tidak perlu bersedih” kata kue kacang dan kue coklat menghibur kue keju.

“Iya, mudah-mudahan peristiwa itu tidak menimpa kita ya” kata kue keju. “Kue keju seperti aku kan banyak sekali kandungan lemaknya  sehingga lebih cepat rusak dibandingkan kalian berdua.”

“Jangan bersedih kue keju, sebentar lagi hari besar, biasanya kue-kue seperti kita akan cepat habis jadi tidak perlu disimpan lama-lama” kata kue kacang dan kue coklat.

“Oh, begitu ya” kata kue keju sambil tersenyum senang.

nah anak anakku setelah membaca cerita ini, kalian mengerti kan kenapa ibu selalu mendinginkan dulu kue-kue sebelum dimasukkan ke toples, dan selalu mengingatkan kalian untuk menutup tolpes setelah mengambil kue…

Cerita tentang Kue Kacang, Coklat dan Keju

Cerita ini ibu buat untuk: kakak Alta & adik Qila yang suka bantu ibu cetak aneka bentuk kue kering dan juga suka intip-intip di kaca open liat kue sudah matang atau belum, suka tidak sabar ya?

Cerita tentang kue kacang, coklat dan keju

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang. Read the rest of this entry

Ibu…..aku akan makan kue sampai habis

Alta dan Qila, kali ini Ibu coba buat cerita lagi untuk kalian, Ibu senang kalian mengerti tentang cerita ini dan mencoba untuk selalu sayang dengan makanan.

Nah ini dia ceritanya :

Di suatu pagi setelah hujan semalaman udara menjadi dingin sekali, kue kacang masih ada ditempat tidurnya, agak malas bangun pagi ini namun dia mendengar suara memanggilnya:

Halo, halo, bisa mendengar aku? terdengar suara dari luar. Ohhhhhhhhhhhhhhhh, siapa ya? Tanya kue kacang. Aku masih mengantuk sekali, aku mau tidur lagi ah” lanjut kue kacang sambil menarik selimutnya, duh siapa ya pagi-pagi sudah bertamu.

Aku kue gula, bolehkan aku masuk, sebentar saja ? seru suara tadi. Sebentar ya akan aku bukakan pintu dulu” kue kacang melangkah keluar kamarnya menuju pintu depan.

Hah, siapa kamu, kenapa bentukmu aneh sekali, mari masuk” ujar kue kacang.

Terima kasih, kue kacang. Aku adalah kue gula, aku jadi aneh seperti ini karena ulah anak-anak”ujar kue gula sambil mngusap air matanya. Tadinya aku cantik sekali, ada gambar boneka diatas badanku hu hu hu , kue gula menangis lagi. Sudahlah, jangan menangis, ayo ceritakan kepadaku “ujar kue  kacang.

Read the rest of this entry

Kue Kering – Kue Kering 2010 Modern

kue kering 2010 modern

kue kering 2010 modern (klik untuk memperbesar)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 385 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: