Bady, Badak kecil yang perkasa dan perjalanannya kembali ke tanah air.

http://forumbadak.files.wordpress.com/2008/04/koen-tidur.jpg

‘Cerita fiksi ini merupakan cerita berantai #3penguasa yang diadakan oleh Komunitas Blogger Bogor. Di Group 18 ini aku menjadi pembuka cerita  yang nantinya akan diteruskan oleh anggota lain, yaitu @airyz dan @elafiq , cerita ini diilhami oleh kedatangan anak badak dari salah satu kebun binatang di Amerika dimana orang tuanya berasal dari Indonesia. Perjalanan panjang anak badak itu untuk sampai di tanah air sangat luar biasa. Silahkan dinikmati.

Bady, Badak kecil yang perkasa dan  perjalanannya kembali ke tanah air.

Uah uah ah rasanya mengantuk sekali hari ini, aku lihat Ibu dan Ayah sedang sarapan, perlahan aku bangun dan mendekati mereka.

Pagi Bu, pagi Ayah apakah besok aku jadi berangkat melihat ke suatu tempat yang selalu di ceritakan sebagai tanah kelahiran.

Iya bady, ayah dan ibu berharap kamu menyukai tempat itu, ibu yakin kamu akan senang di sana, namun kamu harus ingat pesan ibu, kamu harus mandiri dan jadilah laki-laki perkasa seperti ayahmu. Bu, perkasa itu apa ya? Ujarku sambil mengambil makanan. Perkasa itu artinya, kamu tidak mudah mengeluh, tidak mudah putus asa dan selalu punya semangat untuk melakukan hal-hal yang baik. Benar”, ujar ayah melanjutkan, dahulu Ibu dan ayah pun harus meninggalkan orang tua , saudara dan teman-teman di tanah air untuk pergi ke sini, mula-mula memang terasa sedih tapi ayah ingat pesan orang tua ayah dan ibu, bahwa di manapun kita berada apabila kita mandiri, tidak cepat putus asa dan selalu berbuat hal-hal yang baik maka kita akan selalu merasa senang dan kemanapun kita berada yakinlah bahwa ada Sang Pencipta yang akan selalu melindungi kita.

Oh ya semua perlengkapan perjalananmu sudah Ibu dan ayah siapkan, coba kamu periksa kembali mungkin masih ada yang kurang.

Baik bu, nanti aku periksa kembali.Ah rasanya sudah tidak sabar untuk berangkat, seperti apa ya tanah kelahiran ayah dan ibu? Apakah ada kolam renangnya, karena aku suka berendam dan berenang, apakah makanan disana sama seperti makanan buatan ibu, seperti apa ya rasanya naik pesawat terbang, naik kapal laut, pasti menyenangkan.

Ibu dan ayah terus menerus bercerita tentang tanah kelahirannnya, tapi dari cerita ayah dan ibu tempat itu rasanya agak berbeda dengan tempat aku sekarang, kata ayah tempatnya lebih luas dan tidak seramai disini namun aku akan selalu dijaga oleh banyak orang karena aku akan jadi kesayangan disana, kata ibu , kami sudah langka, aku sendiri tidak pernah mengerti apa itu langka, kata ibu langka itu jumlahlah sedikit, ah memang kami selalu bertiga saja, jadi jika temanku disana nanti tidak banyak bagiku tidak masalah karena aku terbiasa tidak banyak teman, yang penting bagi aku tempat itu luas jadi aku puas berlari dan berjalan-jalan dan yang terpenting ada kolah renangnya jadi aku bisa selalu berenang dan berendam.

Bady sebaiknya kamu tidur dulu supaya besok pagi bangun badanmu segar dan siap berangkat.  Baik bu, setelah bersih-bersih aku naik tempat tidur, tapi aku tidak bisa tidur, aku membayangkan alangkah gagahnya aku di pesawat terbang nanti, aku akan melihat awan yang putih dan aku berada di tempat yang tingggi sekali seperti burung flamingo , ya seperti burung flamingo, aku sering mendengar cerita mereka betapa senangnya sewaktu mereka ada diudara terbang tinggi dan meliuk-liuk, rasanya sudah tidak sabar untuk pergi besok.

Bady, bangun, hari sudah pagi kamu harus segera bersiap-siap sebentar lagi kamu berangkat” kudengar suara ibu. Cepat-cepat aku bangun, aku tidak mau tertinggal, aku sudah merencanakan perjalanan ini lama sekali. Setelah mandi aku siap-siap sarapan, kulihat ayah dan ibu sudah siap di meja makan. Ibu dan ayah  mengingatkan kembali, jika aku harus menjadi anak laki-laki yang perkasa, dan aku berjanji dalam hati aku akan menjadi anak yang perkasa.

Rombongan penjemput sudah tiba, wow alangkah banyaknya barang yang harus dibawa, dan aku naik mobil yang besaaaaaaaaaaaaaaaaaar sekali, wow banyak sekali makanan kesukaanku, apakah begitu jauhnya tempat itu sehingga persiapan makanannya banyak sekali, benar kata ayah dan ibu, mereka sangat sayang kepadaku jadi aku tidak perlu sedih dan khawatir jauh dari ibu dan ayah karena semua yang aku perlukan sudah disiapkan.

Setelah berpamitan dengan ayah dan ibu, rombongan kami berangkat. Wah rasanya aneh naik mobil besar ini, aku mendengar suara gemuruh tapi tidak terlalu keras, lalu wow badanku agak miring ke kiri mungkin mobil ini berbelok ya, dan terdengar suara cukup kencang tottttt, tottttttttt,totttttttt, o o o suara apa ya, aku bertenya dengan om pendamping, rupanya itu bunyi klakson mobil, biasanya tidak sebesar dan selama itu om”tanya aku kembal. Iya Bady, ini kan mobil khusus , mobil yang sangat panjang dan besar jika bunyi klaksonnya kecil nanti mobil yang didepannya tidak mendengar. Oh iya, ya, baru saja aku mau berdiri , mobil miring ke arah kanan, wowwwwwwwwwwww tubuhku yang besar ikut miring ke kanan juga, ha ha ha  mobil ini lucu ya om, kalo mau berbelok semua jadi ikut miring” ujarku ke om pendamping. Cukup lama juga kami berjalan dari rumahku ke tempat yang namanya Bandara. Memasuki bandara terdengar banyak suara-suara si atas, oh itu dia yang namanya pesawat ya pesawat ya, duh dia terbang rendah sekali, apakah tidak menambark kita om? Tanyaku lagi baru rombongan kami sampai di bandara.

Oo, oo, wow , wow, wow pesawatnya banyak, 1, 2,3,4,5,6,7,8,9,10 aku menghitung pesawat itu, sepertinya lebih dari sepuluh ada yang kecil tapi lebih banyak yang besar-besar dan bagus-bagus, yang mana ya pesawat yang akan aku naiki nanti?  rasanya sudah tidak sabar untuk naik pesawat itu.

Wah banyak sekali yang akan berpergian, apakah mereka satu tujuan sama aku ya? Ada anak-anak , orang yang sudah tua  dan ada bayi juga, wah ternyata bukan aku saja ya yang masih anak-anak akan berpergian jauh, ternyata berpergian jauh itu bukan hal yang aneh seperti yang aku rasakan selama ini, rupanya sudah banyak anak-anak sebelum aku yang juga berpergian jauh.

Nah, tampak dari kejauhan ada mobil aneh, mobil itu kecil tapi gandengannnya banyak sekali, isi mobil itu rata-rata tas yang besar-besar, wah itu kan tas dan makanan aku, rupanya   ada di mobil itu juga dan mobil itu bergerak menuju belakang pesawat, o o rupanya itu mobil pengangkut barang, mobil yang hebat!!.berarti itu pesawat yang aku akan naiki.

Tidak berapa lama rombongan kami sudah naik pesawat, terdengar mesin pesawat sudah dihidupkan dan di dalam pesawat dingin ya? O rupanya dipesawat banyak sekali tempat duduk , ada bapak-bapak dan ibu-ibu yang memakai baju yang sama, mungkin ini yang dikatakan ibu pramugari dan pramugara, artinya orang yang akan melayani semua penumpang dipesawat.

Tidak berapa lama, aku mendengar pengumuman bahwa pesawat akan segera berangkat, wah mau apa ya? ibu yang cantik dan berseragam itu mendekati aku dan memasang sesuatu dipinggang aku, seperti memakaikan ikat pinggang besar ke badanku, katanya supaya aku nyaman, ah rasanya jadi geli badanku di ikat seperti ini.

Tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh yang cukup keras, pasti suara mesin pesawat atau bunyi baling-baling pesawat ya, tidak lama kemudian aku merasa badanku seperti terdorong ke belakang, wow wow wow agak sesak ya napas dan agak aneh rasanya sepertinya perutku tertekan , ha ha ha aku jadi geli merasakannnya, namun perasaaan itu tidak lama, posisi tubuh sudah seperti semula seperti sebelum pesawat berangkat.

Belum lagi rasa terkejutku hilang dengan keadaan ini, ibu cantik tadi kembali mendatangi aku dan aku ditawarkan berbagai jenis minuman, wah asik ada juice jeruk!! Aku suka juice jeruk dan ada permen!! aku suka permen rasa stroberi, aku mengambil banyak permen, aku mulai menghitung, 1,2,3,4,5 wah ada 5 permen didalam tanganku, jika aku makan sekarang 2 buah, berarti masih ada sisa tiga permen untuk nanti.

Kira-kira 1 jam perjalanan ibu tadi datang kembali menawarkan  makanan, wah benar-benar mengasikkan di pesawat ini, rasanya aku belum lapar, tapi aku ingat pesan ibu, jika aku harus mengikuti semua peraturan selama perjalanan supaya aku tetap sehat sampai tujuan. Dengan lahap aku habiskan makanan yang diberikan,setelah itu makan buah apel dan pisang wah manis sekali rasanya.

Saat ini aku sudah tinggi sekali, sebab setiap kali aku menoleh hanya awan yang terlihat dan aku mulai mengantuk, uah uah aku menguap berkali-kali, he he he aku mau tidur dulu mengantuk sekali, semalam aku kurang tidur.

Berapa lama ya aku tertidur, aku menoleh ke kanan, masih tidur semua, aku menoleh ke jendela masih awan semua, berarti ini perjalanan masih lama ya? Uah aku meluruskan badan, dan kembali menguap uah, uah dan aku tertidur kembali.

Rasanya ada yg mengguncang badan aku, oh om pendamping yang membangunkan, katanya sebentar lagi pesawat akan mendarat, aku diminta bersiap-siap. Tidak berapa lagi badan pesawat terasa menukik ke bawah dan perasaan tidak enak mendera kembali, he he he aku kegelian lagi, aku melihat ke jendela, pemandangan yang unik, banyak kotak-kotak kecil-kecil, mungkin itu rumah-rumah atau gedung ya, ada seperti kolam – kolam tapi ada yg lurus, ada yg berkelok-kelok dan yg bundar mungkin itu yg disebut danau dan aliran sungai.

Pesawat sudah mendarat dan kecepatan pesawat mulai berkurang sampai akhirnya terhenti. Penumpang turun satu persatu dengan tertib dan sekarang giliran aku yang turun.

Aku turun perlahan bersama-sama om pendamping memasuki ruangan, berjalan cukup jauh akhirnya kami sampai di suatu ruangan yang besar yang banyak sekali pintunya, saat aku melihat ke arah luar, wah banyak sekali orang di luar, kata om pendamping itu adalah orang-orang yang menjemput termasuk menjemput kami. Benar saja tidak lama kami keluar menuju kerumunan , sdh ada 3 orang yg mendekati kami, membawakan barang-barang, sepertinya yang terbanyak adalah barang kami terlihat dari banyaknya orang yang sedang menunggu untuk mengambil barang kami.

Wah asik ya, kok koper-koper itu seperti berjalan diatas putaran, ada yg langsung mengambil barangnya ada juga yg masih mencari-cari, pemandangan yg baru kali ini aku lihat, ternyata banyak sekali peristiwa yang belum pernah aku lihat dan alami sepanjang perjalanan tadi, benar kata ibu, aku akan menemukan banyak-hal-hal yang baru.

Aku ingin rasanya duduk di ban berjalan itu, pasti asik berputar-putar. Aku tanya om pendamping apakah aku boleh naik disana, om pendamping tertawa katanya ” tidak boleh bady, karena itu adalah tempat pengambilan barang, orang lain akan terganggu jika bady duduk disana , mereka mengambil barang kan mesti melihat nama dan alamat yg biasanya tertera di tas-tas besar itu.

Nanti kita cari tempat bermain untuk bady ya” kata om pendamping. Aku bilang ke om pendamping kalo aku sudah sangat ingin berendam, memang aku tidak kepanasan karena ruang ini dingin tapi aku kan suka bermain air.

Bady duduk terhenyak  dan mulai membayangkan hal hal menakjubkan lainnya yang akan dia alami hingga sampai ditempat konservasinya…

Bersambung…

About these ads

Posted on 27 April 2012, in Blogor, Cerita Anak, Cerita-cerita, jalan-jalan, Keluarga, Komunitas, konservasi, lingkungan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 385 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: