Cerita tentang Kue Kacang, Coklat dan Keju

Cerita ini ibu buat untuk: kakak Alta & adik Qila yang suka bantu ibu cetak aneka bentuk kue kering dan juga suka intip-intip di kaca open liat kue sudah matang atau belum, suka tidak sabar ya?

Cerita tentang kue kacang, coklat dan keju

Tok, tok, tok kudengar suara ketukan di pintu toplesku. Selamat pagi kue kacang kudengar suara diluar. Oh , rupanya kue coklat. “Selamat pagi juga kue coklat” jawabku, “Kenapa kamu masih diluar?” tanyaku kepada kue coklat.

“Iya kue kacang, aku masih panas, baru saja keluar dari open, jadi tidak bisa langsung masuk ke rumah toples” jawab kue coklat. “Oh, iya ya, aku lupa” kata kue kacang. “Aku juga dulu setelah keluar dari open tidak bisa langsung masuk ke rumah toples.”

“Mengapa begitu” terdengar sebuah suara kecil. “Siapa ya?” Hampir bersamaan kue kacang dan kue coklat bertanya. “Saya kue keju” jawab kue keju dari seberang kue coklat.

“Oh, kamu kue keju, tentu saja kamu bertanya begitu karena kamu belum dimasak jadi belum mengetahui perjalanan aku bisa sampai dirumah toples ya?” kata kue kacang. “Baiklah, akan aku jelaskan” kata kue kacang.

“Kita kan terbuat dari berbagai campuran bahan kue, setelah selesai dicampur kita mulai dibentuk dengan berbagai bentuk yang lucu dan menarik, setelah itu kita akan dimasak biasanya dimasukkan ke dalam open supaya matang dan menjadi kue yang enak dimakan.”

“Nah setelah matang, kita akan dikeluarkan dari open dan ditaruh ditempat yang luas dan berlubang-lubang, supaya uap panas yang ada pada kita segera pergi dan kita menjadi kering.”

“Setelah kita benar-benar dingin, baru dimasukkan ke rumah toples, disusun rapi bersama teman-teman yang lain. Jika kita masih panas dan masih banyak mengandung uap air sudah dimasukkan ke dalam rumah toples, maka uap panas itu akan menjadi embun kemudian membasahi rumah toples dan mencair di dalam toples, jika kita terkena air dari uap panas itu kita akan lembab dan mudah sekali terkena jamur , kemudian kita mengeluarkan bau yang tidak enak karena jamur itu, akhirnya rusak dan tidak dapat dimakan lagi karena kue yang sudah berjamur bisa membuat yang makan akan sakit, tentu kita akan sedih jika melihat anak-anak yang lucu menjadi sakit.”

“Oh, begitu ya? aku jadi teringat suatu peristiwa dimana ada seorang anak kecil berkata seperti ini: Ma, kuenya sudah rusak ya, baunya tidak enak juga rasanya, dan ada bintik-bintik putih dan hitam di kuenya. Kenapa ya ma, padahal aku suka sekali kue ini, aku jadi sedih tidak bisa makan kuenya” ujar anak itu sambil membawa toples kue dan menghampiri mamanya.

“Oh, iya ya, kue ini sudah rusak nak, kita buang saja nanti mama belikan yang baru. Mungkin kue itu sudah lama atau belum kering sudah dimasukkan ke toples sehingga lembab, atau setiap kali membuka toples kamu lupa menutupnya kembali sehingga udara masuk, kue jadi tidak enak lagi.”

“Aduh sedih sekali ya jika kita harus dibuang ke tempat sampah, aku tidak mau begitu” ujar kue keju sedih. “Sudahlah kue keju, kamu tidak perlu bersedih” kata kue kacang dan kue coklat menghibur kue keju.

“Iya, mudah-mudahan peristiwa itu tidak menimpa kita ya” kata kue keju. “Kue keju seperti aku kan banyak sekali kandungan lemak dan susunya sehingga lebih cepat rusak dibandingkan kalian berdua.”

“Jangan bersedih kue keju, sebentar lagi hari besar, biasanya kue-kue seperti kita akan cepat habis jadi tidak perlu disimpan lama-lama” kata kue kacang dan kue coklat.

“Oh, begitu ya” kata kue keju sambil tersenyum.

Nah, kak Alta dan dik Qila dari cerita diatas kalian jadi tahu ya, kenapa ibu selalu mengingatkan jangan masukkan kue ke toples jika masih panas, juga harus menutup toples setiap kali selesai mengambil kue.

About these ads

Posted on 24 Februari 2011, in Aneka Tips, Cerita Anak, Cerita-cerita, Keluarga, Kue Kering. Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. hahaha … mba Defidi ini lucu dan kreatif merangkai dongeng anak dengan nama2 makanan yang notabene dekat dengan mba dan anak-anak ya …..

  2. aww.
    Halo mbak, 2 cerita anak-anak segera menyusul, mudah2an ada waktu untuk membacanya ya.
    Iya mbak mencoba pendekatan yg logika aja, soalnya kalo kita bilang 100x sekalipun kalo habis ambil makanan ditoples ditutup lagi tanpa diterangkan kenapa mesti ditutup agak cuek, diulang lagi-di ulang lagi, nah aku pikir karena 2 anakku sangat suka dengan cerita2 aku buat cerita saja, setelah itu alhamdulillah sekarang toples selalu tertutup. he he he anak2 sekarang emang krestif dan imajinatif ya, kalo kita larang mereka balik bertanya kenapa tidak boleh? kenapa harus itu? kenapa harus ini? kalo kita dulu ga bisa sebebas itu ya, kalo ortu bilang harus ini, ya ini, harus itu ya itu, mudah2an kelak anak-anak kita menjadi anak yang kreatif imajinatif, inovatif dan bertaqwa ya, amin

  3. Mbak, dengerin women radio 94,3Fm ya.. aku mau kutip ceritanya untuk aku siarin pagi2 jam 6-7 pagi.. ok?
    thanks niii
    agnes

  4. Salam kenal mbak Agnes dan terima kasih sdh sempatkan waktu berkunjung ke blog saya. Dan sekali lagi terima kasih sdh bersedia kutip cerita saya untuk radio mbak, dengan senang hati saya akan mendengarnya besok. salam

  5. Salut deh mbak, kreatif banget.
    Mbak nanti kalau ceritanya sudah ada rencana dibukukan?

  6. aww. pa kabar mbak, tq selalu sempatkan waktu mampir ke blog aku. Sedang mengolah untuk diterbitkan buku masak dulu mbak, rencananya mau terbitkan buku masak yg berisi membuat cake, kue kering tanpa timbangan, maksudnya takaran mempergunakan gelas dan sdm, sdt sebagai media untk mengukur, niat aq supaya semua orang yg di desa sekalipun bisa membuat kue2 ini dan mereka bisa menjadikannya dagangan untuk menambah penghasilan. Tapi tdk menutup kemungkinan untuk segera menerbitkan buku cerita anak2 juga, sdh 2 lagi cerita anak bertembah di blog aq, dan yg sedang aku buat sdh ada 4 lagi. doakan cepat terealisasi ya ? salam hangat

  7. mbak….critax bagus:),lucu:D
    aku minta boleh y, skrg aku lg nyari (mo d koleksi…)

  8. halo mbak viga, salam kenal. terima kasih mbak dah mampir ke blog-aq. silahkan mbak, terima kasih

  9. mbak, numpang promosi ya…
    buat lebaran…
    thanks ya..

  10. halo mbak mutia, silakan mbak, dengan senang hati. salam

  11. apa sifat tokohnya dan realitas anak yang terefleksi dalam cerita
    ini buat tugasku
    sekian trim’s

  1. Ping-balik: Mengudara dipagi yang cerah « Sajian Defidi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 385 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: