Berlibur ke -Taman Nasional Gunung Halimun-part 1

Mengisi liburan panjang dengan anak2 terkadang perlu pemikiran yg matang juga, kalo diajak ke mall saja rasanya mereka sudah sangat tidak tertarik, beberapa kali aku tawarkan ikut jalan2 ke mall sambil aku belanja kebutuhan catering, mereka  bilang dirumah aja bu.

Rupanya bapaknya juga menangkap gejala anak2 pingin liburan ke tempat lain, siang itu my hubby bilang lagi konfirmasi ke Sumedang kalo tempat yang biasa kami pakai untuk liburan bisa diisi kembali. Setelah pihak sana oke, malah tidak jdi karena supir tidak bisa ikut dan aku tdk mengizinkan bapaknya bawa mobil pulang-pergi sendiri, tempat yg cukup jauh 6 jam perjalanan belum lagi medan yang cukup terjal pada saat mencapai tempatnya di puncak sebuah bukit. Anak-anak terlihat cukup kecewa, namun bapaknya sedang mencari tempat lain, dan bapaknya menawarkan wisata ke Taman Nasional Gunung Halimun, wah kali ini aku yg bingung, kondisi badan lagi kurang fit kalo mesti bepergian ke suatu tempat yg membutuhkan kondisi tubuh yg prima, belum lagi infonya disana kemungkinan tidak ada listrik dan diharapkan membawa perbekalan yg cukup karena 20 km jarak terdekat dari pemukiman penduduk.

Belum ada bayangan seperti apa tempat itu, ditengah hutan belantara, masih ada macan tutul, babi hutan, ular, elang, oa (sejenis kera) dan hutan yg masih cukup lebat. Malam sebelum berangkat aku sempat bilang bagaimana kalo aku tidak ikut saja kondisi badan kurang fit, my hubby diam saja, aku tahu dia berharap aku ikut, lah yg masak siapa kalo aku nggak ikut? Katanya disana ada yg masakin tapi belum tahu seberapa bisa mereka menyediakan makanan untuk kami berhubung yg jaga hutan laki2 semua.

Akhirnya kami berangkat juga dgn 2 teman dari Forum Badak Indonesia ( Mas Koen Setiawan) dan teman dari Komunitas Blog-Bogor  (Falla), rombongan jadi 6 peserta, aku, suami, qila, alta, Mas Koen, dan Falla.

Kantor

Kantor

Tempat yg dituju hanya berdasarkan info seorang teman suami yg memang sudah pernah ke sana dan sedang disana by internet, ehm kemungkinan besar kesasar ada dalam bayangan aku. Mengikuti petunjuk yg ada, kami mengarah ke parung kuda, sukabumi. Mobil melaju dgn kecepatan sedang, seperti biasa arah Sukabumi selalu padat, akhirnya menemukan petunjuk arah ke

jalan menuju TNGH

jalan menuju TNGH

TNGH ( Taman Nasional Gunung Halimun), semakin mengikuti arah semakin rusak jalannya, mulai memasuki jalan yg sangat berbatu ( batunya gede2 banget), Falla dan Alta seringkali acrobat melompat2 dari kursi karena hantaman jalan yg berbatu besar2 tersebut. Dan ketemu kantor yg mengelola TNGH untuk selesaikan administrasi (biaya penginapan dan biaya masuk ke TNGH).

Sambil terus konsentrasi ke jalan, terlintas di benakku sepertinya aku tidak bawa minyak goreng, Alhamdulillah ketemu satu warung kecil yg menjual nya dan cukup kaget juga harga yg ditawarkan tdk beda jauh dgn pasar di bogor, biasanya ditempat terpencil seperti ini perbedaan harga cukup mencolok.

Masuk TNGH

Masuk TNGH

Terus mengikuti jalan dan menghitung kilometer yg terpampang disetiap 1 km perjalanan, akhirnya ketemu titik 0, o a lah ternyata titik nol itu baru mencapai plang ucapan “SELAMAT DATANG DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN”. Namun hati sdh senang berarti  sebentar lagi sampai.

Mulai memasuki hutan yg lebat, jarang sekali berpapasan dgn orang lain, mobil terus melaju dan melaju, dan ternyata masih cukup jauh dari tugu selamat datang, terus menghitung bersama setiap kilometer yg dilalui, akhirnya kami menemukan tempat yg dituju. Rumah

Wisma tamu

Wisma tamu

kayu yg cukup besar dgn parkiran mobil muat untuk 6 mobil. Sudah ada 3 mobil yg parkir, berarti bertambah teman kami disini.

Masuk ke wisma tempat kami menginap, cukup kaget aku, benar2 diluar dugaan. Ternyata tempatnya sangat nyaman untuk ukuran rumah ditengah hutan. Bersih, terawatt, dapur yg luas, meja makan yg cukup besar, sofa

ruang makan wisma tamu

ruang makan wisma tamu

yg cukup empuk, dan ada 4 kamar , setiap kamar ada 4 tempat tidur, desain kamar yg natural banget dgn lampu tidur yg cukup cantik. Lega rasanya lihat kondisi tempat menginap, kemudian ke belakang, wah ada pendopo yg besar. Udara dingin dgn gerimis sangat tipis namun lebat menyambut kedatangan kami,  hutan lebat mengelilingi wisma ini, dan langsung disambut oleh jalak hitam yg mendekati pendopo, kamera langsung beraksi.

Menoleh kebelakang pendopo, ada rumah pohon yg tinggi namun besar, kemudian terlihat tulisan, tanaman hias dan tanaman obat. Kamar yg akan kami tempat masih dipakai orang lain, jadi sementara barang2 ditaruh dikamar yg lain, dan aku segera beraksi ke dapur , perut sdh minta diisi. Aku sdh buat ayam goreng tepung dari rumah dan nasi timbel. Jadi cukup aku panaskan ayam goreng tepung, tahu aku goreng dan buat mie goreng telur. Semua makan dgn lahap tanpa suara.

sungai indah

sungai indah

Selesai makan acara berlibur dimulai, dgn ditemani pemandu, lokasi yg dituju pertama kali adalah canopy trail, seperti apa?

menuju canopy trail

menuju canopy trail

Menyusuri hutan yg cukup lebat, melewati sungai kecil, kemudian disambut dgn tanaman rotan, akhirnya sampai disuatu tempat yg penuh tangga. Bentuk tangga dari alumunium, kecil menjulang tinggi, ternyata tinggi tangga ini 25 meter ke atas, gunanya untuk mencapai rumah pohon, kemudian berjalan di canopy yg terbuat dari tali temali yg di rangkai membentuk jembatan dgn alas alumunium dgn panjang 100 meter. Aku langsung nyerah nggak mungkin aku bisa mencapai tempat itu. Pertama, kondisi kaki lagi sakit dan ke-2 aku takut dengan ketinggian.

berjalan di canopy

berjalan di canopy

2 teman dan anak2 sudah sampai atas, sempat tertegun aku, 2 anakku seperti tidak takut sama sekali , bahkan mereka memanggil2 dari atas.  Gimana ini, aku tinggal dibawah sendirian juga takut, nanti semua diatas tiba2 macan tutul lewat gimana?

jembatan ayun

jembatan ayun

My hubby memberi semangat, sudah naik saja pelan2, jangan melihat ke bawah sama sekali, terus naik saja. Akhirnya aku memilih naik, setapak demi setapak aku melangkah, sempat berhenti beberapa kali, sempat melirik ke bawah, aduh ngeri banget, terus melangkah dan melangkah dan dengan menarik napas panjang, akhirnya aku sampai juga dirumah pohon, untuk kerumah pohon berikutnya mesti melewati jembatan berayun.

Wah , bener2 di uji nyali kali ini. Dgn berpegangan tali kiri dan kanan aku melangkah dan melihat ke bawah, duh jauh amat ya ke bawah, nanti gimana turunnya?????? Sampai kerumah pohon berikutnya, lah bukannya

menuju rumah pohon berikutnya

menuju rumah pohon berikutnya

disambung langsung dengan jembatan berikutnya, ini pake acara turun tangga dulu, seperti rumah dilubangi bagian bawahnya, mana tangganya kecil dan lurus. Melangkah dgn menghadap tangga aku turun, kemudian menyeberang jembatan lagi untuk mecapai rumah pohon berikutnya.

Pikir aku tinggal 1 rumah pohon lagi dan selesai, begitu mau menyeberang lagi , aku melihat ke bawah ternyata kami ada ditas sebuah sungai yg sangat indah, jernih dgn batu2 besar, mengalir air yg cukup deras  , eh ternyata jembatan belum selesai, wah jadi mesti balik ke tempat semula.

jembatan yg belum selesai

jembatan yg belum selesai

Nah kali ini nyali udah lumayan besar, sdh mulai dinikmati permainan ini. Kembali ke dua rumah pohon dan sampai di tangga untuk turun.

Aduh  gimana turunnya ya. Untuk pegangan memang ada batang2 alumuniun yg walaupun katanya kuat tapikan kecil2, sanggup ngga ya menopang badan aku yg gede ini. Satu demi satu tangga aku turuni sambil berpegangan, nah kalo turun kan nggak mungkin nggak liat ke bawah.

Ah ini emang bukan mainannya emak2 pikir aku dalam hati, tapi asik juga sich sebenarnya. Akhirnya sampai juga aku

canopy trail

canopy trail

dibawah. Kembali ke wisma dengan menyusuri hutan lagi dan menyeberangi sungai lagi.

tetap semangat

tetap semangat

Setelah dari canopy trail ini, tujuan berikutnya Curug Macan, sebuah air terjun yg indah dan aku mandi. Tunggu kelanjutan perjalanan berikutnya ya?

About these ads

Posted on 8 Januari 2009, in Blogroll, Cerita Anak, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, Masakan Rumah. Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. hwaaa… seru nih keknya… dari pada nginep di puncak, mendingan ke halimun sekalian ini mah… masih hutan beneran… mahuuuuu….

  2. asyik banget tempatnya bu, jadi pengin kesana…

  3. tempatnya keren ya…
    tapi salut… anak-anaknya ogah main ke mall :D

  4. jeng is, yuuuk kesana lagi

  5. mas fajar, yuuuk kita kesana .

  6. halo mbak itikkecil, iya mbak tempatnya masih alam banget, hehehe anak2 udah bosan kali ya, kan ibunya bakul nasi dan bakul kue, hampir 2 hari sekali ke mall belanja kalo pesanan lagi rame, udah gitu mall yg sering aku kunjungi setiap hari mereka lalui karena jalan menuju sekolah. salam

  7. yoooooooooo kesana lagih…. tapi camping donk jgn nginep di pondokan… biar lebih seru…

  8. Waahhh indahnya alam pegunungan. Di kota saya jugga ada yang mirip dengan wisata gunung halimun. mau tau??? kunjungi saja blog saya. Salam kenal ya:)

  9. halo mas Anton, makasih udah mampir, langsung meluncur ke sana mas. salam

  10. waaaaa bunda desi, saya jadi iri pengen posting juga, uhmmm tapi sabar dulu dehhh..

    yuk kapan kita semua anak blogor dateng ke halimun lagi..!!
    pasti seru banget tuhh..
    apalagi ada aula ato aptuh yang di belakang.. padepokannya yahh..??
    luas lagi…

  11. iya fall, anka dah daftar tuh dia nggak mau di dalam rumah, kayaknya pendopo ditutup ama plastik ato terpal boleh juga tuh ya untuk rame2. cepetan posting, cerita aku dah urutan ke 5 di google loh. ayo-ayo-ayo

  12. minta tips2 apa aja yg harus dibawa dong mba kalo ke sini….soalnya aku bawa anak juga. kayaknya seru tuh ngeliat foto2nya….

  13. halo mbak rahma, kemarin aku terlalu khawatir jadi bawa perlengkapan terlalu banyak. yg perlu dibawa sekali : baju hangat, rice cooker ( ada dandang sich kalo mau masak nasi cara biasa) bahan-bahan makanan yg simple2 saja, bahan2 sup, telur, beras, kecap, sambal botol, bakso,sosis, indomie, pisang untuk digoreng, roti dan selai untuk buat roti bakar, bisa juga kacang hijau+gula merah+santan kara (jika ingin makan bubur kacang hijau ). oh ya bawa sepatu olah raga kalo ada sich yg bergerigi bagian bawah jadi tidak licin. senter yg besar juga boleh, wah apalagi ya, oh ya baju renang kalo berniat mau mandi di aliran sungai di air terjun.
    Kalo mau buat acara barbeque juga oke banget, ada pendopo yg cukup besar di sana, kalo lain kali aku kesana lagi mau bawa peralatan dan bahan barbeque atau bakar jagung juga oke loh.
    kapan rencana mau ke sana mbak, anak2 liburan panjang nanti juga pingin ke sana lagi. salam

  14. Bu, mohon info dong, sy & anak2 mau ke halimun jg, mobilnya sampe guest house? bgmn jalannya?

  15. Saya tidak dapat penginapan di guest house. sudah penuh..
    Saya booking di rumah penduduk (homestay). Saya di sarankan untuk menyewa mobil dari kantor pengelola. apa perlu menyewa? mobil saya panther.

  16. mbak rina, bawa anak kecil kah? kalo menurut aku, guest house yg dirumah penduduk di citalahap waktu aku kesana kurang nyaman mbak. sebaiknya tetep nunggu guest house di stasiun penelitian cikaniki. Tapi aku serahkan ke mbak aja loh, itu saran aku aja.

    untuk mobil kalo panther sampai guest house di stasiun penelitian cikaniki aman, tapi kalo ke guest house yg di citalahap jalan berbatu, dan menurun. waktu itu aku bawa grand max nggak bisa naik dari citalahab.

    mbak, kondisi yg aku ceritakan diatas itu terjadi di bulan januari 2009, saat ini aku tidak tau persis kondisinya.

  17. Saya bawa anak2, 5 keluarga. citalahap ke cikaniki jauh gak? rumah penduduk kurang nyamannya bgmn? Saya pesan kamarnya lewat org kantor peneliti. more info dong….

    • cikaniki ke citalahab +/- 3 km mbak, waktu itu kita jalan kaki menembus hutan untuk mlihat OA dan Elang, kita sampai ke prumahan penduduk yg disewakan untuk pengunjung, fasilitas yg aku lihat jauh dari guest house di cikaniki, rumah2 penduduk yg masih asli dengan dinding dari geribik, lantai tanah dan kamar mandi di luar rumah. fasilitas didalam rumahpun minim. kalo untuk anak2 yg sudah menjelang dewasa yang biasa kemping aku rasa nggak gitu masalah tapi untuk anak2 yg biasa full fasilitas ya cukup tidak nyaman, udara juga dingin disana.

      kalo di guest house yg dicikaniki sangat nyaman untuk ukuran gust house ya seperti vila2 di puncakd eh, ada 4 kamar tidur, kamar mandi, ruang makan +ruang taman, dapur yg nyaman untuk masak dan ada 1 pendopo yg besar untuk kita ngumpul2.

      banyak bawa bahan makanan instan mbak, dari guest house ke tempat penduduk 20 km lebih itupun belum tentu ada warung yg memadai. waktu aku kesana, bawa ayam goreng, bawa pop mie, bawa bumbu instan, tempe,tahu.telur, roti tawar, jagung , beras, dan sayur mayur. untuk sayur aku bawa bahan cap cay , jagung aku buat perkedel jagung. Waktu itu kita di info sama teman yg lagi disana.

      Tapi aku nggak tau juga ya mbak suasana sekrang, mudah-mudahan lebih baik. salam.

  18. Mbak,
    bisa tolong diberikan gambaran kondisi jalan rusaknya. Katanya sekitar 20km jalannya berbatu dan sempit.
    Saya dan teman2 berencana naik ELF. Cuman ada yang bilang lebih baik pake kijang/L300/panther. Menungkinkan tidak kalo naik ELF ? Kami pilih ELF supaya hanya 1 mobil, kalo kijang harus 2 mobil

  19. Enak juga tuh, jd ingin coba padahal baru aja pulang naik gunung gede pangrango, pasti seru tuh. Di elshinta tv jg dibahas taman nasional halimun.

    • kalo untuk yg biasa mendaki gunung mungkin tidak begitu banyak tantangannya mas, tapi untuk keluarga terutama mengenalkan alam dengan anak2 sangat menarik.

  20. Dear mba desi, uang nya sudah dikirimkan lagi ke rekening bca saya belum ya?? soalnya mau saya pakai untuk bayar yg lain. Thanks

    • ya ampun mbak put, maaf banget aku bener2 lupa, aku pikir udah aku transfer ternyata belum ya, senin ya mbak, sekali lagi maaf. Desi Hartanto defidi.wordpress.com FB: tinyurl.com/defidi

  21. kira2 biaya sewa villa berapa ya? soale aku punya anak 5, kelihatannya cukup 1 villa tuh ya? ada 4 kamar ya?..
    terima kasih..

  22. wah,asyik bener ini tempat,segar buat udara,otak dan tubuh.dan bisa cari ilmu tentang alam tumbuh tumbuhan,dan tentunya keagungan Tuhan.aku suka banget krn kebetulan keluarga kami juga suka traveling,dan diantaranya ke tempat baru dan seperti ini.i like this.thanks informasinya aku pasti akan ke Halimun.

  23. saya mau ke gunung halimun cuma bawa anak 3 tahunan 3 orang. apakah cocok wisata ke sana ?

    terima kasih.

  24. Hi, after reading this awesome piece of writing i am as
    well delighted to share my familiarity here with friends.

  1. Ping-balik: Liburan Anak » Taman Nasional Gunung Halimun

  2. Ping-balik: Lokasi Tujuan Wisata Alam untuk Menikmati Liburan bersama Keluarga « Catetan kecil httsan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 385 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: