Memulai bisnis Catering Rumahan
Memulai usaha catering rumahan sebaiknya dalam jumlah yg kecil dulu, misal untuk 10 rumah. Memasak dalan jumlah besar akan lain sekali cara pengerjaannya dengan jumlah kecil seperti untuk keluarga sendiri. Karena untuk bisnis catering rumahan kita setiap saat mesti membuat perhitungan biaya bahan pokok, biaya bahan bakar, biaya tenaga kerja, biaya penyusutan peralatan dan biaya tak terduga jika bahan pokok mengalami kerusakan. Terlebih saat ini harga bahan pokok dan pendukung tidak stabil.
Membuat variasi menu juga merupakan faktor penentu dalam catering rumahan, dan faktor kesabaran masuk dalam urutan berikutnya. Terkadang ada pelanggan minta menu khusus seperti kalo sup jangan pakai buncis atau kalo telur balado telurnya jangan digoreng lagi setelah direbus, atau sambal jangan terlalu pedas.
Ini sekelumit pengalaman aku dalam catering rumahan sebelum menginjak ke catering untuk berbagai event.

tahu isi
Untuk harga catering saat ini mungkin bisa dimulai dgn Rp.35.000,- /hari , makanan diantar jam 11.30 siang ( lain daerah akan lain harga bahan pokok dan pendukung, jadi bisa disesuaikan dgn situasi dan kondisi).
Survey harga catering di tempat lain sekitar tempat kita tinggal juga sangat bagus untuk menentukan harga catering kita, usahakan harga yg kita tawarkan lebih sedikit murah atau harga sama namun porsi lebih besar.

sambal masak
Sebagai pemain baru promosi merupakan hal penting. Bisa buat spanduk didepan rumah atau sebarkan brosur sederhana, dapat dititipkan ke tukang koran, tukang sayur, tukang roti atau tempat foto kopi yg ada di sekitar rumah kita. Atau saat arisan atau pengajian bisa kita berikan brosur tersebut. Juga kalo di dekat rumah ada sekolah, bisa kerjasama dgn pihak sekolah untuk catering anak2 bahkan guru2 juga bisa titipkan brosur untuk orang tua murid melalui guru2.
Yuk kita mulai berhitung.

ayam goreng
Misalkan menu hari 1:
Nasi putih, ayam goreng saus mentega, Sup sayuran, tahu isi, kerupuk, sambal
Bahan yg diperlukan :
- 500 gr beras kwalitas sedang ( Rp.2.300)
- ½ kg ayam potong 6 ( biaya +/- Rp.13.000,)
- Bahan sup Rp.4.000,-
- 7 buah tahu putih ( biaya +/- Rp.2000,-)
- Toge & wortel utk isi tahu putih ( biaya +/- Rp.600,-)
- Kerupuk ( biaya Rp.2.000,-)
- Sambal ( biaya Rp.1.000,-)
- Biaya bumbu dan minyak goreng (Rp.4.000,-)
Total Biaya : Rp.29.000,- ( perhitungan biaya tertinggi)
Jika kita belanja dalam jumlah banyak , total biaya yg dikeluarkan bisa lebih hemat 30% jadi kira2 Rp.21.000,-
Perkiraan 1 bulan
- Biaya bahan pokok Rp.21.000,- x 30 hari = Rp.630.000,- x 10 = Rp.6.300.000,-
- Pemasukan : Rp.35.000,- x 30 hari = Rp.1.050.000,- x 10 = Rp.10.500.000,-
Harga Pemasukan tersebut belum dipotong biaya bahan bakar, biaya tenaga kerja, biaya penyusutan barang dan biaya tak terduga. Kurang lebih kita bisa mendapat keuntungan Rp.2.000.000,-/bulan selain biaya makan untuk rumah umumnya sudah tercover dari hasil masakan kita untuk catering.
Seperti ayam, umumnya kepala dan ceker tidak diberikan ke pelanggan dan bisa dimanfaatkan untuk rumah. Begitu juga kepala ikan, kepala udang, kaldunya bisa kita manfaatkan untuk dibuat kaldu sup untuk rumah.
Menjawab pertanyaan teman aku ( Mbak Atik) yg memulai bisnis catering rumahan dgn 2 anak yg masih kecil, paling tidak memperkerjakan 2 orang pembantu, bisa yg pulang hari, kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Untuk pengantaran catering yg dekat bisa minta tolong pembantu, namun yg jauh aku biasanya sewa ojek dgn system embayaran bulanan, jauh lebih mulai dibandingkan sekali antar.
Untuk belanja bahan 2 catering jika tempat penyimpanan memadai bisa belanja 3hari sekali, namun jika tdk bisa memanfaatkan jasa tukang sayur dgn cara beli /pesan bahan yg kita butuhkan dalam jumlah kiloan, jika kita potong ongkos transport ke pasang dan jajan kita dipasar selisih harga dgn belanja di tukang sayur tdk terlalu jauh.
Umumnya tukang sayur juga memberikan harga beda jika kita bilang untuk catering dan menjadikan dia salah satu langganan kita. Sebaiknya kita mengetahui harga dipasar jadi bisa nego dgn tukang sayur. Misal, harga wortel di pasar Rp.4.000,-/kilo kalo sdh diecer dan dimasukkan plastik oleh tukang sayur harga per kilo mencapai Rp.7.000,- tapi jika kita langsung beli 1 kilo bisa mendapat harga Rp.5.000,- selisih Rp.1.000,- dgn kita beli dipasar, tapi kalo kita hitung transport dan biasanya ibu2 suka jajan dipasar akan sama saja bahkan terkadang jatuhnya lebih mahal belum lagi tenaga yg dikeluarkan.
Tips :
Rebus ayam hingga setengah matang, angkat ayam ungkep lagi dgn bumbu hingga lembut. Nah kaldu rebusan ayam tadi untuk sup.
Mudahan-mudahan sekelumit pengalaman di tas bisa bermanfaat. Salam dan semangat.















wah ini dia nih rencana saya pengen bisnis katering kebetulan saya suka makan heheee….
bu kunjungi blog saya dunk saya lagi ikutan lomba blogger di speedy kasih komentar ya….
Oleh: arif ust on 8 Januari 2009
at 8:50 am
makasi ya mbak…atas bantuan mbak, berarti saya harus pake 2 pembantu ya mbak, tambah 1 lagi yang nginep…biar bsa bantu masak juga bantu2 untuk nganter yang deket2….sekali lagi makasi mbak desi…..jangan bosen ya klo aq sering2 konsul…..
Oleh: atik on 8 Januari 2009
at 5:31 pm
apa kabar mbak Atik, sama-sama mbak, semoga sukses ya bisnisnya. salam untuk keluarga.
Oleh: defidi on 9 Januari 2009
at 9:15 am
Siiip…
Info yang sangat bermanfaat…
siapa tahu suatu saat membutuhkannya…
Thanks mba…
Oleh: Ummurifqi on 8 Januari 2009
at 7:16 pm
halo ummurifqi apa kabar? moga sehat selalu juga yg didalam ya, duh senangnya rifqi dah mau punya dik ya. salam
Oleh: defidi on 9 Januari 2009
at 9:14 am
mbak…postingan ini sangat membantu lohhh….aku makin cinta ma blog mu mbak…sangat bermanfaat.dirimu begitu baik mau membagi ilmu…sangking banyaknya ilmu yang dibagi disini aku sampai bingung mo yang mana dulu di coba…makasih ya mbak…….
Oleh: mia on 9 Januari 2009
at 12:55 pm
halo mbak mia, gimana kabar kue ultah 2 tingkatnya, fotonya belum ketemu euy, aku coba cari foto2 dari tempat yg lain ya, paling tidak ada gambaran mau buatnya. salam
Oleh: defidi on 9 Januari 2009
at 3:23 pm
hihihi…belom mbak…aku tunggu ya….japri aja deh mbak fotonya…makasih banyak lo…..
Oleh: mia on 10 Januari 2009
at 12:57 pm
Assalaamu’alaykum wr wb
mb, mau nanya, menawarkan untuk paket nikah di rumah ndak? kalo ada umi mau tahu ya…bagus kalau ada deskripsi lengkapnya. Bisa dikirim via mail. Trims
wassalaamu’alaykum wr wb
Oleh: umi on 23 Januari 2009
at 2:49 am
waalaikumu’salam wrwb
Alhamdulillah mulai tahun 2008 sy sdh bisa menerima paket pernikahan baik dirumah maupun digedung, dan sifatnya fleksibel ummi, jadi tidak terlalu mematok harga, namun dapat mengelola dana yg dipunyai oleh pemesan. saya kirim brosur ke email ummi ya.terima kasih. salam
Oleh: defidi on 23 Januari 2009
at 6:34 am
hai mbak def, wah.. senang banget saya ketemu web mbak. pengen banget bs usaha catering. tp saat ini saya masih kuli kantoran euy..
Oleh: Rika on 23 Januari 2009
at 11:49 am
Assalaamu’alaykum wr wb
salam kenal Mba Def,
saya baru 3 bulan terakhir ini mencoba menyiapkan makan siang untuk rekan2 saya.
sekarang sudah 50 porsi dimulai dari hanya 3 porsi. saya bawa sekalian berangkat ke kantor. wah artikelnya pas banget nih dengan kondisi saya saat ini, belajar katering. dari pengalaman Mba berapa lama waktu dari mulai belajar katering sampai terima order katering pernikahan,
terus ada pengalaman yang tidak menyenangkan gak selama ini dan bagaimana mengatasinya
wassalaamu’alaykum wr wb
Oleh: Anik on 12 Februari 2009
at 1:40 pm
Assa. wr. wb.
salam kenla mba…
usaha cateringku pertama kali diawali dari tante aku yang meminta masakin untuk acara pernikahan anaknya, ternyata setelah itu aku ketagihan hingga skg sudah 2 thn berjalan melayani catering khusus utk acara2 rumahan, nah skg aku mau coba utk daily catering rumahan dan kantor tapi aku masih binggung menyusun menu yg tidk membosankan dan cara pembayaran yg efektif dan tidak mandek yg sering dialami catering utk karywan, wassalamualikum wr wb
Oleh: umi isa on 27 Februari 2009
at 10:08 am
embk makasih yaaa…sekarang aku udh dpt ilmu dr mbk,dr dl aku pengen usaha buka katering cuma g berani untuk mencoba.
tapi sekarang setelah saya membaca,bg mana caranya bisnis katering wah.. skrng kembali pede dech mbk…
trim’s yah…
Oleh: sufenty on 5 Maret 2009
at 7:32 pm
halo mbak sufenty, Alhamdulillah jika mb termotivasi dr cerita aku, iya mbak nanti kita akan terus dapat ilmu dr setiap pesanan yg kita terima, sedikit apapun pesanan itu layani saja, itung2 kita belajar dibayar oleh orang lain kan. tetap semangat dan insa Allah aku siap membatu semampu aku ya. salam
Oleh: defidi on 6 Maret 2009
at 7:28 am
Hallo mba saya tertarik untuk memulai bisnis catering rumahan sebelumnya saya kerja di kantoran tetapi setelah punya anak yg masih kecil apalagi ditambah saya sekarang lagi hamil anak kedua saya bermaksud untuk membuka usaha ini, selain bisa menambah penghasilan juga anak masih bisa saya awasi, untuk itu mohon saran langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk memulai usaha ini.Terima kasih ditunggu sarannya
Oleh: Ari Nurtanti on 16 Maret 2009
at 10:31 pm
Halo mba salam kenal..sy lg coba bisnis terima pesanan kue ultah dirumah. Kasi tips dong mba..
Oleh: Anti on 26 Maret 2009
at 2:03 pm
Mbak Def,
aku baru aja menyusun menu u/ mulai belajar buat catering rumahan n seneng bgt dpt ilmu dari Mbak yg udah pengalaman n tips ttg kaldu ayam dari ayam ungkepmu. Thanks ya Mbak..
Oleh: Evie on 3 Juni 2009
at 6:44 am
halo mbak evie, maju terus pantang mundurrr, bisnis catering membuttuhkan mental sekeras baja, hati seluas samudra, apapun komentar orang…libasss aja mbak, yg penting kita lihat prosesntase keberhasilan daripada kegagalan….kalo mau dirunut kering sudah air mata ini di omelin pembeli, semaksimal apapun kita usaha mesti aja ada yg komplain, tapi tanggapi denagn dingin saja mbak, tanpa emosi semakin kita emosi semkain kacau kerjaan kita….begitu yg aku rasakan. sukses selalu yaaa
Oleh: defidi on 23 November 2009
at 9:34 am
mbak infonya boleh dicoba nih, kebetulan memang lg kepingin buka catering u/ anak kos, ada info tambahan gak ya….
Oleh: yani on 1 Oktober 2009
at 7:34 pm
halo mbak yani, salam kenal dan makasih udah berkenan mampir ya??? infonya apa ya:bersabar hati, tetep tegas, dan hati2 denagn masalah pembayaran. salam
Oleh: defidi on 23 November 2009
at 9:35 am
saya mau pesan kueh kering kalo dikirim ke kalimantan timur paling sedikit berapa Toples dan Berapa hari sampai nya ya
Oleh: HJ.Hamdanah on 11 November 2009
at 5:10 pm
Ibu Hajah Hamdanah, sekiranya berkenan senangs ekali saya dapat memberikan pelayanan kepada ibu untuk kirim kue kering namun kendala ada di pengiriman, untuk kue kering packing khusus dan terkadang harga ongkos kirim hampir 60% dari harga kue kering…jika ibu setuju dengan biaya packing akan saya usahan mengirim kue ke ibu. salam
Oleh: defidi on 23 November 2009
at 9:38 am
Wah.. bisa di tiru nih..
Resep2 makanan ringanya..
Salam Kenal
Oleh: M.'Ibad on 21 November 2009
at 10:47 am
salam kenal dan silahkan denagn senang hati, selamat buat kue semoga sesuai harapan. salam
Oleh: defidi on 23 November 2009
at 9:38 am