terima kasih, 2 kata seribu makna

pagi ini ingin menulis lagi, sambil merenung hari-hari kemarin apa yang sudah terlewatkan ya? membaca beberapa postingan teman dan pengalaman mereka juga kata-kata yg menyejukan hati, jadi pagi ini ingin cerita juga, mulai saja dari sini : halo mbak rani sang pelukis cantik, beberapa postingan di blog mbak bagus sekali, terima kasih .

  • beberapa waktu yg lalu kala  menunggu barang yg akan diantar teman, aku duduk di mobil sambil mendengarkan cuap-cuap di radio. Tidak lama seorang anak perempuan usia 12 th menghampiri, dengan segera dia berkata bu minta uang, aku lihat tempat uang kecil kosong cuma ada 100rupiah, yg banyak permen aneka rasa. Aku ambilkan permen dan aku berikan, tanpa disangka bukan ucapan terima kasih yg aku dengar tapi ” mintanya uang koq dikasih permen, gimana ibu ini” sambil dia ngeloyor pergi?????????????????????
  • lain waktu, aku keluar dari mal baru saja membayar parkir menuju ke jalan raya , saat menghidupkan sen kiri kulihat sudah ada pak oga menunggu , kagok banget karena nggak siap untuk kasih uang, mana posisi jalan menurun, dengan tergesa2 aku raup beberapa keping uang recehan, aku tdk lihat berapa jumlahnya, tapi kelihatannya receh 100. Namun apa yg aku lihat bukannya mengucapkan terima kasih tapi uang itu langsung dibuang ke tanah dengan ngomel2, bilang uh pelit.
  • lain kali parkir lagi, padat sekali, nunggu antrian untuk dapat tempat parkir sambil liat aktifitas sekeliling. Saat satu mobil mewah keluar memberikan uang , sang tukang parkir langsung mengambilnya dan mobil langsung pergi. Lain kesempatan, aku lihat satu mobil keluaran lama banget lah keluar lagi, sang pemilik mobil memberikan uang sambil mengucapkan terima kasih, kulihat senyum mengembang dan sambil menunduk tukar parkir membalas ucapan itu. Akhirnya giliran aku dapat tempat parkir.
  • pernahkah terlintas di pikiran kita jika setiap orang membutuhkan ucapan terima kasih, tidak memilah apakah miskin, kaya, cantik, tampan dan batasan-batasan lainnya. Siapa yang sebenarnya mengkotak-kotakan diri. Sang Pemilik dunia ini saja tidak pernah mengkotak-kotakan hambanya, pantaskah kita melakukannya. Ucapan terima kasih hanya terlontar jika orang yg kita anggap hebat melakukan suatu hal terhadap kita, namun sebenarnya orang2 yg merasa dirinya hebat tidak terlalu perlu ucapan itu dibandingkan orang2 yg kita anggap kecil. Coba kita ingat2 kembali

seringkah kita mengucapkan terima kasih kepada pembantu di rumah?
sukakah kita mengucapkan terima kasih kepada pelayan yang membersihkan meja bekas kita makan.
sukakah kita  mengucapkan terima kasih kepada pemberi karcis di jalan tol
Apakah kita suka mengucapkan terima kasih kepada tukang sampah, tukang sayur dan tukang-tukang lainnya.


  • Kala sang pembeli yg terlihat kaya mampir ke rumah dengan diantar supirnya untuk membeli beberapa toples kue kering , dia masuk rumahku yg memang sederhana tanpa membuka sandalnya yang tinggi dan gemerlap, sembari tunjuk sana dan sini dan minta segera dikemas dan jumlah berapa yg harus dibayar, dia langsung membuka dompetnya yg bermerk lalu mengeluarkan uangnya, dan langsung ngeloyor pergi tanpa sepatah katapun??????????????? terperangah mendapat perlakuan seperti itu walaupun itu hak dia?

sebenarnya , apakah sangat sulit mengeluarkan kata-kata terima kasih sementara 2 kata itu beribu makna.

About these ads

Posted on 20 November 2008, in Bisnis boga, Cerita-cerita, Keluarga, Komunitas, Uncategorized. Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. iya bu, “terima kasih” dua kata yang mungkin sulit di ucapkan seseorang..!!
    padahal mereka tau Terima kasih adalah ucapan mulia daripada ini itu….

    artikel bagus untuk saling mengingatkan..

  2. Pagi mbak Desi…
    sebelumnya terima kasih lho tawarannya, aku seneng banget…

    Kalo aku terbiasa ngucapin terima kasih, mungkin ajaran dari papa. Papa Royal ngucapin terima kasih ke siapa aja (kalimat mbak yang bi Bold itu mah kebiasaan sehari-hari hehe..)

    Papa juga kalo nyuruh anak2nya selalu bilang terima kasih, kesannya terlalu formal ya..
    Sampai ke pak sayur pun aku duluan yang bilang terima kasih mungkin pak sayurnya heran ya..abis udah kebiasaan…

    Sekarang setelah jadi ibu baru sadar bahwa kebiasaan yang kita ajarkan sehari-hari akan terbawa sampai besar nanti lho…

  3. terima kasih mas falla, sabtu siap2 daku jemput ya ama inikian sekalian.

  4. halo mbak rani, benar adanya mbak, agak formil bilang ke anak ucapan terima kasih tapi kalo dibiasakan lama2 jadi biasa aja ya, aku juga mulai begitu, biasanya kalo aku pulang dari pergi anakku yg cewek sdh buatkan teh panas dan aku bilang makasih ya, lain waktu dia pun akan bilang makasih bu setiap kali aku berikan sesuatu. mudah2an ucapan ini bisa mulai di biasakan ya. salam dan terima kasih

  5. betul..terimakasih adalah 2 kata sejuta makna…terimakasih sudah mengingatkan kembali Bunda Desi…oia Sabtu kopdar di mie janda ya….asyiiikk

  6. mbak def..apa kabar?

    ucapan terimaaksih itu harus dibiasakansejak kecil mbak. sehingga orang itu akan ringan dan terbiasa ngomong ke orangmeskipun hal yg di lakukan orang itu kecil.
    O,ya untuk para pengamen dan pengemis,kayaknya mereka perlu diajar bagaimana susahnya mencarai uang. kalau cuma ‘ngathung’ kan tangan aja semua juga bisa. tapi harga dirinya mana, loap-laop UUD. aku pernah kok,pengamen di kasih 100 perak eh…malah komplen. ya udah kalau nggak terima jangan ngamen.ngemis.

    emang kita bank uang. lah dalam sehari ngadepin berapa pengamen. bentar2 pengamen,pengemis. mereka ini kayaknya perlu di berantas,kayak pemberantasan preman itu. kebiasaan cari duit mudah. kita juga harus mulai belajar untuk tidak sesukanya memberi duit pd mereka ini. bikin mereka makin males kerja, lah wong ;ngathung’ kerja dapat duit ,buat apa kerja keras.

    Tiap kali balik Indonesia, perasaan pengamen pengemis bukan makin kurang,malah nambah.

    sori ya malah curhat.

    o,ya mbak..gimana sih caranya meletakkan banner dan sejenisnya di side bar? trims ya…

  7. sama-sama jeng kian, oceh kita ngobrol di sana yah. salam semangat

  8. halo mbak niniek, apa kabar, sehat selalu ya. senang mampir lagi mbak, iya mbak benar adanya sesuatu yg baik harus mulai dibiasakan sedari kecil walaupun ada rasa canggung awalnya. salam dan sukses selalu ya mbak.

  9. kalo menurut saya sebetulnya ngga sulit koq bu,
    asal dibiasakan saja.
    terima kasih bu Desi….

  10. halo mas fajar, iya mas benar adanya. terima kasih. salam

  11. Waah kalo ucapan ma kasih itu.. wajibb dalam rmhku.. ajaran Alm Bapakku.. adalah: Jangan pernah berat hati untuk mengucapkan “TERIMA KASIH” dan satu lagi,, kta “MAAF” baik meminta maaf dan memaafkan.. (walo kadang rasanya ga bertanggung jawab ya kl cuman bilang maaf, maaf n maaf).. dan kata “TOLONG.. apabila memohon pertolongan sekalipun itu sama pembantu.. ” .. aku mengajarkan anak2 untuk selalu bilang ” YES, Please” and “No, thanks”.. 2 kata yang selalu harus diungkapkan apabila ditawari sesuatu..
    Tapi ada yg aku heran .. aku selalu mengucapkan terima kasih sama penjaga tol.. dan selalu tebar senyuman.. tapi apa balasan mereka.. wuuuh mana pernah ada yang senyum… coba deh.. 1 diantara 40 deh penjaga tol yang ramah… Udah ga di sponsorin ama Con-C lagi kaleee.

  12. hahahaha kita mesti minta con-C untuk sponsor lagi kalo gitu ya mbak, makasih sharingnya. salam

  13. pernahkah terlintas di pikiran kita jika setiap orang membutuhkan ucapan terima kasih, tidak memilah apakah miskin, kaya, cantik, tampan dan batasan-batasan lainnya. Siapa yang sebenarnya mengkotak-kotakan diri. Sang Pemilik dunia ini saja tidak pernah mengkotak-kotakan hambanya, pantaskah kita melakukannya. Ucapan terima kasih hanya terlontar jika orang yg kita anggap hebat melakukan suatu hal terhadap kita, namun sebenarnya orang2 yg merasa dirinya hebat tidak terlalu perlu ucapan itu dibandingkan orang2 yg kita anggap kecil. Coba kita ingat2 kembali

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 386 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: