Bubur sumsum adalah salah satu menu favorit aq waktu kecil, setiap kali ikut mama belanja ke pasar selalu mampir ke penjual bubur sumsum, bubur yg lembut di lidah dengan rasa gurih santan di padu dengan kuah gula merah beraroma pandan dan dibungkus dengan daun pisang, dimakan hangat nyam nyam nyam. Tapi untuk membuatnya rasanya agak repot zaman dulu, beras mesti di rendam dan ditumbuk, kemudian diayak dan dijemur, lalu kelapa diparut baru diambil santannya.
Untuk sekarang lebih sangat mudah, jadi nggak masalah kan kalo buat sendiri. Tepung beras yg sdh jadi banyak, santan yg siap pakai sdh banyak. Ya kan?
Tapi kalo lagi maag kambuh atau gejala types sangat tidak nyaman jika ada santan yg masuk ke perut, mau diganti susu full cream ato susu cair juga nggak nyaman, rasa mual bertambah. Nah , Cuma bisa susu kedelai yg bisa dikonsumsi, kalo gitu kenapa tidak buat bubur sumsum dengan susu kedelai sebagai pengganti santan ato susu sapi, enak juga loh. Jangan bilang, susah mesti buat susu kedelai, o o o aku juga nggak buat koq susu kedelai, kan ada susu kedelai dari ABC dan mudah mendapatkannya, hampir di semua swalayan besar maupun kecil tersedia. Cukup ke Indomaret ato Alfamart kita sdh bisa buat bubur sumsum lezat u keluarga.
Bahan yg diperlukan:
- 150 gr tepung beras siap pakai ( aku pakai rosebrand)
- 3 bungkus susu kedelai siap pakai ( aku pakai dari ABC)
- 1 sdt garam
- 2 lembar daun pandan
Bahan saus
- gula merah/jawa
- 1 sdt tepung sagu
- 300 cc air
Cara membuat :
- Masukkan tepung beras, garam dalam mangkuk.
- Masukkan susu kedelai dalam campuran tepung secara bertahap, aduk rata.
- Saring adonan dan masukkan kedalam panic, masukkan pandan, masak dengan api sedang dan terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup-letup. Segera tata di dalam mangkuk-mangkuk kecil.
- Rebus gula merah bersama air hingga gula larut, masukkan tepung sagu yg sdh dicairkan dengan sedikit air. Masak kembali hingga mendidih. Saring saus .
- Tuang saus ke dalam mangkuk yg berisi bubur sumsum secukupnya dan hidangkan hangat-hangat.















Usaha bikin Susu Kedelai barangkali bisa dijadikan alternatif usaha sampingan di rumah dengan pasar sekitar perumahan atau dititipkan di warung, koperasi, rumah sakit dll. Apakah susah bikin Susu Kedelai yang nikmat dan TANPA rasa langu? Ternyata tidak! Saya sendiri telah buktikan.
Beberapa waktu yg lalu saya telah membeli alat pembuat susu kedelai dan prosesnya ternyata sangat simple dan tanpa ribet. Ya.. cukup Masukkan kedelai yg telah direndam kedalam mesin maka keluar Susu Kedelai yg nikmat hanya dalam hitungan menit (+- 15menit). Bahkan Selama proses anda bisa lakukan sambil baca koran… sueerrr yakin dech. Berapa harga alat ini? Saya lihat harga terakhir skitar 1,4jt (import Taiwan) dg daya listrik 400 watt. Alat ini mempunyai 3 fungsi ganda. Memasak air, menggiling dan menyaring.
Gimana potensi keuntungannya bila buat usaha? Ternyata SANGAT LUMAYAN. Dalam sekali proses (1,5lt) dibutuhkan modal 1800-2000 (hitungan sudah termasuk biaya listrik dalam sekali proses) dan anda bisa menjual 6000-10000 per 1.5 ltnya. Lumayan kan!
Kalau ada yg berminat membeli alat ini silahkan kontak saya di 08886144805. Saya coba bantu anda untuk mendapatkan mesinnya.
Tks
Oleh: Taufik on 27 Maret 2008
at 2:51 pm
Salam kenal mas taufik. saya minta izin meletakkan informasi yang sangat berharga ini dalan blog saya ya, supaya rekan-rekan yang membaca bisa mendapatkan info ini dan semoga banyak yang memesan mesin ke mas, saat ini baik makanan dan minuman banyak yang kembali ke alami karena sdh terlalu banyak bahan kimia masuk ke tubuh kita sehingga tubuh kita rentan sekali dengan penyakit. Saya sendiri sangat suka susu kedelai karena saya kurang suka susu dari hewani.
Oleh: defidi on 27 Maret 2008
at 8:59 pm
[...] Alhamdulillah, hari ini mas Taufik memberikan info yang sangat menarik mengenai pembuatan susu kedelai yang praktis dan beliau juga menjual mesin tersebut, untuk info lebih lengkap bisa baca di Bubur Sumsum Susu Kedelai. [...]
Oleh: Bisnis Susu Kedelai « Sajian Defidi on 27 Maret 2008
at 9:54 pm
thanks sharingnya mas taufik…apakah mas taufik pernah membandingkan kalo buatnya dengan blender (200 watt) lebih ngirit mana?tentu kalo buat dengan blender tidak bisa sambil baca koran…:)
oya, bagaimana ya caranya agar susu tetap awet sampai esok harinya?kadang jadi seperti bubur…thanks…
Oleh: antonius on 3 April 2008
at 9:47 am
Hallo mas antonius, tq dah mampir ke blog aq, maaf mas bisa langsung kontak mas taufiq saja, supaya mendapatkan info yg detail. mas taufiq bisa dihubungi di08886144805. salam
Oleh: defidi on 3 April 2008
at 8:57 pm
oh ya mbak, aq kalau bikin bubur sum-sum kok gak mau halus ya, pada pringkil2 gitu dan rasanya juga kok kayak masih mentah. kasih tau donk mbak tips nya.
Oleh: lastri on 23 April 2008
at 11:32 pm
hai mbak lastri, tq dah sempat mampir ke blog aq,
mbak , di coba semua bahan kering dicampur jadi satu, tuangi bahan cair sedikit demi sedikit hingga bahan cair habis, saring adonan supaya tdk ada yg printil2 lagi. masak di api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup-letup, dinginkan adonan dan siap dsajikan.
dicoba lagi ya, semoga berhasil. salam
Oleh: defidi on 24 April 2008
at 7:28 am
Merespons tulisan bung Taufik 27 Maret 2008, saya juga punya alat semacam yang anda punya. Dulu sih membuat susu kedelai memang cukup praktis. Tapi memang sesudahnya, mencuci lat itu cukup repot, karena ampas kedelai itu cenderung lengket, susah dikikis, apalagi kalau kelamaan nyucinya. Hari-hari ini sewaktu mau nyoba ‘comeback’ membuat susu lagi, kok baling-baling pencacah butiran kedelai tidak mau muter. Padahal fungsi-fungsi yang lain normal saja. Saya tinggal di Bekasi Barat. Ke mana saya bisa membawa alat itu untuk diperbaiki?
Oleh: Kuntjoro Sukardi on 2 Mei 2008
at 12:09 am
tuk mas Kuntjoro, bisa langsung hubungi mas Taufik saja ya supaya bisa tanya lebih detail. salam
Oleh: defidi on 5 Mei 2008
at 9:21 am
Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://kuliner.infogue.com/bubur_sumsum_susu_kedelai
Oleh: infogue on 16 Agustus 2008
at 12:01 pm
Alo mbak,alhamdulilah skrg aku hamil hmpir 2bulan,lg kgn browsing blog mbak desy,eh ktmu resep bu2r sum2, jd ngiler pngen buat, mbak kLo susu kdelai dganti santan biasa,kira2 brapa cc ya bnyaknya,soalny aku pngn pke santan biasa aja,biar asli gtUu..
Salam mbak.
Oleh: Rara on 6 Nopember 2008
at 1:22 pm
halo mbak rara, Puji Syukur atas kehamilannya, semoga sehat selalu baik ibu dan babynya ya. Untuk ukuran santan cair sama saja dengan susu kedelai mbak. Iya mbak kalo pakai santan emang muncul rasa aslinya. selamat berbubur ria, salam
Oleh: defidi on 7 Nopember 2008
at 6:39 am
MakasiH mbak desy atas jwbannya,ohya ada yg ketinggalan mbak..KLo tepung sagu dganti dg tepung maizena bs gak?Soalny dikulkas cm ada stok tpung maizena
trims ya mbak
salam.
Oleh: Rara on 7 Nopember 2008
at 12:01 pm
halo mbak rara, nggak usah pake sagu juga nggak apa2 koq mbak, tetep enak. salam
Oleh: defidi on 7 Nopember 2008
at 3:27 pm
@defidi on 27 Maret
Salam kenal semuanya yah…. ayo mbak Defi tukeran link yah punyaku di http://sarikedelai.blogspot.com
@antonius on 3 April 2008
Kalo dibandingkan dengan blender (200watt) tentu lebih ngirit blender akan tetapi secara proses keseluruhan akan ngirit pake mesin otomatis susu kedelai karena tanpa harus menyaring dan memasak sehingga dalam 15-20 menit dihasilkan susu kedelai siap saji n siap minum… gleck..glek… nikmat lo rasanya… rasa bintang lima harga kaki lima.. hohoho.
@Kuntjoro Sukardi on 2 Mei 2008
Bung Kun mungkin alatnya berbeda dengan punya saya yang gambarnya ada di http://mesinkedelai.co.cc
Kalo ampas melekat di filter saringan yang terbuat dari stenlis bisa dibersihkan pake sikat gigi yang sudah tidak dipakai atau sikat bawaan mesin. Dan apabila ada butiran ampas yg bandel menempel di saringan bisa dibantu dengan cairan cuka dapur. Oleskan ketempat yg dituju kemudian biarkan sekitar 15 menit lalu disikat. Ulangi lagi bila masih ada ampas yg membandel.
Mending beli alatnya yg baru ini aja bung Kun… alat ini relatif bandel karena bisa dipakai 10-30 proses setiap hari.
Ohh yahhh jika ada sahabat yang mau baca-baca mengenai usaha/bikin/mesin otomatis susu kedelai saya bisa meluncur ke http://sarikedelai.blogspot.com
Thanks 4all
Oleh: Taufik on 2 Januari 2009
at 8:59 pm